Stadion Gelora Bandung Lautan Api: Kapasitas, Lokasi dan Sejarah GBLA

Stadion Gelora Bandung Lautan Api Kapasitas, Lokasi dan Sejarah GBLA

Stadion Gelora Bandung Lautan Api atau GBLA sudah lama menjadi salah satu nama yang paling sering disebut ketika orang membicarakan sepak bola Bandung dan Persib. Stadion ini berdiri di kawasan timur kota sebagai jawaban atas kebutuhan infrastruktur olahraga yang lebih besar dan modern.

Banyak pembaca yang mencari informasi kapasitas Stadion GBLA justru menemukan angka yang berbeda-beda. Ada yang menulis 38.000, ada yang 40.000, dan pada sejumlah pertandingan angka tiket yang dijual jauh lebih rendah. Perbedaan itu muncul karena kapasitas desain, jumlah kursi terpasang, kapasitas operasional, dan batas penonton yang diizinkan polisi atau operator liga tidak selalu sama.

Perjalanan GBLA juga panjang. Mulai dari perencanaan, pembangunan di tanah yang tidak mudah, soft launching, persoalan struktur, pembenahan, hingga kembali menjadi venue utama. Artikel ini membahas kapasitas berdasarkan data terbaru, lokasi lengkap, sejarah pembangunan, asal-usul nama, fasilitas, hubungan dengan Persib Bandung, renovasi, akses, dan kondisi terkini per Agustus 2026.

Ringkasan Stadion Gelora Bandung Lautan Api

  • Nama stadion: Stadion Gelora Bandung Lautan Api
  • Singkatan: GBLA
  • Lokasi: Rancanumpang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat
  • Alamat: Jl. Gerbang Biru / Jalan Babakan Sayang, Rancanumpang, Gedebage, Bandung 40294
  • Tahun mulai dibangun: Oktober 2009
  • Tahun selesai/soft opening: Maret–Mei 2013
  • Tanggal peresmian: 9/10 Mei 2013 (soft launching)
  • Kapasitas: sekitar 38.000 kursi individual (sumber terkini StadiumDB, Transfermarkt, daftar Super League 2025/2026); satu dokumen PUPR menyebut 37.654
  • Kapasitas operasional: dapat lebih rendah sesuai rekomendasi keamanan dan konfigurasi pertandingan
  • Pemilik: Pemerintah Kota Bandung
  • Pengelola: PT Persib Bandung Bermartabat (kerja sama jangka panjang sejak Juli 2024, sekitar 30 tahun)
  • Klub pengguna: Persib Bandung (periode 2016–2018 dan 2022–sekarang)
  • Jenis lapangan: rumput alami Zoysia matrella
  • Dimensi lapangan: 105 m × 68 m
  • Renovasi terakhir terverifikasi: rehabilitasi oleh Kementerian PUPR sekitar 2023–2024 (rumput, pencahayaan, struktur, drainase, aksesibilitas)
  • Status penggunaan saat ini (Agustus 2026): digunakan sebagai kandang Persib di Super League
  • Tanggal pembaruan data: 12 Agustus 2026

Stadion Gelora Bandung Lautan Api Ada di Mana?

Stadion Gelora Bandung Lautan Api berada di Kelurahan Rancanumpang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Alamat yang sering digunakan adalah Jl. Gerbang Biru atau Jalan Babakan Sayang, Rancanumpang, Bandung 40294. Lokasinya terletak di antara ruas Jalan Tol Purbaleunyi (sekitar KM 149) dan Jalan Bypass Soekarno-Hatta.

Kawasan Gedebage merupakan bagian dari pengembangan wilayah Bandung timur. Landmark terdekat yang mudah dikenali termasuk Masjid Raya Al-Jabbar dan area Summarecon Bandung. Stasiun Cimekar dan Stasiun Tegalluar (KCIC) menjadi referensi transportasi terdekat.

