30 Contoh Soal Persilangan Dihibrid Lengkap dengan Jawaban dan Pembahasan

Persilangan dihibrid adalah persilangan yang melibatkan dua sifat beda sekaligus. Dalam genetika Mendel, persilangan dihibrid dapat digunakan untuk mempelajari bagaimana dua pasang alel diwariskan dari induk kepada keturunannya. Salah satu konsep penting dalam contoh soal dihibrid adalah hukum segregasi dan asortasi bebas.

Pada persilangan dihibrid klasik, misalnya AaBb × AaBb, setiap induk dapat menghasilkan empat macam gamet, yaitu AB, Ab, aB, dan ab. Jika kedua sifat mengikuti dominansi penuh dan berasortasi secara bebas, rasio fenotipe keturunannya adalah 9 : 3 : 3 : 1.

Soal Nomor 1

Pertanyaan

Persilangan dihibrid merupakan persilangan yang melibatkan ….

Pilihan Jawaban

A. satu sifat beda
B. dua sifat beda
C. tiga sifat beda
D. satu pasang alel saja
E. satu jenis gamet saja

Jawaban Benar

B. dua sifat beda

Pembahasan Lengkap

Persilangan dihibrid adalah persilangan yang mempelajari pewarisan dua sifat beda secara bersamaan. Contohnya adalah persilangan yang memperhatikan warna dan bentuk biji sekaligus.

Kompetensi yang Diukur

Memahami konsep dasar persilangan dihibrid.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menjelaskan pengertian persilangan dihibrid.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C1 – Mengingat

Tingkat Kesulitan

Mudah

Estimasi Waktu Pengerjaan

1 menit

Soal Nomor 2

Pertanyaan

Genotipe AaBb dapat menghasilkan gamet sebanyak ….

Pilihan Jawaban

A. 1 macam
B. 2 macam
C. 3 macam
D. 4 macam
E. 8 macam

Jawaban Benar

D. 4 macam

Pembahasan Lengkap

Genotipe AaBb memiliki dua pasang gen heterozigot. Gamet yang dapat terbentuk adalah:

  • AB
  • Ab
  • aB
  • ab

Jadi, terdapat 4 macam gamet.

Jumlah macam gamet juga dapat dihitung dengan rumus 2ⁿ, dengan n = jumlah pasangan gen heterozigot.

Untuk AaBb, n = 2, sehingga 2² = 4.

Kompetensi yang Diukur

Menentukan macam gamet dari genotipe dihibrid.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan jumlah dan jenis gamet yang dihasilkan suatu individu.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan

Tingkat Kesulitan

Mudah

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit

Soal Nomor 3

Pertanyaan

Jika gen A dominan terhadap a dan gen B dominan terhadap b, individu dengan genotipe AaBb memiliki fenotipe ….

Pilihan Jawaban

A. sifat resesif untuk kedua karakter
B. sifat dominan untuk karakter A dan resesif untuk karakter B
C. sifat resesif untuk karakter A dan dominan untuk karakter B
D. sifat dominan untuk kedua karakter
E. hanya memiliki satu sifat yang tampak

Jawaban Benar

D. sifat dominan untuk kedua karakter

Pembahasan Lengkap

Genotipe Aa memiliki alel dominan A sehingga sifat pertama yang tampak adalah dominan. Genotipe Bb juga memiliki alel dominan B sehingga sifat kedua yang tampak adalah dominan.

Jadi, AaBb memiliki fenotipe dominan untuk kedua karakter.

Kompetensi yang Diukur

Menghubungkan genotipe dengan fenotipe.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan fenotipe berdasarkan keberadaan alel dominan dan resesif.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan

Tingkat Kesulitan

Mudah

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit

Soal Nomor 4

Pertanyaan

Hasil persilangan AaBb × AaBb menghasilkan rasio fenotipe klasik ….

Pilihan Jawaban

A. 1 : 1
B. 3 : 1
C. 1 : 2 : 1
D. 9 : 3 : 3 : 1
E. 9 : 7

Jawaban Benar

D. 9 : 3 : 3 : 1

Pembahasan Lengkap

Persilangan AaBb × AaBb merupakan persilangan dihibrid klasik dengan dominansi penuh dan asortasi bebas.

