Contoh Soal Sifat Koligatif Larutan: Rumus dan Pembahasan

Contoh soal sifat koligatif larutan membantu memahami sifat larutan yang bergantung pada jumlah partikel zat terlarut, bukan pada jenis zat terlarutnya. Sifat koligatif terutama dipelajari pada larutan yang mengandung zat terlarut nonvolatil.

Ada empat sifat koligatif utama, yaitu:

1. Penurunan tekanan uap

ΔP = Xₜ × P°

2. Kenaikan titik didih

ΔTᵦ = Kᵦ × m

3. Penurunan titik beku

ΔT𝒇 = K𝒇 × m

4. Tekanan osmotik

π = M × R × T

Untuk elektrolit, faktor van’t Hoff i dapat diperhitungkan:

ΔTᵦ = i × Kᵦ × m

ΔT𝒇 = i × K𝒇 × m

π = i × M × R × T

Keterangan:

ΔP = penurunan tekanan uap
Xₜ = fraksi mol zat terlarut
= tekanan uap pelarut murni
ΔTᵦ = kenaikan titik didih
ΔT𝒇 = penurunan titik beku
Kᵦ = tetapan kenaikan titik didih
K𝒇 = tetapan penurunan titik beku
m = molalitas
π = tekanan osmotik
M = molaritas
R = konstanta gas
T = suhu mutlak dalam Kelvin
i = faktor van’t Hoff

Soal Nomor 1

Pertanyaan

Sifat koligatif larutan bergantung terutama pada ….

Pilihan Jawaban

A. Jenis warna zat terlarut
B. Jumlah partikel zat terlarut
C. Bentuk wadah larutan
D. Warna pelarut
E. Massa jenis pelarut saja

Jawaban Benar

B. Jumlah partikel zat terlarut

Pembahasan Lengkap

Sifat koligatif adalah sifat larutan yang bergantung pada jumlah partikel zat terlarut dalam larutan, bukan semata-mata jenis zatnya.

Jadi, semakin banyak partikel zat terlarut, semakin besar pengaruhnya terhadap sifat koligatif.

Kompetensi yang Diukur

Memahami konsep dasar sifat koligatif larutan.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menjelaskan faktor utama yang menentukan sifat koligatif.

Level Kognitif

C2 – Memahami.

Tingkat Kesulitan

Mudah.

Estimasi Waktu Pengerjaan

1 menit.

Soal Nomor 2

Pertanyaan

Manakah yang termasuk sifat koligatif larutan?

Pilihan Jawaban

A. Warna larutan
B. Viskositas larutan
C. Penurunan tekanan uap
D. Massa jenis zat terlarut
E. Warna pelarut

Jawaban Benar

C. Penurunan tekanan uap

Pembahasan Lengkap

Empat sifat koligatif utama adalah penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmotik.

Jadi, jawaban yang benar adalah penurunan tekanan uap.

Kompetensi yang Diukur

Mengidentifikasi sifat koligatif.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menyebutkan contoh sifat koligatif larutan.

Level Kognitif

C1 – Mengingat.

Tingkat Kesulitan

Mudah.

Estimasi Waktu Pengerjaan

1 menit.

Soal Nomor 3

Pertanyaan

Tekanan uap air murni pada suhu tertentu adalah 40 mmHg. Jika fraksi mol zat terlarut dalam larutan adalah 0,1, besar penurunan tekanan uap adalah ….

Pilihan Jawaban

A. 2 mmHg
B. 4 mmHg
C. 6 mmHg
D. 8 mmHg
E. 10 mmHg

Jawaban Benar

B. 4 mmHg

Pembahasan Lengkap

Gunakan:

ΔP = Xₜ × P°

ΔP = 0,1 × 40

ΔP = 4 mmHg

Jadi, penurunan tekanan uap adalah 4 mmHg.

Kompetensi yang Diukur

Menghitung penurunan tekanan uap.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menggunakan fraksi mol zat terlarut untuk menentukan penurunan tekanan uap.

Level Kognitif

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Mudah.

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit.

Soal Nomor 4

Pertanyaan

Tekanan uap pelarut murni adalah 50 mmHg. Jika penurunan tekanan uap larutan sebesar 5 mmHg, tekanan uap larutan adalah ….