Profil Stadion Gelora Bandung Lautan Api

InformasiKeterangan
Nama resmiStadion Gelora Bandung Lautan Api
SingkatanGBLA
AlamatJl. Gerbang Biru / Jalan Babakan Sayang, Rancanumpang
KelurahanRancanumpang
KecamatanGedebage
KotaBandung
ProvinsiJawa Barat
Tahun mulai dibangunOktober 2009
Tahun selesai2013
Tahun peresmian9/10 Mei 2013 (soft launching)
Kapasitas±38.000 kursi individual
Kapasitas operasionalBervariasi, sering dibatasi di bawah kapasitas desain
Jenis permukaan lapanganRumput alami Zoysia matrella
Dimensi lapangan105 m × 68 m
PemilikPemerintah Kota Bandung
PengelolaPT Persib Bandung Bermartabat (sejak Juli 2024)
Klub penggunaPersib Bandung
Renovasi terakhirRehabilitasi PUPR 2023–2024

Berapa Kapasitas Stadion GBLA?

Menurut sumber terkini yang digunakan dalam daftar Super League 2025/2026, StadiumDB, dan Transfermarkt, kapasitas Stadion GBLA tercatat 38.000 penonton dengan kursi individual. Satu dokumen Kementerian Pekerjaan Umum menyebut angka 37.654. Angka 40.000 yang masih beredar biasanya merujuk pada data lama atau kapasitas teoritis sebelum konfigurasi kursi final.

Stadion ini dirancang sebagai all-seater. Seluruh tribun menggunakan kursi individual merek Ferco yang tahan api. Kapasitas desain dan jumlah kursi terpasang mendekati angka tersebut. Namun kapasitas operasional pada pertandingan tertentu hampir selalu lebih rendah.

Mengapa Angka Kapasitas GBLA Berbeda-beda?

Jenis Angka KapasitasArtinyaApakah Sama dengan Tiket yang Dijual?
Kapasitas desainJumlah maksimum sesuai perencanaan awalTidak
Kapasitas kursiJumlah kursi individual terpasangTidak selalu
Kapasitas operasionalJumlah yang diizinkan berdasarkan audit keamanan dan kondisiTidak
Kapasitas pertandinganBatas yang ditetapkan polisi/operator liga per lagaYa, lebih dekat dengan tiket

Angka berbeda muncul karena periode data, pemasangan kursi, penutupan tribun, zona steril, area media, dan rekomendasi kepolisian. Pada Mei 2026, misalnya, kapasitas dibatasi 75 persen (sekitar 32.000) untuk laga penentu juara.

Kapasitas Stadion Tidak Sama dengan Jumlah Tiket

Kapasitas maksimum tidak berarti seluruh kursi dijual. Zona pemisahan suporter tandang, area media dan broadcast, kursi rusak atau tidak digunakan, serta rekomendasi keamanan selalu mengurangi jumlah tiket yang dapat diedarkan. Ilustrasi: stadion berkapasitas 38.000 dapat menjual hanya 25.000–32.000 tiket pada pertandingan tertentu tanpa berarti data kapasitasnya salah.

Sejarah Stadion Gelora Bandung Lautan Api

Kebutuhan stadion berkapasitas besar di Bandung muncul seiring perkembangan Persib dan rencana tuan rumah event olahraga. Sebelum GBLA, Persib lebih sering menggunakan Stadion Siliwangi atau Si Jalak Harupat. Perencanaan kompleks olahraga di Gedebage digagas pada era Wali Kota Dada Rosada.

Pembangunan dimulai Oktober 2009 di lahan yang berada di cekungan Danau Purba Bandung dengan karakteristik tanah lempung yang mudah ambles. Tantangan teknis membuat anggaran membengkak dari rencana awal sekitar Rp 278 miliar menjadi sekitar Rp 545 miliar. Soft launching digelar 9 atau 10 Mei 2013 oleh Wali Kota Dada Rosada, dihadiri Gubernur Ahmad Heryawan, meskipun beberapa pekerjaan masih berlangsung.

Setelah peresmian, stadion sempat menghadapi temuan struktur (retakan) pada periode 2015 dan kembali menjadi perhatian pada 2022. Kapasitas operasional sempat dibatasi. Rehabilitasi besar dilakukan Kementerian PUPR sekitar 2023–2024, mencakup penguatan struktur, rumput, pencahayaan, drainase, dan aksesibilitas disabilitas. Sejak Juli 2024 pengelolaan diserahkan kepada PT Persib Bandung Bermartabat melalui kerja sama jangka panjang.

