Pendaftaran Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Kemenag 2026 sedang berlangsung. Bidang Sains membuka pendaftaran tingkat kabupaten/kota pada 27 Agustus–2 September 2026, sementara bidang Riset membuka pendaftaran sekaligus unggah proposal lebih awal, yaitu 22 Agustus–2 September 2026. Keduanya berakhir pada tanggal yang sama: 2 September 2026. Terhitung sejak 28 Agustus 2026, madrasah dan sekolah punya waktu enam hari lagi termasuk hari terakhir.
OMI 2026 punya dua jalur yang mekanismenya sangat berbeda. Jalur Sains berupa tes berjenjang dari satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional. Jalur Riset dimulai dari pengajuan proposal penelitian, lalu presentasi proposal, pelaksanaan riset, presentasi hasil, dan berakhir di final serta expo. Persyaratan kelas, kuota peserta, dan dokumen keduanya juga tidak sama, sehingga tidak bisa disamakan begitu saja.
Pendaftaran dilakukan melalui portal resmi https://omi.kemenag.go.id/. Yang membuat akun bukan siswa secara pribadi, melainkan pihak madrasah/sekolah melalui operator atau proktor, menggunakan email lembaga. Siswa baru mendapat akun peserta setelah pendaftarannya diverifikasi komite kabupaten/kota.
Informasi diperiksa terakhir pada Jumat, 28 Agustus 2026. Acuan utama artikel ini adalah Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6843 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan OMI Tahun 2026, yang ditetapkan di Jakarta pada 18 Agustus 2026.
Apa Itu Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI)?
OMI adalah singkatan dari Olimpiade Madrasah Indonesia, ajang kompetisi sains dan riset untuk peserta didik madrasah yang diselenggarakan Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, dengan Direktorat KSKK Madrasah sebagai pelaksana teknis. Kompetisi ini digelar berjenjang, dari tingkat satuan pendidikan sampai tingkat nasional.
Tujuannya tidak berhenti pada mencari juara. Juknis menempatkan OMI sebagai wadah mengidentifikasi, membina, dan mengakselerasi talenta siswa madrasah di bidang sains dan riset, sekaligus membangun budaya kompetisi yang jujur dan berintegritas. Karakter khas OMI ada pada konsep terintegrasi: soal dan riset menautkan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman, kearifan lokal, teknologi, dan isu lingkungan.
Tema OMI 2026: “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju.”
Tema ini menjelaskan arah kompetisi tahun ini. Penekanan pada ekoteologi menandakan bahwa persoalan lingkungan tidak diperlakukan sebagai isu teknis semata, melainkan juga sebagai tanggung jawab keagamaan. Bagi pembina, ini berarti pembinaan sebaiknya membiasakan siswa membaca fenomena sains dari sisi konsep sekaligus dari sisi nilai dan dampaknya bagi kehidupan.
OMI, KSM, dan MYRES: Apa Bedanya?
Ini bagian yang paling sering membuat salah langkah. Banyak pencarian masih menggunakan kata kunci “KSM 2026” atau “MYRES 2026”, padahal nama resmi kompetisinya sudah berubah.
OMI pertama kali digelar pada 2025 dan sejak itu mengintegrasikan dua ajang yang sebelumnya berdiri sendiri: Kompetisi Sains Madrasah (KSM) yang berjalan sejak 2012, dan Madrasah Young Researcher Supercamp (MYRES) yang dimulai pada 2018.
| Program | Fokus | Status/Keterkaitan dengan OMI |
|---|---|---|
| KSM (Kompetisi Sains Madrasah) | Kompetisi mata pelajaran sains madrasah, berjalan sejak 2012 | Terintegrasi ke dalam OMI. Perannya kini menjadi OMI Bidang Sains |
| MYRES (Madrasah Young Researcher Supercamp) | Pembinaan dan kompetisi riset siswa madrasah, dimulai 2018 | Terintegrasi ke dalam OMI. Perannya kini menjadi OMI Bidang Riset |
| OMI (Olimpiade Madrasah Indonesia) | Payung kompetisi sains dan riset madrasah, perdana 2025 | Nama resmi yang berlaku pada 2026, mencakup dua bidang sekaligus |
Karena itu, informasi yang masih menyebut “pendaftaran KSM 2026 dibuka” atau “jadwal MYRES 2026” berpotensi merujuk pada tahun-tahun sebelumnya. Yang berlaku sekarang adalah OMI 2026 dengan satu Juknis dan satu portal.
Pendaftaran OMI 2026 Sampai Kapan?
Pendaftaran OMI 2026 ditutup pada 2 September 2026 untuk kedua bidang. Bidang Sains dibuka 27 Agustus 2026, bidang Riset dibuka lebih awal pada 22 Agustus 2026, tetapi keduanya berakhir di tanggal yang sama.
Perlu dicatat: sampai artikel ini diperiksa, jam penutupan pendaftaran tidak dicantumkan dalam dokumen Juknis maupun pengumuman resmi yang tersedia. Jadi jangan berasumsi portal masih menerima data sampai pukul 23.59 WIB. Praktik teraman bagi operator adalah menuntaskan pendaftaran satu hingga dua hari sebelum tanggal terakhir, terutama karena portal biasanya paling padat di hari-hari akhir.
Hingga artikel ini diperbarui pada 28 Agustus 2026, pendaftaran masih terbuka dan menyisakan waktu enam hari termasuk hari terakhir. Belum ditemukan pengumuman perpanjangan.
Jadwal Pendaftaran OMI Kemenag 2026
Jadwal Sains dan Riset berjalan di jalur berbeda dan tidak boleh dicampur.
