Artikel ini menyediakan 75 soal latihan dan prediksi OMI IPS MTs 2026 yang disusun orisinal, lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan setiap nomor. Seluruh paket dirancang sebagai bahan berlatih mandiri maupun bahan pembinaan di madrasah, mulai dari soal pemahaman konsep sampai soal penalaran tingkat olimpiade.
Berdasarkan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia Tahun 2026 (Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6843 Tahun 2026), jenjang MTs/SMP sederajat mempertandingkan tiga cabang pada Bidang Sains, yaitu Matematika Terintegrasi, IPA Terintegrasi, dan IPS Terintegrasi. Artikel ini berfokus pada cabang IPS Terintegrasi, yang menyatukan geografi, ekonomi, sejarah, dan sosiologi dalam satu tes.
Soal-soal berikut sengaja tidak dibuat seperti ulangan harian. Fokusnya adalah melatih nalar, kemampuan membaca tabel dan grafik, penalaran spasial, hubungan sebab-akibat, serta keterkaitan antarbidang IPS — jenis kemampuan yang memang ditekankan dalam karakteristik soal OMI 2026.
Disclaimer. Seluruh soal dalam materi ini disusun secara orisinal sebagai latihan dan prediksi berdasarkan ruang lingkup IPS Terintegrasi serta informasi OMI 2026 yang tersedia. Soal bukan naskah resmi, bocoran, maupun jaminan soal yang akan keluar pada Olimpiade Madrasah Indonesia 2026.
OMI IPS MTs 2026 Menguji Apa Saja?
Materi OMI IPS MTs 2026 mencakup empat rumpun IPS jenjang MTs: geografi (kondisi dan interaksi ruang, kependudukan, lingkungan, kebencanaan), ekonomi (kelangkaan, pasar, perdagangan, ekonomi digital), sejarah (praaksara hingga Indonesia merdeka), dan sosiologi (interaksi, lembaga, perubahan sosial), yang diuji secara terintegrasi lewat soal penalaran berbasis data dan konteks nyata.
Perlu ditegaskan sejak awal: Juknis OMI 2026 menetapkan nama cabang, ketentuan peserta, tahapan, dan bentuk tes. Adapun rincian bab per bab yang “pasti keluar” tidak dipublikasikan sebagai daftar tertutup. Karena itu, bagian materi dalam artikel ini disusun sebagai pemetaan latihan, bukan sebagai kisi-kisi resmi.
Beberapa ketentuan yang bersumber dari juknis dan publikasi penyelenggara dan relevan bagi peserta IPS Terintegrasi MTs:
- Bentuk tes berjenjang. Tingkat kabupaten/kota berupa 25 soal pilihan ganda berbasis komputer; tingkat provinsi 20 soal pilihan ganda ditambah 5 soal pilihan ganda kompleks; tingkat nasional 10 soal isian singkat, 5 soal esai, serta eksplorasi.
- Karakteristik soal. Soal mengintegrasikan keilmuan dengan nilai-nilai keislaman, teknologi, budaya lokal, dan Kurikulum Berbasis Cinta. Penekanannya pada analisis data, pemecahan masalah, berpikir kritis, dan solusi kontekstual — bukan hafalan bab.
- Konteks yang digunakan. Publikasi penyelenggara menyebut konteks seperti teknologi, kesehatan, pertanian, energi terbarukan, perubahan iklim, budaya lokal, dan konservasi lingkungan.
- Peserta. Satu siswa hanya boleh mengikuti satu bidang kompetisi, dan setiap satuan pendidikan menyeleksi tiga siswa terbaik per bidang untuk maju ke tingkat kabupaten/kota.
Durasi pengerjaan resmi per cabang tidak dicantumkan dalam ringkasan juknis yang dapat diverifikasi publik. Karena itu, artikel ini tidak menyebutkan angka durasi resmi; saran waktu latihan diberikan secara terpisah dan diberi label sebagai saran, bukan ketentuan.
Kisi-Kisi dan Materi OMI IPS MTs 2026
Membedakan kisi-kisi resmi dan pemetaan latihan
| Jenis Informasi | Sumber | Status |
|---|---|---|
| Nama cabang “IPS Terintegrasi”, ketentuan peserta, tahapan, bentuk tes, karakteristik soal | Juknis OMI 2026 (Kepdirjen Pendis No. 6843 Tahun 2026) dan publikasi penyelenggara | Informasi resmi |
| Rincian bab, topik, dan proporsi soal per bidang di bawah ini | Disusun penyusun soal berdasarkan kompetensi IPS MTs dan karakter kompetisi | Pemetaan latihan (bukan kisi-kisi resmi) |
Pemetaan materi latihan berdasarkan ruang lingkup IPS dan informasi OMI yang tersedia
| Bidang | Materi/Kompetensi | Keterampilan yang Dilatih |
|---|---|---|
| Geografi | Letak astronomis, geografis, dan geologis; interaksi antarruang; potensi sumber daya alam; kependudukan dan bonus demografi; urbanisasi dan migrasi; perubahan penggunaan lahan; perubahan iklim; mitigasi bencana; desa–kota; ASEAN; peta, skala, dan koordinat | Membaca peta dan data spasial, menghitung skala dan kepadatan, menghubungkan kondisi fisik dengan aktivitas manusia |
| Ekonomi | Kelangkaan dan biaya peluang; produksi, distribusi, konsumsi; pelaku ekonomi; permintaan, penawaran, dan harga keseimbangan; pasar; inflasi dan daya beli; perdagangan antarwilayah dan antarnegara; koperasi dan UMKM; ekonomi kreatif, digital, dan sirkular | Menghitung dan menafsirkan data ekonomi, mengevaluasi pilihan, menilai dampak kebijakan |
| Sejarah | Masa praaksara; kerajaan Hindu-Buddha dan Islam; jalur perdagangan dan maritim; kolonialisme dan perlawanan; pergerakan nasional; Proklamasi dan mempertahankan kemerdekaan; sejarah ekonomi Indonesia | Menyusun kronologi, menganalisis sebab-akibat, membandingkan sumber, menilai dampak jangka panjang |
| Sosiologi | Interaksi dan proses sosial; lembaga sosial; nilai dan norma; status dan peran; mobilitas sosial; pluralitas dan integrasi; perubahan sosial; globalisasi dan digitalisasi; masalah sosial dan ketimpangan; gotong royong dan kearifan lokal | Mengidentifikasi pola interaksi, menganalisis dampak perubahan sosial, mengevaluasi solusi berbasis masyarakat |
| IPS Terintegrasi | Keterkaitan geografi–ekonomi, sejarah–ekonomi, sosiologi–ekonomi, lingkungan–sosial; pembangunan berkelanjutan dan SDGs; ekoteologi; kearifan lokal; transformasi digital | Menghubungkan minimal dua disiplin dalam satu kasus, menarik inferensi dari data multidimensi |
Karakter Soal OMI IPS MTs yang Perlu Dipahami
Empat ciri berikut membedakan soal olimpiade IPS dari soal penilaian harian, dan keempatnya dipakai sebagai acuan penyusunan 75 soal di artikel ini.
Pertama, soal berangkat dari stimulus, bukan dari definisi. Peserta dihadapkan pada berita singkat, tabel produksi, data curah hujan, atau deskripsi kebijakan, lalu diminta menyimpulkan sesuatu yang tidak tertulis eksplisit pada teks.
Kedua, jawaban ditentukan oleh data, bukan oleh opini. Soal olimpiade yang baik selalu menyediakan cukup informasi sehingga hanya ada satu jawaban terbaik. Kalau sebuah pertanyaan masih bisa dijawab berbeda tergantung asumsi, berarti stimulusnya belum lengkap.
Ketiga, bidang IPS tidak berdiri sendiri. Perubahan curah hujan diminta dihubungkan dengan harga komoditas; jalur perdagangan lama diminta dihubungkan dengan pertumbuhan kota pelabuhan; digitalisasi pasar diminta dihubungkan dengan pola interaksi pedagang.
Keempat, konteksnya Indonesia dan aktual. Ekonomi digital, ketahanan pangan, energi terbarukan, pengelolaan sampah, kearifan lokal, dan pembangunan berkelanjutan muncul sebagai latar soal — tetapi yang diuji tetap konsep IPS, bukan hafalan berita terbaru.
Strategi Mengerjakan Soal OMI IPS
- Baca pertanyaannya lebih dulu ketika stimulus panjang. Dengan mengetahui yang dicari, mata akan langsung menuju bagian data yang relevan.
- Tandai kata kunci pembatas: “paling tepat”, “utama”, “dampak langsung”, “kecuali”, “berdasarkan tabel”. Kata-kata ini sering menjadi pembeda antara jawaban benar dan jawaban yang sekadar masuk akal.
- Periksa judul tabel, satuan, dan tahun data. Kesalahan paling sering pada soal berbasis data bukan salah hitung, melainkan salah membaca satuan (ton vs kuintal, ribu vs juta).
- Cari kecenderungan, bukan angka tunggal. Pada grafik dan tabel deret waktu, pertanyaan biasanya menyasar arah perubahan dan titik balik, bukan nilai satu tahun.
- Bedakan fakta, opini, dan kesimpulan. Kalimat “harga naik 12 persen” adalah fakta; “kenaikan ini memberatkan” adalah opini; “daya beli menurun” adalah kesimpulan yang perlu bukti pendukung.
- Uji hubungan sebab-akibatnya. Tanyakan: kalau penyebabnya dihilangkan, apakah akibatnya ikut hilang? Banyak pengecoh hanya menyodorkan hubungan yang berbarengan waktunya, bukan yang benar-benar menyebabkan.
- Eliminasi opsi yang bertentangan dengan data. Dua opsi yang saling bertolak belakang biasanya menyisakan satu yang bisa diuji langsung ke stimulus.
- Jangan memilih opsi hanya karena istilahnya familier. Istilah yang sering didengar di kelas sering dipakai sebagai pengecoh justru karena terasa akrab.
- Dahulukan konsep, baru hafalan. Kalau lupa nama atau tahun, konsep dasar biasanya masih cukup untuk menyingkirkan dua sampai tiga opsi.
- Kelola waktu per nomor. Soal berbasis perhitungan dan tabel sebaiknya dikerjakan setelah soal konsep selesai, agar tidak menghabiskan waktu di awal.
Soal OMI IPS MTs 2026 Nomor 1–15 — Fundamental
Bagian ini menguji penguasaan konsep dasar dan penerapan satu konsep pada situasi sederhana. Kerjakan tanpa membuka catatan.
Soal 1
Indonesia terletak pada 6° LU–11° LS dan 95° BT–141° BT.
Konsekuensi yang paling tepat dari letak astronomis tersebut bagi kehidupan penduduk Indonesia adalah…
A. Indonesia memiliki tiga daerah waktu karena rentang garis lintangnya lebar B. Wilayah Indonesia beriklim tropis sehingga menerima penyinaran matahari relatif merata sepanjang tahun C. Indonesia dilalui dua rangkaian pegunungan muda dunia D. Indonesia menjadi jalur pelayaran yang menghubungkan Samudra Hindia dan Samudra Pasifik
Soal 2
Rani memiliki uang Rp50.000. Ia dapat menggunakannya untuk membeli satu buku latihan soal seharga Rp50.000 atau membeli paket kuota internet seharga Rp50.000. Setelah menimbang, Rani memilih membeli buku latihan soal.
Biaya peluang yang ditanggung Rani atas keputusan tersebut adalah…
A. Uang Rp50.000 yang ia keluarkan B. Buku latihan soal yang ia beli C. Paket kuota internet yang tidak jadi ia beli D. Waktu yang ia gunakan untuk pergi ke toko
Soal 3
Pada abad ke-13 hingga ke-16, kota-kota pelabuhan di pesisir Nusantara menjadi tempat pertama berkembangnya masyarakat muslim sebelum ajaran Islam meluas ke wilayah pedalaman.
Faktor yang paling menjelaskan gejala tersebut adalah…
A. Penguasa wilayah pedalaman melarang seluruh kegiatan keagamaan B. Pelabuhan menjadi titik temu pedagang lintas bangsa sehingga terjadi kontak budaya dan keagamaan yang intensif C. Wilayah pesisir memiliki tanah paling subur sehingga penduduknya paling makmur D. Kerajaan Hindu-Buddha telah runtuh seluruhnya sebelum pedagang muslim datang
Soal 4
Perhatikan dua peristiwa berikut.
- Warga Desa Ngadirejo bergotong royong memperbaiki jembatan penghubung antardusun.
- Dua kelompok pedagang di pasar bersaing memperebutkan lokasi lapak yang paling strategis.
Pernyataan yang tepat mengenai bentuk proses sosial pada kedua peristiwa tersebut adalah…
A. Keduanya termasuk proses sosial asosiatif B. Keduanya termasuk proses sosial disosiatif C. Peristiwa 1 bersifat disosiatif, sedangkan peristiwa 2 bersifat asosiatif D. Peristiwa 1 bersifat asosiatif, sedangkan peristiwa 2 bersifat disosiatif
Soal 5
Pada sebuah peta berskala 1 : 250.000, jarak antara Kota Anggrek dan Kota Bakung tergambar 8 cm.
Jarak sebenarnya kedua kota tersebut adalah…
A. 2 km B. 31,25 km C. 200 km D. 20 km
Soal 6
Pemerintah daerah membangun jalan penghubung antardesa dan menyalurkan bantuan pupuk bagi kelompok tani di wilayahnya.
Peran pemerintah dalam kegiatan ekonomi yang tergambar pada ilustrasi tersebut adalah…
A. Sebagai pengatur sekaligus penyedia fasilitas dan bantuan yang menunjang kegiatan produksi B. Sebagai konsumen tunggal seluruh hasil pertanian di daerah tersebut C. Sebagai distributor utama hasil pertanian ke pasar internasional D. Sebagai pemilik seluruh faktor produksi di sektor pertanian
Soal 7
Sebuah madrasah menyelenggarakan pembelajaran mata pelajaran, pembinaan akhlak, dan kegiatan ekstrakurikuler bagi peserta didiknya.
Fungsi lembaga pendidikan yang paling menonjol dari ilustrasi tersebut adalah…
A. Mengatur produksi dan distribusi barang bagi masyarakat sekitar B. Menggantikan seluruh fungsi keluarga dalam pengasuhan anak C. Mewariskan pengetahuan dan nilai sekaligus menyiapkan peserta didik menjalankan peran sosialnya D. Menetapkan status sosial seseorang secara permanen sejak lahir
Soal 8
Dampak paling mendasar dari peralihan cara hidup mengumpulkan makanan (food gathering) menjadi menghasilkan makanan (food producing) pada masa bercocok tanam adalah…
A. Manusia mulai hidup menetap dan membentuk perkampungan B. Manusia meninggalkan seluruh penggunaan alat dari batu C. Manusia mulai mengenal tulisan untuk mencatat hasil panen D. Manusia berhenti sama sekali melakukan perburuan
Soal 9
Desa Cibodas di dataran tinggi menghasilkan sayuran dalam jumlah besar, tetapi kebutuhan pupuk dan peralatan pertaniannya dipasok dari Kota Bandarsari yang memiliki kawasan industri.