Pilihan Jawaban

A. 40 mmHg
B. 45 mmHg
C. 50 mmHg
D. 55 mmHg
E. 60 mmHg

Jawaban Benar

B. 45 mmHg

Pembahasan Lengkap

Gunakan:

P = P° − ΔP

P = 50 − 5

P = 45 mmHg

Jadi, tekanan uap larutan adalah 45 mmHg.

Kompetensi yang Diukur

Menentukan tekanan uap larutan.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan tekanan uap larutan dari tekanan uap pelarut murni dan penurunannya.

Level Kognitif

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Mudah.

Estimasi Waktu Pengerjaan

1 menit.

Soal Nomor 5

Pertanyaan

Sebanyak 0,5 mol zat terlarut nonvolatil dilarutkan dalam 1,5 kg air. Jika Kᵦ air = 0,52 °C kg/mol, kenaikan titik didih larutan adalah ….

Pilihan Jawaban

A. 0,13°C
B. 0,17°C
C. 0,26°C
D. 0,52°C
E. 1,04°C

Jawaban Benar

C. 0,17°C

Pembahasan Lengkap

Hitung molalitas:

m = n/kg pelarut

m = 0,5/1,5

m = 0,333 mol/kg

Gunakan:

ΔTᵦ = Kᵦ × m

ΔTᵦ = 0,52 × 0,333

ΔTᵦ ≈ 0,17°C

Jadi, kenaikan titik didihnya sekitar 0,17°C.

Kompetensi yang Diukur

Menghitung kenaikan titik didih.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan kenaikan titik didih berdasarkan molalitas larutan.

Level Kognitif

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Sedang.

Estimasi Waktu Pengerjaan

3 menit.

Soal Nomor 6

Pertanyaan

Sebanyak 0,2 mol zat terlarut non-elektrolit dilarutkan dalam 1 kg air. Jika K𝒇 air = 1,86 °C kg/mol, penurunan titik beku larutan adalah ….

Pilihan Jawaban

A. 0,186°C
B. 0,372°C
C. 0,558°C
D. 1,86°C
E. 3,72°C

Jawaban Benar

B. 0,372°C

Pembahasan Lengkap

Molalitas:

m = 0,2/1

m = 0,2 mol/kg

Gunakan:

ΔT𝒇 = K𝒇 × m

ΔT𝒇 = 1,86 × 0,2

ΔT𝒇 = 0,372°C

Jadi, penurunan titik bekunya adalah 0,372°C.

Kompetensi yang Diukur

Menghitung penurunan titik beku.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menggunakan rumus penurunan titik beku berdasarkan molalitas.

Level Kognitif

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Sedang.

Estimasi Waktu Pengerjaan

3 menit.

Soal Nomor 7

Pertanyaan

Larutan glukosa 0,5 M pada suhu 300 K memiliki tekanan osmotik. Jika R = 0,082 L atm mol⁻¹ K⁻¹, tekanan osmotiknya adalah ….

Pilihan Jawaban

A. 6,15 atm
B. 10,25 atm
C. 12,30 atm
D. 15,30 atm
E. 24,60 atm

Jawaban Benar

C. 12,30 atm

Pembahasan Lengkap

Karena glukosa merupakan non-elektrolit, maka i = 1.

Gunakan:

π = M × R × T

π = 0,5 × 0,082 × 300

π = 12,3 atm

Jadi, tekanan osmotiknya adalah 12,30 atm.

Kompetensi yang Diukur

Menghitung tekanan osmotik.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan tekanan osmotik larutan non-elektrolit.

Level Kognitif

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Sedang.

Estimasi Waktu Pengerjaan

3 menit.

Soal Nomor 8

Pertanyaan

Manakah larutan berikut yang diperkirakan memiliki kenaikan titik didih paling besar jika konsentrasi molalnya sama dan seluruh zat terlarut terionisasi sempurna?

A. Glukosa
B. NaCl
C. CaCl₂
D. Urea
E. Sukrosa

Pilihan Jawaban

A. Glukosa
B. NaCl
C. CaCl₂
D. Urea
E. Sukrosa

Jawaban Benar

C. CaCl₂

Pembahasan Lengkap

Untuk larutan elektrolit:

ΔTᵦ = i × Kᵦ × m

Jika molalitas sama, larutan dengan faktor van’t Hoff i lebih besar menghasilkan kenaikan titik didih lebih besar.