OMI Bidang Sains
| Tahapan | Tanggal | Lokasi/Platform | Status per 28 Agu 2026 |
|---|---|---|---|
| Sosialisasi | 21 Agustus 2026 | Daring | Selesai |
| OMI tingkat satuan pendidikan | 22–26 Agustus 2026 | Madrasah/sekolah masing-masing | Selesai |
| Pendaftaran kabupaten/kota | 27 Agustus – 2 September 2026 | omi.kemenag.go.id | Sedang berlangsung |
| Uji coba kabupaten/kota | 4–5 September 2026 | Aplikasi tes OMI (CBT) | Akan datang |
| Pelaksanaan kabupaten/kota | 7–8 September 2026 | CBT | Akan datang |
| Pengumuman kabupaten/kota | 12 September 2026 | Kanal resmi OMI | Akan datang |
| Uji coba provinsi | 1–2 Oktober 2026 | CBT | Akan datang |
| Pelaksanaan provinsi | 5–6 Oktober 2026 | CBT | Akan datang |
| Pengumuman provinsi | 10 Oktober 2026 | Kanal resmi OMI | Akan datang |
| Kedatangan & registrasi nasional | 8 November 2026 | Lokasi nasional (belum diumumkan) | Akan datang |
| Technical meeting & pembukaan | 9 November 2026 | Lokasi nasional | Akan datang |
| Pelaksanaan nasional | 10–11 November 2026 | Lokasi nasional | Akan datang |
| Pengumuman & penutupan | 12 November 2026 | Lokasi nasional | Akan datang |
OMI Bidang Riset
| Tahapan | Tanggal | Keterangan |
|---|---|---|
| Sosialisasi | 21 Agustus 2026 | Daring |
| Pendaftaran & unggah proposal | 22 Agustus – 2 September 2026 | Sedang berlangsung |
| Pengumuman penilaian proposal | 7 September 2026 | Dipilih 30 proposal terbaik per ruang lingkup per jenjang |
| Presentasi proposal | 9–11 September 2026 | — |
| Pembimbingan & pelaksanaan riset | 12 September – 20 Oktober 2026 | Fase penelitian |
| Presentasi hasil riset | 21–23 Oktober 2026 | Menentukan grand finalis |
| Pengumuman penilaian presentasi | 27 Oktober 2026 | 6 peserta terbaik per ruang lingkup per jenjang |
| Pengumpulan hasil riset & draf artikel | 29–31 Oktober 2026 | — |
| Final dan Expo | 10–12 November 2026 | — |
Juknis menyatakan jadwal dapat berubah apabila ada pemberitahuan lanjutan dari panitia.
Siapa yang Bisa Daftar OMI 2026?
Peserta OMI Sains
Berdasarkan Juknis, peserta bidang Sains harus:
- berkewarganegaraan Indonesia;
- terdaftar sebagai siswa di madrasah/sekolah dan memiliki NISN aktif;
- berada pada kelas yang ditentukan untuk Tahun Pelajaran 2026/2027;
- hanya mengikuti satu bidang kompetisi.
Peserta yang tidak memenuhi ketentuan akan didiskualifikasi otomatis oleh sistem OMI. Juknis tidak mensyaratkan nilai rapor minimal, peringkat kelas, sertifikat prestasi, maupun batas usia.
Peserta OMI Riset
Ketentuannya berbeda dan lebih ketat:
- WNI dan berstatus siswa aktif;
- jenjang MTs kelas VII–VIII dan MA kelas X–XI (TP 2026/2027);
- belum pernah menjadi Juara I OMI tahun 2025 dan tahun sebelumnya pada bidang dan jenjang yang sama;
- dapat perorangan atau kelompok maksimal 3 siswa dari madrasah yang sama;
- melampirkan surat pernyataan keaslian karya dan surat pengantar kepala madrasah;
- didampingi maksimal 2 pembimbing untuk satu judul riset.
Tabel kelas peserta
Bidang Sains (TP 2026/2027)
| Jenjang | Kelas yang boleh mengikuti | Tahun Pelajaran |
|---|---|---|
| MI/SD/sederajat | V atau VI | 2026/2027 |
| MTs/SMP/sederajat | VII, VIII, atau IX | 2026/2027 |
| MA/SMA/sederajat | X, XI, atau XII | 2026/2027 |
Bidang Riset (TP 2026/2027)
| Jenjang | Kelas yang boleh mengikuti | Catatan |
|---|---|---|
| MI/SD/sederajat | — | Tidak dibuka untuk jenjang MI |
| MTs | VII atau VIII | Kelas IX tidak termasuk |
| MA | X atau XI | Kelas XII tidak termasuk |
Perhatikan bedanya: siswa MTs kelas IX dan MA kelas XII boleh ikut Sains, tetapi tidak boleh ikut Riset.
Apakah OMI 2026 Hanya untuk Siswa Madrasah?
Ini pertanyaan yang jawabannya berbeda antara dua bidang, jadi jangan disamaratakan.
Bidang Sains disebutkan untuk jenjang MI/SD sederajat, MTs/SMP sederajat, dan MA/SMA sederajat. Frasa “SD/SMP/SMA sederajat” muncul konsisten dalam rumusan cabang lomba dan persyaratan kelas, sehingga jalur ini tidak dibatasi pada satuan pendidikan madrasah saja.
Bidang Riset dirumuskan berbeda. Ketentuan peserta menyebut siswa MTs dan MA, dengan dokumen wajib berupa surat pengantar kepala madrasah, kelompok yang harus berasal dari madrasah yang sama, serta sanksi plagiarisme yang dikenakan kepada madrasah asal peserta. Rumusan ini konsisten mengarah pada satuan pendidikan madrasah.
Karena implikasinya besar bagi sekolah umum, Bapak/Ibu Guru disarankan memastikan langsung ke Komite OMI Kabupaten/Kota sebelum menyiapkan berkas, terutama untuk bidang Riset. Konfirmasi ini lebih aman daripada menyimpulkan sendiri dari pemberitaan.
Bidang Lomba OMI Sains 2026
Total ada 11 cabang yang dibagi menurut jenjang.
| Jenjang | Cabang yang dilombakan | Jumlah |
|---|---|---|
| MI/SD/sederajat | Matematika Terintegrasi, IPAS Terintegrasi | 2 |
| MTs/SMP/sederajat | Matematika Terintegrasi, IPA Terintegrasi, IPS Terintegrasi | 3 |
| MA/SMA/sederajat | Matematika Terintegrasi, Biologi Terintegrasi, Fisika Terintegrasi, Kimia Terintegrasi, Ekonomi Terintegrasi, Geografi Terintegrasi | 6 |
Catatan pemeriksaan: beberapa artikel yang beredar memuat versi berbeda, misalnya menempatkan IPS Terintegrasi di jenjang MI atau menghapusnya dari MTs. Rincian dalam tabel di atas mengikuti rumusan Juknis OMI 2026 dan konsisten dengan jumlah 11 cabang. Jika ragu, cocokkan dengan dokumen Juknis, bukan dengan artikel media.
Apa arti “Terintegrasi” dalam OMI?
Kata “Terintegrasi” bukan hiasan nama. Soal OMI dirancang memadukan konsep keilmuan dengan nilai-nilai keislaman, budaya lokal, teknologi, dan Kurikulum Berbasis Cinta. Konteks soal bisa mengambil persoalan nyata seperti kesehatan, pertanian, energi terbarukan, perubahan iklim, atau konservasi lingkungan.