Syarat terjadinya interaksi antarruang yang paling jelas ditunjukkan oleh ilustrasi tersebut adalah…
A. Kesempatan antara (intervening opportunity) B. Saling melengkapi (complementarity) C. Kemudahan pemindahan (transferability) D. Persaingan antarwilayah
Soal 10
Perhatikan data hipotetis penjualan cabai merah di sebuah pasar berikut.
| Harga (Rp/kg) | Jumlah yang diminta (kg) |
|---|---|
| 20.000 | 120 |
| 30.000 | 95 |
| 40.000 | 70 |
| 50.000 | 50 |
Kesimpulan yang tepat berdasarkan tabel tersebut adalah…
A. Kenaikan harga diikuti kenaikan jumlah barang yang diminta B. Jumlah barang yang diminta tidak dipengaruhi oleh perubahan harga C. Semakin tinggi harga, semakin sedikit jumlah barang yang diminta, dengan asumsi faktor lain tetap D. Penurunan harga menyebabkan jumlah barang yang ditawarkan meningkat
Soal 11
Pak Anwar bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik. Anaknya menyelesaikan pendidikan tinggi dan kini bekerja sebagai guru di sebuah madrasah.
Bentuk mobilitas sosial pada ilustrasi tersebut adalah…
A. Mobilitas horizontal antargenerasi B. Mobilitas vertikal turun antargenerasi C. Mobilitas vertikal naik intragenerasi D. Mobilitas vertikal naik antargenerasi
Soal 12
Kabupaten Wanasari memiliki luas wilayah 1.600 km² dengan jumlah penduduk 640.000 jiwa.
Kepadatan penduduk aritmatik Kabupaten Wanasari adalah…
A. 400 jiwa/km² B. 250 jiwa/km² C. 2.500 jiwa/km² D. 4.000 jiwa/km²
Soal 13
VOC menerapkan monopoli perdagangan rempah di wilayah Maluku: petani hanya boleh menjual hasil panen kepada VOC dengan harga yang ditetapkan VOC.
Dampak langsung kebijakan tersebut bagi petani rempah Maluku adalah…
A. Meningkatnya harga rempah yang diterima petani B. Hilangnya kebebasan petani menentukan pembeli dan harga hasil panennya C. Berkembangnya industri pengolahan rempah milik penduduk setempat D. Meluasnya perdagangan bebas antarpulau di kawasan timur Nusantara
Soal 14
Bu Rina sebelumnya hanya menjual keripik buatannya di pasar desa. Sejak setahun terakhir ia memasarkan produknya melalui lokapasar (marketplace) dan menerima pembayaran digital.
Manfaat ekonomi digital bagi usaha Bu Rina yang paling tepat adalah…
A. Jangkauan pasarnya meluas melampaui batas wilayah tempat tinggalnya B. Biaya bahan baku produksinya otomatis menjadi lebih murah C. Kualitas produknya meningkat dengan sendirinya D. Persaingan usaha yang dihadapinya menjadi hilang
Soal 15
Subak di Bali merupakan sistem pengairan sawah yang pembagian airnya diatur melalui musyawarah anggota, dilengkapi jadwal giliran, sanksi bagi pelanggar, serta pura sebagai pusat kegiatan bersama.
Pernyataan yang paling tepat mengenai Subak adalah…
A. Pengelolaan airnya sepenuhnya ditentukan pemerintah pusat B. Keberhasilannya bergantung pada teknologi modern berbiaya tinggi C. Subak memadukan pengelolaan teknis irigasi dengan aturan sosial dan nilai budaya masyarakat D. Subak hanya berlaku untuk lahan perkebunan kopi di dataran tinggi
Soal OMI IPS MTs 2026 Nomor 16–40 — Menengah
Bagian ini menuntut penggabungan dua konsep atau lebih, pembacaan tabel dan grafik, serta penalaran sebab-akibat.
Soal 16
Indonesia berada di zona pertemuan Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik, serta dilalui dua jalur pegunungan muda dunia.
Konsekuensi kondisi tersebut yang paling perlu diperhatikan dalam perencanaan pembangunan di Indonesia adalah…
A. Perencanaan cukup difokuskan pada curah hujan karena Indonesia beriklim tropis B. Tata ruang dan standar konstruksi bangunan perlu memperhitungkan risiko gempa serta letusan gunung api C. Perencanaan wilayah diarahkan pada penyesuaian tiga daerah waktu D. Pengembangan wilayah cukup mengandalkan posisi silang antara dua benua dan dua samudra
Soal 17
Perhatikan data hipotetis di Kota Melati berikut.
| Komoditas | Harga 2024 | Harga 2026 |
|---|---|---|
| Beras (per kg) | Rp12.000 | Rp14.400 |
| Telur (per kg) | Rp26.000 | Rp31.200 |
| Minyak goreng (per liter) | Rp15.000 | Rp18.000 |
Pada periode yang sama, pendapatan bulanan Pak Hasan naik dari Rp3.000.000 menjadi Rp3.300.000.
Kesimpulan yang paling tepat mengenai kemampuan Pak Hasan memenuhi kebutuhan pokoknya adalah…
A. Meningkat, karena pendapatan nominalnya bertambah Rp300.000 B. Tetap, karena kenaikan harga sudah diimbangi kenaikan pendapatan C. Tidak dapat dinilai, karena data harga tidak mencakup seluruh kebutuhan D. Menurun, karena persentase kenaikan harga kebutuhan pokok lebih tinggi daripada persentase kenaikan pendapatannya
Soal 18
Sebelum tahun 1908, perlawanan terhadap kolonialisme umumnya bersifat kedaerahan dan mengandalkan kekuatan senjata. Setelah itu bermunculan organisasi modern yang bergerak melalui pendidikan, pers, dan kegiatan sosial-politik dengan anggaran dasar serta kepengurusan yang tertata.
Makna perubahan tersebut bagi perjuangan bangsa Indonesia adalah…
A. Menurunnya keberanian rakyat menghadapi penjajah B. Berpindahnya pusat perjuangan dari kota ke wilayah pedesaan C. Bergesernya strategi ke arah organisasi modern yang memperluas basis dukungan dan menumbuhkan kesadaran kebangsaan D. Berakhirnya seluruh bentuk perlawanan fisik di Nusantara
Soal 19
Kampung Sukamaju dihuni warga dari berbagai suku dan daerah asal. Di kampung itu terdapat pasar yang dikelola bersama, ronda malam bergilir lintas rukun tetangga, serta kerja bakti bulanan yang diikuti seluruh warga.
Faktor pendorong integrasi sosial yang paling menonjol pada ilustrasi tersebut adalah…
A. Adanya kegiatan bersama yang menumbuhkan kontak dan saling ketergantungan antarwarga B. Kesamaan suku bangsa seluruh penduduk kampung C. Adanya satu kelompok dominan yang mengatur kelompok lain D. Rendahnya perpindahan penduduk keluar kampung
Soal 20
Perhatikan data curah hujan bulanan rata-rata (dalam mm) di Kabupaten Sekar berikut. Data disajikan menggantikan grafik batang.
| Bulan | Jan | Feb | Mar | Apr | Mei | Jun | Jul | Ags | Sep | Okt | Nov | Des |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Curah hujan | 320 | 290 | 250 | 180 | 120 | 80 | 60 | 55 | 90 | 170 | 240 | 300 |
Saran yang paling tepat bagi petani lahan tadah hujan di kabupaten tersebut adalah…
A. Memulai tanam padi pada Juli karena curah hujannya paling stabil B. Menanam kapan saja karena curah hujan merata sepanjang tahun C. Menanam padi pada Mei–Agustus karena suhu udara lebih rendah D. Memulai tanam padi menjelang akhir tahun saat curah hujan kembali meningkat, dan mengisi Juni–Agustus dengan tanaman yang lebih tahan kering
Soal 21
Perhatikan data hipotetis pasar telur di Kota Anggrek berikut.
| Harga (Rp/kg) | Jumlah diminta (kg) | Jumlah ditawarkan (kg) |
|---|---|---|
| 8.000 | 500 | 200 |
| 9.000 | 450 | 300 |
| 10.000 | 400 | 400 |
| 11.000 | 350 | 500 |
| 12.000 | 300 | 600 |
Harga keseimbangan dan jumlah keseimbangan pada pasar tersebut adalah…
A. Rp9.000 dan 450 kg B. Rp10.000 dan 400 kg C. Rp11.000 dan 350 kg D. Rp12.000 dan 600 kg
Soal 22
Pada abad ke-15 hingga ke-16, rempah dari Maluku diangkut ke pelabuhan-pelabuhan di Jawa, diteruskan ke Malaka, lalu dibawa menuju India, Jazirah Arab, hingga Eropa. Sepanjang rangkaian jalur itu tumbuh kota-kota pelabuhan yang ramai.
Hubungan sebab-akibat yang paling tepat antara jalur perdagangan dan pertumbuhan kota pelabuhan adalah…
A. Kota pelabuhan tumbuh karena tanah di sekitarnya subur untuk menanam rempah B. Perdagangan rempah tumbuh karena kota pelabuhan lebih dahulu menjadi pusat pemerintahan C. Kota pelabuhan tumbuh karena menjadi simpul bongkar muat, penyediaan logistik pelayaran, dan pertukaran barang antarpedagang D. Kota pelabuhan tumbuh karena penduduknya menolak berdagang dengan pedagang asing
Soal 23
Sekelompok remaja di sebuah kota kini lebih sering berkomunikasi melalui grup percakapan daring dan media sosial. Pertemuan tatap muka berkurang, sementara informasi antaranggota menyebar jauh lebih cepat dan menjangkau teman dari berbagai kota.
Analisis perubahan sosial yang paling tepat atas gejala tersebut adalah…
A. Pola interaksi bergeser dari tatap muka ke media digital sehingga jangkauan komunikasi meluas, tetapi kedalaman interaksi langsung berpotensi berkurang B. Interaksi sosial hilang sepenuhnya karena telah digantikan oleh mesin C. Nilai dan norma masyarakat tidak lagi berlaku bagi kelompok remaja D. Perubahan tersebut termasuk perubahan sosial yang direncanakan oleh pemerintah
Soal 24
Di Desa Talang Rejo, lahan pertanian terus menyempit akibat pembagian warisan dan alih fungsi lahan, sementara upah buruh tani relatif rendah. Pada saat yang sama, kawasan industri di Kota Wijaya membuka banyak lowongan dengan upah lebih tinggi. Setiap tahun makin banyak lulusan SMP dan SMA desa itu pindah ke kota.
Kombinasi faktor pendorong dan faktor penarik urbanisasi yang paling tepat adalah…
A. Pendorong: lapangan kerja industri di kota; penarik: penyempitan lahan pertanian di desa B. Pendorong: kepadatan penduduk kota; penarik: rendahnya upah buruh tani C. Pendorong: fasilitas pendidikan kota; penarik: berkurangnya lahan pertanian desa D. Pendorong: penyempitan lahan dan rendahnya upah di desa; penarik: peluang kerja dan upah yang lebih tinggi di kota
Soal 25
Koperasi Serba Usaha “Barokah” beranggotakan 120 pedagang pasar. Koperasi menyediakan pinjaman modal berbunga rendah bagi anggota, dan sisa hasil usaha dibagikan dengan memperhitungkan besarnya transaksi masing-masing anggota dengan koperasi.
Prinsip koperasi yang paling tercermin pada ilustrasi tersebut adalah…
A. Modal dikuasai oleh pemegang saham terbesar B. Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha tiap anggota C. Keuntungan dibagi rata tanpa memperhatikan keaktifan anggota D. Keanggotaan bersifat tertutup dan diwariskan kepada keluarga anggota
Soal 26
Menjelang Proklamasi, golongan muda mendesak agar kemerdekaan segera diumumkan tanpa menunggu sidang badan bentukan Jepang, sementara golongan tua menghendaki proses yang lebih terukur. Saat itu Jepang telah menyerah kepada Sekutu dan Sekutu belum tiba di Indonesia.
Alasan paling mendasar di balik desakan golongan muda tersebut adalah…
A. Golongan muda ingin menggantikan posisi golongan tua dalam pemerintahan B. Golongan muda ingin menghindari kemungkinan perang melawan Sekutu C. Golongan muda menghendaki kemerdekaan menjadi hasil perjuangan bangsa sendiri, bukan pemberian pihak lain, dengan memanfaatkan kekosongan kekuasaan D. Golongan muda menilai rancangan undang-undang dasar belum selesai disusun
Soal 27
Perhatikan deskripsi peta berikut. Pada sebuah peta wilayah Pulau Jawa, Kota P terletak pada koordinat 7° LS, 110° BT, sedangkan Kota Q terletak pada 7° LS, 112° BT. Gunakan asumsi 1° bujur setara dengan sekitar 111 km pada garis lintang rendah.
Perkiraan jarak dan posisi relatif kedua kota tersebut adalah…
A. Sekitar 222 km, Kota Q berada di sebelah timur Kota P B. Sekitar 222 km, Kota Q berada di sebelah barat Kota P C. Sekitar 111 km, Kota Q berada di sebelah timur Kota P D. Sekitar 444 km, Kota Q berada di sebelah utara Kota P
Soal 28
Dua kelompok nelayan berselisih mengenai batas wilayah tangkap. Pemerintah desa mempertemukan kedua kelompok bersama seorang tokoh yang netral. Tokoh tersebut membantu merumuskan kesepakatan, tetapi tidak memiliki kewenangan menjatuhkan keputusan yang mengikat.
Bentuk akomodasi yang digunakan untuk meredakan konflik tersebut adalah…
A. Arbitrase B. Koersi C. Ajudikasi D. Mediasi
Soal 29
Perhatikan data hipotetis perdagangan luar negeri Negara Arunia berikut (dalam juta dolar AS).
| Tahun | Ekspor | Impor |
|---|---|---|
| 2023 | 4.200 | 3.900 |
| 2024 | 4.500 | 4.400 |
| 2025 | 4.300 | 4.600 |
| 2026 | 4.800 | 4.500 |
Pernyataan yang benar berdasarkan tabel tersebut adalah…
A. Negara Arunia selalu mengalami surplus neraca perdagangan B. Defisit neraca perdagangan terbesar terjadi pada tahun 2024 C. Negara Arunia hanya mengalami defisit pada tahun 2025, sedangkan tahun lainnya surplus D. Nilai ekspor Negara Arunia meningkat setiap tahun tanpa penurunan
Soal 30
Negara-negara anggota ASEAN sepakat menurunkan tarif bea masuk atas barang yang diperdagangkan antaranggota serta menyederhanakan prosedur kepabeanan.
Dampak paling langsung kesepakatan tersebut bagi produsen dalam negeri adalah…
A. Harga barang impor dari luar kawasan ASEAN otomatis ikut turun B. Pasar bagi produk dalam negeri meluas ke negara anggota, tetapi persaingan dengan produk sesama anggota juga meningkat C. Produsen dalam negeri terlindungi dari seluruh bentuk persaingan D. Kegiatan ekspor menjadi tidak diperlukan lagi karena pasar domestik mencukupi
Soal 31
Sriwijaya menguasai Selat Malaka dan Selat Sunda pada abad ke-7 hingga ke-11. Kapal-kapal dagang yang melintas singgah di pelabuhannya, dan kerajaan ini juga dikenal sebagai pusat pembelajaran agama Buddha.