Timeline Pembangunan dan Perkembangan GBLA

Tahun/TanggalPeristiwaKeterangan
2008–2009Perencanaan dan MoUPendanaan awal antara Kota Bandung dan Provinsi
Oktober 2009Mulai konstruksiKontraktor Adhi Karya, arsitek Penta Architecture
Maret–Mei 2013Soft launching9/10 Mei 2013 oleh Wali Kota Dada Rosada
2016–2018Penggunaan oleh PersibPeriode awal sebagai kandang
2015 & 2022Temuan strukturRetakan dilaporkan, kapasitas dibatasi
2022–sekarangKembali digunakan PersibSetelah pembenahan
Juli 2024Alih kelolaPT Persib Bandung Bermartabat (30 tahun)
2023–2024Rehabilitasi PUPRRumput, lampu, struktur, drainase
Maret 2025Konteks peresmian ulang nasionalBersama 16 stadion lain oleh Presiden

Siapa yang Membangun Stadion GBLA?

Pembangunan diprakarsai Pemerintah Kota Bandung pada era Wali Kota Dada Rosada dengan dukungan anggaran dari Provinsi Jawa Barat melalui mekanisme bantuan keuangan. Kontraktor pelaksana adalah PT Adhi Karya. Arsitek yang tercatat adalah Penta Architecture. Skema pendanaan berubah dari proporsi bersama menjadi lebih dominan anggaran kota, dengan bantuan provinsi.

Berapa Biaya Pembangunan Stadion GBLA?

Angka yang paling sering dikutip dari sumber sekunder dan StadiumDB adalah sekitar Rp 545 miliar. Beberapa laporan menyebut rentang Rp 545–595 miliar setelah pembengkakan dari rencana awal Rp 278 miliar. Angka tersebut mencakup periode 2009–2013 dan berasal dari APBD Kota Bandung serta bantuan Provinsi Jawa Barat. Tidak dianjurkan menjumlahkan berita lama tanpa dokumen resmi terkini.

Mengapa Dinamakan Gelora Bandung Lautan Api?

Nama dipilih melalui polling SMS masyarakat pada Maret 2013. Dari 14.777 SMS, 83,3 persen memilih “Gelora Bandung Lautan Api”, mengalahkan usulan Gelora Gedebage dan Gelora Rosada. Nama tersebut merujuk pada peristiwa sejarah 23–24 Maret 1946.

Apa Itu Peristiwa Bandung Lautan Api?

Pada 23–24 Maret 1946, rakyat dan pejuang Bandung mengosongkan serta membakar bagian selatan kota agar tidak dapat digunakan sebagai markas pasukan Sekutu dan NICA. Ultimatum pengosongan dijawab dengan taktik bumi hangus. Peristiwa ini menjadi simbol perlawanan dan identitas Kota Bandung.

Kapan Stadion GBLA Diresmikan?

Soft launching digelar pada 9 atau 10 Mei 2013 oleh Wali Kota Bandung Dada Rosada. Acara dihadiri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan sekitar 5.000 warga. Soft launching berbeda dengan penyelesaian konstruksi penuh dan penggunaan reguler untuk kompetisi. Pertandingan resmi Persib dimulai kemudian.

Siapa Pemilik dan Pengelola Stadion GBLA?

Pemilik aset adalah Pemerintah Kota Bandung. Sejak Juli 2024, pengelolaan operasional diserahkan kepada PT Persib Bandung Bermartabat melalui kerja sama jangka panjang sekitar 30 tahun. Kerja sama ini mencakup kewajiban pemeliharaan, investasi, dan bagi hasil. Menggunakan stadion tidak sama dengan memiliki stadion.

Apakah GBLA Kandang Persib Bandung?

Ya, per Agustus 2026 GBLA merupakan kandang utama Persib Bandung di Super League. Persib menggunakan stadion ini pada periode 2016–2018, kemudian kembali sejak 2022 setelah pembenahan. Sebelumnya dan pada periode renovasi, Persib juga bermain di Si Jalak Harupat. Status kandang dapat berubah mengikuti kondisi infrastruktur dan keputusan kompetisi.

Sejarah Persib Bermain di Stadion GBLA

Persib mulai menggunakan GBLA secara rutin pada 2016. Setelah periode tidak digunakan karena persoalan struktur dan renovasi, klub kembali menjadikannya home base sejak 2022. Hubungan emosional dengan Bobotoh sangat kuat, meskipun secara administratif stadion milik pemerintah kota.