Yang diuji karena itu bukan hafalan konsep, melainkan kemampuan menganalisis data, menafsirkan hasil eksperimen, memecahkan masalah kompleks, berpikir kritis, dan menyusun solusi inovatif. Konsekuensinya untuk pembinaan: latihan soal rutin saja tidak cukup. Siswa perlu dibiasakan mengerjakan soal berkonteks yang menuntut penalaran lintas konsep.
Juknis tidak menerbitkan proporsi persentase antara materi murni dan konteks keislaman, jadi angka-angka pembagian bobot yang beredar sebaiknya tidak dijadikan pegangan.
Tema Riset OMI 2026
Bidang Riset dibatasi pada tiga ruang lingkup. Peserta memilih satu saja.
| Ruang lingkup | Fokus riset menurut Juknis |
|---|---|
| Ekoteologi: Integrasi Keislaman dan Keilmuan | Lingkungan dan agama; kurikulum cinta dan kepedulian terhadap bumi/lingkungan; kesehatan dan agama; inovasi sains/teknologi dan agama |
| Sustainable Development Goals (SDGs) | Pendidikan dan kualitas SDM; sosial; budaya; pengentasan kemiskinan; inovasi praktik pembelajaran (deep learning); kesehatan mental dan ketahanan jiwa |
| Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional | Sistem pembelajaran adaptif berbasis digital dan kecerdasan buatan di berbagai bidang seperti pendidikan, bahasa, pertanian, kesehatan, dan etika |
Berapa Peserta yang Bisa Didaftarkan Setiap Sekolah?
Kuncinya ada di tingkat satuan pendidikan. Madrasah/sekolah melakukan seleksi internal untuk memilih 3 siswa terbaik pada masing-masing bidang studi, baik lewat seleksi khusus maupun berdasarkan prestasi akademik. Ketiga siswa itulah yang mengikuti OMI tingkat kabupaten/kota. Juknis juga menyebut biaya kegiatan seleksi tingkat satuan pendidikan dapat menggunakan anggaran BOS atau sumber lain yang sah.
| Jenjang | Jumlah bidang | Maksimal peserta per bidang | Total maksimal per satuan pendidikan* |
|---|---|---|---|
| MI/SD/sederajat | 2 | 3 | 6 |
| MTs/SMP/sederajat | 3 | 3 | 9 |
| MA/SMA/sederajat | 6 | 3 | 18 |
* Kolom terakhir adalah hasil perkalian dari ketentuan “3 siswa terbaik per bidang studi”, bukan angka yang disebut eksplisit dalam Juknis. Karena satu siswa hanya boleh mengikuti satu bidang, angka ini juga berarti jumlah siswa yang berbeda.
Kuota proposal Riset
Dua ketentuan ini berbeda dan sering tertukar:
| Ketentuan | Batas |
|---|---|
| Per peserta perorangan atau per kelompok | Maksimal 1 proposal, dari 1 ruang lingkup |
| Per madrasah, untuk setiap ruang lingkup | Maksimal 5 proposal |
| Anggota satu kelompok | Maksimal 3 siswa dari madrasah yang sama |
| Pembimbing per judul riset | Maksimal 2 orang |
Dengan tiga ruang lingkup yang tersedia, satu madrasah secara hitungan dapat mengirim hingga 15 proposal, selama tidak lebih dari 5 proposal pada tiap ruang lingkup.
Link Resmi Pendaftaran OMI Kemenag 2026
Pendaftaran hanya dilakukan melalui https://omi.kemenag.go.id/
Portal ini menyediakan pintu masuk terpisah untuk pendaftaran akun lembaga OMI Sains dan OMI Riset, halaman login, menu pendaftaran peserta, serta kanal pengumuman. Dokumen Juknis juga beredar melalui tautan unduhan yang dibagikan Kemenag dan kanal resmi daerah; gunakan versi yang merujuk pada SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor 6843 Tahun 2026.
Pastikan Mengakses Portal Resmi
- Periksa domainnya berakhiran
kemenag.go.id. Waspadai situs dengan ejaan mirip, misalnya yang menyisipkan tanda hubung atau mengganti domain menjadi.com,.id, atau.web.id. - Jangan membagikan password akun lembaga kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku panitia.
- Jangan memberikan kode OTP atau tautan reset password kepada orang lain.
- Tidak ada pihak yang bisa “meloloskan” peserta. Setiap tawaran berbayar semacam itu patut dicurigai sebagai penipuan.
- Untuk kendala teknis, hubungi operator madrasah lalu Komite OMI Kabupaten/Kota melalui Kantor Kemenag setempat, bukan melalui akun media sosial tak resmi.
Cara Daftar OMI Kemenag 2026
Alur berikut mengikuti panduan portal yang dipublikasikan pada 27 Agustus 2026. Nama menu dan tombol dapat berubah sewaktu-waktu, jadi cocokkan dengan tampilan portal saat Anda mengaksesnya.
Tahap 1 — Madrasah/sekolah membuat akun lembaga
- Operator atau proktor membuka https://omi.kemenag.go.id/
- Klik tombol Daftar OMI Sains (atau menu pendaftaran Riset sesuai bidang yang dituju).
- Isi Nama Lengkap Operator, email madrasah/sekolah, kata sandi, nama sekolah, provinsi, dan kabupaten.
- Masukkan nama sekolah sesuai data resmi.
- Klik Buat Akun. Akun lembaga selesai dibuat.
Tahap 2 — Mendaftarkan peserta
- Buka kembali portal OMI, klik Masuk.
- Masukkan email dan password akun lembaga.
- Klik menu Peserta di sisi kiri. Akan terbuka halaman peserta tingkat kabupaten/kota.
- Klik tombol Daftarkan Peserta di pojok kanan atas.
- Isikan NIK, NISN, nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, tingkat sekolah, kelas, mata pelajaran, prestasi, nomor telepon, dan email.
- Klik Selanjutnya.
- Unggah dokumen peserta berupa foto dan kartu identitas siswa, lalu klik Selanjutnya.
- Periksa ulang seluruh data. Jika sudah benar, klik Kirim Pendaftaran.
- Pastikan nama peserta muncul pada menu Peserta Tingkat Kabupaten/Kota.
- Ulangi untuk peserta berikutnya.
Tahap 3 — Khusus bidang Riset
Setelah mengisi formulir pendaftaran, peserta mengunggah proposal riset beserta surat pernyataan keaslian karya dan surat pengantar kepala madrasah, sesuai batas waktu yang ditetapkan panitia.