Faktor geografis yang paling menentukan kejayaan Sriwijaya adalah…
A. Penguasaan selat yang menjadi jalur pelayaran internasional penghubung India dan Tiongkok B. Luasnya lahan pertanian padi di dataran tinggi pedalaman Sumatra C. Melimpahnya tambang emas di sepanjang pesisir timur Sumatra D. Letaknya yang jauh dari jalur pelayaran sehingga aman dari serangan
Soal 32
Di sejumlah wilayah Maluku dan Papua berlaku sasi, yaitu larangan memanen hasil laut atau hasil kebun pada periode tertentu. Larangan ditetapkan lembaga adat, diumumkan secara terbuka, dan pelanggarnya dikenai sanksi adat. Setelah masa sasi berakhir, panen dibuka kembali untuk seluruh warga.
Pernyataan yang paling tepat mengenai sasi adalah…
A. Larangan permanen memanfaatkan sumber daya alam di wilayah adat B. Aturan pemerintah pusat mengenai penetapan kawasan konservasi C. Tradisi seremonial yang tidak berpengaruh terhadap perilaku warga D. Norma sosial berbasis adat yang mengatur waktu pemanfaatan sumber daya agar tetap lestari
Soal 33
Sebuah usaha konveksi mengumpulkan sisa potongan kain yang sebelumnya dibuang, lalu mengolahnya menjadi keset dan tas jinjing. Volume limbah yang dibuang berkurang dan usaha tersebut memperoleh tambahan pendapatan.
Prinsip ekonomi yang tercermin pada praktik tersebut adalah…
A. Ekonomi linear: ambil bahan, produksi, lalu buang sisanya B. Spesialisasi produksi untuk menekan biaya tenaga kerja C. Ekonomi sirkular: memperpanjang masa pakai material sehingga limbah menjadi sumber daya baru D. Diversifikasi pasar untuk memperluas wilayah pemasaran produk
Soal 34
Perhatikan data hipotetis penggunaan lahan di Kecamatan Girimulya berikut (dalam hektare).
| Penggunaan lahan | 2016 | 2026 |
|---|---|---|
| Sawah | 2.400 | 1.500 |
| Permukiman | 800 | 1.500 |
| Kawasan industri | 200 | 500 |
| Hutan dan ruang terbuka hijau | 600 | 500 |
Dampak lingkungan yang paling mungkin terjadi akibat perubahan tersebut adalah…
A. Produksi padi meningkat karena lahan permukiman ikut ditanami B. Kemampuan wilayah menyerap air hujan menurun sehingga risiko genangan dan banjir meningkat C. Jumlah penduduk kecamatan menurun seiring berkurangnya luas sawah D. Luas hutan bertambah sebagai kompensasi dari pembangunan kawasan industri
Soal 35
Pada pertengahan abad ke-19 diberlakukan sistem tanam paksa (cultuurstelsel). Petani diwajibkan menanam komoditas ekspor pada sebagian lahannya dan menyerahkan hasilnya kepada pemerintah kolonial.
Dampak ekonomi dan sosial yang paling tepat dari kebijakan tersebut bagi masyarakat pedesaan Jawa adalah…
A. Beban kerja petani meningkat dan produksi pangan setempat terganggu, sementara keuntungan mengalir ke pemerintah kolonial B. Kesejahteraan petani meningkat karena memperoleh harga jual yang tinggi C. Petani memperoleh kebebasan menentukan jenis tanaman sesuai kondisi tanahnya D. Sistem tersebut mendorong tumbuhnya industri pengolahan milik petani
Soal 36
Dua madrasah menyelenggarakan pembelajaran daring. Madrasah A berada di kota dengan jaringan internet stabil dan hampir seluruh siswa memiliki gawai sendiri. Madrasah B berada di daerah terpencil dengan sinyal lemah, dan sebagian siswa harus bergantian menggunakan satu gawai milik keluarga.
Gejala sosial yang paling tepat menggambarkan situasi tersebut adalah…
A. Perubahan sosial yang direncanakan dan berdampak merata B. Mobilitas sosial vertikal antarsiswa kedua madrasah C. Hilangnya fungsi lembaga pendidikan formal D. Kesenjangan digital yang berpotensi memperlebar ketimpangan kesempatan belajar
Soal 37
Perhatikan deskripsi peta rawan bencana Kabupaten Samudra Biru berikut.
- Zona I: dataran pantai, ketinggian kurang dari 5 m dpl, berjarak sekitar 1 km dari garis pantai, padat permukiman nelayan.
- Zona II: dataran bergelombang, ketinggian 20–50 m dpl, lahan masih luas.
- Zona III: lereng gunung api dengan kemiringan lebih dari 30% pada ketinggian sekitar 800 m dpl.
- Jalur evakuasi utama menghubungkan Zona I menuju Zona II.
Kebijakan mitigasi yang paling tepat berdasarkan deskripsi peta tersebut adalah…
A. Memusatkan permukiman baru di Zona I karena paling dekat dengan sumber mata pencaharian B. Menetapkan Zona I sebagai kawasan terbatas dengan sabuk hijau pantai dan rambu evakuasi menuju Zona II, serta membatasi permukiman pada Zona III C. Memindahkan seluruh permukiman ke Zona III agar sejauh mungkin dari pantai D. Meniadakan jalur evakuasi karena seluruh wilayah kabupaten relatif datar
Soal 38
Perhatikan data hipotetis persentase UMKM di Kota Cendana yang menggunakan pembayaran digital. Data menggantikan grafik garis.
| Tahun | 2021 | 2022 | 2023 | 2024 | 2025 | 2026 |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Persentase | 18 | 27 | 41 | 55 | 63 | 68 |
Kesimpulan yang paling tepat berdasarkan data tersebut adalah…
A. Adopsi pembayaran digital meningkat dengan laju yang semakin cepat setiap tahun B. Adopsi pembayaran digital menurun setelah tahun 2024 C. Adopsi terus meningkat, tetapi laju pertambahannya melambat sejak 2024 sehingga sebagian UMKM diperkirakan masih menghadapi hambatan D. Seluruh UMKM di Kota Cendana telah menggunakan pembayaran digital pada 2026
Soal 39
Perang Jawa (1825–1830) melibatkan bangsawan, ulama, dan petani dalam satu barisan perlawanan. Pemicunya antara lain pemasangan patok jalan yang melintasi tanah yang dihormati penduduk serta berbagai pungutan yang memberatkan rakyat.
Faktor yang paling menjelaskan mengapa perlawanan tersebut berkembang menjadi perang berskala luas adalah…
A. Bergabungnya berbagai lapisan masyarakat karena persoalannya menyentuh kepentingan bersama berupa tanah, pungutan, dan harga diri B. Adanya bantuan persenjataan dari kerajaan-kerajaan di Eropa C. Dukungan penuh dari seluruh penguasa lokal di Nusantara D. Terbentuknya organisasi modern berbadan hukum yang mengoordinasi perlawanan
Soal 40
Sebuah negara memasuki periode ketika proporsi penduduk usia produktif (15–64 tahun) jauh lebih besar daripada penduduk usia nonproduktif. Periode ini berlangsung terbatas dan tidak berulang.
Syarat utama agar kondisi tersebut menjadi keuntungan ekonomi, bukan beban, adalah…
A. Menambah angka kelahiran agar jumlah penduduk usia produktif terus bertambah B. Membatasi perpindahan penduduk antarwilayah agar tenaga kerja tidak terkonsentrasi C. Memperluas sektor informal tanpa perlu peningkatan keterampilan pekerja D. Menyiapkan pendidikan, keterampilan, layanan kesehatan, dan lapangan kerja agar penduduk usia produktif benar-benar terserap secara produktif
Soal OMI IPS MTs 2026 Nomor 41–65 — HOTS
Bagian ini menuntut analisis, evaluasi, dan penarikan kesimpulan dari data yang tidak dinyatakan langsung dalam stimulus.
Soal 41
Perhatikan data hipotetis Kabupaten Sindang berikut.
| Tahun | Curah hujan musim tanam (mm) | Produksi cabai (ton) | Harga rata-rata (Rp/kg) |
|---|---|---|---|
| 2022 | 1.150 | 8.400 | 28.000 |
| 2023 | 1.980 | 6.100 | 42.000 |
| 2024 | 1.220 | 8.700 | 27.000 |
| 2025 | 2.150 | 5.500 | 48.000 |
Kesimpulan yang paling tepat berdasarkan tabel tersebut adalah…
A. Kenaikan curah hujan selalu meningkatkan produksi karena tanaman membutuhkan air B. Harga cabai ditentukan semata-mata oleh besarnya permintaan konsumen C. Curah hujan yang jauh melampaui kebutuhan tanaman menurunkan produksi, dan menipisnya pasokan mendorong harga naik D. Produksi dan harga bergerak searah karena keduanya dipengaruhi biaya produksi
Soal 42
Pak Yusuf memiliki modal Rp30.000.000 dan waktu kerja penuh. Ia menimbang tiga pilihan berikut.
- Membuka kedai kopi, perkiraan laba bersih Rp2.400.000 per bulan.
- Menjadi penjual busana daring, perkiraan laba bersih Rp1.500.000 per bulan.
- Menyewakan rukonya seharga Rp1.200.000 per bulan sambil bekerja paruh waktu dengan upah Rp900.000 per bulan.
Pak Yusuf akhirnya memilih membuka kedai kopi.
Biaya peluang atas keputusan Pak Yusuf adalah…
A. Rp2.100.000 per bulan B. Rp1.500.000 per bulan C. Rp1.200.000 per bulan D. Rp3.600.000 per bulan
Soal 43
Pada awal abad ke-20 pemerintah kolonial menjalankan kebijakan yang mencakup pengairan, perpindahan penduduk, dan pendidikan. Jumlah sekolah bagi kalangan bumiputra bertambah meskipun aksesnya tetap terbatas dan sebagian besar diperuntukkan bagi kalangan tertentu.
Dampak jangka panjang kebijakan tersebut yang paling signifikan bagi perjalanan bangsa Indonesia adalah…
A. Terwujudnya kesejahteraan yang merata bagi seluruh penduduk Hindia Belanda B. Lahirnya kelompok terdidik bumiputra yang kemudian menjadi penggerak organisasi pergerakan nasional C. Berakhirnya seluruh bentuk kerja paksa di wilayah koloni D. Berpindahnya pusat pemerintahan kolonial ke luar Pulau Jawa
Soal 44
Perhatikan perbandingan dua program pengelolaan sampah berikut.
- Desa Mekar: bank sampah dikelola kelompok warga, disertai pelatihan pemilahan, dan hasil penjualan sampah dibagikan kepada anggota. Partisipasi rumah tangga mencapai 78%.
- Desa Rawa: tempat pembuangan sampah terpadu dibangun oleh pemerintah desa tanpa pelatihan warga dan tanpa pengelola dari masyarakat. Partisipasi rumah tangga hanya 21%.
Faktor yang paling menjelaskan perbedaan tingkat partisipasi tersebut adalah…
A. Jumlah penduduk Desa Mekar lebih sedikit sehingga lebih mudah dikoordinasi B. Fasilitas fisik pengelolaan sampah di Desa Rawa kurang memadai C. Warga Desa Rawa memang kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan D. Keterlibatan warga dalam pengelolaan dan adanya manfaat langsung menumbuhkan rasa memiliki terhadap program
Soal 45
Perhatikan deskripsi peta Kabupaten Harapan berikut. Sebuah perusahaan akan membangun pabrik pengolahan hasil laut untuk pasar ekspor.
| Titik | Keterangan lokasi |
|---|---|
| Titik 1 | Berjarak 1 km dari pelabuhan perikanan, dilalui jalan arteri, berjarak 3 km dari permukiman padat |
| Titik 2 | Berada di tengah kawasan sawah irigasi teknis, 15 km dari pelabuhan, hanya dilalui jalan desa |
| Titik 3 | Berada di lereng atas kawasan resapan air, 20 km dari pelabuhan |
| Titik 4 | Berada di dalam permukiman padat, 5 km dari pelabuhan, dilalui jalan kolektor |
Lokasi yang paling tepat untuk pabrik tersebut adalah…
A. Titik 1, karena dekat dengan sumber bahan baku dan akses pelabuhan serta jalan arteri, dengan jarak yang aman dari permukiman padat B. Titik 2, karena lahannya luas, datar, dan mudah dibebaskan C. Titik 3, karena udaranya sejuk sehingga produk lebih awet D. Titik 4, karena paling dekat dengan sumber tenaga kerja
Soal 46
Upah bulanan Bu Tini pada 2025 sebesar Rp2.500.000 dan naik menjadi Rp2.750.000 pada 2026. Pada periode yang sama, laju inflasi tercatat 6% per tahun.
Pernyataan yang paling tepat mengenai upah riil Bu Tini adalah…
A. Upah riilnya turun karena laju inflasi lebih tinggi daripada kenaikan upah nominalnya B. Upah riilnya naik 10% sama besar dengan kenaikan upah nominalnya C. Upah riilnya naik sekitar 4% karena kenaikan upah nominal melampaui laju inflasi D. Upah riilnya tidak berubah karena kenaikan upah dan inflasi saling meniadakan
Soal 47
Sejumlah kota pelabuhan tua di pesisir Nusantara kehilangan peran setelah muara sungainya mengalami pendangkalan akibat sedimentasi, sementara jalur pelayaran utama bergeser ke pelabuhan lain yang alurnya lebih dalam.
Pelajaran yang paling tepat ditarik dari gejala historis tersebut adalah…
A. Kejayaan kota pelabuhan hanya ditentukan oleh kekuatan militer penguasanya B. Sedimentasi sungai selalu menguntungkan kota pelabuhan karena menambah luas daratan C. Perpindahan jalur pelayaran tidak berpengaruh selama jumlah penduduk kota tetap besar D. Keberlanjutan kota pelabuhan bergantung pada kondisi fisik alur pelayaran sekaligus posisinya dalam jaringan perdagangan, sehingga perubahan keduanya dapat menurunkan perannya
Soal 48
Sebuah sekolah dengan siswa berlatar belakang suku, daerah asal, dan kondisi ekonomi yang beragam menjalankan tiga program: kelompok belajar yang anggotanya sengaja dicampur, pentas budaya yang digarap bersama lintas kelompok, dan penegakan aturan antiperundungan.