Pertandingan Penting yang Pernah Digelar di GBLA

TanggalPertandinganKompetisiSkorCatatan
24 September 2022Indonesia vs CuraçaoPersahabatan3–2Timnas Indonesia, penonton 7.095
Berbagai laga 2016–2018 & 2022–sekarangPersib vs lawan LigaLiga 1 / Super LeagueBervariasiHome matches
2017Semi-final & final Liga 2Liga 2

Data pertandingan lengkap terus diperbarui melalui operator liga dan Persib.

Apakah Timnas Indonesia Pernah Bermain di GBLA?

Ya. Pada 24 September 2022 Timnas Indonesia menang 3–2 atas Curaçao dalam pertandingan persahabatan dengan penonton tercatat 7.095. Stadion pernah digunakan Timnas, tetapi tidak otomatis menjadi “kandang” Timnas.

Fasilitas Stadion Gelora Bandung Lautan Api

FasilitasKeteranganStatus/Kondisi Terbaru
Lapangan utamaRumput Zoysia matrella, 105×68 mDiperbaiki dalam rehabilitasi PUPR
TribunEmpat sisi, all-seater, atap penuhKursi individual Ferco
Ruang gantiTersedia untuk pemain dan wasitStandar kompetisi
VIP/VVIPTermasuk ruang dengan kaca antipeluruTersedia
PencahayaanField of Play dan tribunDiperbarui 2023–2024
ToiletTercatat 766 unit
HelipadTersedia
Area media & mixed zoneTersedia
Akses disabilitasDiperbaiki dengan struktur bajaSetelah renovasi
ParkirArea di sekitar kompleksTersedia, terbatas pada hari pertandingan

Klaim “standar FIFA” harus dipahami sebagai desain yang mengacu pada rekomendasi teknis, bukan sertifikasi permanen yang tidak berubah.

Tribun Stadion GBLA

Tribun dibagi empat sisi (barat, timur, utara, selatan) dengan atap penuh. Ada zona VIP/VVIP, area suporter, dan kursi bernomor. Pada pertandingan tertentu, sebagian gate atau sektor ditutup sesuai sanksi atau rekomendasi keamanan.

Lapangan Stadion GBLA

Lapangan menggunakan rumput Zoysia matrella yang dikenal sebagai kelas FIFA. Dimensi standar 105 m × 68 m. Sistem drainase dan perawatan menjadi fokus rehabilitasi 2023–2024.

Renovasi Stadion GBLA

PeriodePekerjaanTujuanDampak
2015 & 2022Pemeriksaan strukturMenindaklanjuti temuan retakanKapasitas operasional dibatasi
2023–2024Rehabilitasi PUPRPenguatan struktur, rumput, lampu, drainase, aksesibilitasKembali layak digunakan penuh
Pasca-2024Pemeliharaan oleh pengelolaMenjaga standarOperasional berkelanjutan

Masalah Struktur dan Penutupan GBLA

Temuan retakan pada struktur dilaporkan pada periode sekitar 2015 dan kembali menjadi perhatian publik pada 2022. Pemerintah kota dan pihak terkait melakukan pemeriksaan. Kapasitas operasional sempat dibatasi (misalnya maksimal sekitar 15.000 pada satu periode). Setelah rehabilitasi Kementerian PUPR, stadion kembali digunakan. Status struktur terbaru mengikuti hasil audit dan Sertifikat Laik Fungsi yang dikeluarkan setelah perbaikan. Tidak ada pernyataan resmi yang mendukung klaim sensasional bahwa stadion “hampir roboh”.

Kondisi Stadion GBLA Terbaru

Per Agustus 2026, GBLA digunakan sebagai kandang Persib di Super League 2025/2026. Kapasitas desain tetap sekitar 38.000, namun kapasitas operasional mengikuti rekomendasi keamanan per pertandingan (contoh: dibatasi 75 persen pada laga penentu juara Mei 2026). Pengelolaan berada di tangan PT Persib Bandung Bermartabat. Lapangan dan fasilitas utama telah melalui rehabilitasi PUPR.