Rasio fenotipe keturunannya adalah:

9 A_B_ : 3 A_bb : 3 aaB_ : 1 aabb

Jadi, rasio fenotipe keseluruhannya adalah 9 : 3 : 3 : 1.

Kompetensi yang Diukur

Memahami rasio fenotipe persilangan dihibrid.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan rasio fenotipe dari persilangan dihibrid klasik.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C2 – Memahami

Tingkat Kesulitan

Mudah

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit

Soal Nomor 5

Pertanyaan

Pada persilangan AaBb × AaBb, peluang keturunan memiliki genotipe aabb adalah ….

Pilihan Jawaban

A. 1/4
B. 1/8
C. 1/16
D. 3/16
E. 9/16

Jawaban Benar

C. 1/16

Pembahasan Lengkap

Untuk memperoleh genotipe aabb, peluang memperoleh aa dari persilangan Aa × Aa adalah 1/4.

Peluang memperoleh bb dari persilangan Bb × Bb juga 1/4.

Karena kedua pasangan gen diasumsikan berasortasi bebas:

1/4 × 1/4 = 1/16

Jadi, peluang keturunan bergenotipe aabb adalah 1/16.

Kompetensi yang Diukur

Menghitung peluang genotipe pada persilangan dihibrid.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan peluang munculnya genotipe tertentu pada keturunan.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan

Tingkat Kesulitan

Sedang

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit

Soal Nomor 6

Pertanyaan

Jika tanaman AaBb disilangkan dengan aabb, macam gamet yang dihasilkan oleh individu AaBb adalah ….

Pilihan Jawaban

A. AB dan ab
B. Aa dan Bb
C. AB, Ab, aB, dan ab
D. Aa, Ab, Bb, dan ab
E. A, a, B, dan b

Jawaban Benar

C. AB, Ab, aB, dan ab

Pembahasan Lengkap

Individu AaBb memiliki dua pasangan gen heterozigot. Setiap gamet hanya membawa satu alel dari masing-masing pasangan gen.

Kombinasi yang mungkin adalah:

AB, Ab, aB, dan ab

Sementara itu, individu aabb hanya menghasilkan satu macam gamet, yaitu ab.

Kompetensi yang Diukur

Menentukan macam gamet dalam persilangan dihibrid.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan gamet dari individu heterozigot untuk dua sifat.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan

Tingkat Kesulitan

Sedang

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit

Soal Nomor 7

Pertanyaan

Pada persilangan AaBb × aabb, peluang keturunan bergenotipe AaBb adalah ….

Pilihan Jawaban

A. 1/2
B. 1/4
C. 3/4
D. 1/8
E. 1/16

Jawaban Benar

B. 1/4

Pembahasan Lengkap

Individu AaBb menghasilkan empat gamet dengan peluang yang sama:

AB, Ab, aB, dan ab.

Individu aabb hanya menghasilkan gamet ab.

Keturunan AaBb terbentuk ketika gamet AB dari induk pertama bergabung dengan gamet ab dari induk kedua.

Peluangnya adalah 1/4.

Kompetensi yang Diukur

Menghitung peluang genotipe pada persilangan dihibrid.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan peluang munculnya genotipe tertentu dari kombinasi gamet.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan

Tingkat Kesulitan

Sedang

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit

Soal Nomor 8

Pertanyaan

Jika genotipe induk adalah AABB × aabb, genotipe seluruh keturunan F1 adalah ….

Pilihan Jawaban

A. AABB
B. AAbb
C. aaBB
D. AaBb
E. aabb

Jawaban Benar

D. AaBb

Pembahasan Lengkap

Induk AABB hanya menghasilkan gamet AB, sedangkan induk aabb hanya menghasilkan gamet ab.

Ketika kedua gamet bergabung:

AB + ab → AaBb

Karena masing-masing induk hanya menghasilkan satu macam gamet, seluruh keturunan F1 memiliki genotipe AaBb.

Kompetensi yang Diukur

Menentukan genotipe keturunan hasil persilangan.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan genotipe F1 berdasarkan genotipe kedua induknya.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan

Tingkat Kesulitan

Mudah

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit

Soal Nomor 9

Pertanyaan

Tanaman dengan genotipe AaBb menghasilkan gamet AB, Ab, aB, dan ab. Jika masing-masing gamet memiliki peluang yang sama, peluang terbentuknya gamet ab adalah ….