Landasan sosiologis yang paling kuat dari rangkaian program tersebut adalah…
A. Menghapus perbedaan latar belakang siswa agar seluruhnya seragam B. Meningkatkan kontak dan kerja sama antarsiswa berbeda latar dalam tujuan bersama sehingga prasangka antarkelompok berkurang C. Mengelompokkan siswa berdasarkan kesamaan latar agar merasa nyaman D. Menyerahkan penyelesaian perbedaan sepenuhnya kepada masing-masing siswa
Soal 49
Perhatikan data hipotetis Provinsi Nusa Lestari berikut. Data menggantikan grafik garis ganda.
| Tahun | Jumlah penduduk (juta jiwa) | Penduduk perkotaan (%) |
|---|---|---|
| 1996 | 6,0 | 28 |
| 2006 | 7,2 | 37 |
| 2016 | 8,4 | 48 |
| 2026 | 9,3 | 58 |
Kesimpulan yang paling tepat berdasarkan data tersebut adalah…
A. Jumlah penduduk perkotaan meningkat lebih dari tiga kali lipat, sementara jumlah penduduk perdesaan sempat naik lalu menurun B. Jumlah penduduk perdesaan menurun terus-menerus sejak 1996 C. Persentase penduduk perkotaan naik karena jumlah penduduk perdesaan berkurang hingga separuhnya D. Total penduduk provinsi menurun karena banyak warga pindah ke provinsi lain
Soal 50
Bank sampah sebuah madrasah mencatat data hipotetis berikut untuk satu bulan.
| Jenis sampah | Berat terkumpul | Harga jual |
|---|---|---|
| Plastik | 240 kg | Rp3.000/kg |
| Kertas | 180 kg | Rp2.000/kg |
| Logam | 40 kg | Rp7.500/kg |
Biaya operasional bank sampah Rp450.000 per bulan.
Surplus yang diperoleh bank sampah madrasah tersebut dalam satu bulan adalah…
A. Rp1.380.000 B. Rp450.000 C. Rp930.000 D. Rp1.830.000
Soal 51
Seorang peneliti hendak mengkaji kehidupan ekonomi masyarakat pesisir Nusantara pada abad ke-17. Ia menemukan empat bahan berikut.
- Catatan harian seorang pedagang Eropa yang berdagang di pelabuhan tersebut pada 1640-an.
- Prasasti batu bertarikh abad ke-9 dari kerajaan pedalaman.
- Laporan pungutan pelabuhan tahun 1655 dari arsip pemerintahan kolonial.
- Artikel surat kabar tahun 1980 yang membahas tradisi nelayan setempat.
Bahan yang paling tepat digunakan sebagai sumber primer untuk kajian tersebut adalah…
A. Nomor 1 dan 2 B. Nomor 1 dan 3 C. Nomor 2 dan 4 D. Nomor 3 dan 4
Soal 52
Di sebuah kecamatan, penggunaan mesin panen menggantikan sebagian besar buruh tani musiman. Waktu panen menjadi jauh lebih singkat dan biaya per hektare turun. Sebagian buruh yang tergeser beralih ke sektor jasa di kota kecamatan, sebagian lain menganggur pada musim panen.
Analisis yang paling tepat mengenai perubahan sosial tersebut adalah…
A. Perubahan ini tidak menimbulkan dampak apa pun terhadap struktur pekerjaan di kecamatan B. Perubahan ini tergolong evolusi sehingga tidak memerlukan penyesuaian apa pun C. Perubahan ini hanya berdampak pada pemilik lahan, bukan pada buruh tani D. Perubahan teknologi meningkatkan efisiensi produksi, tetapi menuntut penyesuaian keterampilan agar tenaga kerja yang tergeser dapat beralih ke pekerjaan lain
Soal 53
Perhatikan data hipotetis empat desa di daerah aliran sungai yang sama berikut.
| Desa | Jarak dari sungai (m) | Ketinggian (m dpl) | Tutupan vegetasi (%) | Jumlah penduduk |
|---|---|---|---|---|
| Kalimas | 120 | 8 | 12 | 4.500 |
| Bukit Asri | 1.800 | 145 | 61 | 2.100 |
| Muara Jaya | 90 | 5 | 9 | 6.200 |
| Sumber Rejo | 950 | 60 | 44 | 3.000 |
Desa dengan risiko banjir tertinggi beserta alasannya yang paling tepat adalah…
A. Muara Jaya, karena paling dekat dengan sungai, elevasinya paling rendah, tutupan vegetasinya paling kecil, dan penduduk terpaparnya paling banyak B. Kalimas, karena jumlah penduduknya lebih sedikit daripada Muara Jaya C. Sumber Rejo, karena tutupan vegetasinya masih di bawah 50% D. Bukit Asri, karena berada di daerah perbukitan yang lerengnya curam
Soal 54
Kurs rupiah terhadap dolar AS bergerak dari Rp15.500 per USD pada Januari menjadi Rp16.200 per USD pada Juni. Sebuah UMKM mengekspor kerajinan senilai USD 4.000 per kontainer dan mengimpor bahan penolong senilai USD 1.200 untuk setiap kontainer ekspor tersebut.
Pernyataan yang paling tepat mengenai dampak perubahan kurs bagi UMKM tersebut adalah…
A. Pelemahan rupiah selalu merugikan UMKM karena biaya impor bahan penolong ikut naik B. Penerimaan bersih dalam rupiah bertambah sekitar Rp1,96 juta per kontainer karena nilai ekspornya lebih besar daripada nilai impornya C. Penerimaan dalam rupiah tidak berubah karena kurs yang sama berlaku untuk ekspor dan impor D. UMKM tersebut merugi Rp840.000 per kontainer akibat kenaikan biaya impor
Soal 55
Kongres Pemuda II tahun 1928 menghasilkan ikrar yang menegaskan satu tanah air, satu bangsa, serta menjunjung bahasa persatuan. Sebelumnya, organisasi kepemudaan umumnya terbentuk atas dasar kesamaan daerah asal.
Makna historis dan sosiologis peristiwa tersebut yang paling tepat adalah…
A. Seluruh organisasi kepemudaan kedaerahan dibubarkan pada saat itu juga B. Bahasa Melayu resmi ditetapkan sebagai bahasa negara sejak tahun 1928 C. Identitas kebangsaan dibangun melampaui identitas kedaerahan, dengan bahasa sebagai alat pemersatu D. Perjuangan bersenjata dihentikan dan sepenuhnya diganti dengan jalur diplomasi
Soal 56
Perhatikan ilustrasi jaringan transportasi laut berikut. Pelabuhan A di Jawa berfungsi sebagai pelabuhan utama berkapasitas besar. Pelabuhan B, C, dan D di kawasan timur Indonesia berperan sebagai pelabuhan pengumpan. Sebelum ada rute terjadwal, harga semen di Pelabuhan D mencapai 2,4 kali harga di Pelabuhan A. Setelah rute tetap dengan jadwal kapal yang teratur diberlakukan, selisihnya menyusut menjadi 1,5 kali.
Kesimpulan yang paling tepat berdasarkan ilustrasi tersebut adalah…
A. Perbedaan harga antarwilayah hilang sepenuhnya setelah adanya rute tetap B. Harga barang di kawasan timur ditentukan oleh jumlah penduduk, bukan oleh biaya angkut C. Penurunan selisih harga membuktikan biaya produksi semen di Pelabuhan D ikut menurun D. Keterjangkauan dan keteraturan transportasi laut menurunkan biaya distribusi sehingga selisih harga antarwilayah menyempit
Soal 57
Semakin banyak lulusan muda bekerja sebagai pekerja lepas daring di bidang desain, penulisan, dan penerjemahan. Mereka menerima pekerjaan dari klien di berbagai kota bahkan negara, dibayar per proyek, tanpa jaminan pendapatan bulanan yang tetap.
Analisis ekonomi yang paling tepat mengenai gejala tersebut adalah…
A. Fleksibilitas kerja dan jangkauan pasar meningkat, tetapi ketidakpastian pendapatan serta lemahnya perlindungan sosial menjadi konsekuensinya B. Pekerjaan lepas daring menghilangkan kebutuhan terhadap keterampilan khusus C. Pendapatan pekerja lepas dipastikan selalu lebih tinggi daripada pekerja tetap D. Model kerja ini menghapus persaingan antarpekerja karena pasarnya sangat luas
Soal 58
Sebuah unggahan di media sosial menyebutkan bahwa gempa besar akan melanda suatu daerah pada tanggal tertentu. Unggahan menyebar cepat dan sebagian warga panik. Beberapa hari kemudian lembaga resmi menyatakan bahwa waktu terjadinya gempa tidak dapat diprediksi secara pasti.
Sikap yang paling tepat beserta alasan sosiologisnya adalah…
A. Meneruskan unggahan agar warga lain waspada, karena kewaspadaan lebih penting daripada kebenaran informasi B. Mengabaikan seluruh informasi kebencanaan karena semuanya tidak dapat dipercaya C. Memverifikasi ke lembaga resmi sebelum menyebarkan, karena informasi yang belum terverifikasi dapat menimbulkan keresahan dan menurunkan kepercayaan terhadap sumber yang sahih D. Menyebarkan bantahan dengan bahasa yang menyerang pihak penyebar unggahan
Soal 59
Di hulu daerah aliran sungai sebuah kabupaten, tutupan hutan menurun dari 62% pada 2010 menjadi 34% pada 2026. Pada periode yang sama, banjir di wilayah hilir meningkat dari rata-rata satu kali menjadi empat kali per tahun, disertai naiknya biaya perbaikan infrastruktur dan kerugian sektor pertanian.
Rantai sebab-akibat yang paling tepat menjelaskan gejala tersebut adalah…
A. Banjir yang sering terjadi di hilir menyebabkan berkurangnya tutupan hutan di hulu B. Berkurangnya tutupan hutan menurunkan kemampuan resapan dan menambah limpasan permukaan, sehingga debit puncak sungai meningkat, banjir di hilir lebih sering, dan kerugian ekonomi bertambah C. Kedua gejala tidak berhubungan karena berada pada wilayah administratif yang berbeda D. Kerugian ekonomi meningkat karena harga bahan bangunan naik, bukan karena banjir
Soal 60
Pada dekade 1950-an, pemerintah Indonesia menempuh berbagai kebijakan untuk mengubah struktur ekonomi warisan masa kolonial yang sebagian besar dikuasai perusahaan asing, antara lain dengan mendorong tumbuhnya pengusaha nasional melalui pemberian fasilitas dan kredit.
Tantangan paling mendasar yang dihadapi kebijakan semacam itu adalah…
A. Tidak tersedianya sumber daya alam yang dapat diolah di dalam negeri B. Tidak adanya pasar dalam negeri bagi produk buatan pengusaha nasional C. Adanya larangan berdagang bagi warga negara Indonesia D. Keterbatasan modal, pengalaman manajerial, dan jaringan distribusi yang sebagian besar masih dikuasai pelaku ekonomi lama
Soal 61
Dua keluarga memiliki pendapatan bulanan yang sama besar. Keluarga I tinggal 12 km dari puskesmas dan SMP terdekat, tanpa angkutan umum reguler, serta memperoleh air dari sumur yang mengering pada musim kemarau. Keluarga II tinggal 1 km dari fasilitas yang sama dan memperoleh air dari jaringan perpipaan.
Kesimpulan yang paling tepat mengenai kesejahteraan kedua keluarga tersebut adalah…
A. Kemiskinan tidak cukup diukur dari pendapatan, karena keterbatasan akses terhadap layanan dasar juga menentukan tingkat kesejahteraan B. Keluarga I lebih miskin karena anggotanya kurang bekerja keras C. Kedua keluarga memiliki tingkat kesejahteraan yang identik karena pendapatannya sama D. Kemiskinan hanya dapat diatasi dengan menambah pendapatan tunai keluarga
Soal 62
Perhatikan data hipotetis ketahanan pangan Negara Bahari berikut (dalam juta ton).
| Tahun | Produksi beras | Konsumsi beras | Cadangan awal tahun |
|---|---|---|---|
| 2023 | 31,5 | 30,8 | 2,0 |
| 2024 | 30,2 | 31,0 | 2,7 |
| 2025 | 29,4 | 31,3 | 1,9 |
| 2026 | 31,8 | 31,6 | … |
Kesimpulan yang paling tepat berdasarkan tabel tersebut adalah…
A. Negara Bahari selalu mengalami surplus produksi sehingga cadangannya terus bertambah B. Konsumsi beras menurun setiap tahun sehingga cadangan berada pada posisi aman C. Cadangan menipis hingga nyaris habis pada akhir 2025 akibat produksi di bawah konsumsi selama dua tahun berturut-turut, sehingga ketahanan pangan tetap rentan meskipun 2026 kembali surplus tipis D. Produksi tahun 2026 cukup untuk memulihkan cadangan ke tingkat tahun 2023
Soal 63
Sebuah lembaga di lingkungan madrasah mengelola dana zakat secara produktif. Alih-alih dibagikan tunai sekali habis, sebagian dana disalurkan sebagai modal usaha kecil disertai pendampingan pembukuan dan pemasaran. Setelah 12 bulan, 18 dari 25 penerima memiliki pendapatan rutin dan tidak lagi menerima bantuan.
Analisis ekonomi yang paling tepat mengenai program tersebut adalah…
A. Penyaluran tunai langsung selalu lebih efektif karena penerima segera merasakan manfaatnya B. Penyaluran berbentuk modal usaha disertai pendampingan berpotensi mengubah penerima bantuan menjadi pelaku ekonomi mandiri sehingga dampaknya lebih berkelanjutan C. Zakat produktif menghapus kebutuhan penerima terhadap layanan publik lainnya D. Keberhasilan program membuktikan bahwa besarnya dana adalah satu-satunya penentu keberhasilan
Soal 64
Islam menyebar di Nusantara melalui perdagangan, perkawinan, pendidikan, kesenian, dan tasawuf. Banyak pusat pendidikan Islam awal tumbuh di sekitar kota pelabuhan dan sepanjang jalur sungai besar.
Penjelasan yang paling tepat mengenai pola persebaran pusat pendidikan Islam awal tersebut adalah…
A. Kota pelabuhan dan jalur sungai merupakan simpul lalu lintas orang, barang, dan gagasan sehingga memudahkan penyebaran ajaran sekaligus menyediakan dukungan ekonomi bagi lembaga pendidikan B. Wilayah pesisir memiliki tanah paling subur untuk menopang pertanian lembaga pendidikan C. Penguasa wilayah pedalaman melarang seluruh kegiatan pendidikan keagamaan D. Lokasi pesisir dipilih justru karena jauh dari permukiman penduduk
Soal 65
Desa Tirta Wangi mengembangkan wisata berbasis sungai dan persawahan. Setelah tiga tahun, data hipotetis menunjukkan: pendapatan asli desa naik 140%, jumlah kunjungan naik enam kali lipat, volume sampah naik tiga kali lipat, dan debit mata air pada musim kemarau turun 18%.
Kebijakan lanjutan yang paling sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan adalah…
A. Menghentikan seluruh kegiatan wisata sampai lingkungan pulih sepenuhnya B. Menambah jumlah kunjungan tanpa batas karena manfaat ekonominya sudah terbukti C. Menyerahkan pengelolaan wisata sepenuhnya kepada investor dari luar desa D. Menetapkan batas daya dukung kunjungan, mewajibkan pengelolaan sampah oleh pelaku wisata, dan mengalokasikan sebagian pendapatan untuk konservasi daerah tangkapan air
Soal OMI IPS MTs 2026 Nomor 66–75 — Challenge
Bagian ini menggabungkan beberapa jenis data sekaligus dan menuntut penalaran bertingkat serta eliminasi opsi yang cermat.