Cara Menuju Stadion GBLA

Menggunakan Kendaraan Pribadi

Akses utama melalui Jalan Bypass Soekarno-Hatta atau keluar Tol Purbaleunyi sekitar KM 149. Ikuti petunjuk ke kawasan Gedebage/Rancanumpang. Area parkir tersedia di sekitar kompleks, tetapi terbatas dan dikenai rekayasa lalu lintas pada hari pertandingan.

Menggunakan Transportasi Umum

Stasiun Cimekar (KAI Commuter) dan Stasiun Tegalluar (KCIC) menjadi referensi terdekat. Lanjutkan dengan angkutan online atau angkot setempat. Bus dan transportasi daring merupakan pilihan praktis.

Saat Hari Pertandingan Persib

Datang lebih awal. Periksa gate masuk sesuai tiket. Ikuti arahan polisi dan panitia. Hindari membawa flare, petasan, botol kaca, atau barang terlarang. Gunakan parkir resmi atau transportasi umum untuk mengurangi kemacetan.

Jarak GBLA dari Pusat Kota Bandung

Dari pusat Kota Bandung (sekitar alun-alun atau stasiun Bandung) jarak tempuh sekitar 15–20 km ke arah timur. Waktu tempuh sangat tergantung lalu lintas, terutama di Bypass Soekarno-Hatta. Dari Bandara Husein Sastranegara atau stasiun kereta utama, waktu tempuh dapat lebih lama pada jam sibuk.

Aturan Masuk Stadion GBLA Saat Pertandingan

Aturan mengikuti ketentuan PSSI, operator liga, dan kepolisian per pertandingan. Umumnya wajib tiket resmi, pemeriksaan keamanan, larangan flare dan senjata, serta batasan barang bawaan. Peraturan dapat berbeda setiap laga. Selalu konfirmasi melalui kanal resmi Persib atau penyelenggara.

Rekor Penonton Stadion GBLA

Data rekor resmi harus bersumber dari operator kompetisi atau panitia. Angka penonton hadir sering berbeda dari tiket terjual. Hindari menggunakan perkiraan media sosial sebagai data resmi.

GBLA Dibandingkan Stadion Besar Lain di Indonesia

StadionKotaKapasitas TerverifikasiKlub/Pengguna UtamaCatatan
Jakarta International StadiumJakarta82.000PersijaTerbesar saat ini
Gelora Bung KarnoJakarta±77.000Timnas / multiIkon nasional
Gelora Bung TomoSurabaya±46.800Persebaya
Gelora Bandung Lautan ApiBandung±38.000PersibAll-seater modern
Si Jalak HarupatKabupaten Bandung±30.000Persib (periode tertentu)Alternatif

Kapasitas bukan satu-satunya ukuran kualitas. Setiap stadion memiliki fungsi, usia, dan riwayat renovasi berbeda.

GBLA dan Stadion Si Jalak Harupat, Apa Bedanya?

AspekGBLASi Jalak Harupat
LokasiGedebage, Kota BandungSoreang, Kabupaten Bandung
Kapasitas±38.000±30.000
KepemilikanPemkot BandungPemerintah Kabupaten Bandung
Tahun peresmian20132005
Hubungan dengan PersibKandang utama saat iniAlternatif / periode renovasi

Keduanya sering digunakan Persib, tetapi secara administratif dan geografis berbeda.

Fakta Menarik Stadion GBLA

  1. Nama dipilih melalui polling SMS masyarakat dengan suara 83,3 persen.
  2. Merujuk langsung pada peristiwa Bandung Lautan Api 1946.
  3. Dibangun di atas lahan dengan karakteristik tanah lempung Danau Purba Bandung.
  4. All-seater dengan kursi individual Ferco.
  5. Memiliki ruang VVIP berkaca antipeluru dan helipad.
  6. Dikelola Persib sejak Juli 2024 melalui kerja sama 30 tahun.
  7. Kapasitas operasional sering dibatasi di bawah 38.000 demi keamanan.
  8. Menjadi venue Timnas Indonesia pada 2022.
  9. Rehabilitasi besar dilakukan Kementerian PUPR 2023–2024.
  10. Terletak di kawasan pengembangan Bandung timur dekat Masjid Al-Jabbar.