CaCl₂ terionisasi:

CaCl₂ → Ca²⁺ + 2Cl⁻

Sehingga secara ideal menghasilkan 3 partikel, sehingga i ≈ 3.

NaCl menghasilkan sekitar 2 partikel, sedangkan glukosa, urea, dan sukrosa tidak terionisasi sehingga i = 1.

Jadi, CaCl₂ memberikan kenaikan titik didih paling besar.

Kompetensi yang Diukur

Menganalisis pengaruh jumlah partikel terhadap sifat koligatif.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu membandingkan sifat koligatif larutan elektrolit dan non-elektrolit.

Level Kognitif

C4 – Menganalisis.

Tingkat Kesulitan

Sedang.

Estimasi Waktu Pengerjaan

3 menit.

Soal Nomor 9

Pertanyaan

Jika larutan non-elektrolit memiliki molalitas 0,4 mol/kg dan Kᵦ = 0,50 °C kg/mol, kenaikan titik didih larutan adalah ….

Pilihan Jawaban

A. 0,10°C
B. 0,20°C
C. 0,40°C
D. 0,50°C
E. 0,90°C

Jawaban Benar

B. 0,20°C

Pembahasan Lengkap

Gunakan:

ΔTᵦ = Kᵦ × m

ΔTᵦ = 0,50 × 0,4

ΔTᵦ = 0,20°C

Jadi, kenaikan titik didih larutan adalah 0,20°C.

Kompetensi yang Diukur

Menghitung kenaikan titik didih.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan perubahan titik didih dari tetapan dan molalitas.

Level Kognitif

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Mudah.

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit.

Soal Nomor 10

Pertanyaan

Larutan non-elektrolit memiliki molalitas 0,5 mol/kg. Jika K𝒇 = 1,86 °C kg/mol, titik beku air murni adalah 0°C. Titik beku larutan tersebut adalah ….

Pilihan Jawaban

A. −0,93°C
B. −0,50°C
C. 0°C
D. +0,93°C
E. +1,86°C

Jawaban Benar

A. −0,93°C

Pembahasan Lengkap

Hitung penurunan titik beku:

ΔT𝒇 = K𝒇 × m

ΔT𝒇 = 1,86 × 0,5

ΔT𝒇 = 0,93°C

Titik beku larutan:

T𝒇 = T𝒇° − ΔT𝒇

T𝒇 = 0 − 0,93

T𝒇 = −0,93°C

Jadi, titik beku larutan adalah −0,93°C.

Kompetensi yang Diukur

Menentukan titik beku larutan.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menghitung penurunan titik beku dan menentukan titik beku akhir larutan.

Level Kognitif

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Sedang.

Estimasi Waktu Pengerjaan

3 menit.

Soal Nomor 11

Pertanyaan

Sebanyak 0,2 mol glukosa dilarutkan dalam 500 gram air. Jika Kᵦ air = 0,52 °C kg/mol, kenaikan titik didih larutan adalah ….

Pilihan Jawaban

A. 0,104°C
B. 0,208°C
C. 0,312°C
D. 0,416°C
E. 0,520°C

Jawaban Benar

B. 0,208°C

Pembahasan Lengkap

Massa pelarut:

500 gram = 0,5 kg

Molalitas:

m = 0,2/0,5

m = 0,4 mol/kg

Karena glukosa merupakan non-elektrolit, maka i = 1.

Gunakan:

ΔTᵦ = Kᵦ × m

ΔTᵦ = 0,52 × 0,4

ΔTᵦ = 0,208°C

Jadi, kenaikan titik didih larutan adalah 0,208°C.

Kompetensi yang Diukur

Menghitung kenaikan titik didih larutan.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan kenaikan titik didih berdasarkan molalitas larutan.

Level Kognitif

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Sedang.

Estimasi Waktu Pengerjaan

3 menit.

Soal Nomor 12

Pertanyaan

Sebanyak 0,3 mol urea dilarutkan dalam 1 kg air. Jika K𝒇 air = 1,86 °C kg/mol, penurunan titik beku larutan adalah ….

Pilihan Jawaban

A. 0,186°C
B. 0,372°C
C. 0,558°C
D. 0,744°C
E. 1,860°C

Jawaban Benar

C. 0,558°C

Pembahasan Lengkap

Molalitas:

m = 0,3/1

m = 0,3 mol/kg

Urea merupakan non-elektrolit, sehingga i = 1.