Pilihan Jawaban

A. 10%
B. 20%
C. 25%
D. 50%
E. 75%

Jawaban Benar

C. 25%

Pembahasan Lengkap

Individu AaBb menghasilkan empat macam gamet dengan peluang yang sama, yaitu:

AB, Ab, aB, dan ab.

Karena terdapat 4 macam gamet yang peluangnya sama, peluang masing-masing gamet adalah:

1/4 × 100% = 25%

Jadi, peluang terbentuknya gamet ab adalah 25%.

Kompetensi yang Diukur

Memahami peluang pembentukan gamet.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menghitung peluang terbentuknya jenis gamet tertentu.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan

Tingkat Kesulitan

Mudah

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit

Soal Nomor 10

Pertanyaan

Pada persilangan AaBb × AaBb, berapa peluang keturunan memiliki kedua sifat resesif?

Pilihan Jawaban

A. 1/2
B. 3/16
C. 1/4
D. 1/8
E. 1/16

Jawaban Benar

E. 1/16

Pembahasan Lengkap

Kedua sifat resesif hanya muncul jika genotipenya aabb.

Pada persilangan AaBb × AaBb:

  • Peluang aa = 1/4
  • Peluang bb = 1/4

Maka:

1/4 × 1/4 = 1/16

Jadi, peluang keturunan memiliki kedua sifat resesif adalah 1/16.

Kompetensi yang Diukur

Menghitung peluang fenotipe resesif pada persilangan dihibrid.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan peluang munculnya dua sifat resesif berdasarkan persilangan dua pasangan gen.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan

Tingkat Kesulitan

Sedang

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit

Soal Nomor 11

Pertanyaan

Pada persilangan AaBb × AaBb, peluang keturunan memiliki genotipe AABB adalah ….

Pilihan Jawaban

A. 1/16
B. 2/16
C. 3/16
D. 4/16
E. 9/16

Jawaban Benar

A. 1/16

Pembahasan Lengkap

Peluang memperoleh AA dari Aa × Aa adalah 1/4. Peluang memperoleh BB dari Bb × Bb juga 1/4.

Jadi:

1/4 × 1/4 = 1/16

Maka peluang keturunan bergenotipe AABB adalah 1/16.

Kompetensi yang Diukur

Menghitung peluang genotipe pada persilangan dihibrid.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan peluang munculnya genotipe homozigot dominan untuk dua sifat.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan

Tingkat Kesulitan

Sedang

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit

Soal Nomor 12

Pertanyaan

Tanaman berbiji bulat dan berwarna kuning memiliki genotipe RrYy. Macam gamet yang dapat dihasilkan adalah ….

Pilihan Jawaban

A. RY, Ry, rY, ry
B. RR, Rr, YY, Yy
C. RY dan ry saja
D. Rr dan Yy
E. R, r, Y, dan y

Jawaban Benar

A. RY, Ry, rY, ry

Pembahasan Lengkap

Genotipe RrYy memiliki dua pasangan gen heterozigot. Gamet membawa satu alel dari setiap pasangan. Kombinasi yang mungkin adalah:

RY, Ry, rY, dan ry

Jadi, terdapat empat macam gamet.

Kompetensi yang Diukur

Menentukan macam gamet dari genotipe dihibrid.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan kombinasi gamet yang dihasilkan individu heterozigot.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C3–C6)

C3 – Menerapkan

Tingkat Kesulitan

Mudah

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit

Soal Nomor 13

Pertanyaan

Jika sifat tinggi (T) dominan terhadap pendek (t) dan biji bulat (B) dominan terhadap keriput (b), persilangan TtBb × TtBb menghasilkan peluang keturunan pendek dan berbiji keriput sebesar ….

Pilihan Jawaban

A. 1/16
B. 2/16
C. 3/16
D. 4/16
E. 9/16

Jawaban Benar

A. 1/16

Pembahasan Lengkap

Fenotipe pendek harus memiliki genotipe tt, sedangkan biji keriput harus memiliki genotipe bb.

Pada Tt × Tt:

P(tt) = 1/4

Pada Bb × Bb:

P(bb) = 1/4

Karena kedua sifat berasortasi bebas:

1/4 × 1/4 = 1/16

Jadi, peluang keturunan pendek dan berbiji keriput adalah 1/16.