Mitos dan Fakta tentang Stadion GBLA

AnggapanFakta yang Lebih Tepat
GBLA milik PersibMilik Pemerintah Kota Bandung; dikelola Persib sejak 2024
Selalu menjadi kandang PersibDigunakan 2016–2018 dan 2022–sekarang; pernah berpindah
Kapasitas sama dengan tiketTidak; ada zona steril, media, dan batasan keamanan
Hanya untuk sepak bolaJuga digunakan untuk event lain
Pernah tidak dapat digunakanYa, karena temuan struktur dan renovasi
Berada di Kabupaten BandungBerada di Kota Bandung (Gedebage)
Kapasitas tidak pernah berubahAngka operasional berubah sesuai kondisi dan aturan
GBLA = Si Jalak HarupatDua stadion berbeda

Mengapa Kapasitas Stadion Bisa Berubah?

Kapasitas dapat berubah karena pemasangan kursi individual, renovasi, penutupan tribun, regulasi keselamatan, zona steril, pengaturan suporter tandang, kebutuhan broadcast, rekomendasi kepolisian, dan persyaratan kompetisi. Perbedaan angka bukan selalu kesalahan informasi.

Kapasitas Desain, Kapasitas Operasional, dan Kapasitas Pertandingan

IstilahPengertianContoh Penggunaan
Kapasitas desainRencana awal maksimumDokumen perencanaan
Kapasitas tempat dudukJumlah kursi terpasang±38.000
Kapasitas operasionalSetelah audit keamananBisa 15.000–32.000
Kapasitas pertandinganBatas per lagaSesuai polisi & liga
Jumlah tiket dijualTiket resmi yang diedarkanLebih rendah lagi

Peran GBLA bagi Sepak Bola Bandung

GBLA memenuhi kebutuhan stadion berkapasitas besar bagi basis Bobotoh yang besar. Stadion ini menjadi simbol identitas sepak bola Bandung modern, venue kompetisi nasional dan internasional, serta bagian dari pengembangan kawasan Gedebage.

Dampak GBLA terhadap Kawasan Gedebage

Keberadaan stadion mendorong aktivitas ekonomi lokal pada hari pertandingan, peningkatan akses jalan, dan pertumbuhan kawasan di sekitarnya. Dampak lalu lintas menjadi perhatian utama setiap laga besar. Data ekonomi spesifik memerlukan penelitian terpisah.

Empat Contoh Situasi agar Tidak Salah Membaca Informasi GBLA

Kasus 1: Dua situs menulis kapasitas berbeda. Keduanya mungkin menggunakan data dari periode atau definisi berbeda (desain vs operasional).

Kasus 2: Kapasitas 38.000 tetapi tiket hanya 25.000–32.000. Zona steril, keamanan, dan area operasional mengurangi jumlah yang dijual. Angka ini ilustrasi.

Kasus 3: Persib bermain di stadion lain. Perubahan venue sementara tidak otomatis mengubah status GBLA sebagai kandang utama.

Kasus 4: Stadion selesai dibangun tetapi belum digunakan rutin. Soft launching, kelayakan struktur, dan izin kompetisi adalah tahapan berbeda.

Kesalahan Umum dalam Menulis Profil Stadion GBLA

KesalahanPenjelasan yang Lebih Tepat
Menyalin kapasitas Wikipedia tanpa cekVerifikasi dengan daftar liga dan sumber resmi terkini
Menyamakan kapasitas dengan tiketSelalu bedakan
Menyebut Persib pemilikPemilik adalah Pemkot Bandung
Salah wilayah administratifKota Bandung, bukan Kabupaten
Menyamakan tahun bangun dan peresmianKonstruksi 2009–2013, soft launch Mei 2013
Klaim standar FIFA tanpa konteksDesain mengacu rekomendasi, bukan sertifikasi abadi
Menggunakan berita kondisi lamaPerbarui dengan data 2024–2026

Ringkasan Stadion Gelora Bandung Lautan Api

AspekInformasi Singkat
NamaStadion Gelora Bandung Lautan Api
SingkatanGBLA
LokasiRancanumpang, Gedebage, Kota Bandung
Kapasitas±38.000 kursi (operasional bervariasi)
Tahun pembangunan2009–2013
Tahun peresmianMei 2013
PemilikPemerintah Kota Bandung
PengelolaPT Persib Bandung Bermartabat (sejak 2024)
Klub penggunaPersib Bandung
Kondisi terbaruDigunakan, pasca-rehabilitasi PUPR

Catatan: Angka kapasitas dapat berbeda antara kapasitas desain, jumlah kursi, kapasitas operasional, dan jumlah penonton yang diperbolehkan pada pertandingan tertentu. Gunakan data resmi terbaru sesuai konteks.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Stadion GBLA ada di mana?
Stadion GBLA berada di Kelurahan Rancanumpang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat, di Jl. Gerbang Biru / Jalan Babakan Sayang.