ΔT𝒇 = K𝒇 × m

ΔT𝒇 = 1,86 × 0,3

ΔT𝒇 = 0,558°C

Jadi, penurunan titik beku adalah 0,558°C.

Kompetensi yang Diukur

Menghitung penurunan titik beku.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menggunakan rumus penurunan titik beku larutan non-elektrolit.

Level Kognitif

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Sedang.

Estimasi Waktu Pengerjaan

3 menit.

Soal Nomor 13

Pertanyaan

Larutan NaCl 0,5 mol/kg dianggap terionisasi sempurna. Jika Kᵦ air = 0,52 °C kg/mol, kenaikan titik didih larutan adalah ….

Pilihan Jawaban

A. 0,26°C
B. 0,52°C
C. 0,78°C
D. 1,04°C
E. 1,56°C

Jawaban Benar

C. 0,52°C

Pembahasan Lengkap

NaCl:

NaCl → Na⁺ + Cl⁻

Maka faktor van’t Hoff ideal:

i = 2

Gunakan:

ΔTᵦ = i × Kᵦ × m

ΔTᵦ = 2 × 0,52 × 0,5

ΔTᵦ = 0,52°C

Jadi, kenaikan titik didihnya adalah 0,52°C.

Kompetensi yang Diukur

Menghitung kenaikan titik didih larutan elektrolit.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu memperhitungkan faktor van’t Hoff dalam sifat koligatif.

Level Kognitif

C4 – Menganalisis.

Tingkat Kesulitan

Sedang.

Estimasi Waktu Pengerjaan

3 menit.

Soal Nomor 14

Pertanyaan

Larutan CaCl₂ 0,2 mol/kg dianggap terionisasi sempurna. Jika K𝒇 air = 1,86 °C kg/mol, penurunan titik beku larutan adalah ….

Pilihan Jawaban

A. 0,372°C
B. 0,744°C
C. 1,116°C
D. 1,488°C
E. 2,232°C

Jawaban Benar

B. 1,116°C

Pembahasan Lengkap

CaCl₂ terionisasi:

CaCl₂ → Ca²⁺ + 2Cl⁻

Maka:

i = 3

Gunakan:

ΔT𝒇 = i × K𝒇 × m

ΔT𝒇 = 3 × 1,86 × 0,2

ΔT𝒇 = 1,116°C

Jadi, penurunan titik beku adalah 1,116°C.

Kompetensi yang Diukur

Menghitung penurunan titik beku elektrolit.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan pengaruh jumlah ion terhadap penurunan titik beku.

Level Kognitif

C4 – Menganalisis.

Tingkat Kesulitan

Sedang.

Estimasi Waktu Pengerjaan

3 menit.

Soal Nomor 15

Pertanyaan

Larutan glukosa memiliki molaritas 0,2 M pada suhu 300 K. Jika R = 0,082 L atm mol⁻¹ K⁻¹, tekanan osmotiknya adalah ….

Pilihan Jawaban

A. 2,46 atm
B. 4,92 atm
C. 6,15 atm
D. 8,20 atm
E. 12,30 atm

Jawaban Benar

B. 4,92 atm

Pembahasan Lengkap

Glukosa merupakan non-elektrolit sehingga i = 1.

Gunakan:

π = i × M × R × T

π = 1 × 0,2 × 0,082 × 300

π = 4,92 atm

Jadi, tekanan osmotiknya adalah 4,92 atm.

Kompetensi yang Diukur

Menghitung tekanan osmotik.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan tekanan osmotik larutan non-elektrolit.

Level Kognitif

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Sedang.

Estimasi Waktu Pengerjaan

3 menit.

Soal Nomor 16

Pertanyaan

Larutan NaCl memiliki molaritas 0,1 M pada suhu 300 K. Jika NaCl terionisasi sempurna dan R = 0,082 L atm mol⁻¹ K⁻¹, tekanan osmotiknya adalah ….

Pilihan Jawaban

A. 2,46 atm
B. 4,92 atm
C. 6,15 atm
D. 8,20 atm
E. 12,30 atm

Jawaban Benar

B. 4,92 atm

Pembahasan Lengkap

NaCl terionisasi sempurna menjadi 2 ion, sehingga:

i = 2

Gunakan:

π = i × M × R × T

π = 2 × 0,1 × 0,082 × 300

π = 4,92 atm

Jadi, tekanan osmotik larutan adalah 4,92 atm.