Siswa Daftar Sendiri atau Melalui Sekolah?
Melalui sekolah/madrasah. Pendaftaran OMI 2026 menggunakan akun lembaga yang dibuat oleh operator atau proktor dengan email madrasah/sekolah, bukan akun pribadi siswa. Siswa tidak membuat akun sendiri untuk mendaftar.
Pembagian perannya kira-kira begini:
- Kepala madrasah menetapkan hasil seleksi tingkat satuan pendidikan dan menandatangani surat pengantar untuk bidang Riset.
- Operator/proktor membuat akun lembaga, memasukkan data peserta, dan mengunggah dokumen.
- Guru pembimbing menyiapkan siswa dan, di bidang Riset, mendampingi penyusunan proposal.
- Siswa menyiapkan data dan berkas pribadi, lalu menerima akun peserta setelah lolos verifikasi.
Data dan Dokumen yang Harus Disiapkan
Siapkan sebelum membuka portal agar tidak terputus di tengah pengisian:
- NIK (16 digit)
- NISN aktif
- Nama lengkap sesuai dokumen resmi
- Jenis kelamin
- Tempat dan tanggal lahir
- Tingkat sekolah dan kelas
- Mata pelajaran/bidang yang dipilih
- Riwayat prestasi
- Nomor telepon dan email
- Foto peserta
- Kartu identitas siswa
| Dokumen/Data | Sains | Riset | Catatan |
|---|---|---|---|
| NIK | ✓ | ✓ | Diisi pada formulir peserta |
| NISN aktif | ✓ | ✓ | Syarat eksplisit bidang Sains |
| Foto peserta | ✓ | ✓ | Diunggah pada tahap dokumen |
| Kartu identitas siswa | ✓ | ✓ | Diunggah pada tahap dokumen |
| Proposal riset | – | ✓ | Diunggah dalam masa pendaftaran |
| Surat pernyataan keaslian karya | – | ✓ | Termasuk pernyataan belum/tidak sedang diikutkan lomba lain dan belum diterbitkan |
| Surat pengantar kepala madrasah | – | ✓ | Wajib bagi peserta Riset |
Ketentuan format file, ukuran maksimal, dan penamaan file untuk unggahan foto maupun dokumen tidak dirinci dalam sumber yang tersedia. Ikuti keterangan yang tertera pada formulir portal saat mengunggah.
Bagaimana Mengetahui Pendaftaran Berhasil?
Setelah menekan Kirim Pendaftaran, data peserta akan tampil pada menu Peserta Tingkat Kabupaten/Kota di akun lembaga. Munculnya nama di daftar itu berarti data tersimpan.
Yang perlu digarisbawahi: data tersimpan bukan berarti peserta sudah terverifikasi. Komite OMI Kabupaten/Kota masih akan memverifikasi pendaftaran. Setelah terverifikasi, peserta baru memperoleh akun untuk mengikuti uji coba dan pelaksanaan OMI.
Alur ringkasnya:
Seleksi satuan pendidikan
↓
Pendaftaran oleh akun lembaga
↓
Verifikasi Komite Kabupaten/Kota
↓
Peserta menerima akun OMI
↓
Uji coba (4–5 September)
↓
Seleksi kabupaten/kota (7–8 September)
↓
Pengumuman (12 September) → tahap provinsi
Bagaimana jika pendaftaran belum diverifikasi?
Periksa dulu kelengkapan data peserta di akun lembaga, lalu hubungi Komite OMI Kabupaten/Kota melalui Kantor Kemenag setempat. Jangan membuat akun lembaga kedua untuk sekolah yang sama tanpa instruksi resmi, karena berisiko menimbulkan data ganda. Tidak ditemukan ketentuan resmi mengenai lamanya waktu verifikasi, jadi jangan menunggu sampai mendekati tanggal uji coba baru menanyakannya.
Troubleshooting Pendaftaran OMI 2026
NISN tidak ditemukan saat daftar
- Periksa kembali jumlah dan urutan digit NISN, pastikan tidak ada spasi atau karakter tambahan.
- Cocokkan dengan data resmi siswa yang dipegang sekolah, bukan dengan catatan pribadi.
- Pastikan status siswa masih aktif pada tahun pelajaran berjalan.
- Hubungi operator data sekolah untuk memeriksa dan memperbaiki data kependidikan siswa.
- Jika NISN sudah benar tetapi tetap ditolak sistem, laporkan ke Komite OMI Kabupaten/Kota karena masalahnya bisa berasal dari sinkronisasi portal.
NISN yang belum terbaca tidak otomatis berarti siswa tidak boleh ikut. Yang perlu dipastikan lebih dulu adalah apakah datanya benar dan aktif.
NIK tidak valid
Periksa 16 digit NIK dan cocokkan dengan dokumen kependudukan resmi. Hindari menambahkan spasi, tanda baca, atau menyalin dari sumber yang formatnya sudah berubah. Pastikan juga nama dan tanggal lahir yang diisi konsisten dengan dokumen. Bila tetap gagal, teruskan ke operator dan komite. Jangan pernah mengirim NIK siswa melalui kolom komentar, grup terbuka, atau pesan ke pihak tak dikenal.
Email sudah terdaftar
Kemungkinan besar akun lembaga sudah pernah dibuat, misalnya oleh operator sebelumnya. Telusuri dulu siapa yang pernah mengelola akun OMI di madrasah Anda. Jika password hilang, gunakan fitur pemulihan resmi pada portal. Jika email lama benar-benar tidak dapat diakses, sampaikan ke Komite OMI Kabupaten/Kota. Membuat akun duplikat untuk menyiasati masalah ini justru memperumit verifikasi.
Tidak bisa login
Pisahkan penyebabnya satu per satu: email keliru, password salah, akun belum aktif, atau memang ada gangguan pada sisi server. Coba pemulihan password lebih dulu, lalu coba dari perangkat atau jaringan lain. Kalau penyebabnya tidak diketahui, jangan berasumsi portal sedang “maintenance” tanpa pengumuman resmi.
Portal error atau tidak bisa dibuka
Muat ulang halaman, gunakan peramban versi terbaru, bersihkan cache, periksa koneksi internet, dan coba perangkat lain. Waktu akses di luar jam sibuk biasanya lebih lancar, terutama menjelang penutupan pendaftaran. Pantau kanal resmi OMI dan Kemenag untuk pemberitahuan gangguan.
