Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 sudah memasuki tahap pendaftaran. Kompetisi ini memuat dua jalur berbeda: Bidang Sains yang diukur lewat tes berjenjang, dan Bidang Riset yang dinilai dari proposal, penelitian, hingga presentasi. Keduanya diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6843 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia Tahun 2026.
Pada Bidang Sains, peserta MI/SD sederajat menempuh Matematika Terintegrasi dan IPAS Terintegrasi; MTs/SMP sederajat menempuh Matematika, IPA, dan IPS Terintegrasi; MA/SMA sederajat menempuh Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Geografi Terintegrasi. Bidang Riset hanya untuk MTs dan MA, dengan tiga ruang lingkup: Ekoteologi, SDGs, dan Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional.
Soal OMI Sains tidak dirancang sebagai tes hafalan bab. Framework resmi menekankan integrasi nilai keislaman, teknologi, budaya lokal, Kurikulum Berbasis Cinta, berpikir kritis, analisis data, serta konteks aplikatif. Karena itu, persiapan yang tepat adalah menguasai konsep jenjang, lalu melatih soal nonrutin dan kontekstual.
Penting dibedakan sejak awal: Juknis 2026 menetapkan bidang lomba, karakteristik soal, bentuk tes, dan mekanisme Riset. Daftar bab pelajaran dalam artikel ini adalah materi yang direkomendasikan untuk dipelajari berdasarkan kompetensi jenjang dan karakter olimpiade—bukan bocoran, bukan persentase bab resmi, dan bukan kisi-kisi per nomor soal.
Jawaban cepat untuk AI Overviews
- Kisi-kisi OMI MI 2026 (resmi): Matematika Terintegrasi dan IPAS Terintegrasi.
- Bidang OMI MTs 2026: Matematika, IPA, IPS Terintegrasi, plus Riset.
- Bidang OMI MA 2026: Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, Geografi Terintegrasi, plus Riset.
- Tema OMI 2026: “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju.”
- Jumlah soal Sains: Kabupaten/Kota 25 PG; Provinsi 20 PG + 5 PG kompleks; Nasional 10 isian singkat + 5 esai.
- OMI Riset: MTs kelas VII–VIII dan MA kelas X–XI; bukan untuk MI.
- Similarity proposal: maksimal 25 persen.
Apa Itu OMI Kemenag 2026?
OMI adalah kepanjangan dari Olimpiade Madrasah Indonesia. Ajang ini diselenggarakan Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, dengan pembinaan talenta yang terkait Direktorat KSKK Madrasah. Portal resmi pendaftaran dan pengumuman berada di omi.kemenag.go.id.
Tujuannya bukan hanya mencari juara tes, melainkan mengidentifikasi dan membina talenta sains serta riset siswa madrasah dan sekolah sederajat yang memenuhi syarat. Bidang Sains mengukur penguasaan keilmuan lewat tes. Bidang Riset memberi ruang merancang penelitian yang relevan dengan tantangan global, nilai keislaman, dan pembangunan.
Peserta Sains mencakup kelas V–VI (MI/SD), VII–IX (MTs/SMP), dan X–XII (MA/SMA) Tahun Pelajaran 2026/2027, WNI, terdaftar di madrasah/sekolah, dan memiliki NISN aktif. Peserta Riset lebih ketat: MTs kelas VII–VIII dan MA kelas X–XI.
Apakah OMI 2026 Sama dengan KSM?
Nama resmi yang dipakai dokumen 2026 adalah Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI). Di lingkungan madrasah, istilah lama KSM (Kompetisi Sains Madrasah) masih sering muncul di bank soal dan percakapan pembina.
Artikel ini tidak menyatakan “KSM resmi dihapus” atau “OMI hanyalah ganti nama KSM”, karena rumusan semacam itu tidak ditemukan sebagai diktum Juknis 2026 yang diperiksa. Yang perlu dipegang peserta: acuan aturan, bidang, format tes, dan Riset tahun ini adalah Juknis OMI 2026, bukan paket kisi-kisi KSM/OMI tahun lama yang diklaim masih berlaku utuh.