Kompetensi yang Diukur

Menghitung tekanan osmotik elektrolit.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu memperhitungkan faktor van’t Hoff dalam tekanan osmotik.

Level Kognitif

C4 – Menganalisis.

Tingkat Kesulitan

Sedang.

Estimasi Waktu Pengerjaan

3 menit.

Soal Nomor 17

Pertanyaan

Larutan A memiliki molalitas 0,5 mol/kg dan merupakan larutan non-elektrolit. Larutan B memiliki molalitas 0,2 mol/kg dan merupakan CaCl₂ yang terionisasi sempurna. Jika K𝒇 sama, larutan yang memiliki penurunan titik beku lebih besar adalah ….

Pilihan Jawaban

A. Larutan A
B. Larutan B
C. Keduanya sama
D. Tidak dapat ditentukan
E. Tidak ada yang mengalami penurunan titik beku

Jawaban Benar

B. Larutan B

Pembahasan Lengkap

Untuk larutan A:

i = 1

i × m = 1 × 0,5 = 0,5

Untuk larutan B:

CaCl₂ → Ca²⁺ + 2Cl⁻

i = 3

i × m = 3 × 0,2 = 0,6

Karena 0,6 > 0,5, maka larutan B memiliki penurunan titik beku lebih besar.

Kompetensi yang Diukur

Membandingkan sifat koligatif elektrolit dan non-elektrolit.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu membandingkan efek jumlah partikel pada penurunan titik beku.

Level Kognitif

C4 – Menganalisis.

Tingkat Kesulitan

Sulit.

Estimasi Waktu Pengerjaan

4 menit.

Soal Nomor 18

Pertanyaan

Tekanan uap air murni pada suhu tertentu adalah 80 mmHg. Jika fraksi mol zat terlarut sebesar 0,1, tekanan uap larutan adalah ….

Pilihan Jawaban

A. 64 mmHg
B. 70 mmHg
C. 72 mmHg
D. 74 mmHg
E. 78 mmHg

Jawaban Benar

C. 72 mmHg

Pembahasan Lengkap

Fraksi mol pelarut:

Xₚ = 1 − 0,1

Xₚ = 0,9

Gunakan:

P = Xₚ × P°

P = 0,9 × 80

P = 72 mmHg

Jadi, tekanan uap larutan adalah 72 mmHg.

Kompetensi yang Diukur

Menghitung tekanan uap larutan.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan tekanan uap berdasarkan fraksi mol pelarut.

Level Kognitif

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Mudah.

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit.

Soal Nomor 19

Pertanyaan

Sebanyak 0,5 mol sukrosa dilarutkan dalam 2 kg air. Jika K𝒇 air = 1,86 °C kg/mol, titik beku larutan adalah ….

Pilihan Jawaban

A. −0,465°C
B. −0,93°C
C. −1,86°C
D. −2,325°C
E. −3,72°C

Jawaban Benar

A. −0,465°C

Pembahasan Lengkap

Molalitas:

m = 0,5/2

m = 0,25 mol/kg

Sukrosa merupakan non-elektrolit, sehingga i = 1.

Penurunan titik beku:

ΔT𝒇 = 1,86 × 0,25

ΔT𝒇 = 0,465°C

Karena titik beku air murni 0°C:

T𝒇 = 0 − 0,465

T𝒇 = −0,465°C

Jadi, titik beku larutan adalah −0,465°C.

Kompetensi yang Diukur

Menentukan titik beku larutan.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menghitung molalitas dan menggunakannya untuk menentukan titik beku larutan.

Level Kognitif

C4 – Menganalisis.

Tingkat Kesulitan

Sedang.

Estimasi Waktu Pengerjaan

3 menit.

Soal Nomor 20

Pertanyaan

Manakah larutan berikut yang memiliki tekanan osmotik paling besar jika semua larutan memiliki molaritas dan suhu yang sama?

Pilihan Jawaban

A. Glukosa
B. Urea
C. NaCl
D. Sukrosa
E. Fruktosa

Jawaban Benar

C. NaCl

Pembahasan Lengkap

Rumus tekanan osmotik:

π = i × M × R × T

Jika M, R, dan T sama, maka tekanan osmotik bergantung pada faktor van’t Hoff i.