Salah input data peserta
Sebelum menekan Kirim Pendaftaran, data masih dapat diperiksa dan diperbaiki melalui halaman konfirmasi. Karena itu langkah “cek ulang data” jangan dilewati. Ketentuan mengenai apakah data masih bisa diedit setelah dikirim, dan setelah diverifikasi, tidak dirinci dalam sumber resmi yang tersedia. Bila terlanjur salah, segera hubungi Komite OMI Kabupaten/Kota; jangan mengikuti tutorial dari penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Lupa password
Gunakan fitur pemulihan password resmi pada portal OMI. Tidak ada password bawaan atau password default yang berlaku umum. Setiap informasi semacam itu patut diabaikan.
Uji Coba OMI 2026
Uji coba dijadwalkan pada 4–5 September 2026 untuk tingkat kabupaten/kota dan 1–2 Oktober 2026 untuk tingkat provinsi. Fungsinya memastikan perangkat, aplikasi tes, koneksi, dan akun peserta bekerja sebelum hari pelaksanaan. Peserta memperoleh akun untuk uji coba setelah pendaftarannya terverifikasi.
Ketentuan perangkat mengikuti tata tertib dalam Juknis: peserta menggunakan komputer yang telah dipasang aplikasi tes OMI, perangkat harus memiliki kamera/webcam dan mikrofon yang berfungsi, serta koneksi internet dalam kondisi baik. Peserta juga wajib hadir 30 menit sebelum pelaksanaan, membawa alat tulis sendiri dan kartu peserta OMI, serta mengenakan seragam madrasah dengan rapi.
Selama tes, peserta dilarang digantikan orang lain, menerima bantuan orang lain, keluar ruangan tanpa izin pengawas, menggunakan alat komunikasi maupun kalkulator, serta membawa buku, kamus, catatan, atau tabel.
Sumber yang tersedia tidak menyebutkan apakah hasil uji coba memengaruhi nilai, jadi sebaiknya tidak diasumsikan.
Sistem Ujian OMI Sains
Tes bidang Sains di tingkat kabupaten/kota dan provinsi dilaksanakan berbasis komputer. Soal disiapkan Komite Ahli OMI Nasional, sarana disiapkan Komite Satuan Pendidikan atau Komite Kabupaten/Kota, dan penilaian dilakukan terpusat oleh Komite OMI Nasional.
| Tingkat | Bentuk soal |
|---|---|
| Kabupaten/Kota | 25 soal pilihan ganda |
| Provinsi | 20 soal pilihan ganda + 5 soal pilihan ganda kompleks |
| Nasional/Final | 10 soal isian singkat + 5 soal esai + eksplorasi/eksperimen |
Durasi pengerjaan setiap tahap, bahasa pengantar soal, serta aturan penilaian benar/salah tidak dirinci dalam sumber yang tersedia. Begitu pula sistem peringkat, kuota kelolosan per bidang atau per kabupaten/kota, passing grade, dan mekanisme penentuan jika terdapat nilai sama. Karena penilaian dilakukan terpusat, penetapan peserta yang lolos ke tingkat provinsi dan nasional mengikuti pengumuman resmi Komite OMI Nasional pada 12 September dan 10 Oktober 2026.
Kisi-kisi OMI 2026
Karakteristik soal dan cakupan materi termuat dalam Juknis serta dokumen pendukungnya. Hingga artikel ini diperbarui, belum ditemukan dokumen kisi-kisi terpisah yang diterbitkan sebagai lampiran mandiri melalui kanal resmi di luar Juknis dan turunannya. Berhati-hatilah dengan file “kisi-kisi OMI 2026” yang beredar tanpa sumber, terutama yang sebenarnya merupakan dokumen tahun sebelumnya.
Ketentuan Proposal Riset OMI 2026
Mekanisme dan aturan pokok
- Proposal harus merupakan karya asli siswa.
- Satu peserta atau kelompok mengirim maksimal 1 proposal dari 1 ruang lingkup.
- Satu kelompok maksimal 3 siswa dari madrasah yang sama.
- Setiap madrasah maksimal 5 proposal untuk setiap ruang lingkup.
- Proposal dikirim melalui tautan yang ditetapkan panitia dan tidak melewati batas linimasa.
- Disertai pernyataan bahwa karya belum pernah dan tidak sedang mengikuti lomba/kompetisi riset lain, serta belum pernah dan tidak sedang dalam proses penerbitan.
- Proposal yang tidak memenuhi ketentuan dianggap gugur.
Format proposal
| Bagian proposal | Ketentuan |
|---|---|
| Judul | Maksimal 15 kata |
| Ruang lingkup riset | Pilih salah satu dari tiga ruang lingkup |
| Identitas | Nama siswa, asal madrasah, No. HP pembimbing, No. HP kepala madrasah |
| Latar belakang masalah | Maksimal 450 kata |
| Rumusan masalah dan tujuan riset | — |
| Manfaat riset | — |
| Kajian teori | Maksimal 250 kata |
| Tinjauan pustaka/riset terdahulu | Maksimal 500 kata |
| Hipotesis | Jika ada |
| Metode riset | Maksimal 500 kata; memuat jenis riset, pendekatan, teknik dan alat pengumpul data, rencana analisis data |
| Jadwal riset | — |
| Daftar pustaka | — |
Format laporan riset
Laporan disusun setelah penelitian dilaksanakan, dengan sistematika: cover (berkop Kementerian Agama, memuat judul, bidang, nama penulis, nama pembimbing, asal madrasah), kata pengantar, daftar isi, abstrak (maksimal 200 kata, Arial 10, spasi 1), BAB I Pendahuluan (maks. 1.000 kata), BAB II Kajian Teori dan Tinjauan Pustaka (maks. 1.500 kata), BAB III Metodologi Riset (maks. 1.000 kata), BAB IV Hasil dan Pembahasan (maks. 3.000 kata), BAB V Penutup (maks. 500 kata), daftar kepustakaan (minimal 15 rujukan dengan komposisi 80% artikel jurnal terbitan 10 tahun terakhir), dan lampiran.
Petunjuk penulisan naskah: huruf Arial; judul 16 pt, Heading 1 14 pt, Heading 2 13 pt, Heading 3 12 pt, Heading 4 dan seterusnya 11 pt, isi 11 pt; spasi 1,5; margin atas, bawah, kanan, dan kiri masing-masing 2 cm; nomor halaman di tengah bawah; ukuran kertas A4.
Proposal harus karya asli
Penilaian proposal terdiri dari penilaian administratif, termasuk pemeriksaan similarity, dan penilaian substantif yang mencakup orisinalitas gagasan, kreativitas dan kekinian, relevansi teori dan kajian pustaka, metode riset, kebermanfaatan, serta koherensi dan teknik penulisan.