Soal 66
Perhatikan data hipotetis dua kecamatan setelah pemberlakuan penyaluran pupuk bersubsidi berbasis kartu tani.
| Indikator | Kec. Sumber Tani | Kec. Ladang Jaya |
|---|---|---|
| Petani terdaftar kartu tani (%) | 92 | 41 |
| Pupuk bersubsidi tersalurkan (% dari kuota) | 88 | 46 |
| Produktivitas padi sebelum kebijakan (ton/ha) | 5,1 | 5,0 |
| Produktivitas padi sesudah kebijakan (ton/ha) | 6,0 | 5,2 |
| Petani penggarap/penyewa tanpa dokumen lahan (%) | 9 | 47 |
Kesimpulan yang paling tepat mengenai penyebab perbedaan dampak kebijakan di kedua kecamatan adalah…
A. Subsidi pupuk tidak berpengaruh terhadap produktivitas padi B. Perbedaan tersebut disebabkan kualitas tanah kedua kecamatan yang berbeda jauh C. Efektivitas subsidi tertahan di Ladang Jaya karena tingginya proporsi petani penggarap tanpa dokumen lahan menyulitkan pendaftaran, sehingga penyaluran pupuk rendah dan kenaikan produktivitas kecil D. Petani Ladang Jaya kurang berminat meningkatkan hasil panennya
Soal 67
Perhatikan data hipotetis Provinsi Argapura berikut.
| Tahun | Pertumbuhan ekonomi (%) | Rasio gini | Tingkat kemiskinan (%) |
|---|---|---|---|
| 2022 | 4,8 | 0,362 | 11,4 |
| 2023 | 5,3 | 0,371 | 10,8 |
| 2024 | 5,6 | 0,384 | 10,3 |
| 2025 | 5,9 | 0,391 | 9,9 |
Kesimpulan yang paling tepat berdasarkan data tersebut adalah…
A. Pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan B. Ekonomi tumbuh dan kemiskinan menurun, tetapi ketimpangan justru melebar sehingga manfaat pertumbuhan belum merata C. Ketimpangan pendapatan menurun seiring meningkatnya pertumbuhan ekonomi D. Tingkat kemiskinan meningkat karena rasio gini terus naik
Soal 68
Sebuah pemerintah daerah kepulauan akan membangun satu pusat distribusi logistik. Perhatikan deskripsi peta dan tabel berikut.
Empat pulau (P, Q, R, S) berada dalam satu gugusan. Pulau Q terletak di bagian tengah gugusan dan dilalui alur pelayaran utama.
| Calon lokasi | Jarak rata-rata ke tiga pulau lain (km) | Kedalaman dermaga (m) | Daya listrik tersedia (MW) | Luas lahan datar (ha) |
|---|---|---|---|---|
| Pulau P | 260 | 9 | 12 | 40 |
| Pulau Q | 120 | 11 | 15 | 35 |
| Pulau R | 310 | 6 | 4 | 90 |
| Pulau S | 190 | 5 | 9 | 60 |
Syarat teknis: kapal peti kemas membutuhkan kedalaman dermaga minimal 10 m, gudang berpendingin membutuhkan daya minimal 10 MW, dan luas lahan minimal 25 ha.
Lokasi yang paling tepat untuk pusat distribusi tersebut adalah…
A. Pulau Q, karena memenuhi seluruh syarat teknis sekaligus memiliki jarak rata-rata terpendek ke pulau lain B. Pulau R, karena lahan datarnya paling luas sehingga mudah dikembangkan C. Pulau P, karena kedalaman dermaganya mencukupi dan lahannya lebih luas daripada Pulau Q D. Pulau S, karena posisinya berada di antara Pulau P dan Pulau R
Soal 69
Pada masa kolonial, jaringan rel kereta api dan jalan raya di sejumlah wilayah dibangun terutama untuk mengangkut komoditas ekspor dari daerah perkebunan menuju pelabuhan. Wilayah yang tidak menghasilkan komoditas ekspor memperoleh jaringan yang jauh lebih terbatas. Hingga kini, sebagian wilayah tersebut masih tertinggal dalam ketersediaan infrastruktur.
Inferensi yang paling tepat dari uraian tersebut adalah…
A. Infrastruktur pada masa kolonial dibangun dengan tujuan pemerataan kesejahteraan penduduk B. Ketertinggalan wilayah tertentu semata-mata disebabkan kondisi alamnya yang sulit dijangkau C. Pembangunan infrastruktur masa kolonial tidak berkaitan dengan pola ekonomi Indonesia saat ini D. Orientasi ekspor pada masa kolonial membentuk pola jaringan transportasi yang timpang, dan warisan pola itu ikut menjelaskan kesenjangan pembangunan antarwilayah hingga kini
Soal 70
Di sebuah kabupaten, petani di wilayah hulu memperluas sawah dan mengambil air irigasi dalam jumlah lebih besar menggunakan pompa yang kini harganya terjangkau. Petani di wilayah hilir kekurangan air pada musim kemarau dan ketegangan antarwarga meningkat. Sebelumnya berlaku aturan adat pembagian air secara bergilir yang mulai ditinggalkan sejak pompa air mudah diperoleh.
Solusi yang paling tepat berdasarkan analisis sosiologis adalah…
A. Menyerahkan pembagian air pada mekanisme pasar sehingga pihak yang mampu membeli pompa berhak memakai air lebih banyak B. Menghidupkan kembali aturan pembagian air bergilir melalui kesepakatan bersama yang diperkuat kelembagaan formal dan pengawasan, agar aturan kembali mengikat semua pihak C. Melarang seluruh penggunaan pompa air tanpa menyiapkan aturan pengganti D. Membiarkan konflik berlangsung karena keseimbangan akan tercapai dengan sendirinya
Soal 71
Kelompok siswa MTs menjalankan proyek kewirausahaan keripik singkong dengan data hipotetis berikut untuk satu bulan.
| Komponen | Nilai |
|---|---|
| Produk terjual | 600 bungkus |
| Harga jual | Rp8.000/bungkus |
| Biaya bahan baku | Rp2.900/bungkus |
| Biaya kemasan | Rp600/bungkus |
| Biaya tetap (sewa dapur dan listrik) | Rp720.000/bulan |
Jika tidak menjalankan usaha ini, waktu yang sama dapat digunakan untuk pekerjaan paruh waktu dengan penghasilan Rp1.200.000 per bulan.
Laba bersih usaha dan biaya peluang yang ditanggung kelompok tersebut adalah…
A. Laba Rp2.700.000; biaya peluang Rp1.200.000 B. Laba Rp1.980.000; biaya peluang Rp720.000 C. Laba Rp1.980.000; biaya peluang Rp1.200.000 D. Laba Rp1.200.000; biaya peluang Rp1.980.000
Soal 72
Di sebuah kawasan pesisir, data hipotetis 15 tahun terakhir menunjukkan: garis pantai mundur rata-rata 3,2 m per tahun, luas tambak produktif berkurang 38%, jumlah rumah tangga yang pindah ke wilayah lebih tinggi naik dari 40 menjadi 310 rumah tangga, sementara program rehabilitasi mangrove baru mencakup 12% panjang garis pantai.
Kesimpulan dan rekomendasi yang paling tepat berdasarkan data tersebut adalah…
A. Abrasi dan menurunnya produktivitas tambak mendorong migrasi keluar, sehingga penanganannya perlu memadukan adaptasi berupa perluasan rehabilitasi mangrove dan penataan tambak dengan penyiapan permukiman serta mata pencaharian di lokasi tujuan B. Migrasi terjadi karena pertambahan jumlah penduduk, bukan karena perubahan kondisi lingkungan C. Cakupan rehabilitasi mangrove sudah memadai sehingga cukup dilanjutkan tanpa perubahan D. Solusi paling tepat adalah memindahkan seluruh penduduk pesisir ke kota besar terdekat
Soal 73
Sebuah madrasah menjalankan program madrasah bebas sampah plastik yang mencakup pemilahan sampah, penyediaan titik isi ulang air minum, bank sampah, serta kajian rutin tentang tanggung jawab manusia sebagai pemelihara bumi. Setelah satu tahun, volume sampah plastik yang dibuang ke tempat pembuangan akhir turun 62% dan hasil bank sampah digunakan membiayai kegiatan siswa.
Analisis yang paling tepat mengenai keberhasilan program tersebut adalah…
A. Keberhasilan sepenuhnya ditentukan oleh ketersediaan sarana fisik berupa tempat sampah terpilah B. Program tersebut murni kegiatan ekonomi tanpa dimensi sosial dan nilai C. Turunnya volume sampah membuktikan madrasah tidak lagi menghasilkan limbah apa pun D. Program berhasil karena memadukan tiga hal sekaligus: perubahan perilaku yang ditopang nilai, mekanisme ekonomi yang memberi manfaat nyata, dan sarana teknis pendukung
Soal 74
Perhatikan data hipotetis produksi dan harga bawang merah di tingkat petani Kabupaten Sekar berikut. Data menggantikan grafik garis ganda.
| Bulan | Mar | Apr | Mei | Jun | Jul | Ags |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Produksi (ton) | 2.400 | 3.900 | 4.600 | 3.100 | 1.800 | 1.500 |
| Harga (Rp/kg) | 18.000 | 12.500 | 10.000 | 15.500 | 24.000 | 27.000 |
Pernyataan yang paling tepat berdasarkan data tersebut adalah…
A. Produksi dan harga bergerak searah karena keduanya dipengaruhi kenaikan biaya pupuk B. Harga bergerak berlawanan arah dengan produksi; saat panen raya pada Mei pasokan melimpah dan harga jatuh, sedangkan pada Agustus pasokan menipis dan harga melonjak C. Harga tertinggi terjadi pada bulan dengan produksi tertinggi D. Kenaikan harga pada Juli–Agustus menguntungkan seluruh petani secara merata
Soal 75
Kelompok tani sebuah desa mengelola hutan adat dengan aturan tebang terbatas dan kewajiban menanam kembali. Sejak dua tahun terakhir mereka menjual madu hutan dan kopi melalui lokapasar sambil mencantumkan asal-usul produk serta aturan adat yang mereka jalankan. Data hipotetis menunjukkan harga jual di tingkat petani naik 55%, jumlah pembeli dari luar provinsi naik empat kali lipat, dan luas hutan adat yang dijaga bertambah 12%.
Kesimpulan yang paling tepat berdasarkan uraian tersebut adalah…
A. Digitalisasi selalu meningkatkan pendapatan petani berapa pun kondisi produk yang dijual B. Peningkatan pendapatan terjadi karena aturan adat dilonggarkan sehingga produksi bertambah C. Digitalisasi memangkas rantai pemasaran dan memberi nilai tambah pada praktik konservasi, sehingga insentif ekonomi justru memperkuat kelestarian hutan adat D. Bertambahnya luas hutan adat terjadi secara kebetulan dan tidak berkaitan dengan aktivitas ekonomi kelompok tani
Kunci Jawaban 75 Soal OMI IPS MTs 2026
| No. | Jawaban | No. | Jawaban | No. | Jawaban |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | B | 26 | C | 51 | B |
| 2 | C | 27 | A | 52 | D |
| 3 | B | 28 | D | 53 | A |
| 4 | D | 29 | C | 54 | B |
| 5 | D | 30 | B | 55 | C |
| 6 | A | 31 | A | 56 | D |
| 7 | C | 32 | D | 57 | A |
| 8 | A | 33 | C | 58 | C |
| 9 | B | 34 | B | 59 | B |
| 10 | C | 35 | A | 60 | D |
| 11 | D | 36 | D | 61 | A |
| 12 | A | 37 | B | 62 | C |
| 13 | B | 38 | C | 63 | B |
| 14 | A | 39 | A | 64 | A |
| 15 | C | 40 | D | 65 | D |
| 16 | B | 41 | C | 66 | C |
| 17 | D | 42 | A | 67 | B |
| 18 | C | 43 | B | 68 | A |
| 19 | A | 44 | D | 69 | D |
| 20 | D | 45 | A | 70 | B |
| 21 | B | 46 | C | 71 | C |
| 22 | C | 47 | D | 72 | A |
| 23 | A | 48 | B | 73 | D |
| 24 | D | 49 | A | 74 | B |
| 25 | B | 50 | C | 75 | C |
Sebaran kunci: A sebanyak 19 soal, B 19 soal, C 19 soal, dan D 18 soal.
Pembahasan Soal Nomor 1–25
Pembahasan Nomor 1
Jawaban: B
Letak astronomis ditentukan oleh garis lintang dan bujur. Rentang 6° LU–11° LS menempatkan hampir seluruh wilayah Indonesia di sekitar khatulistiwa sehingga beriklim tropis dengan penyinaran matahari relatif merata dan suhu rata-rata tinggi sepanjang tahun. Opsi A keliru karena pembagian tiga daerah waktu ditentukan garis bujur, bukan lintang. Opsi C merupakan konsekuensi letak geologis, sedangkan opsi D konsekuensi letak geografis.
Pembahasan Nomor 2
Jawaban: C
Biaya peluang adalah nilai alternatif terbaik yang dikorbankan ketika seseorang membuat pilihan. Rani memilih buku dan mengorbankan kuota internet, sehingga kuota internet itulah biaya peluangnya. Uang Rp50.000 merupakan biaya yang benar-benar dikeluarkan (biaya eksplisit), bukan biaya peluang. Buku adalah pilihan yang diambil, bukan yang dikorbankan.
Pembahasan Nomor 3
Jawaban: B
Pelabuhan adalah simpul pertemuan pedagang dari berbagai bangsa. Intensitas kontak inilah yang membuka jalan bagi pertukaran gagasan dan keyakinan, sehingga komunitas muslim terbentuk lebih dahulu di pesisir sebelum menyebar ke pedalaman. Opsi A dan D memuat klaim historis yang tidak akurat, sementara opsi C keliru karena kesuburan tanah justru lebih menonjol di wilayah pedalaman.
Pembahasan Nomor 4
Jawaban: D
Proses asosiatif mengarah pada persatuan dan kerja sama; gotong royong memperbaiki jembatan termasuk di dalamnya. Proses disosiatif mengarah pada perenggangan hubungan; persaingan memperebutkan lokasi lapak masuk kategori ini. Karena itu peristiwa 1 asosiatif dan peristiwa 2 disosiatif. Perlu dicatat, persaingan tidak selalu berujung konflik, tetapi tetap digolongkan disosiatif karena melibatkan perebutan objek yang terbatas.
Pembahasan Nomor 5
Jawaban: D
Diketahui: jarak pada peta 8 cm; skala 1 : 250.000.
Perhitungan: jarak sebenarnya = 8 × 250.000 = 2.000.000 cm. Konversi: 2.000.000 cm = 20.000 m = 20 km.
Jawaban: 20 km. Opsi A muncul jika konversi cm ke km salah dua tingkat, opsi B jika skala dibagi, dan opsi C jika konversi hanya dilakukan sampai meter.
Pembahasan Nomor 6
Jawaban: A
Dalam kegiatan ekonomi, pemerintah berperan sebagai pengatur, penyedia barang publik, sekaligus pendorong kegiatan produksi. Membangun jalan adalah penyediaan infrastruktur publik, sedangkan bantuan pupuk adalah dukungan bagi produksi. Opsi B, C, dan D melebih-lebihkan peran pemerintah menjadi konsumen tunggal, distributor tunggal, atau pemilik seluruh faktor produksi, yang tidak sesuai dengan ilustrasi.