Soal KSM atau OMI tahun sebelumnya tetap berguna sebagai latihan kompetensi, asal tidak dianggap prediksi resmi 2026.
Kisi-Kisi OMI Kemenag 2026 Bidang Sains
| Jenjang | Cabang resmi Bidang Sains |
|---|---|
| MI/SD/sederajat | Matematika Terintegrasi; IPAS Terintegrasi |
| MTs/SMP/sederajat | Matematika Terintegrasi; IPA Terintegrasi; IPS Terintegrasi |
| MA/SMA/sederajat | Matematika Terintegrasi; Biologi Terintegrasi; Fisika Terintegrasi; Kimia Terintegrasi; Ekonomi Terintegrasi; Geografi Terintegrasi |
Kata “Terintegrasi” adalah bagian dari nama cabang, bukan hiasan. Soal diharapkan menghubungkan konsep mapel dengan nilai Islam, teknologi, budaya lokal, dan kepedulian lingkungan.
Apa Maksud Mata Pelajaran “Terintegrasi” di OMI?
Integrasi nilai keislaman
Soal dapat memakai konteks nilai Islam, fenomena alam dalam perspektif tanggung jawab sebagai khalifah, kontribusi ilmuwan Muslim, etika riset, serta kepedulian terhadap makhluk hidup dan lingkungan. Integrasi yang sehat memakai konteks yang relevan, bukan memaksakan ayat agar terdengar “islami”.
Integrasi teknologi
Konteks latihan yang masuk akal meliputi kesehatan, pertanian, energi, digitalisasi, data, dan inovasi. Ini karakter soal, bukan daftar topik yang dijamin muncul.
Integrasi budaya lokal
Soal dapat menyinggung sumber daya setempat, teknologi tradisional, konservasi, adat yang berkaitan dengan lingkungan, atau fenomena wilayah Indonesia.
Kurikulum Berbasis Cinta
Dalam framework OMI, kompetisi diarahkan menumbuhkan cinta ilmu, bumi, agama, kesehatan, sesama, dan inovasi. Secara praktis, siswa dilatih melihat sains sebagai tanggung jawab, bukan sekadar angka nilai.
Berpikir kritis, analitis, dan kontekstual
Peserta perlu membaca informasi, menafsirkan tabel/grafik, membandingkan data, menilai percobaan, menarik kesimpulan, dan memilih solusi. Contoh konteks latihan—bukan prediksi soal—antara lain iklim, energi, pangan, kesehatan, sampah, air, dan teknologi digital.
Catatan wajib sebelum daftar materi per jenjang
Juknis OMI 2026 memberi framework kompetisi dan bidang yang dilombakan. Daftar topik berikut dikembangkan sebagai ruang lingkup materi persiapan berdasarkan kompetensi jenjang dan karakter soal OMI. Ini bukan daftar soal yang dipastikan keluar, bukan bobot bab, dan bukan kisi-kisi resmi per bab.
Kisi-Kisi OMI MI/SD 2026
Peserta Sains MI/SD: kelas V atau VI. Cabang resmi hanya dua. Jangan memasukkan IPS sebagai cabang terpisah MI, dan jangan memasukkan Riset.
Materi Matematika Terintegrasi MI
Rekomendasi persiapan, bukan kisi-kisi resmi per bab.
- Bilangan: nilai tempat, operasi hitung, operasi campuran, faktor, kelipatan, FPB, KPK.
- Pecahan dan desimal: pecahan biasa/campuran, desimal, persentase, operasi pecahan.
- Rasio: perbandingan, skala, aritmetika sosial sederhana.
- Geometri: bangun datar, keliling, luas, sudut, simetri, bangun ruang, volume sesuai jenjang.