Glukosa, urea, sukrosa, dan fruktosa merupakan non-elektrolit sehingga i = 1.

NaCl terionisasi menjadi:

NaCl → Na⁺ + Cl⁻

Sehingga secara ideal i = 2.

Jadi, NaCl memiliki tekanan osmotik paling besar.

Kompetensi yang Diukur

Menganalisis pengaruh jumlah partikel terhadap tekanan osmotik.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu membandingkan tekanan osmotik beberapa larutan berdasarkan faktor van’t Hoff.

Level Kognitif

C4 – Menganalisis.

Tingkat Kesulitan

Sedang.

Estimasi Waktu Pengerjaan

3 menit.

Soal Nomor 21

Pertanyaan

Sebanyak 0,2 mol glukosa dilarutkan dalam 1 kg air. Jika Kᵦ air = 0,52 °C kg/mol, titik didih larutan adalah ….

Pilihan Jawaban

A. 100,052°C
B. 100,104°C
C. 100,208°C
D. 100,520°C
E. 101,040°C

Jawaban Benar

B. 100,104°C

Pembahasan Lengkap

Molalitas:

m = 0,2/1 = 0,2 mol/kg

Glukosa merupakan non-elektrolit, sehingga i = 1.

Kenaikan titik didih:

ΔTᵦ = i × Kᵦ × m

ΔTᵦ = 1 × 0,52 × 0,2

ΔTᵦ = 0,104°C

Titik didih larutan:

Tᵦ = 100 + 0,104

Tᵦ = 100,104°C

Kompetensi yang Diukur

Menentukan titik didih larutan berdasarkan sifat koligatif.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menghitung kenaikan titik didih dan titik didih larutan.

Level Kognitif

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Sedang.

Estimasi Waktu Pengerjaan

3 menit.

Soal Nomor 22

Pertanyaan

Sebanyak 0,1 mol urea dilarutkan dalam 500 gram air. Jika K𝒇 air = 1,86 °C kg/mol, titik beku larutan adalah ….

Pilihan Jawaban

A. −0,186°C
B. −0,372°C
C. −0,558°C
D. −0,744°C
E. −1,860°C

Jawaban Benar

B. −0,372°C

Pembahasan Lengkap

Massa pelarut:

500 gram = 0,5 kg

Molalitas:

m = 0,1/0,5 = 0,2 mol/kg

Urea merupakan non-elektrolit, sehingga i = 1.

ΔT𝒇 = i × K𝒇 × m

ΔT𝒇 = 1 × 1,86 × 0,2

ΔT𝒇 = 0,372°C

Titik beku larutan:

T𝒇 = 0 − 0,372

T𝒇 = −0,372°C

Kompetensi yang Diukur

Menentukan titik beku larutan.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menghitung penurunan titik beku dan titik beku akhir larutan.

Level Kognitif

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Sedang.

Estimasi Waktu Pengerjaan

3 menit.

Soal Nomor 23

Pertanyaan

Larutan NaCl 0,3 mol/kg dianggap terionisasi sempurna. Jika K𝒇 air = 1,86 °C kg/mol, titik beku larutan adalah ….

Pilihan Jawaban

A. −0,558°C
B. −0,930°C
C. −1,116°C
D. −1,674°C
E. −2,232°C

Jawaban Benar

D. −1,116°C

Pembahasan Lengkap

NaCl terionisasi:

NaCl → Na⁺ + Cl⁻

Maka:

i = 2

ΔT𝒇 = i × K𝒇 × m

ΔT𝒇 = 2 × 1,86 × 0,3

ΔT𝒇 = 1,116°C

Titik beku:

T𝒇 = 0 − 1,116

T𝒇 = −1,116°C

Kompetensi yang Diukur

Menghitung titik beku larutan elektrolit.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu memperhitungkan faktor van’t Hoff pada penurunan titik beku.

Level Kognitif

C4 – Menganalisis.

Tingkat Kesulitan

Sedang.

Estimasi Waktu Pengerjaan

3 menit.

Soal Nomor 24

Pertanyaan

Larutan glukosa memiliki molaritas 0,25 M pada suhu 300 K. Jika R = 0,082 L atm mol⁻¹ K⁻¹, tekanan osmotiknya adalah ….