2. Apa alamat lengkap Stadion GBLA?
Jl. Gerbang Biru atau Jalan Babakan Sayang, Rancanumpang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat 40294.

3. GBLA berada di kecamatan apa?
Kecamatan Gedebage, Kota Bandung.

4. Berapa kapasitas Stadion GBLA?
Sekitar 38.000 kursi individual berdasarkan data terkini Super League, StadiumDB, dan Transfermarkt. Satu dokumen PUPR menyebut 37.654.

5. GBLA bisa menampung berapa penonton?
Desain dan kursi terpasang sekitar 38.000. Kapasitas operasional pada pertandingan biasanya lebih rendah sesuai aturan keamanan.

6. Mengapa kapasitas GBLA berbeda di beberapa sumber?
Karena perbedaan antara kapasitas desain, kursi terpasang, kapasitas operasional, dan batasan per pertandingan.

7. Apakah kapasitas GBLA sama dengan jumlah tiket pertandingan?
Tidak. Zona steril, media, keamanan, dan konfigurasi suporter mengurangi jumlah tiket yang dijual.

8. Kapan Stadion GBLA dibangun?
Pembangunan dimulai Oktober 2009.

9. Kapan GBLA selesai dibangun?
Konstruksi utama selesai 2013, soft launching Mei 2013.

10. Kapan Stadion GBLA diresmikan?
Soft launching 9 atau 10 Mei 2013 oleh Wali Kota Dada Rosada.

11. Siapa yang meresmikan Stadion GBLA?
Wali Kota Bandung Dada Rosada, dihadiri Gubernur Ahmad Heryawan.

12. Siapa yang membangun Stadion GBLA?
Diprakarsai Pemerintah Kota Bandung, dikerjakan PT Adhi Karya dengan arsitek Penta Architecture.

13. Berapa biaya pembangunan GBLA?
Sekitar Rp 545 miliar (angka yang paling sering dikutip dari sumber sekunder).

14. Mengapa dinamakan Gelora Bandung Lautan Api?
Hasil polling SMS masyarakat 2013 yang merujuk pada peristiwa Bandung Lautan Api 1946.

15. Siapa pemilik Stadion GBLA?
Pemerintah Kota Bandung.

16. Siapa pengelola Stadion GBLA?
Sejak Juli 2024 dikelola PT Persib Bandung Bermartabat melalui kerja sama jangka panjang.

17. Apakah GBLA milik Persib Bandung?
Tidak. Milik Pemerintah Kota Bandung; Persib adalah pengelola dan pengguna.

18. Apakah GBLA kandang Persib?
Ya, per Agustus 2026 merupakan kandang utama Persib.

19. Stadion apa yang digunakan Persib selain GBLA?
Si Jalak Harupat dan sebelumnya Stadion Siliwangi.

20. Apakah Timnas Indonesia pernah bermain di GBLA?
Ya, pada 24 September 2022 melawan Curaçao (3–2).

21. Apa jenis rumput Stadion GBLA?
Zoysia matrella.

22. Berapa ukuran lapangan Stadion GBLA?
105 m × 68 m.

23. Apa saja fasilitas Stadion GBLA?
Tribun all-seater, lintasan atletik, ruang ganti, VIP/VVIP berkaca antipeluru, helipad, 766 toilet, area media, dan parkir.

24. Apakah Stadion GBLA pernah direnovasi?
Ya, termasuk rehabilitasi besar oleh Kementerian PUPR 2023–2024.

25. Mengapa GBLA pernah tidak digunakan?
Karena temuan struktur dan proses renovasi yang membatasi kapasitas operasional.

26. Apakah Stadion GBLA aman digunakan?
Setelah rehabilitasi dan audit, stadion digunakan kembali untuk kompetisi resmi. Status mengikuti Sertifikat Laik Fungsi dan rekomendasi keamanan terkini.