Pembahasan Nomor 7
Jawaban: C
Fungsi utama lembaga pendidikan adalah mentransmisikan pengetahuan, keterampilan, dan nilai, sekaligus menyiapkan peserta didik menjalankan perannya di masyarakat. Ilustrasi menggabungkan pembelajaran, pembinaan akhlak, dan ekstrakurikuler yang seluruhnya mengarah ke sana. Opsi B keliru karena lembaga pendidikan melengkapi, bukan menggantikan, fungsi keluarga. Opsi D bertentangan dengan kenyataan bahwa pendidikan justru membuka mobilitas sosial.
Pembahasan Nomor 8
Jawaban: A
Ketika manusia mampu menghasilkan makanan sendiri, kebutuhan berpindah-pindah mengikuti sumber makanan berkurang. Akibatnya manusia mulai menetap, membentuk perkampungan, dan mengembangkan organisasi sosial yang lebih kompleks. Opsi B dan D keliru karena alat batu dan berburu tetap digunakan sebagai pelengkap. Opsi C keliru karena pengenalan tulisan menandai berakhirnya masa praaksara, jauh setelah masa bercocok tanam dimulai.
Pembahasan Nomor 9
Jawaban: B
Interaksi antarruang membutuhkan tiga kondisi: saling melengkapi, kesempatan antara, dan kemudahan pemindahan. Ilustrasi menunjukkan dua wilayah dengan surplus dan defisit yang berkebalikan — desa surplus sayur tetapi defisit pupuk, kota sebaliknya. Inilah wujud saling melengkapi. Kesempatan antara akan muncul jika ada wilayah ketiga yang lebih dekat, dan kemudahan pemindahan berkaitan dengan sarana transportasi, yang tidak dibahas dalam stimulus.
Pembahasan Nomor 10
Jawaban: C
Tabel memperlihatkan hubungan berbanding terbalik: saat harga naik dari Rp20.000 ke Rp50.000, jumlah yang diminta turun dari 120 kg menjadi 50 kg. Inilah hukum permintaan, yang selalu disertai asumsi ceteris paribus. Opsi A membalik arah hubungan, opsi B menyangkal adanya hubungan, dan opsi D membahas penawaran yang datanya tidak tersedia dalam tabel.
Pembahasan Nomor 11
Jawaban: D
Perpindahan status terjadi antara generasi ayah dan generasi anak, sehingga bersifat antargenerasi. Arahnya naik karena posisi guru memerlukan kualifikasi pendidikan tinggi dan umumnya menempati lapisan sosial yang lebih tinggi daripada buruh pabrik. Opsi C keliru karena intragenerasi menuntut perubahan status terjadi dalam kehidupan satu orang yang sama.
Pembahasan Nomor 12
Jawaban: A
Diketahui: jumlah penduduk 640.000 jiwa; luas wilayah 1.600 km².
Perhitungan: kepadatan aritmatik = 640.000 ÷ 1.600 = 400 jiwa/km².
Jawaban: 400 jiwa/km². Opsi B muncul jika pembagian dibalik lalu disalahtafsirkan, sedangkan opsi C dan D berasal dari kesalahan penempatan angka nol.
Pembahasan Nomor 13
Jawaban: B
Inti monopoli adalah penguasaan sepihak atas pembelian dan penetapan harga. Petani kehilangan kebebasan memilih pembeli sehingga posisi tawarnya lenyap dan harga yang diterima ditekan. Opsi A justru kebalikan dari akibat monopoli. Opsi C dan D bertentangan dengan tujuan VOC yang menutup perdagangan bebas dan tidak mendorong industri pengolahan lokal.
Pembahasan Nomor 14
Jawaban: A
Manfaat paling langsung dari lokapasar dan pembayaran digital adalah perluasan jangkauan pasar melampaui batas geografis tempat usaha berada. Opsi B keliru karena harga bahan baku ditentukan pasar pemasok, bukan saluran penjualan. Opsi C keliru karena mutu produk bergantung pada proses produksi. Opsi D justru berkebalikan: platform digital umumnya memperbesar persaingan.
Pembahasan Nomor 15
Jawaban: C
Subak bukan semata jaringan saluran air, melainkan lembaga sosial yang mengatur giliran, sanksi, dan kegiatan bersama berbasis nilai budaya setempat. Dimensi teknis dan dimensi sosial-budayanya menyatu. Opsi A dan B menyalahi kenyataan bahwa Subak dikelola komunitas petani secara mandiri dengan teknologi sederhana. Opsi D keliru karena Subak berkaitan dengan sawah beririgasi, bukan perkebunan kopi.
Pembahasan Nomor 16
Jawaban: B
Posisi Indonesia di pertemuan tiga lempeng dan dua jalur pegunungan muda menjadikannya wilayah dengan aktivitas seismik dan vulkanik tinggi. Konsekuensi praktisnya bagi perencanaan pembangunan adalah pengaturan tata ruang dan standar konstruksi tahan gempa. Opsi A dan C mengaitkan letak geologis dengan konsekuensi letak astronomis, sedangkan opsi D mencampurkannya dengan letak geografis.
Pembahasan Nomor 17
Jawaban: D
Perhitungan: beras naik dari 12.000 ke 14.400 (+20%), telur dari 26.000 ke 31.200 (+20%), minyak goreng dari 15.000 ke 18.000 (+20%). Kenaikan pendapatan = (3.300.000 − 3.000.000) ÷ 3.000.000 = 10%.
Jawaban: karena harga kebutuhan pokok naik 20% sementara pendapatan hanya naik 10%, jumlah barang yang dapat dibeli berkurang. Daya beli riil menurun meskipun pendapatan nominalnya bertambah.
Pembahasan Nomor 18
Jawaban: C
Kemunculan organisasi modern menandai pergeseran dari perlawanan fisik yang terbatas secara kedaerahan menuju perjuangan terorganisasi yang mampu menghimpun dukungan lintas daerah. Pendidikan dan pers menjadi sarana menumbuhkan kesadaran kebangsaan. Opsi A dan B tidak berdasar. Opsi D keliru karena perlawanan fisik tetap berlangsung pada periode berikutnya.
Pembahasan Nomor 19
Jawaban: A
Integrasi sosial dalam masyarakat majemuk tumbuh melalui kontak yang berulang dan kepentingan bersama. Pasar, ronda, dan kerja bakti menciptakan saling ketergantungan sekaligus ruang perjumpaan antarwarga berbeda latar. Opsi B bertentangan dengan stimulus yang menyebut keragaman suku. Opsi C menggambarkan dominasi, bukan integrasi. Opsi D tidak didukung data dalam stimulus.
Pembahasan Nomor 20
Jawaban: D
Curah hujan tertinggi berada pada November–Maret (170–320 mm) dan terendah pada Juni–Agustus (55–80 mm). Petani tadah hujan bergantung sepenuhnya pada air hujan, sehingga padi yang membutuhkan air banyak sebaiknya ditanam saat hujan mulai meningkat, sedangkan bulan kering diisi tanaman yang lebih tahan kekeringan. Opsi A dan C menyarankan penanaman padi justru pada periode paling kering.
Pembahasan Nomor 21
Jawaban: B
Harga keseimbangan terjadi ketika jumlah yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan. Pada tabel, kesamaan itu terjadi pada harga Rp10.000 dengan jumlah 400 kg. Di bawah harga tersebut terjadi kelebihan permintaan, sedangkan di atasnya terjadi kelebihan penawaran. Opsi D keliru karena hanya mengambil angka penawaran tertinggi tanpa memeriksa kesamaannya dengan permintaan.
Pembahasan Nomor 22
Jawaban: C
Kota pelabuhan tumbuh karena fungsinya dalam jaringan perdagangan: tempat bongkar muat, penyediaan air dan perbekalan kapal, serta pertemuan pedagang dari berbagai arah. Fungsi inilah yang menarik penduduk dan modal. Opsi A keliru karena rempah utama justru berasal dari Maluku, bukan dari sekitar kota pelabuhan. Opsi B membalik arah sebab-akibat, dan opsi D bertentangan dengan fakta.
Pembahasan Nomor 23
Jawaban: A
Digitalisasi komunikasi memperluas jangkauan dan mempercepat arus informasi, tetapi mengurangi frekuensi interaksi tatap muka yang biasanya lebih kaya isyarat sosial. Analisis yang berimbang mengakui keduanya. Opsi B melebih-lebihkan hingga menyatakan interaksi hilang. Opsi C keliru karena norma tetap berlaku meski bentuknya menyesuaikan. Opsi D keliru karena perubahan ini tidak direncanakan.
Pembahasan Nomor 24
Jawaban: D
Faktor pendorong berasal dari daerah asal, sedangkan faktor penarik berasal dari daerah tujuan. Penyempitan lahan dan rendahnya upah tani adalah kondisi di desa (pendorong); peluang kerja industri dan upah lebih tinggi adalah kondisi di kota (penarik). Opsi A, B, dan C keliru karena menukar posisi kedua jenis faktor tersebut.
Pembahasan Nomor 25
Jawaban: B
Salah satu prinsip koperasi adalah pembagian sisa hasil usaha yang dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota, bukan sebanding dengan besarnya modal. Opsi A menggambarkan perseroan, opsi C mengabaikan prinsip proporsionalitas jasa anggota, dan opsi D bertentangan dengan prinsip keanggotaan koperasi yang bersifat sukarela dan terbuka.
Pembahasan Soal Nomor 26–50
Pembahasan Nomor 26
Jawaban: C
Kekalahan Jepang menciptakan kekosongan kekuasaan sebelum Sekutu tiba. Golongan muda menilai momentum itu harus dimanfaatkan agar kemerdekaan tampak sebagai hasil perjuangan bangsa sendiri, bukan hadiah dari pihak mana pun. Opsi A menyederhanakan perbedaan pandangan menjadi rebutan jabatan. Opsi B dan D tidak sesuai dengan alasan utama yang mendasari desakan golongan muda.
Pembahasan Nomor 27
Jawaban: A
Diketahui: kedua kota berada pada lintang sama (7° LS), selisih bujur = 112° − 110° = 2°.
Perhitungan: jarak ≈ 2 × 111 km = 222 km.
Jawaban: sekitar 222 km. Karena bujur Kota Q lebih besar (112° BT), posisinya berada di sebelah timur Kota P. Opsi B salah arah, opsi C melupakan selisih 2°, dan opsi D salah pada besaran maupun arah.
Pembahasan Nomor 28
Jawaban: D
Mediasi melibatkan pihak ketiga netral yang membantu proses perundingan tetapi tidak berwenang memutuskan. Ciri inilah yang tampak pada stimulus. Arbitrase melibatkan pihak ketiga yang keputusannya mengikat, ajudikasi menempuh jalur pengadilan, dan koersi menggunakan paksaan. Ketiganya tidak sesuai dengan uraian pada soal.
Pembahasan Nomor 29
Jawaban: C
Perhitungan selisih ekspor − impor: 2023 = +300; 2024 = +100; 2025 = −300; 2026 = +300 (juta USD).
Jawaban: hanya tahun 2025 yang defisit. Opsi A gugur karena ada tahun defisit, opsi B keliru karena 2024 justru surplus, dan opsi D gugur karena ekspor 2025 (4.300) lebih rendah daripada 2024 (4.500).
Pembahasan Nomor 30
Jawaban: B
Penurunan tarif antaranggota bekerja dua arah. Produsen dalam negeri memperoleh akses lebih murah ke pasar negara anggota, tetapi pada saat yang sama produk negara anggota lain juga lebih mudah masuk. Analisis yang tepat mengakui keduanya. Opsi A keliru karena kesepakatan hanya berlaku antaranggota, sedangkan opsi C dan D tidak realistis.
Pembahasan Nomor 31
Jawaban: A
Selat Malaka dan Selat Sunda merupakan pintu masuk pelayaran antara Samudra Hindia dan Laut Cina Selatan. Kerajaan yang menguasainya dapat memungut bea, mengendalikan lalu lintas kapal, dan menjadikan pelabuhannya tempat persinggahan wajib. Opsi B keliru karena kekuatan Sriwijaya bertumpu pada perdagangan maritim, sedangkan opsi C dan D bertentangan dengan kondisi geografis dan sejarahnya.
Pembahasan Nomor 32
Jawaban: D
Sasi adalah norma adat yang membatasi pemanfaatan sumber daya pada periode tertentu agar populasi sempat pulih, dan ditegakkan melalui sanksi adat. Karena itu ia berfungsi sekaligus sebagai aturan sosial dan instrumen konservasi. Opsi A keliru karena larangan bersifat sementara, opsi B keliru karena sasi bersumber dari lembaga adat, dan opsi C mengabaikan daya ikatnya terhadap perilaku warga.
Pembahasan Nomor 33
Jawaban: C
Ekonomi sirkular menutup siklus material dengan mengembalikan limbah ke dalam proses produksi sebagai bahan bernilai. Sisa kain yang tadinya dibuang kini menjadi produk baru, sehingga limbah berkurang dan pendapatan bertambah. Opsi A justru menggambarkan pola yang berkebalikan. Opsi B dan D membahas strategi lain yang tidak tergambar pada ilustrasi.
Pembahasan Nomor 34
Jawaban: B
Sawah, hutan, dan ruang terbuka hijau berkurang total 1.000 ha, sementara permukiman dan kawasan industri bertambah 1.000 ha. Permukaan yang tertutup bangunan dan perkerasan menurunkan laju infiltrasi dan meningkatkan limpasan permukaan, sehingga risiko genangan serta banjir naik. Opsi A dan D bertentangan dengan data, sedangkan opsi C tidak logis karena permukiman justru bertambah.
Pembahasan Nomor 35
Jawaban: A
Kewajiban menanam komoditas ekspor menyita tenaga dan lahan yang sebelumnya dipakai menanam pangan, sehingga beban petani bertambah dan ketersediaan pangan setempat terganggu. Keuntungan penjualan komoditas mengalir ke kas pemerintah kolonial. Opsi B, C, dan D bertentangan dengan sifat kebijakan yang memaksa dan berorientasi pada kepentingan kolonial.
Pembahasan Nomor 36
Jawaban: D
Kesenjangan digital mencakup perbedaan akses perangkat, jaringan, dan kemampuan memanfaatkannya. Perbedaan kondisi kedua madrasah memenuhi definisi tersebut dan berpotensi menghasilkan capaian belajar yang timpang. Opsi A keliru karena dampaknya justru tidak merata. Opsi B salah konsep, dan opsi C berlebihan karena lembaga pendidikan tetap berfungsi.
Pembahasan Nomor 37
Jawaban: B
Zona I paling terpapar tsunami dan gelombang tinggi karena elevasinya sangat rendah dan dekat garis pantai, sedangkan Zona III berisiko karena kemiringan curam dan dekat sumber erupsi. Kebijakan yang tepat membatasi pemanfaatan keduanya sambil memperkuat sabuk hijau dan jalur evakuasi menuju Zona II yang lebih aman. Opsi A, C, dan D justru menambah paparan risiko atau mengabaikannya.
Pembahasan Nomor 38
Jawaban: C
Perhitungan pertambahan tahunan: 2022 (+9), 2023 (+14), 2024 (+14), 2025 (+8), 2026 (+5).