- Pengukuran: panjang, berat, waktu, konversi satuan.
- Data: tabel, diagram, interpretasi data sederhana.
- Pola dan penalaran: pola bilangan/gambar, soal cerita nonrutin.
Hindari materi MA seperti kalkulus. Latih soal cerita yang menuntut langkah, bukan hanya rumus cepat.
Materi IPAS Terintegrasi MI
Rekomendasi persiapan, bukan kisi-kisi resmi per bab.
- Makhluk hidup: ciri, tumbuhan, hewan, adaptasi, daur hidup, ekosistem, rantai makanan.
- Tubuh dan kesehatan: organ dasar, nutrisi, pola hidup sehat.
- Materi: wujud zat, perubahan wujud, sifat bahan.
- Gaya dan gerak: gaya, gesekan, gravitasi, magnet sesuai jenjang.
- Energi: panas, cahaya, bunyi, listrik, energi terbarukan secara dasar.
- Bumi dan lingkungan: cuaca, siklus air, bencana, SDA, pencemaran, konservasi.
- Antariksa dasar: bumi, matahari, bulan, tata surya sesuai jenjang.
- Konteks sosial dalam IPAS: aktivitas manusia dan alam, sumber daya masyarakat—tetap dalam payung IPAS, bukan cabang IPS terpisah.
| Bidang | Kelompok materi | Kemampuan yang dilatih | Contoh konteks latihan |
|---|---|---|---|
| Matematika | Bilangan, pecahan, geometri, data | Operasi, penalaran, pemecahan masalah | Takaran zakat fitrah, denah masjid, data sampah kelas |
| IPAS | Makhluk hidup, energi, bumi | Menjelaskan fenomena, membaca data sederhana | Hemat air wudu, tanaman obat halaman, cuaca setempat |
Kisi-Kisi OMI MTs/SMP 2026
Peserta Sains MTs/SMP: kelas VII, VIII, atau IX.
Materi Matematika Terintegrasi MTs
Rekomendasi persiapan.
- Bilangan dan keterbagian, pecahan, rasional, FPB/KPK, pola.
- Aljabar: bentuk aljabar, persamaan, pertidaksamaan, SPL, fungsi dasar.
- Geometri: sudut, segitiga, segiempat, lingkaran, kesebangunan, kekongruenan, transformasi, bangun ruang.
- Statistika: mean, median, modus, tabel, grafik.
- Peluang sederhana.
- Pengayaan olimpiade (bukan bab resmi): logika dan kombinatorika dasar.
Materi IPA Terintegrasi MTs
Rekomendasi persiapan.
- Biologi: sel, klasifikasi, ekosistem, keanekaragaman, sistem organ dasar, kesehatan, lingkungan; genetika dasar hanya jika sesuai jenjang.
- Fisika: pengukuran, gerak, gaya, usaha-energi, tekanan, getaran-gelombang-bunyi-cahaya, suhu-kalor, listrik-magnet.
- Kimia: materi, unsur-senyawa-campuran, perubahan fisika/kimia, pemisahan campuran, asam-basa dasar.
- Bumi-antariksa: atmosfer, cuaca-iklim, kebencanaan, tata surya.
- Keterampilan ilmiah: variabel, hipotesis, data, grafik, kesimpulan eksperimen.
Materi IPS Terintegrasi MTs
Rekomendasi persiapan. Jangan jadikan IPS hafalan tanggal.
- Geografi: peta, lokasi, SDA, kependudukan, interaksi ruang, lingkungan.
- Ekonomi: kebutuhan, kelangkaan, produksi-distribusi-konsumsi, pasar, harga.
- Sosiologi: interaksi, lembaga, keberagaman, perubahan sosial.
- Sejarah: ruang lingkup kurikulum MTs/SMP yang relevan untuk menafsir konteks, bukan hafalan kronologi semata.