Kompetensi yang Diukur

Menghitung peluang fenotipe pada persilangan dihibrid.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan peluang munculnya kombinasi dua sifat resesif.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C3–C6)

C3 – Menerapkan

Tingkat Kesulitan

Sedang

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit

Soal Nomor 14

Pertanyaan

Pada persilangan AaBb × AaBb, peluang keturunan memiliki fenotipe dominan untuk sifat A tetapi resesif untuk sifat B adalah ….

Pilihan Jawaban

A. 1/16
B. 2/16
C. 3/16
D. 4/16
E. 9/16

Jawaban Benar

C. 3/16

Pembahasan Lengkap

Fenotipe dominan untuk sifat A dapat memiliki genotipe AA atau Aa. Dari Aa × Aa, peluang A_ adalah 3/4.

Fenotipe resesif untuk sifat B harus memiliki genotipe bb, dengan peluang 1/4.

Maka:

3/4 × 1/4 = 3/16

Jadi, peluangnya adalah 3/16.

Kompetensi yang Diukur

Menghitung peluang kombinasi fenotipe.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan peluang fenotipe dominan-resesif pada persilangan dihibrid.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C3–C6)

C3 – Menerapkan

Tingkat Kesulitan

Sedang

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit

Soal Nomor 15

Pertanyaan

Pada persilangan AaBb × AaBb, jumlah keturunan yang diharapkan memiliki fenotipe dominan untuk kedua sifat dari 160 keturunan adalah ….

Pilihan Jawaban

A. 60
B. 80
C. 21
D. 100
E. 90

Jawaban Benar

E. 90

Pembahasan Lengkap

Pada persilangan dihibrid AaBb × AaBb, peluang fenotipe dominan untuk kedua sifat adalah 9/16.

Jumlah keturunan:

9/16 × 160 = 90

Jadi, jumlah keturunan yang diharapkan adalah 90 individu.

Kompetensi yang Diukur

Menggunakan rasio fenotipe dihibrid untuk menentukan jumlah keturunan.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menghitung jumlah keturunan berdasarkan peluang fenotipe.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C3–C6)

C3 – Menerapkan

Tingkat Kesulitan

Sedang

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit

Soal Nomor 16

Pertanyaan

Pada persilangan AaBb × AaBb, jumlah keturunan yang memiliki kedua sifat resesif dari 320 keturunan adalah ….

Pilihan Jawaban

A. 10
B. 20
C. 30
D. 40
E. 80

Jawaban Benar

D. 20

Pembahasan Lengkap

Kedua sifat resesif memiliki genotipe aabb. Pada persilangan AaBb × AaBb, peluang aabb adalah 1/16.

Jumlah keturunan:

1/16 × 320 = 20

Jadi, jumlah keturunan yang diharapkan memiliki kedua sifat resesif adalah 20 individu.

Kompetensi yang Diukur

Menghitung jumlah keturunan berdasarkan peluang genotipe.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan jumlah keturunan dengan genotipe tertentu.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C3–C6)

C3 – Menerapkan

Tingkat Kesulitan

Sedang

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit

Soal Nomor 17

Pertanyaan

Persilangan antara individu AABB dengan aabb menghasilkan keturunan F1 dengan genotipe ….

Pilihan Jawaban

A. AABB
B. AAbb
C. AaBB
D. AaBb
E. aabb

Jawaban Benar

D. AaBb

Pembahasan Lengkap

Individu AABB menghasilkan gamet AB, sedangkan individu aabb menghasilkan gamet ab.

Persilangan:

AB × ab → AaBb

Dengan demikian, seluruh keturunan F1 memiliki genotipe AaBb.

Kompetensi yang Diukur

Menentukan genotipe keturunan F1.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan genotipe F1 dari persilangan dua individu homozigot dengan sifat berlawanan.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C3–C6)

C3 – Menerapkan

Tingkat Kesulitan

Mudah

Estimasi Waktu Pengerjaan

1 menit

Soal Nomor 18

Pertanyaan

Jika F1 dari persilangan AABB × aabb memiliki genotipe AaBb, kemudian F1 disilangkan dengan sesamanya, rasio fenotipe F2 adalah ….