Jawaban: angka adopsi terus naik, tetapi besarnya pertambahan menyusut sejak 2024. Pola ini lazim menandakan bahwa kelompok yang paling siap sudah beralih, sementara sisanya menghadapi hambatan seperti akses perangkat atau jaringan. Opsi D keliru karena 68% berarti masih ada 32% yang belum beralih.
Pembahasan Nomor 39
Jawaban: A
Perlawanan meluas ketika persoalan yang dipertaruhkan menyentuh kepentingan banyak lapisan sekaligus. Pemasangan patok yang melintasi tanah yang dihormati bersinggungan dengan kepentingan bangsawan dan ulama, sedangkan pungutan memberatkan petani. Pertemuan kepentingan inilah yang menyatukan barisan. Opsi B dan C tidak berdasar, sedangkan opsi D keliru karena organisasi modern baru muncul pada awal abad ke-20.
Pembahasan Nomor 40
Jawaban: D
Bonus demografi hanya menjadi keuntungan bila penduduk usia produktif benar-benar bekerja secara produktif. Syaratnya adalah kesiapan pendidikan, keterampilan, kesehatan, dan tersedianya lapangan kerja. Tanpa itu, kelompok usia produktif justru menjadi beban berupa pengangguran. Opsi A keliru karena menambah kelahiran memperbesar rasio ketergantungan, sedangkan opsi B dan C tidak menjawab persoalan produktivitas.
Pembahasan Nomor 41
Jawaban: C
Bandingkan tahun berpasangan: pada 2023 dan 2025 curah hujan sangat tinggi (1.980 dan 2.150 mm) dan produksi terendah (6.100 dan 5.500 ton), sedangkan pada 2022 dan 2024 curah hujan moderat dan produksi tertinggi. Curah hujan berlebih memicu busuk akar dan serangan penyakit sehingga panen turun. Pasokan yang menipis kemudian mendorong harga naik hingga Rp42.000–Rp48.000 per kg.
Pembahasan Nomor 42
Jawaban: A
Perhitungan nilai alternatif: pilihan 2 = Rp1.500.000; pilihan 3 = Rp1.200.000 + Rp900.000 = Rp2.100.000.
Jawaban: alternatif terbaik yang dikorbankan adalah pilihan 3 senilai Rp2.100.000 per bulan. Opsi B dan C hanya mengambil sebagian komponen, sedangkan opsi D menjumlahkan seluruh alternatif, padahal biaya peluang hanya menghitung satu alternatif terbaik.
Pembahasan Nomor 43
Jawaban: B
Perluasan akses pendidikan, betapapun terbatas, melahirkan kelompok terpelajar bumiputra yang mengenal gagasan organisasi modern, pers, dan kebangsaan. Merekalah yang kemudian menggerakkan organisasi pergerakan nasional. Opsi A bertentangan dengan kenyataan bahwa kebijakan tersebut tidak menghapus ketimpangan, sedangkan opsi C dan D tidak sesuai fakta sejarah.
Pembahasan Nomor 44
Jawaban: D
Program berbasis masyarakat berhasil ketika warga terlibat dalam pengelolaan dan merasakan manfaat langsung, sehingga tumbuh rasa memiliki. Desa Mekar memenuhi keduanya; Desa Rawa hanya menyediakan fasilitas tanpa peran warga. Opsi C perlu dihindari karena menyimpulkan sifat warga tanpa bukti — kesimpulan semacam ini adalah stereotip, bukan analisis. Opsi A dan B tidak didukung data.
Pembahasan Nomor 45
Jawaban: A
Industri pengolahan hasil laut berorientasi ekspor menuntut kedekatan dengan bahan baku sekaligus akses ke pelabuhan dan jalan berkapasitas besar. Titik 1 memenuhi keduanya dan tetap berjarak aman dari permukiman padat sehingga potensi gangguan bau serta limbah lebih terkendali. Titik 2 mengorbankan sawah beririgasi teknis, Titik 3 mengancam kawasan resapan, dan Titik 4 berada di tengah permukiman padat.
Pembahasan Nomor 46
Jawaban: C
Perhitungan: kenaikan upah nominal = (2.750.000 − 2.500.000) ÷ 2.500.000 = 10%. Dengan inflasi 6%, upah riil ≈ 2.750.000 ÷ 1,06 ≈ Rp2.594.000 dalam harga tahun 2025, atau naik sekitar 3,8% terhadap Rp2.500.000.
Jawaban: upah riil naik sekitar 4%. Kenaikan nominal yang melampaui inflasi berarti daya beli bertambah, meski tidak sebesar angka nominalnya.
Pembahasan Nomor 47
Jawaban: D
Kota pelabuhan hidup dari kemampuannya menerima kapal dan dari posisinya dalam jaringan perdagangan. Ketika alur mendangkal dan jalur pelayaran bergeser, dua penopang itu runtuh bersamaan sehingga peran kota merosot. Opsi A mereduksi persoalan menjadi kekuatan militer semata. Opsi B keliru secara konsep, dan opsi C mengabaikan peran jaringan perdagangan.
Pembahasan Nomor 48
Jawaban: B
Prasangka antarkelompok berkurang ketika anggota kelompok berbeda berinteraksi dalam kedudukan setara dan mengejar tujuan bersama. Kelompok belajar campuran dan pentas budaya yang digarap bersama menciptakan kondisi tersebut, sedangkan aturan antiperundungan melindungi prosesnya. Opsi A keliru karena keragaman tidak perlu dihapus, opsi C justru memperkuat sekat, dan opsi D melepaskan tanggung jawab lembaga.
Pembahasan Nomor 49
Jawaban: A
Perhitungan penduduk perkotaan: 1996 = 28% × 6,0 = 1,68 juta; 2026 = 58% × 9,3 = 5,39 juta, atau naik sekitar 3,2 kali. Penduduk perdesaan: 4,32 → 4,54 → 4,37 → 3,91 juta.
Jawaban: penduduk perkotaan naik lebih dari tiga kali lipat, sedangkan penduduk perdesaan sempat naik pada 2006 sebelum kemudian menurun. Opsi B keliru karena mengabaikan kenaikan pada 2006.
Pembahasan Nomor 50
Jawaban: C
Perhitungan pendapatan: plastik 240 × 3.000 = Rp720.000; kertas 180 × 2.000 = Rp360.000; logam 40 × 7.500 = Rp300.000. Total = Rp1.380.000.
Perhitungan surplus: Rp1.380.000 − Rp450.000 = Rp930.000.
Jawaban: Rp930.000 per bulan. Opsi A hanya menghitung pendapatan kotor, sedangkan opsi D menjumlahkan biaya alih-alih menguranginya.
Pembahasan Soal Nomor 51–75
Pembahasan Nomor 51
Jawaban: B
Sumber primer adalah kesaksian yang dihasilkan pada masa peristiwa berlangsung. Catatan harian pedagang 1640-an dan laporan pungutan pelabuhan 1655 keduanya sezaman dengan abad ke-17 yang dikaji. Prasasti abad ke-9 memang sumber primer, tetapi untuk periode dan wilayah yang berbeda sehingga tidak relevan. Artikel 1980 adalah sumber sekunder yang ditulis jauh setelah peristiwa.
Pembahasan Nomor 52
Jawaban: D
Mekanisasi menaikkan efisiensi sekaligus mengurangi kebutuhan tenaga kerja manual. Dampaknya berlapis: produktivitas naik, tetapi sebagian pekerja tergeser dan memerlukan keterampilan baru untuk berpindah sektor. Analisis yang lengkap menyebut keduanya. Opsi A dan C menyangkal dampak yang jelas terlihat pada stimulus, sedangkan opsi B keliru karena perubahan berlangsung cepat dan menuntut penyesuaian.
Pembahasan Nomor 53
Jawaban: A
Risiko banjir merupakan gabungan bahaya, kerentanan, dan keterpaparan. Muara Jaya unggul secara negatif pada seluruh indikator: paling dekat sungai (90 m), elevasi terendah (5 m dpl), vegetasi paling tipis (9%), dan penduduk terpapar terbanyak (6.200 jiwa). Opsi B keliru karena jumlah penduduk lebih sedikit justru menurunkan keterpaparan, dan opsi D keliru karena lereng curam berkaitan dengan longsor, bukan genangan.
Pembahasan Nomor 54
Jawaban: B
Perhitungan: penerimaan bersih valas per kontainer = USD 4.000 − USD 1.200 = USD 2.800. Pada Januari: 2.800 × 15.500 = Rp43.400.000. Pada Juni: 2.800 × 16.200 = Rp45.360.000. Selisih = Rp1.960.000.
Jawaban: penerimaan bersih bertambah sekitar Rp1,96 juta per kontainer. Opsi D keliru karena hanya menghitung sisi impor (1.200 × 700) tanpa memperhitungkan penerimaan ekspor yang jauh lebih besar.
Pembahasan Nomor 55
Jawaban: C
Ikrar 1928 menempatkan identitas kebangsaan di atas identitas kedaerahan dan menjadikan bahasa persatuan sebagai perekat lintas kelompok. Inilah pergeseran mendasar dalam cara pemuda memandang dirinya. Opsi A keliru karena organisasi kedaerahan tidak serta-merta bubar. Opsi B keliru karena penetapan bahasa negara terjadi melalui konstitusi tahun 1945, dan opsi D tidak sesuai fakta.
Pembahasan Nomor 56
Jawaban: D
Selisih harga antarwilayah sebagian besar bersumber dari biaya dan ketidakpastian distribusi. Rute yang tetap dan terjadwal menurunkan biaya angkut per unit serta risiko kekosongan pasokan, sehingga selisih harga menyempit dari 2,4 kali menjadi 1,5 kali. Opsi A berlebihan karena selisih hanya menyusut, opsi B mengabaikan peran biaya angkut, dan opsi C keliru karena semen di Pelabuhan D tidak diproduksi di sana.
Pembahasan Nomor 57
Jawaban: A
Pekerjaan lepas daring memperluas akses ke pasar kerja lintas wilayah dan memberi keleluasaan mengatur waktu, tetapi pendapatannya berfluktuasi dan umumnya tanpa jaminan sosial dari pemberi kerja. Analisis yang tepat mengakui kedua sisi tersebut. Opsi B keliru karena justru menuntut keterampilan spesifik, sedangkan opsi C dan D memuat klaim mutlak yang tidak dapat dibuktikan dari stimulus.
Pembahasan Nomor 58
Jawaban: C
Informasi yang belum diverifikasi dapat memicu kepanikan, dan ketika terbukti keliru, kepercayaan masyarakat terhadap peringatan resmi ikut menurun. Verifikasi ke lembaga berwenang menjaga keduanya sekaligus. Opsi A menempatkan kewaspadaan di atas kebenaran, padahal informasi palsu justru melemahkan kewaspadaan. Opsi B berlebihan, dan opsi D memindahkan persoalan menjadi konflik antarpribadi.
Pembahasan Nomor 59
Jawaban: B
Rantai sebabnya berjenjang: tutupan hutan berkurang, kemampuan resapan menurun, limpasan permukaan bertambah, debit puncak sungai meningkat, banjir di hilir lebih sering, dan kerugian ekonomi membesar. Opsi A membalik urutan sebab-akibat. Opsi C keliru karena hulu dan hilir berada dalam satu daerah aliran sungai yang secara ekologis menyatu, terlepas dari batas administratif. Opsi D mengalihkan penyebab tanpa dukungan data.
Pembahasan Nomor 60
Jawaban: D
Perubahan struktur ekonomi tidak cukup dengan mengalihkan kepemilikan atau memberi fasilitas. Pengusaha nasional yang baru tumbuh menghadapi keterbatasan modal, pengalaman mengelola usaha berskala besar, dan akses ke jaringan distribusi yang telah lama dikuasai pelaku lama. Opsi A dan B bertentangan dengan kenyataan, sedangkan opsi C tidak pernah terjadi.
Pembahasan Nomor 61
Jawaban: A
Kesejahteraan ditentukan bukan hanya oleh pendapatan, melainkan juga oleh akses terhadap pendidikan, kesehatan, air bersih, dan transportasi. Dengan pendapatan sama, Keluarga I menanggung biaya dan hambatan yang jauh lebih besar untuk memperoleh layanan dasar. Inilah dasar konsep kemiskinan multidimensi. Opsi B menyimpulkan sifat pribadi tanpa bukti dan termasuk penalaran yang harus dihindari. Opsi C mengabaikan seluruh data akses.
Pembahasan Nomor 62
Jawaban: C
Perhitungan cadangan akhir tahun: 2023 = 2,0 + 31,5 − 30,8 = 2,7; 2024 = 2,7 + 30,2 − 31,0 = 1,9; 2025 = 1,9 + 29,4 − 31,3 = 0,0; 2026 = 0,0 + 31,8 − 31,6 = 0,2 juta ton.
Jawaban: cadangan terkuras habis pada akhir 2025 akibat defisit produksi dua tahun berturut-turut. Surplus 2026 hanya 0,2 juta ton sehingga cadangan tetap sangat tipis dan ketahanan pangan rentan terhadap gangguan panen berikutnya.
Pembahasan Nomor 63
Jawaban: B
Bantuan konsumtif menutup kebutuhan sesaat, sedangkan bantuan berupa modal usaha yang disertai pendampingan membangun kemampuan menghasilkan pendapatan sendiri. Data menunjukkan 18 dari 25 penerima tidak lagi bergantung pada bantuan, yang menandakan dampak berkelanjutan. Opsi A mengabaikan hasil tersebut, opsi C berlebihan, dan opsi D keliru karena pendampingan terbukti menjadi faktor penentu, bukan semata besarnya dana.
Pembahasan Nomor 64
Jawaban: A
Kota pelabuhan dan jalur sungai adalah simpul mobilitas: orang, barang, dan gagasan bertemu di sana. Kepadatan interaksi memudahkan penyebaran ajaran, sementara aktivitas ekonomi di sekitarnya menopang pembiayaan lembaga pendidikan. Opsi B keliru karena kesuburan bukan ciri utama kawasan pesisir. Opsi C tidak berdasar, dan opsi D bertentangan dengan kenyataan bahwa pelabuhan justru padat penduduk.
Pembahasan Nomor 65
Jawaban: D
Pembangunan berkelanjutan menuntut keseimbangan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan. Data menunjukkan manfaat ekonomi nyata tetapi disertai tekanan lingkungan berupa sampah dan penurunan debit mata air. Kebijakan yang tepat mengendalikan tekanan itu tanpa mematikan manfaatnya: pembatasan daya dukung, kewajiban pengelolaan sampah, dan pembiayaan konservasi. Opsi A dan B masing-masing mengorbankan satu sisi, sedangkan opsi C memindahkan manfaat keluar desa.
Pembahasan Nomor 66
Jawaban: C
Bacalah tabel sebagai rantai: kepemilikan dokumen lahan rendah (hanya 53% petani yang berdokumen di Ladang Jaya) menghambat pendaftaran kartu tani (41%), yang menekan penyaluran pupuk (46% kuota), sehingga kenaikan produktivitas hanya 0,2 ton/ha dibanding 0,9 ton/ha di Sumber Tani. Opsi A gugur karena di Sumber Tani subsidi jelas berdampak. Opsi B tidak didukung data, dan opsi D menyimpulkan sikap petani tanpa bukti.