Pilihan Jawaban

A. 4,10 atm
B. 5,15 atm
C. 6,15 atm
D. 7,38 atm
E. 8,20 atm

Jawaban Benar

C. 6,15 atm

Pembahasan Lengkap

Glukosa adalah non-elektrolit sehingga i = 1.

π = i × M × R × T

π = 1 × 0,25 × 0,082 × 300

π = 6,15 atm

Jadi, tekanan osmotiknya adalah 6,15 atm.

Kompetensi yang Diukur

Menghitung tekanan osmotik.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menggunakan rumus tekanan osmotik pada larutan non-elektrolit.

Level Kognitif

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Sedang.

Estimasi Waktu Pengerjaan

3 menit.

Soal Nomor 25

Pertanyaan

Tekanan uap air murni pada suhu tertentu adalah 100 mmHg. Jika fraksi mol zat terlarut sebesar 0,2, tekanan uap larutan adalah ….

Pilihan Jawaban

A. 70 mmHg
B. 75 mmHg
C. 80 mmHg
D. 85 mmHg
E. 90 mmHg

Jawaban Benar

C. 80 mmHg

Pembahasan Lengkap

Fraksi mol pelarut:

Xₚ = 1 − 0,2 = 0,8

Gunakan:

P = Xₚ × P°

P = 0,8 × 100

P = 80 mmHg

Jadi, tekanan uap larutan adalah 80 mmHg.

Kompetensi yang Diukur

Menghitung tekanan uap larutan.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan tekanan uap berdasarkan fraksi mol pelarut.

Level Kognitif

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Mudah.

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit.

Soal Nomor 26

Pertanyaan

Larutan A memiliki molalitas 0,4 mol/kg dan merupakan non-elektrolit. Larutan B memiliki molalitas 0,2 mol/kg dan merupakan NaCl yang terionisasi sempurna. Jika Kᵦ kedua larutan sama, larutan yang memiliki kenaikan titik didih lebih besar adalah ….

Pilihan Jawaban

A. Larutan A
B. Larutan B
C. Keduanya sama
D. Tidak dapat ditentukan
E. Keduanya tidak mengalami kenaikan titik didih

Jawaban Benar

C. Keduanya sama

Pembahasan Lengkap

Untuk larutan A:

i × m = 1 × 0,4 = 0,4

Untuk larutan B:

NaCl → Na⁺ + Cl⁻

i = 2

i × m = 2 × 0,2 = 0,4

Karena nilai i × m sama dan Kᵦ juga sama, maka kenaikan titik didih kedua larutan sama.

Kompetensi yang Diukur

Membandingkan sifat koligatif larutan.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu membandingkan kenaikan titik didih dengan mempertimbangkan faktor van’t Hoff dan molalitas.

Level Kognitif

C4 – Menganalisis.

Tingkat Kesulitan

Sulit.

Estimasi Waktu Pengerjaan

4 menit.

Soal Nomor 27

Pertanyaan

Sebanyak 0,5 mol glukosa dilarutkan dalam 2 kg air. Jika K𝒇 air = 1,86 °C kg/mol, besar penurunan titik beku larutan adalah ….

Pilihan Jawaban

A. 0,186°C
B. 0,372°C
C. 0,465°C
D. 0,930°C
E. 1,860°C

Jawaban Benar

C. 0,465°C

Pembahasan Lengkap

Molalitas:

m = 0,5/2 = 0,25 mol/kg

Glukosa adalah non-elektrolit, sehingga i = 1.

ΔT𝒇 = 1 × 1,86 × 0,25

ΔT𝒇 = 0,465°C

Jadi, penurunan titik beku adalah 0,465°C.

Kompetensi yang Diukur

Menghitung penurunan titik beku.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menghubungkan jumlah mol, massa pelarut, dan tetapan kriokopik.

Level Kognitif

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Sedang.

Estimasi Waktu Pengerjaan

3 menit.

Soal Nomor 28

Pertanyaan

Larutan MgCl₂ 0,1 M pada suhu 300 K dianggap terionisasi sempurna. Jika R = 0,082 L atm mol⁻¹ K⁻¹, tekanan osmotiknya adalah ….