- Analisis data sosial: tabel, grafik, peta, studi kasus.
Kisi-Kisi OMI MA/SMA 2026
Peserta Sains MA/SMA: kelas X, XI, atau XII. Pilih satu cabang.
Materi Matematika Terintegrasi MA
Aljabar dan fungsi, eksponen-logaritma, polinomial, geometri koordinat, trigonometri, kombinatorika, peluang-statistika, teori bilangan sesuai level. Kalkulus hanya jika benar-benar relevan dengan kompetensi yang sudah dipelajari; jangan memaksakan materi kuliah.
Materi Biologi Terintegrasi MA
Sel dan biomolekul, metabolisme, genetika, evolusi, keanekaragaman, anatomi-fisiologi tumbuhan dan manusia, mikroorganisme, ekologi, lingkungan, bioteknologi dasar, plus analisis eksperimen dan data biologis.
Materi Fisika Terintegrasi MA
Pengukuran-vektor, kinematika-dinamika, usaha-energi, momentum, rotasi dan gravitasi sesuai level, fluida, kalor-termodinamika, gelombang-optik, listrik-magnet-induksi, fisika modern sesuai jenjang. Tekankan pemodelan fenomena, bukan hafalan rumus lepas konteks.
Materi Kimia Terintegrasi MA
Struktur atom, periodik, ikatan, stoikiometri, larutan, asam-basa, kesetimbangan, termokimia, kinetika, redoks-elektrokimia, organik dasar, kimia lingkungan, serta analisis data percobaan.
Materi Ekonomi Terintegrasi MA
Kelangkaan dan biaya peluang, permintaan-penawaran, elastisitas, pasar, pendapatan nasional, inflasi-pengangguran, kebijakan fiskal-moneter, perdagangan, ekonomi digital. Latih baca grafik dan kasus, bukan definisi semata.
Materi Geografi Terintegrasi MA
Prinsip dan pendekatan geografi, peta, penginderaan jauh dan SIG dasar, litosfer-atmosfer-hidrosfer-biosfer, kependudukan, SDA, wilayah, mitigasi bencana, perubahan iklim, interaksi desa-kota. Tekankan analisis peta, data spasial, dan studi kasus Indonesia.
Matriks cabang Sains OMI 2026
| Jenjang | Cabang | Fokus materi persiapan | Kemampuan dominan | Integrasi yang dilatih |
|---|---|---|---|---|
| MI | Matematika | Bilangan, geometri, data | Penalaran soal cerita | Nilai, lingkungan, aktivitas sehari-hari |
| MI | IPAS | Makhluk hidup, energi, bumi | Menjelaskan fenomena | Konservasi, kesehatan, budaya lokal |
| MTs | Matematika | Aljabar, geometri, statistika | Multi-langkah | Teknologi dan data |
| MTs | IPA | Bio-fisika-kimia dasar | Eksperimen dan grafik | Energi, lingkungan, etika |
| MTs | IPS | Geo-eko-sosial | Membaca peta dan kasus | Keberagaman, SDA, masyarakat |
| MA | Mapel keilmuan | Konsep SMA mendalam | Model, data, argumentasi | Islam, teknologi, ekoteologi |
Tidak ada kolom “persentase keluar” karena Juknis yang diperiksa tidak memuat bobot bab.
Bentuk Soal OMI 2026 di Setiap Tahap
Berdasarkan ringkasan Juknis yang beredar di media yang merujuk dokumen resmi:
| Tahap | Bentuk soal | Jumlah |
|---|---|---|
| Kabupaten/Kota | Pilihan ganda | 25 |
| Provinsi | Pilihan ganda + pilihan ganda kompleks | 20 + 5 |
| Nasional | Isian singkat + esai | 10 + 5 |
Bentuk lain yang disebut dalam uraian penilaian meliputi eksplorasi dan eksperimen, terutama relevan di tingkat lebih tinggi. Durasi pengerjaan dan rumus skor benar-salah-kosong tidak dicantumkan di sini karena belum ditemukan angka resmi yang seragam pada sumber primer yang diperiksa.