Batas maksimal similarity yang diterapkan adalah 25%. Proposal yang terbukti plagiasi berakibat pada madrasah asal peserta: madrasah tersebut tidak berhak mengikuti OMI Bidang Riset selama 3 tahun berturut-turut. Sanksi ini tidak perlu diperhalus maupun diperberat dalam penyampaiannya kepada siswa; justru pemahaman yang tepat sejak awal membuat madrasah lebih berhati-hati.
Apa Tugas Guru Pembimbing OMI Riset?
Satu judul riset dapat didampingi maksimal dua pembimbing dari madrasah. Perannya adalah sebagai mentor dan konsultan, tanpa intervensi terhadap karya siswa.
Artinya pembimbing membantu mengasah pertanyaan penelitian, memberi masukan atas metode, mengarahkan sumber bacaan, dan menjaga jadwal riset tetap realistis. Yang tidak termasuk perannya adalah menuliskan proposal untuk siswa, menentukan seluruh isi karya, atau mengerjakan penelitian menggantikan peserta. Karya tetap harus menjadi pekerjaan siswa, dan penilaian orisinalitas gagasan menjadi salah satu komponen yang dinilai juri.
Lokasi Pelaksanaan OMI 2026
- Kabupaten/kota: lokasi pelaksanaan ditetapkan oleh penyelenggara tingkat kabupaten/kota, yang juga bertugas menyiapkan administrasi, petugas pemantau, dan pengawas, serta melaporkan hasil seleksi kepada Komite OMI Provinsi.
- Provinsi: dilaksanakan berbasis komputer sesuai pengaturan komite di tingkat provinsi.
- Nasional: hingga artikel ini diperbarui, lokasi pelaksanaan tingkat nasional OMI 2026 belum diumumkan secara resmi. Jangan menggunakan lokasi penyelenggaraan tahun 2025 sebagai acuan.
Apakah Pendaftaran OMI 2026 Gratis?
Tidak ditemukan ketentuan biaya pendaftaran peserta dalam Juknis OMI 2026 maupun pengumuman resmi yang tersedia. Yang disebutkan Juknis adalah bahwa biaya kegiatan seleksi di tingkat satuan pendidikan dapat menggunakan anggaran BOS atau sumber lain yang sah.
Perlu dibedakan antara biaya pendaftaran dan biaya lain seperti transportasi, konsumsi, akomodasi, atau persiapan pembinaan. Ketentuan pembiayaan untuk peserta yang lolos ke tingkat nasional tidak dirinci dalam sumber yang tersedia, sehingga klaim bahwa seluruh biaya ditanggung pemerintah sebaiknya tidak disebarkan tanpa dasar resmi.
Hadiah dan Penghargaan OMI 2026
Juknis memuat bab tentang penghargaan. Beberapa laporan sekunder menyebutkan pemberian medali emas, perak, dan perunggu pada babak puncak tingkat nasional, termasuk untuk tiga karya terbaik pada setiap ruang lingkup dan jenjang di bidang Riset. Karena rincian bentuk penghargaan, jumlah medali, dan ada tidaknya uang pembinaan belum terkonfirmasi langsung dari pengumuman resmi, madrasah sebaiknya memeriksa bab penghargaan pada dokumen Juknis. Jangan menggunakan daftar hadiah tahun sebelumnya sebagai hadiah 2026.
Jawaban Singkat (Featured Snippet)
Kapan pendaftaran OMI Kemenag 2026? Pendaftaran OMI 2026 bidang Riset dibuka 22 Agustus 2026, sedangkan bidang Sains tingkat kabupaten/kota dibuka 27 Agustus 2026. Keduanya ditutup pada 2 September 2026 melalui portal omi.kemenag.go.id. Pendaftaran Sains didahului seleksi tingkat satuan pendidikan yang berlangsung 22–26 Agustus 2026.
Pendaftaran OMI 2026 sampai kapan? Pendaftaran OMI 2026 berlangsung sampai 2 September 2026 untuk bidang Sains maupun Riset. Jam penutupan tidak dicantumkan dalam Juknis, sehingga madrasah sebaiknya menuntaskan pendaftaran sebelum hari terakhir. Belum ada pengumuman perpanjangan hingga 28 Agustus 2026.
Apa link pendaftaran OMI 2026? Link resmi pendaftaran OMI 2026 adalah https://omi.kemenag.go.id/. Melalui portal ini madrasah membuat akun lembaga, mendaftarkan peserta bidang Sains, serta mendaftar dan mengunggah proposal bidang Riset. Pastikan domain berakhiran kemenag.go.id dan hindari situs tiruan dengan ejaan mirip.
Siapa yang bisa ikut OMI Kemenag 2026? Bidang Sains diikuti siswa MI/SD kelas V–VI, MTs/SMP kelas VII–IX, dan MA/SMA kelas X–XII pada TP 2026/2027, berstatus WNI dan memiliki NISN aktif. Bidang Riset hanya untuk siswa MTs kelas VII–VIII dan MA kelas X–XI. Satu siswa hanya boleh mengikuti satu bidang kompetisi.
Bagaimana cara daftar OMI 2026? Madrasah membuat akun lembaga di omi.kemenag.go.id menggunakan email sekolah, lalu login dan membuka menu Peserta. Klik Daftarkan Peserta, isi NIK, NISN, dan data siswa, unggah foto serta kartu identitas siswa, periksa ulang, lalu kirim pendaftaran. Peserta Riset juga mengunggah proposal.
Apakah siswa mendaftar sendiri? Tidak. Pendaftaran OMI 2026 dilakukan pihak madrasah atau sekolah melalui akun lembaga yang dibuat operator atau proktor dengan email sekolah. Siswa tidak membuat akun pendaftaran sendiri. Akun peserta baru diterbitkan setelah pendaftaran diverifikasi Komite OMI Kabupaten/Kota.
Apa saja mata pelajaran OMI? OMI Sains 2026 melombakan 11 cabang. MI/SD: Matematika dan IPAS Terintegrasi. MTs/SMP: Matematika, IPA, dan IPS Terintegrasi. MA/SMA: Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Geografi Terintegrasi. Setiap siswa hanya boleh memilih satu cabang.