Pilihan Jawaban

A. 1 : 1
B. 3 : 1
C. 1 : 2 : 1
D. 9 : 3 : 3 : 1
E. 12 : 3 : 1

Jawaban Benar

D. 9 : 3 : 3 : 1

Pembahasan Lengkap

F1 memiliki genotipe AaBb. Jika F1 disilangkan dengan sesamanya:

AaBb × AaBb

dengan asumsi dominansi penuh dan asortasi bebas, rasio fenotipe F2 adalah:

9 A_B_ : 3 A_bb : 3 aaB_ : 1 aabb

Jadi, rasio fenotipenya adalah 9 : 3 : 3 : 1.

Kompetensi yang Diukur

Menganalisis hasil persilangan dihibrid.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan rasio fenotipe F2 dari persilangan dua individu dihibrid.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C4 – Menganalisis

Tingkat Kesulitan

Sedang

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit

Soal Nomor 19

Pertanyaan

Pada persilangan AaBb × aabb, rasio fenotipe keturunannya adalah ….

Pilihan Jawaban

A. 9 : 3 : 3 : 1
B. 3 : 1
C. 1 : 1 : 1 : 1
D. 1 : 2 : 1
E. 2 : 1

Jawaban Benar

C. 1 : 1 : 1 : 1

Pembahasan Lengkap

Individu AaBb menghasilkan empat macam gamet dengan jumlah yang sama:

AB, Ab, aB, ab

Individu aabb hanya menghasilkan gamet ab.

Keturunan yang terbentuk adalah:

  • AaBb
  • Aabb
  • aaBb
  • aabb

Masing-masing memiliki peluang 1/4, sehingga rasio fenotipenya adalah 1 : 1 : 1 : 1, dengan asumsi dominansi penuh dan asortasi bebas.

Kompetensi yang Diukur

Menganalisis hasil testcross dihibrid.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan rasio fenotipe dari persilangan dihibrid dengan individu homozigot resesif.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C4 – Menganalisis

Tingkat Kesulitan

Sedang

Estimasi Waktu Pengerjaan

3 menit

Soal Nomor 20

Pertanyaan

Pada persilangan AaBb × AaBb, peluang keturunan memiliki genotipe aaBb adalah ….

Pilihan Jawaban

A. 1/16
B. 2/16
C. 3/16
D. 4/16
E. 9/16

Jawaban Benar

B. 2/16

Pembahasan Lengkap

Dari persilangan Aa × Aa, peluang memperoleh aa adalah 1/4.

Dari persilangan Bb × Bb, peluang memperoleh Bb adalah 1/2.

Maka:

1/4 × 1/2 = 1/8 = 2/16

Jadi, peluang keturunan bergenotipe aaBb adalah 2/16 atau 1/8.

Kompetensi yang Diukur

Menghitung peluang genotipe tertentu pada persilangan dihibrid.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menggabungkan peluang dari dua pasangan gen untuk menentukan peluang genotipe keturunan.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan

Tingkat Kesulitan

Sedang

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit

Soal Nomor 21

Pertanyaan

Pada persilangan AaBb × AaBb, peluang keturunan memiliki fenotipe dominan untuk sifat A dan dominan untuk sifat B adalah ….

Pilihan Jawaban

A. 1/16
B. 3/16
C. 6/16
D. 9/16
E. 12/16

Jawaban Benar

D. 9/16

Pembahasan Lengkap

Fenotipe dominan untuk sifat A memiliki peluang 3/4, sedangkan fenotipe dominan untuk sifat B juga memiliki peluang 3/4.

Maka:

3/4 × 3/4 = 9/16

Jadi, peluang keturunan dengan kedua sifat dominan adalah 9/16.

Kompetensi yang Diukur

Menghitung peluang fenotipe pada persilangan dihibrid.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan peluang munculnya dua sifat dominan.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan

Tingkat Kesulitan

Sedang

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit

Soal Nomor 22

Pertanyaan

Pada persilangan AaBb × AaBb, peluang keturunan memiliki fenotipe resesif untuk sifat A tetapi dominan untuk sifat B adalah ….

Pilihan Jawaban

A. 1/16
B. 2/16
C. 3/16
D. 4/16
E. 9/16

Jawaban Benar

C. 3/16

Pembahasan Lengkap

Fenotipe resesif untuk sifat A harus memiliki genotipe aa, dengan peluang 1/4.

Fenotipe dominan untuk sifat B memiliki peluang 3/4.

Maka:

1/4 × 3/4 = 3/16

Jadi, peluangnya adalah 3/16.