Jika nilai sama, urutan tie-break yang dilaporkan meliputi: jumlah benar terbanyak, jumlah salah paling sedikit, waktu pengerjaan, lalu kinerja tahap sebelumnya.
Apa itu pilihan ganda kompleks?
Berbeda dari PG biasa yang memilih satu opsi, PG kompleks biasanya menuntut penilaian beberapa pernyataan (benar/salah atau kombinasi). Latih ketelitian membaca stem soal. Jangan mengarang aturan skor sendiri jika Juknis tidak merincinya.
Seperti apa soal esai nasional?
Esai menilai langkah, argumentasi, interpretasi data, dan penerapan konsep.
Contoh latihan, bukan soal resmi OMI 2026:
- Data curah hujan dan gagal panen desa disajikan dalam tabel. Jelaskan hubungan data, usulkan satu tindakan berbasis sains, dan kaitkan dengan tanggung jawab menjaga sumber daya.
- Grafik penggunaan listrik pesantren naik. Hitung atau tafsir perubahan, usulkan efisiensi energi, dan jelaskan risikonya.
Cara Belajar Menghadapi Soal OMI Terintegrasi
- Kuasai konsep inti mapel pilihan.
- Latih soal nonrutin, bukan hanya PR buku.
- Latih tabel, grafik, diagram, peta, dan laporan percobaan.
- Pahami konteks keislaman; jangan menghafal ayat tanpa relevansi.
- Hubungkan teori dengan teknologi dan isu lingkungan.
- Simulasikan format tahap: PG, PG kompleks, isian, esai.
- Evaluasi kesalahan, bukan menumpuk soal tanpa bahas.
Tidak ada strategi yang menjamin juara.
Kisi-Kisi OMI Riset 2026 MTs dan MA
“Kisi-kisi Riset” bukan daftar bab ujian. Yang dinilai adalah gagasan, metode, pelaksanaan, presentasi, dan produk penelitian. MI tidak mengikuti jalur ini.
Tiga ruang lingkup resmi
- Ekoteologi: Integrasi Keislaman dan Keilmuan — lingkungan dan agama, kepedulian bumi, kesehatan dan nilai keagamaan, inovasi sains yang beretika.
- Sustainable Development Goals (SDGs) — pendidikan dan kualitas SDM, sosial-budaya, kemiskinan, inovasi pembelajaran, kesehatan mental, isu pembangunan relevan.
- Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional — pembelajaran digital, AI yang proporsional, pertanian, kesehatan, layanan masyarakat, etika digital.
| Ruang lingkup | Fokus | Contoh masalah yang bisa diteliti (bukan tema wajib) | Jenjang |
|---|---|---|---|
| Ekoteologi | Nilai Islam + lingkungan | Pengurangan sampah wudu di madrasah; kebun toga berbasis adab menjaga bumi | MTs, MA |
| SDGs | Pembangunan berkelanjutan | Literasi gizi siswa; bank sampah kelas; ketahanan pangan pekarangan | MTs, MA |
| Transformasi digital | Teknologi tepat guna | Reminder jadwal belajar adaptif; pemantauan tanam sederhana; etika HP di kelas | MTs, MA |
Contoh ide harus realistis, etis, dapat dikerjakan siswa, dan tidak meniru judul juara lama.
Siapa yang bisa mengikuti?
WNI; MTs VII–VIII atau MA X–XI tahun ajaran 2026/2027; belum juara I OMI pada bidang dan jenjang yang sama di tahun sebelumnya; karya asli; tidak sedang/pernah dilombakan di ajang riset lain dan belum dipublikasikan. Individu atau tim maksimal 3 siswa satu madrasah; 1 proposal per peserta/tim; maksimal 5 proposal per madrasah per ruang lingkup. Pembimbing maksimal 2 orang per judul, berperan mentor, bukan penulis tersembunyi.