Apa perbedaan OMI Sains dan Riset? OMI Sains berupa tes berjenjang berbasis komputer dari satuan pendidikan hingga nasional, terbuka untuk MI, MTs, dan MA. OMI Riset dimulai dari proposal penelitian, berlanjut ke presentasi, pelaksanaan riset, dan final expo, serta hanya untuk MTs kelas VII–VIII dan MA kelas X–XI.
OMI 2026 tingkat nasional kapan? Pelaksanaan OMI 2026 tingkat nasional bidang Sains dijadwalkan 10–11 November 2026, didahului registrasi 8 November dan technical meeting 9 November, lalu pengumuman dan penutupan 12 November 2026. Final dan Expo bidang Riset berlangsung 10–12 November 2026. Lokasi belum diumumkan resmi.
Apakah OMI sama dengan KSM? Tidak persis sama. OMI adalah payung kompetisi yang mengintegrasikan KSM (sejak 2012) dan MYRES (sejak 2018), dan digelar perdana pada 2025. Peran KSM kini menjadi OMI Bidang Sains, sedangkan MYRES menjadi OMI Bidang Riset. Nama resmi yang berlaku pada 2026 adalah OMI.
FAQ Pendaftaran OMI Kemenag 2026
1. Apa itu OMI Kemenag 2026? OMI adalah Olimpiade Madrasah Indonesia, kompetisi sains dan riset yang diselenggarakan Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. Pelaksanaan 2026 diatur dalam SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor 6843 Tahun 2026 dan mengusung tema “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju”.
2. Kapan pendaftaran OMI 2026 dibuka? Bidang Riset dibuka lebih awal pada 22 Agustus 2026 bersamaan dengan pembukaan unggah proposal. Bidang Sains membuka pendaftaran tingkat kabupaten/kota pada 27 Agustus 2026, setelah seleksi tingkat satuan pendidikan yang berlangsung 22–26 Agustus 2026 selesai dilaksanakan.
3. Pendaftaran OMI 2026 sampai kapan? Sampai 2 September 2026 untuk kedua bidang. Karena jam penutupan tidak diumumkan, sebaiknya pendaftaran diselesaikan sebelum tanggal terakhir. Portal cenderung padat menjelang deadline, sehingga menunda sampai hari terakhir menambah risiko gagal submit.
4. Apa link resmi OMI 2026? https://omi.kemenag.go.id/ adalah satu-satunya portal pendaftaran resmi. Di portal ini tersedia pendaftaran akun lembaga OMI Sains dan OMI Riset, halaman login, menu pendaftaran peserta, dan pengumuman. Hindari tautan dari pihak ketiga yang mengklaim sebagai portal pendaftaran.
5. Bagaimana cara daftar OMI Kemenag? Operator sekolah membuat akun lembaga dengan email madrasah, login, membuka menu Peserta, mengklik Daftarkan Peserta, mengisi NIK dan NISN beserta data siswa, mengunggah foto dan kartu identitas siswa, memeriksa ulang, lalu mengirim pendaftaran hingga nama peserta muncul di daftar.
6. Apakah siswa bisa daftar sendiri? Tidak. Akun pendaftaran dibuat oleh madrasah/sekolah menggunakan email lembaga, bukan email pribadi siswa. Siswa memperoleh akun peserta setelah Komite OMI Kabupaten/Kota menyelesaikan verifikasi, dan akun itu digunakan untuk uji coba serta pelaksanaan kompetisi.
7. Apakah siswa SD dapat mengikuti OMI? Ketentuan cabang lomba dan persyaratan kelas OMI Sains menyebutkan jenjang MI/SD/sederajat kelas V atau VI. Bidang Riset tidak dibuka untuk jenjang ini. Karena implikasinya penting, sekolah non-madrasah sebaiknya mengonfirmasi ke Komite OMI Kabupaten/Kota sebelum menyiapkan berkas.
8. Apakah siswa SMP dan SMA dapat mengikuti OMI? Untuk bidang Sains, ketentuan menyebut MTs/SMP/sederajat kelas VII–IX dan MA/SMA/sederajat kelas X–XII. Untuk bidang Riset, ketentuan peserta dirumuskan khusus untuk siswa MTs dan MA, disertai kewajiban surat pengantar kepala madrasah. Konfirmasikan ke komite setempat bila ragu.
9. Berapa siswa yang dapat dikirim setiap sekolah? Satuan pendidikan memilih 3 siswa terbaik untuk masing-masing bidang studi melalui seleksi internal atau berdasarkan prestasi akademik. Karena jumlah cabang berbeda tiap jenjang, secara hitungan MI dapat mengirim hingga 6 siswa, MTs 9 siswa, dan MA 18 siswa.
10. Apakah satu siswa boleh mengikuti dua mata pelajaran? Tidak boleh. Juknis menyatakan peserta hanya diperbolehkan mengikuti satu bidang kompetisi, dan peserta yang tidak memenuhi ketentuan akan didiskualifikasi otomatis oleh sistem OMI. Karena itu pemilihan cabang perlu ditetapkan sejak seleksi tingkat satuan pendidikan.
11. Mata pelajaran apa saja yang dilombakan? Ada 11 cabang. MI/SD: Matematika Terintegrasi dan IPAS Terintegrasi. MTs/SMP: Matematika, IPA, dan IPS Terintegrasi. MA/SMA: Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Geografi Terintegrasi. Semua cabang menggunakan pendekatan terintegrasi dengan nilai keislaman dan konteks kehidupan nyata.
12. Apa beda OMI Sains dan Riset? Sains berupa tes berjenjang berbasis komputer dengan bentuk soal berbeda di tiap tingkat. Riset berupa kompetisi karya ilmiah yang dimulai dari proposal, dilanjutkan presentasi proposal, pelaksanaan penelitian, presentasi hasil, dan final expo. Syarat kelas dan dokumennya juga berbeda.
13. Berapa anggota kelompok OMI Riset? Maksimal 3 siswa dalam satu kelompok, dan seluruh anggota harus berasal dari madrasah yang sama. Riset juga boleh dikerjakan perorangan. Satu judul riset dapat didampingi maksimal 2 pembimbing yang berperan sebagai mentor atau konsultan tanpa melakukan intervensi terhadap karya siswa.
14. Berapa proposal yang boleh dikirim? Setiap peserta perorangan maupun kelompok maksimal mengirim 1 proposal dari 1 ruang lingkup. Setiap madrasah maksimal mengirim 5 proposal untuk setiap ruang lingkup. Dengan tiga ruang lingkup yang tersedia, satu madrasah secara hitungan dapat mengirim sampai 15 proposal.