27. Berapa jumlah tribun GBLA?
Empat sisi utama (barat, timur, utara, selatan) dengan atap penuh.

28. Bagaimana cara menuju Stadion GBLA?
Melalui Bypass Soekarno-Hatta, Tol Purbaleunyi KM 149, atau transportasi umum menuju Stasiun Cimekar/Tegalluar lalu lanjut angkutan lokal.

29. Apa stasiun terdekat dari GBLA?
Stasiun Cimekar (KAI) dan Stasiun Tegalluar (KCIC).

30. Apakah tersedia parkir di Stadion GBLA?
Ya, area parkir di sekitar kompleks, terbatas pada hari pertandingan.

31. Apakah GBLA berstandar FIFA?
Desain mengacu rekomendasi teknis FIFA. Klaim “berstandar FIFA” harus dibaca dalam konteks desain dan renovasi, bukan sertifikasi permanen.

32. Apa perbedaan GBLA dengan Stadion Si Jalak Harupat?
Lokasi (Kota vs Kabupaten Bandung), kapasitas, kepemilikan, dan tahun peresmian berbeda.

33. Apa pertandingan terbesar yang pernah digelar di GBLA?
Laga Persib di kompetisi nasional dan pertandingan Timnas 2022 termasuk yang signifikan.

34. Berapa rekor penonton GBLA?
Data resmi harus diambil dari operator liga. Angka penonton hadir sering berbeda dari kapasitas.

35. Bagaimana kondisi Stadion GBLA sekarang?
Per Agustus 2026 digunakan sebagai kandang Persib setelah rehabilitasi PUPR, dengan kapasitas operasional yang disesuaikan per pertandingan.

Sumber dan Referensi Resmi

  • Pemerintah Kota Bandung dan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung (pengelolaan dan aset)
  • Kementerian Pekerjaan Umum (dokumen rehabilitasi dan kapasitas 37.654)
  • PT Persib Bandung Bermartabat (penggunaan dan pengelolaan sejak 2024)
  • StadiumDB, Transfermarkt, daftar stadion Super League 2025/2026 (kapasitas 38.000)
  • Laporan media nasional kredibel untuk konteks peresmian 2013 dan polling nama
  • Dokumen sejarah peristiwa Bandung Lautan Api dari sumber pendidikan dan sejarah resmi

Media sekunder digunakan hanya untuk melengkapi konteks yang tidak tersedia di sumber primer.

Catatan Pembaruan Artikel
Artikel ini pertama kali disusun dan diverifikasi pada 12 Agustus 2026. Data kapasitas mengacu pada sumber 2025–2026. Status pengelolaan mengacu pada kerja sama Juli 2024. Kondisi lapangan dan struktur mengikuti hasil rehabilitasi PUPR 2023–2024. Pembaca disarankan memeriksa kanal resmi Persib, Pemkot Bandung, dan penyelenggara pertandingan untuk informasi terkini.

Stadion Gelora Bandung Lautan Api telah menjadi bagian penting dari infrastruktur olahraga Bandung sejak soft launching 2013. Perjalanannya mencerminkan tantangan pembangunan di tanah yang sulit, kebutuhan kapasitas besar bagi Bobotoh, serta proses perbaikan berkelanjutan.

Data kapasitas harus selalu dibaca dengan konteks: kapasitas desain, jumlah kursi, kapasitas operasional, dan tiket yang dijual merupakan angka yang berbeda. Mengutip satu angka tanpa menjelaskan periodenya dapat menyesatkan.

Sebelum menyaksikan pertandingan di GBLA, periksa kembali jadwal, tiket, pintu masuk, aturan barang bawaan, akses lalu lintas, dan informasi stadion melalui kanal resmi penyelenggara pertandingan.

Disclaimer
Artikel ini bersifat informatif dan disusun berdasarkan sumber resmi serta informasi yang tersedia pada tanggal pembaruan 12 Agustus 2026. Kapasitas operasional, jumlah tiket pertandingan, pengelolaan stadion, akses, fasilitas, serta penggunaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api dapat berubah mengikuti renovasi, kebijakan pemerintah, regulasi kompetisi, dan rekomendasi keamanan. Informasi pertandingan dan tiket harus dikonfirmasi melalui kanal resmi penyelenggara.

Related Articles