Penilaian proposal
Enam aspek yang disebut berulang pada uraian Juknis: orisinalitas gagasan; kreativitas dan kekinian; relevansi teori dan kajian pustaka; metode riset; kebermanfaatan; koherensi dan teknik penulisan. Bobot persentase per aspek tidak ditemukan pada sumber yang diperiksa—jangan memakai skor karangan blog. Semifinalis yang disebut: 30 proposal terbaik per ruang lingkup per jenjang (MTs dan MA).
| Aspek | Apa yang dinilai | Kesalahan yang dihindari |
|---|---|---|
| Orisinalitas | Gagasan tidak meniru mentah | Copy judul/metode penelitian orang |
| Kreativitas dan kekinian | Pendekatan segar, relevan zaman | Topik basabasi tanpa data lokal |
| Teori dan pustaka | Sumber layak dan terkait | Daftar pustaka tempelan |
| Metode | Sesuai rumusan masalah | Metode “keren” yang tidak bisa dijalankan siswa |
| Kebermanfaatan | Dampak nyata terbatas | Klaim menyelamatkan dunia tanpa indikator |
| Koherensi penulisan | Alur jelas, bahasa rapi | Latar belakang mengulang-ulang |
Batas similarity
Pemeriksaan kemiripan teks (sering disebut memakai aplikasi seperti Turnitin) dengan batas maksimal 25%. Similarity bukan otomatis plagiarisme, tetapi indikator yang wajib dianalisis. Jika proposal terbukti plagiat, sanksi yang dilaporkan dari Juknis: madrasah asal tidak berhak mengikuti OMI Bidang Riset selama tiga tahun berturut-turut.
Format proposal (sesuai uraian Juknis)
Judul maksimal 15 kata; ruang lingkup; identitas siswa/madrasah/pembimbing; latar belakang maksimal 450 kata; rumusan masalah dan tujuan; manfaat; kajian teori maksimal 250 kata; tinjauan pustaka/riset terdahulu maksimal 500 kata; hipotesis jika ada; metode maksimal 500 kata (jenis, pendekatan, teknik data, rencana analisis); jadwal; daftar pustaka.
Laporan hasil memiliki sistematika bab I–V dengan batas kata tersendiri, abstrak maksimal 200 kata, dan daftar pustaka minimal 15 rujukan dengan komposisi 80% artikel jurnal 10 tahun terakhir—ikuti lampiran Juknis, jangan meniru template lomba lain.
Judul, latar belakang, rumusan, metode
Judul spesifik, terukur, mencerminkan objek, tidak melebihi 15 kata.
Pola latar: masalah → data/fakta → celah → urgensi → arah riset.
Rumusan berupa pertanyaan yang bisa dijawab lewat data siswa.
Metode menyesuaikan masalah: eksperimen, survei, observasi, R&D terbatas, kualitatif, kuantitatif, atau campuran. Tidak ada metode yang “pasti bernilai lebih tinggi”.
Contoh judul buatan sendiri (bukan judul resmi):
- Pengaruh Mulsa Daun Kering terhadap Kelembapan Media Tanam Cabai di Lahan Sempit Madrasah
- Efektivitas Poster Adab Hemat Air terhadap Volume Air Bekas Wudu Siswa MTs
- Uji Sederhana Filter Arang Tempurung untuk Kekeruhan Air Kolam Sekolah
Etika dan AI
Wajib: persetujuan responden, privasi, keamanan percobaan, kejujuran data, tidak fabrikasi.
Penggunaan AI: belum ditemukan ketentuan eksplisit Juknis 2026 yang diperiksa mengenai AI generatif. Prinsip akademik umum—bukan mengatasnamakan Kemenag—karya tetap orisinal, data tidak boleh dikarang mesin, sumber diverifikasi, siswa memahami seluruh isi, pembimbing mengawasi.