Pilihan Jawaban

A. 2,46 atm
B. 4,92 atm
C. 6,15 atm
D. 7,38 atm
E. 9,84 atm

Jawaban Benar

C. 7,38 atm

Pembahasan Lengkap

MgCl₂ terionisasi:

MgCl₂ → Mg²⁺ + 2Cl⁻

Sehingga:

i = 3

Gunakan:

π = i × M × R × T

π = 3 × 0,1 × 0,082 × 300

π = 7,38 atm

Jadi, tekanan osmotiknya adalah 7,38 atm.

Kompetensi yang Diukur

Menghitung tekanan osmotik elektrolit.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan tekanan osmotik dengan mempertimbangkan jumlah ion hasil ionisasi.

Level Kognitif

C4 – Menganalisis.

Tingkat Kesulitan

Sedang.

Estimasi Waktu Pengerjaan

3 menit.

Soal Nomor 29

Pertanyaan

Dua larutan memiliki molalitas yang sama dan pelarut yang sama. Larutan A mengandung glukosa, sedangkan larutan B mengandung CaCl₂ yang terionisasi sempurna. Pernyataan yang benar adalah ….

Pilihan Jawaban

A. Larutan A memiliki efek koligatif lebih besar
B. Larutan B memiliki efek koligatif lebih besar
C. Keduanya memiliki efek koligatif yang sama
D. Tidak ada hubungan antara jumlah partikel dan sifat koligatif
E. Hanya larutan A yang memiliki sifat koligatif

Jawaban Benar

B. Larutan B memiliki efek koligatif lebih besar

Pembahasan Lengkap

Glukosa merupakan non-elektrolit sehingga:

i = 1

CaCl₂ terionisasi:

CaCl₂ → Ca²⁺ + 2Cl⁻

i = 3

Dengan molalitas yang sama, CaCl₂ menghasilkan lebih banyak partikel dalam larutan. Karena sifat koligatif bergantung pada jumlah partikel, efek koligatif CaCl₂ lebih besar.

Kompetensi yang Diukur

Menganalisis pengaruh jumlah partikel terhadap sifat koligatif.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu membandingkan larutan elektrolit dan non-elektrolit berdasarkan faktor van’t Hoff.

Level Kognitif

C4 – Menganalisis.

Tingkat Kesulitan

Sedang.

Estimasi Waktu Pengerjaan

3 menit.

Soal Nomor 30

Pertanyaan

Pernyataan yang tepat mengenai sifat koligatif larutan adalah ….

Pilihan Jawaban

A. Bergantung hanya pada jenis zat terlarut
B. Tidak dipengaruhi jumlah partikel zat terlarut
C. Meliputi penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmotik
D. Hanya berlaku untuk larutan elektrolit
E. Tidak dapat digunakan pada larutan non-elektrolit

Jawaban Benar

C. Meliputi penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmotik

Pembahasan Lengkap

Sifat koligatif larutan terdiri atas empat sifat utama:

1. Penurunan tekanan uap

2. Kenaikan titik didih

3. Penurunan titik beku

4. Tekanan osmotik

Sifat-sifat tersebut terutama bergantung pada jumlah partikel zat terlarut. Pada larutan elektrolit, jumlah partikel dapat bertambah karena ionisasi sehingga faktor van’t Hoff perlu diperhitungkan.

Kompetensi yang Diukur

Memahami konsep keseluruhan sifat koligatif larutan.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu mengidentifikasi jenis dan karakteristik utama sifat koligatif larutan.

Level Kognitif

C2 – Memahami.

Tingkat Kesulitan

Mudah.

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit.

Kesimpulan

Contoh soal sifat koligatif larutan mencakup empat konsep utama, yaitu penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmotik. Keempat sifat tersebut dipengaruhi terutama oleh jumlah partikel zat terlarut dalam larutan.

Rumus penting yang perlu dikuasai antara lain:

ΔP = Xₜ × P°

ΔTᵦ = i × Kᵦ × m

ΔT𝒇 = i × K𝒇 × m

π = i × M × R × T

Untuk larutan non-elektrolit, umumnya i = 1, sedangkan larutan elektrolit membutuhkan faktor van’t Hoff sesuai jumlah partikel hasil ionisasi. Dengan memahami molalitas, molaritas, faktor van’t Hoff, dan setiap jenis sifat koligatif, berbagai soal dapat diselesaikan secara sistematis.

Related Articles