Kompetensi yang Diukur

Menghitung peluang kombinasi fenotipe.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan peluang fenotipe resesif-dominan dalam persilangan dihibrid.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan

Tingkat Kesulitan

Sedang

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit

Soal Nomor 23

Pertanyaan

Pada persilangan AaBb × AaBb, peluang keturunan memiliki fenotipe dominan untuk sifat A tetapi resesif untuk sifat B adalah ….

Pilihan Jawaban

A. 1/16
B. 2/16
C. 3/16
D. 6/16
E. 9/16

Jawaban Benar

C. 3/16

Pembahasan Lengkap

Fenotipe dominan untuk sifat A memiliki peluang 3/4, sedangkan fenotipe resesif untuk sifat B memiliki peluang 1/4.

Maka:

3/4 × 1/4 = 3/16

Jadi, peluang keturunan dengan fenotipe dominan A dan resesif B adalah 3/16.

Kompetensi yang Diukur

Menghitung peluang fenotipe pada persilangan dihibrid.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan peluang kombinasi sifat dominan dan resesif.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan

Tingkat Kesulitan

Sedang

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit

Soal Nomor 24

Pertanyaan

Jika persilangan AaBb × AaBb menghasilkan 160 keturunan, jumlah keturunan yang diperkirakan memiliki fenotipe resesif untuk kedua sifat adalah ….

Pilihan Jawaban

A. 5
B. 10
C. 20
D. 30
E. 40

Jawaban Benar

B. 10

Pembahasan Lengkap

Fenotipe resesif untuk kedua sifat memiliki genotipe aabb. Peluang aabb pada persilangan AaBb × AaBb adalah 1/16.

Jumlah keturunan:

1/16 × 160 = 10

Jadi, jumlah keturunan yang diperkirakan memiliki kedua sifat resesif adalah 10 individu.

Kompetensi yang Diukur

Menggunakan peluang persilangan dihibrid untuk menentukan jumlah keturunan.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menghitung jumlah keturunan berdasarkan peluang fenotipe tertentu.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan

Tingkat Kesulitan

Sedang

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit

Soal Nomor 25

Pertanyaan

Suatu individu memiliki genotipe AABb. Berapa macam gamet yang dapat dihasilkan?

Pilihan Jawaban

A. 1 macam
B. 2 macam
C. 3 macam
D. 4 macam
E. 6 macam

Jawaban Benar

B. 2 macam

Pembahasan Lengkap

Genotipe AABb memiliki satu pasangan gen homozigot (AA) dan satu pasangan gen heterozigot (Bb).

Gamet yang dapat terbentuk adalah:

AB dan Ab

Jadi, terdapat 2 macam gamet.

Hal ini juga dapat dihitung dengan rumus 2ⁿ. Jumlah pasangan gen heterozigot hanya 1, sehingga:

2¹ = 2

Kompetensi yang Diukur

Menentukan jumlah macam gamet.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan macam gamet berdasarkan jumlah pasangan gen heterozigot.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan

Tingkat Kesulitan

Sedang

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit

Soal Nomor 26

Pertanyaan

Suatu individu memiliki genotipe AaBB. Macam gamet yang dapat dihasilkan adalah ….

Pilihan Jawaban

A. AB dan aB
B. AB dan Ab
C. Aa dan BB
D. A, a, B, dan b
E. AB, Ab, aB, dan ab

Jawaban Benar

A. AB dan aB

Pembahasan Lengkap

Genotipe AaBB memiliki pasangan Aa yang heterozigot dan BB yang homozigot.

Karena setiap gamet hanya menerima satu alel dari setiap pasangan gen, gamet yang mungkin terbentuk adalah:

AB dan aB

Jadi, terdapat 2 macam gamet.

Kompetensi yang Diukur

Menentukan macam gamet berdasarkan genotipe.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan kombinasi gamet dari individu dengan satu pasangan gen heterozigot.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C3–C6)

C3 – Menerapkan

Tingkat Kesulitan

Mudah

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit

Soal Nomor 27

Pertanyaan

Pada persilangan AaBb × aabb, jika diperoleh 200 keturunan, jumlah keturunan yang diperkirakan memiliki genotipe AaBb adalah ….

Pilihan Jawaban

A. 25
B. 40
C. 50
D. 75
E. 100

Jawaban Benar

C. 50

Pembahasan Lengkap

Individu AaBb menghasilkan empat macam gamet dengan peluang yang sama, yaitu AB, Ab, aB, dan ab. Individu aabb hanya menghasilkan gamet ab.