Presentasi proposal
Daring, 5 menit, tanpa tanya jawab pada tahap proposal menurut uraian Juknis. Yang dinilai antara lain kualitas materi, kerangka pikir, penguasaan, dan kejelasan. Ini terpisah dari penilaian naskah proposal.
Perbedaan OMI Sains dan OMI Riset
| Aspek | OMI Sains | OMI Riset |
|---|---|---|
| Jenjang | MI, MTs, MA (+ sederajat sesuai syarat) | MTs dan MA saja |
| Bentuk | Tes berjenjang | Proposal–riset–presentasi–expo |
| Produk | Jawaban soal | Proposal, hasil, laporan/artikel, presentasi |
| Kelas tipikal | MI V–VI; MTs VII–IX; MA X–XII | MTs VII–VIII; MA X–XI |
| Final | Tes nasional | Final dan expo |
Peserta hanya satu bidang. Jangan mendaftar Sains dan Riset sekaligus.
Jadwal OMI Kemenag 2026
Jadwal dapat berubah. Cek omi.kemenag.go.id.
Bidang Sains
Sosialisasi 21 Agustus 2026 • Satuan pendidikan 22–26 Agustus • Daftar Kab/Kota 27 Agustus–2 September • Uji coba Kab/Kota 4–5 September • Pelaksanaan Kab/Kota 7–8 September • Pengumuman Kab/Kota 12 September • Uji coba Provinsi 1–2 Oktober • Pelaksanaan Provinsi 5–6 Oktober • Pengumuman Provinsi 10 Oktober • Registrasi nasional 8 November • Technical meeting 9 November • Pelaksanaan nasional 10–11 November • Pengumuman dan penutupan 12 November 2026.
Bidang Riset
Sosialisasi 21 Agustus • Unggah proposal 22 Agustus–2 September • Pengumuman proposal 7 September • Presentasi proposal 9–11 September • Bimbingan dan penelitian 12 September–20 Oktober • Presentasi hasil 21–23 Oktober • Pengumuman presentasi 27 Oktober • Pengumpulan hasil dan draf artikel 29–31 Oktober • Final dan expo 10–12 November 2026.
Strategi 7 hari dan strategi per tahap
H-7 peta materi lemah • H-6 konsep inti • H-5 data dan grafik • H-4 soal kontekstual • H-3 simulasi format tahap • H-2 bedah kesalahan • H-1 review ringan dan cek teknis akun/lokasi.
Kabupaten/Kota: kecepatan dan eliminasi opsi. Provinsi: ketelitian PG kompleks. Nasional: langkah tertulis dan esai.
Sumber belajar yang aman
- Juknis OMI 2026 dan pengumuman omi.kemenag.go.id / kemenag.go.id.
- Buku pelajaran dan capaian pembelajaran jenjang.
- Soal OMI/KSM tahun lalu sebagai latihan, bukan kisi 2026.
- Latihan eksperimen, peta, dan artikel untuk Riset.
Apakah soal 2025 boleh dipakai? Boleh untuk mengasah kompetensi jika formatnya masih mirip. Jangan dianggap bocoran 2026.
Apakah ada bocoran resmi? Tidak. Abaikan klaim “soal pastinya keluar”. Artikel ini tidak membagikan atau mempromosikan kebocoran.
FAQ
1. Apa itu OMI Kemenag 2026?
Olimpiade Madrasah Indonesia, kompetisi Sains dan Riset Kementerian Agama berdasarkan Juknis 2026.
2. Apa kepanjangan OMI?
Olimpiade Madrasah Indonesia.
3. Apa tema OMI 2026?
“Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju.”
4. Apa dasar pelaksanaannya?
Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 6843 Tahun 2026 tentang Juknis OMI 2026.