15. Apa saja tema riset OMI 2026? Ada tiga ruang lingkup: Ekoteologi: Integrasi Keislaman dan Keilmuan; Sustainable Development Goals (SDGs); serta Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional. Peserta memilih satu ruang lingkup dan tidak boleh mencampur beberapa ruang lingkup dalam satu proposal.
16. Kapan uji coba OMI 2026? Uji coba tingkat kabupaten/kota berlangsung 4–5 September 2026, sedangkan uji coba tingkat provinsi pada 1–2 Oktober 2026. Peserta menggunakan akun yang diterbitkan setelah verifikasi, dengan perangkat komputer yang telah dipasang aplikasi tes OMI serta kamera dan mikrofon berfungsi.
17. Kapan OMI tingkat kabupaten/kota dan provinsi? Pelaksanaan tingkat kabupaten/kota berlangsung 7–8 September 2026 dengan pengumuman 12 September 2026. Tingkat provinsi dilaksanakan 5–6 Oktober 2026 dengan pengumuman 10 Oktober 2026. Penilaian pada kedua tingkat dilakukan secara terpusat oleh Komite OMI Nasional.
18. Kapan OMI Nasional 2026? Registrasi peserta nasional 8 November 2026, technical meeting dan pembukaan 9 November, pelaksanaan 10–11 November, serta pengumuman dan penutupan 12 November 2026. Final dan Expo bidang Riset digelar 10–12 November 2026. Lokasi penyelenggaraan belum diumumkan secara resmi.
19. Apa yang harus dilakukan jika NISN tidak ditemukan? Periksa digit NISN, cocokkan dengan data resmi sekolah, dan pastikan status siswa masih aktif. Bila masih gagal, hubungi operator data sekolah untuk memperbaiki data kependidikan. Jika NISN sudah benar tetapi tetap ditolak sistem, laporkan ke Komite OMI Kabupaten/Kota.
20. Di mana mengunduh Juknis OMI 2026? Juknis OMI 2026 merupakan lampiran Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 6843 Tahun 2026 yang ditetapkan pada 18 Agustus 2026. Dokumennya terdiri atas juknis utama, prosedur operasi standar bidang Sains, dan format dokumen pendukung bidang Riset, dan disebarkan melalui portal OMI serta kanal resmi Kemenag pusat maupun daerah.
Penutup
Batas pendaftaran OMI Kemenag 2026 jatuh pada 2 September 2026, baik untuk bidang Sains maupun Riset, seluruhnya melalui https://omi.kemenag.go.id/. Karena akun yang digunakan adalah akun lembaga, tanggung jawab teknis ada di operator dan kepala madrasah, bukan di siswa.
Dua hal paling sering menjadi sumber masalah: mencampur ketentuan Sains dan Riset, serta menyepelekan akurasi data peserta. Kelas peserta, jumlah cabang, kuota, dan dokumen wajib keduanya berbeda. Sementara itu, kesalahan NIK, NISN, nama, atau pilihan mata pelajaran berpotensi mengganggu verifikasi dan menutup peluang siswa sebelum tes dimulai. Periksa ulang sebelum menekan tombol kirim, dan pastikan nama peserta benar-benar muncul di daftar peserta tingkat kabupaten/kota.
Bagi peserta Riset, tenggat 2 September bukan sekadar tanggal administratif. Proposal yang diunggah sudah masuk penilaian, dengan pemeriksaan similarity dan penilaian substantif, jadi sisa waktu ini sebaiknya dipakai untuk merapikan naskah sesuai format resmi, bukan menyusun dari nol. Bapak/Ibu Guru dan operator disarankan memeriksa kembali portal serta kanal resmi Kemenag sebelum batas pendaftaran.
Sumber dan Referensi
- Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI — Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6843 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia Tahun 2026. Ditetapkan di Jakarta, 18 Agustus 2026. Diakses 28 Agustus 2026. Mendukung: tema, cabang lomba, jadwal Sains dan Riset, persyaratan peserta, kuota, mekanisme tes, ketentuan proposal, sanksi plagiarisme, tata tertib peserta.
- Portal Olimpiade Madrasah Indonesia — https://omi.kemenag.go.id/. Diakses 28 Agustus 2026. Mendukung: alamat resmi pendaftaran dan status pembukaan pendaftaran. Catatan: portal membatasi akses otomatis, sehingga verifikasi tampilan antarmuka dilakukan melalui panduan langkah pendaftaran yang dipublikasikan 27 Agustus 2026.
- Kementerian Agama RI — “Perdana, Kemenag Gelar Olimpiade Madrasah Indonesia”, publikasi 2025. Diakses 28 Agustus 2026. Mendukung: latar penyatuan KSM dan MYRES ke dalam OMI serta penyelenggaraan perdana OMI 2025.
- Kantor Kemenag Kabupaten Barito Selatan — “OMI 2026 Mulai Masuk Tahap Seleksi, Operator Barsel Siapkan Teknis Pendaftaran”, 27 Agustus 2026. Diakses 28 Agustus 2026. Mendukung: jadwal pendaftaran dan tugas penyelenggara tingkat kabupaten/kota, serta koordinasi Direktorat KSKK Madrasah.
- Tirto.id — “Tata Cara Login Akun Pendaftaran Sains & Riset OMI 2026 Kemenag” (27 Agustus 2026), “Format Penulisan Proposal Riset & Laporan OMI 2026 dan Mekanisme” (26 Agustus 2026), dan “Link Unduh Juknis OMI 2026, Jadwal, dan Tahapan Lengkap” (26 Agustus 2026). Diakses 28 Agustus 2026. Mendukung: langkah pendaftaran di portal, format proposal dan laporan riset, serta tabel jadwal dan cabang lomba.
- Liputan6.com — “Pendaftaran OMI Kemenag 2026: Jadwal, Syarat, dan Cara Daftar”, 27 Agustus 2026. Diakses 28 Agustus 2026. Mendukung: dasar hukum Juknis dan konfirmasi periode pendaftaran kedua bidang.
Apabila ditemukan perbedaan antara sumber, ketentuan dalam Juknis OMI 2026 yang dijadikan acuan.
Disclaimer
Jadwal, lokasi, mekanisme, dan ketentuan OMI 2026 dapat mengalami perubahan mengikuti keputusan Kementerian Agama dan Komite OMI. Informasi dalam artikel diperbarui berdasarkan Juknis dan kanal resmi yang tersedia pada tanggal pembaruan. Madrasah/sekolah disarankan memeriksa kembali omi.kemenag.go.id dan kanal resmi Kemenag sebelum batas pendaftaran maupun pelaksanaan kompetisi.