Genotipe AaBb terbentuk dari AB × ab, sehingga peluangnya adalah 1/4.

Jumlah keturunan:

1/4 × 200 = 50

Jadi, diperkirakan terdapat 50 keturunan AaBb.

Kompetensi yang Diukur

Menghitung jumlah keturunan berdasarkan peluang genotipe.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menggunakan peluang gamet untuk menentukan jumlah keturunan tertentu.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan

Tingkat Kesulitan

Sedang

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit

Soal Nomor 28

Pertanyaan

Pada persilangan AaBb × AaBb, berapa peluang keturunan memiliki genotipe Aabb?

Pilihan Jawaban

A. 1/16
B. 2/16
C. 3/16
D. 4/16
E. 9/16

Jawaban Benar

B. 2/16

Pembahasan Lengkap

Untuk memperoleh genotipe Aabb:

  • Peluang Aa dari Aa × Aa = 1/2
  • Peluang bb dari Bb × Bb = 1/4

Maka:

1/2 × 1/4 = 1/8 = 2/16

Jadi, peluang keturunan bergenotipe Aabb adalah 1/8 atau 2/16.

Kompetensi yang Diukur

Menghitung peluang genotipe pada persilangan dihibrid.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menghitung peluang kombinasi dua pasangan gen tertentu.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan

Tingkat Kesulitan

Sedang

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit

Soal Nomor 29

Pertanyaan

Jika gen A dan B bersifat dominan terhadap a dan b, persilangan AaBb × aabb menghasilkan berapa macam genotipe keturunan?

Pilihan Jawaban

A. 1 macam
B. 2 macam
C. 3 macam
D. 4 macam
E. 8 macam

Jawaban Benar

D. 4 macam

Pembahasan Lengkap

Individu AaBb menghasilkan empat macam gamet:

AB, Ab, aB, dan ab

Sementara itu, individu aabb hanya menghasilkan gamet ab.

Keturunan yang terbentuk adalah:

  • AaBb
  • Aabb
  • aaBb
  • aabb

Jadi, terdapat 4 macam genotipe keturunan.

Kompetensi yang Diukur

Menganalisis hasil persilangan dihibrid.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan jumlah macam genotipe keturunan dari suatu persilangan.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C4 – Menganalisis

Tingkat Kesulitan

Sedang

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit

Soal Nomor 30

Pertanyaan

Dalam persilangan dihibrid klasik AaBb × AaBb dengan dominansi penuh dan asortasi bebas, rasio fenotipe keturunannya adalah ….

Pilihan Jawaban

A. 1 : 1
B. 3 : 1
C. 1 : 2 : 1
D. 9 : 3 : 3 : 1
E. 12 : 3 : 1

Jawaban Benar

D. 9 : 3 : 3 : 1

Pembahasan Lengkap

Persilangan AaBb × AaBb menghasilkan empat kelompok fenotipe dengan rasio klasik:

  • 9 memiliki kedua sifat dominan
  • 3 memiliki sifat pertama dominan dan sifat kedua resesif
  • 3 memiliki sifat pertama resesif dan sifat kedua dominan
  • 1 memiliki kedua sifat resesif

Jadi, rasio fenotipenya adalah 9 : 3 : 3 : 1.

Kompetensi yang Diukur

Menganalisis rasio fenotipe persilangan dihibrid.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan rasio fenotipe pada persilangan dihibrid klasik.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C4)

C4 – Menganalisis

Tingkat Kesulitan

Sedang

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit

Kesimpulan

Persilangan dihibrid digunakan untuk mempelajari pewarisan dua sifat beda secara bersamaan. Hal penting yang perlu dikuasai meliputi penentuan genotipe, fenotipe, macam gamet, peluang keturunan, serta rasio hasil persilangan.

Pada persilangan dihibrid klasik AaBb × AaBb, dengan asumsi dominansi penuh dan asortasi bebas, rasio fenotipe yang diperoleh adalah 9 : 3 : 3 : 1. Sementara itu, persilangan AaBb × aabb menghasilkan rasio fenotipe 1 : 1 : 1 : 1. Pemahaman terhadap pola tersebut akan membantu menyelesaikan berbagai contoh soal dihibrid dengan lebih mudah dan sistematis.

Related Articles