5. Apa kisi-kisi OMI MI 2026?
Secara resmi: Matematika Terintegrasi dan IPAS Terintegrasi. Daftar bab di artikel ini rekomendasi belajar.
6. Apa kisi-kisi OMI MTs 2026?
Matematika, IPA, IPS Terintegrasi, plus jalur Riset terpisah.
7. Apa kisi-kisi OMI MA 2026?
Enam cabang Sains terintegrasi plus Riset.
8–12. Materi mapel?
Lihat bagian jenjang. Itu ruang lingkup persiapan, bukan prediksi soal.
13. Berapa soal Kabupaten/Kota?
25 pilihan ganda.
14. Bentuk soal Provinsi?
20 PG dan 5 PG kompleks.
15. Soal Nasional?
10 isian singkat dan 5 esai.
16. Apakah MI ikut Riset?
Tidak, menurut ketentuan 2026 yang diperiksa.
17. Tema Riset 2026?
Tiga ruang lingkup: Ekoteologi, SDGs, Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional.
18. Berapa anggota tim Riset?
Maksimal tiga siswa satu madrasah.
19. Batas similarity?
Maksimal 25 persen.
20. Di mana Juknis dan daftar?
Portal omi.kemenag.go.id; dasar aturan di Juknis Kepdirjen Pendis 6843/2026. Unduh selalu dari kanal resmi, bukan file tak jelas.
Apakah boleh Sains dan Riset sekaligus?
Tidak. Satu peserta satu bidang.
Checklist persiapan
- Sudah pilih jenjang dan satu cabang yang benar
- Sudah bedakan framework resmi vs daftar bab latihan
- Sudah latihan sesuai format tahap
- Untuk Riset: ruang lingkup, judul ≤15 kata, metode realistis, similarity dicek, surat keaslian lengkap
- Tidak memakai kisi-kisi tahun lama sebagai aturan 2026
- Memantau omi.kemenag.go.id
Penutup
Kisi-kisi OMI Kemenag 2026 yang paling aman dipegang adalah cabang resmi, karakter soal terintegrasi, bentuk tes tiap tahap, dan tata cara Riset. Materi bab adalah alat bantu belajar. Siswa yang siap bukan yang menghafal prediksi, melainkan yang bisa menalar data, menuliskan langkah, dan—bagi jalur Riset—menjaga orisinalitas sampai laporan akhir.
Sumber dan Referensi
- Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6843 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia Tahun 2026. Diakses tidak langsung melalui pemberitaan dan ringkasan Juknis, 28 Agustus 2026. Mendukung: nama kompetisi, dasar hukum, tema, cabang, syarat, jadwal, Riset.
- Portal OMI Kemenag, omi.kemenag.go.id. Pendaftaran dan pengumuman. Diakses 28 Agustus 2026.
- Kompas.com, 27 Agustus 2026. Syarat peserta Sains dan Riset, periode daftar.
- Tirto.id. Ringkasan Juknis: cabang, jadwal, format soal Sains, similarity 25%, 6 aspek proposal, 30 semifinalis, presentasi 5 menit, format naskah. Diakses 28 Agustus 2026.
- Liputan6.com, 27 Agustus 2026. Jadwal, tema, Direktorat KSKK, portal daftar.
- KamiMadrasah.com. Uraian Kepdirjen 6843/2026, cabang, tie-break, plagiarisme 3 tahun, ketentuan tim.
Disclaimer
Materi dalam artikel ini disusun berdasarkan Petunjuk Teknis dan informasi resmi OMI 2026 yang tersedia pada tanggal pembaruan (28 Agustus 2026, 16.55 WIB). Jika dokumen resmi tidak merinci materi sampai tingkat bab, daftar topik belajar disajikan sebagai rekomendasi persiapan berdasarkan kompetensi jenjang dan karakter OMI, bukan bocoran soal. Ketentuan, jadwal, dan format kompetisi dapat berubah apabila Kementerian Agama menerbitkan pembaruan.