Pembahasan Nomor 67
Jawaban: B
Tiga indikator bergerak sekaligus: pertumbuhan naik (4,8% → 5,9%), kemiskinan turun (11,4% → 9,9%), tetapi rasio gini juga naik (0,362 → 0,391). Artinya pertumbuhan menurunkan kemiskinan absolut, tetapi tambahan pendapatan lebih banyak dinikmati kelompok atas sehingga jaraknya melebar. Opsi A dan D bertentangan dengan data, sedangkan opsi C membalik arah pergerakan rasio gini.
Pembahasan Nomor 68
Jawaban: A
Terapkan syarat teknis sebagai penyaring lebih dahulu. Kedalaman minimal 10 m menggugurkan Pulau P (9 m), Pulau R (6 m), dan Pulau S (5 m). Daya minimal 10 MW juga menggugurkan Pulau R (4 MW) dan Pulau S (9 MW). Hanya Pulau Q lolos seluruh syarat, dan kebetulan jarak rata-ratanya pun paling pendek (120 km) sehingga biaya distribusi paling rendah. Luas 35 ha masih di atas syarat minimal 25 ha.
Pembahasan Nomor 69
Jawaban: D
Jaringan transportasi kolonial dibangun mengikuti kepentingan ekspor, bukan kebutuhan penduduk. Pola tersebut membentuk struktur ruang yang bertahan lama karena investasi infrastruktur berumur panjang dan cenderung menarik investasi lanjutan ke wilayah yang sudah terhubung. Opsi A bertentangan dengan tujuan kebijakan kolonial. Opsi B menyederhanakan sebab menjadi faktor alam, dan opsi C mengabaikan keterkaitan historisnya.
Pembahasan Nomor 70
Jawaban: B
Konflik muncul karena aturan lama kehilangan daya ikat setelah teknologi mengubah kemampuan warga mengambil air. Solusi sosiologis yang tepat bukan menghapus teknologi, melainkan memulihkan aturan bersama dan memperkuatnya dengan kelembagaan formal serta pengawasan agar kembali dipatuhi. Opsi A justru mengalihkan air kepada yang paling mampu membeli. Opsi C melarang tanpa alternatif, dan opsi D membiarkan konflik meluas.
Pembahasan Nomor 71
Jawaban: C
Perhitungan: pendapatan = 600 × Rp8.000 = Rp4.800.000. Biaya variabel = 600 × (Rp2.900 + Rp600) = 600 × Rp3.500 = Rp2.100.000. Total biaya = Rp2.100.000 + Rp720.000 = Rp2.820.000. Laba bersih = Rp4.800.000 − Rp2.820.000 = Rp1.980.000.
Biaya peluang: alternatif terbaik yang dikorbankan adalah pekerjaan paruh waktu senilai Rp1.200.000 per bulan. Karena laba usaha melampaui biaya peluangnya, keputusan menjalankan usaha secara ekonomi menguntungkan.
Pembahasan Nomor 72
Jawaban: A
Data menunjukkan rantai lengkap: abrasi mengurangi lahan produktif, pendapatan menurun, lalu rumah tangga berpindah — naik hampir delapan kali lipat. Karena cakupan rehabilitasi mangrove baru 12%, penanganan perlu memadukan adaptasi di daerah asal dengan penyiapan permukiman dan mata pencaharian di daerah tujuan. Opsi B mengabaikan data lingkungan, opsi C keliru karena cakupan masih sangat kecil, dan opsi D memindahkan masalah ke kota besar.
Pembahasan Nomor 73
Jawaban: D
Keberhasilan program lingkungan berbasis sekolah jarang bertumpu pada satu faktor. Di sini ada tiga yang saling menopang: kajian nilai yang membentuk motivasi, bank sampah yang memberi insentif ekonomi nyata, dan sarana pemilahan serta isi ulang yang membuat perilaku baru mudah dijalankan. Opsi A mereduksi ke sarana, opsi B mengabaikan dimensi nilai, dan opsi C menarik kesimpulan berlebihan dari penurunan 62%.
Pembahasan Nomor 74
Jawaban: B
Perhatikan arah kedua deret. Produksi memuncak pada Mei (4.600 ton) dan harga justru terendah (Rp10.000/kg); produksi terendah pada Agustus (1.500 ton) dengan harga tertinggi (Rp27.000/kg). Pola berlawanan ini khas komoditas hortikultura yang panennya musiman dan sulit disimpan lama. Opsi C bertentangan langsung dengan data, sedangkan opsi D keliru karena petani yang panennya sudah habis pada Mei tidak menikmati harga tinggi di Agustus.
Pembahasan Nomor 75
Jawaban: C
Penjualan langsung melalui lokapasar memangkas rantai perantara sehingga bagian harga yang diterima petani naik 55%. Ketika asal-usul produk dan aturan adat dijadikan nilai jual, konsumen bersedia membayar lebih untuk produk yang dihasilkan secara lestari. Insentif ekonomi itu memperkuat alasan menjaga hutan, tercermin dari bertambahnya luas hutan adat 12%. Opsi B bertentangan dengan data, dan opsi D menyangkal kaitan yang justru ditunjukkan angka-angka tersebut.
Evaluasi Hasil Latihan
Hitung jumlah jawaban benar dari 75 soal, lalu cocokkan dengan kategori berikut.
| Jumlah benar | Kategori | Tindak lanjut yang disarankan |
|---|---|---|
| 66–75 | Penguasaan sangat kuat | Perbanyak soal tipe challenge dan latihan pilihan ganda kompleks |
| 56–65 | Penguasaan kuat | Fokus pada soal berbasis tabel, grafik, dan perhitungan agar lebih cepat dan teliti |
| 41–55 | Perlu penguatan beberapa materi | Petakan bidang mana yang paling banyak salah, ulangi konsep dasarnya, baru berlatih lagi |
| 26–40 | Perlu latihan lebih intensif | Kerjakan ulang nomor 1–40 sambil membaca pembahasannya satu per satu |
| ≤25 | Fokus kembali pada konsep dasar | Pelajari ulang materi geografi, ekonomi, sejarah, dan sosiologi jenjang MTs sebelum berlatih soal olimpiade |
Kategori tersebut hanya evaluasi latihan dan bukan standar kelulusan OMI 2026. Penilaian resmi pada OMI dilakukan secara terpusat oleh Komite OMI Nasional dengan ketentuan yang ditetapkan panitia.
Saran waktu pengerjaan
Durasi resmi pengerjaan tes OMI per cabang tidak disebutkan dalam informasi juknis yang dapat diverifikasi publik, sehingga artikel ini tidak mencantumkan angka apa pun sebagai durasi resmi. Untuk simulasi mandiri, siswa dapat menentukan sendiri batas waktu sesuai tingkat kesiapan — misalnya mengerjakan 25 soal per sesi dan mencatat waktu yang dibutuhkan, lalu berusaha memperpendeknya pada sesi berikutnya. Ini saran latihan, bukan durasi resmi OMI.
Cara memakai paket soal ini
- Kerjakan nomor 1–40 lebih dahulu tanpa melihat kunci, catat waktunya.
- Periksa jawaban, lalu baca pembahasan untuk semua nomor — termasuk yang sudah benar, karena sebagian jawaban benar bisa saja hasil menebak.
- Buat daftar nomor yang salah beserta bidangnya (geografi, ekonomi, sejarah, sosiologi).
- Pelajari ulang konsep pada bidang yang paling banyak salah.
- Kerjakan nomor 41–75 sebagai simulasi penuh setelah jeda minimal satu hari.
- Ulangi paket ini sepekan kemudian dan bandingkan hasilnya.
Download 75 Soal OMI IPS MTs 2026 dan Kunci Jawaban PDF
Versi PDF dari paket latihan ini disediakan sebagai berkas terpisah dengan susunan berikut.
| Bagian | Isi |
|---|---|
| Halaman 1 | Sampul: judul, subjudul, dan keterangan status soal latihan |
| Halaman 2 | Petunjuk penggunaan paket latihan |
| Halaman 3 dan seterusnya | 75 soal latihan tanpa kunci |
| Setelah soal | Lembar jawaban peserta nomor 1–75 |
| Bagian berikutnya | Kunci jawaban 1–75 |
| Bagian terakhir | Pembahasan seluruh nomor |
Kunci jawaban sengaja tidak diletakkan tepat di bawah soal pada versi latihan agar simulasi mandiri tetap bermakna.
Bagi pembaca yang membuka artikel ini melalui peramban, seluruh materi juga dapat dicetak atau disimpan sendiri melalui fitur Print / Save as PDF pada peramban. Redaksi tidak menyediakan tautan unduhan dari kanal pemerintah, karena naskah soal resmi OMI tidak dipublikasikan untuk umum.
Lembar jawaban peserta
Lembar jawaban lengkap nomor 1–75 tersedia pada versi PDF. Berikut contoh formatnya.
| No. | A | B | C | D |
|---|---|---|---|---|
| 1 | ○ | ○ | ○ | ○ |
| 2 | ○ | ○ | ○ | ○ |
| 3 | ○ | ○ | ○ | ○ |
| … | … | … | … | … |
| 75 | ○ | ○ | ○ | ○ |
Sumber dan Referensi
| Sumber | Dokumen/Halaman | Tanggal | Informasi yang Digunakan |
|---|---|---|---|
| Kementerian Agama RI — Ditjen Pendidikan Islam | Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 6843 Tahun 2026 tentang Juknis Pelaksanaan OMI Tahun 2026 (ditetapkan 18 Agustus 2026) | Agustus 2026 | Dasar hukum pelaksanaan, cabang kompetisi per jenjang, ketentuan peserta, tahapan seleksi, bentuk tes, karakteristik soal |
| Kementerian Agama RI | Portal resmi OMI, omi.kemenag.go.id | Agustus 2026 | Kanal pendaftaran dan pengumuman resmi; jumlah cabang Bidang Sains |
| ANTARA / Kemenag (Direktorat KSKK Madrasah) | Rilis “Kemenag siap gelar OMI 2026” | Agustus 2026 | Tema OMI 2026, dua bidang kompetisi, jadwal bidang sains dan riset, ruang lingkup riset |
| Kanwil/Kankemenag daerah | Publikasi sosialisasi dan pelaksanaan seleksi tingkat satuan pendidikan | Agustus 2026 | Konfirmasi pelaksanaan seleksi cabang IPS Terintegrasi jenjang MTs di tingkat madrasah |
| Media nasional (Antara, Liputan6, Detik, Kompas TV, Tirto, Sindonews) | Pemberitaan pendaftaran, bidang lomba, dan jadwal OMI 2026 | Agustus 2026 | Verifikasi silang atas bidang lomba MTs, jadwal, dan mekanisme pendaftaran |
Seluruh soal, tabel, grafik, dan angka dalam paket latihan ini disusun sendiri oleh penyusun. Data yang dipakai sebagai stimulus adalah data hipotetis yang dibuat khusus untuk keperluan soal dan telah diberi label demikian pada setiap kemunculannya. Tidak ada angka simulasi yang diatribusikan kepada BPS, Bank Indonesia, atau lembaga pemerintah mana pun.
Catatan Penyusunan Soal
Status naskah. Seluruh 75 soal ditulis orisinal sebagai bahan latihan dan prediksi berdasarkan ruang lingkup IPS Terintegrasi jenjang MTs serta informasi OMI 2026 yang tersedia. Naskah ini bukan soal resmi, bukan bocoran, dan bukan jaminan atas soal yang akan diujikan.
Sebaran bidang. Geografi 21 soal, ekonomi 18 soal, sejarah 16 soal, sosiologi 15 soal, dan integratif lintas bidang 5 soal. Selain lima soal yang murni integratif, sebagian besar soal pada tingkat menengah ke atas juga menggabungkan lebih dari satu disiplin IPS, misalnya geografi dengan ekonomi pada nomor 41 dan 59, sejarah dengan ekonomi pada nomor 22, 35, dan 69, serta sosiologi dengan ekonomi pada nomor 52 dan 57.
Sebaran tingkat kesulitan. Fundamental 15 soal (1–15), menengah 25 soal (16–40), HOTS 25 soal (41–65), dan challenge 10 soal (66–75).
Bentuk stimulus. Sebanyak 74 dari 75 soal menggunakan stimulus; hanya nomor 8 yang berupa pertanyaan langsung. Dua belas soal berbasis tabel data (10, 17, 21, 29, 34, 41, 50, 53, 62, 66, 68, 71), lima soal menggunakan data deret yang menggantikan grafik (20, 38, 49, 67, 74), enam soal berbasis peta atau penalaran spasial (5, 27, 37, 45, 56, 68), dan delapan soal secara khusus menguji hubungan sebab-akibat (16, 22, 24, 34, 41, 59, 69, 72). Semua stimulus yang menyebut peta atau grafik ditulis sehingga tetap dapat dikerjakan tanpa gambar.
Kearifan lokal dan konteks Indonesia. Subak (nomor 15), sasi (32), pengelolaan sampah berbasis warga (44), desa wisata (65), pembagian air adat (70), dan hutan adat (75) dipakai sebagai konteks nyata tanpa membuat klaim budaya yang melampaui yang diketahui umum.
Integrasi nilai keislaman dan ekoteologi. Nilai keislaman dimasukkan melalui konteks penerapan — pengelolaan zakat produktif (63), tanggung jawab menjaga lingkungan (73), keadilan dan kejujuran dalam perdagangan pada beberapa stimulus ekonomi — bukan melalui hafalan teks. Tidak ada kutipan ayat maupun hadis yang dicantumkan, agar tidak ada risiko kekeliruan penukilan, dan agar fokus tetap pada kemampuan bernalar IPS.
Kualitas kunci dan distraktor. Setiap nomor dirancang memiliki satu jawaban terbaik yang dapat diuji langsung ke stimulus. Sebaran kunci: A 19, B 19, C 19, D 18. Distraktor dibangun dari miskonsepsi yang lazim, misalnya menukar konsekuensi letak astronomis dengan letak geologis (nomor 1 dan 16), menukar faktor pendorong dengan faktor penarik (24), menghitung biaya peluang dari seluruh alternatif alih-alih satu alternatif terbaik (42), atau membaca satu sisi transaksi valas saja (54).
Catatan anti-bias. Beberapa nomor sengaja menyertakan opsi yang menyimpulkan sifat atau moral suatu kelompok — misalnya “warga kurang peduli” (44), “kurang bekerja keras” (61), dan “kurang berminat meningkatkan hasil panen” (66). Opsi-opsi tersebut selalu salah, dan pembahasannya menjelaskan mengapa kesimpulan semacam itu merupakan stereotip, bukan analisis berbasis data. Tidak ada soal yang menggeneralisasi suku, agama, daerah, atau jenis pekerjaan.
Batas informasi. Artikel ini tidak mengarang kisi-kisi resmi, proporsi soal resmi per bidang, durasi ujian, ambang kelulusan, bobot nilai, maupun sistem pengurangan nilai. Untuk hal-hal yang belum dipublikasikan secara resmi, artikel menyatakan keterbatasannya secara terbuka. Peserta, guru pembina, dan madrasah tetap perlu merujuk pada juknis dan pengumuman resmi Kementerian Agama melalui portal OMI sebagai acuan utama, karena ketentuan teknis dapat berubah sewaktu-waktu berdasarkan pemberitahuan panitia.