Kurs Dolar AS Hari Ini terhadap Rupiah, Cek Nilai USD/IDR Terbaru

Kurs Dolar AS Hari Ini terhadap Rupiah

Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah menjadi salah satu indikator yang banyak diperhatikan karena memengaruhi berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari perdagangan internasional, perjalanan ke luar negeri, pembayaran dalam mata uang asing hingga investasi.

Pada Rabu, 26 Agustus 2026, data Kurs Transaksi Bank Indonesia menunjukkan nilai USD sebesar Rp17.791,51 untuk kurs jual dan Rp17.614,49 untuk kurs beli. Titik tengah dari kedua nilai tersebut adalah sekitar Rp17.703 per dolar AS.

Perlu dibedakan antara kurs transaksi Bank Indonesia dengan kurs yang ditawarkan bank kepada nasabah. Kurs yang digunakan masyarakat ketika membeli atau menjual dolar dapat berbeda karena setiap bank memiliki kebijakan, spread, dan waktu pembaruan kurs masing-masing.

Berapa Kurs Dolar AS terhadap Rupiah Hari Ini?

Berdasarkan data terbaru Bank Indonesia yang diperbarui pada 26 Agustus 2026, kurs transaksi USD terhadap rupiah adalah sebagai berikut:

Jenis KursNilai 1 USD
Kurs Jual BIRp17.791,51
Kurs Beli BIRp17.614,49
Nilai TengahRp17.703,00

Dengan demikian, jika menggunakan nilai tengah sebagai acuan, US$1 setara dengan sekitar Rp17.703.

Bank Indonesia menjelaskan bahwa Kurs Transaksi BI disajikan dalam bentuk kurs jual dan kurs beli valuta asing terhadap rupiah. Untuk USD/IDR, titik tengahnya menggunakan kurs referensi JISDOR. Kurs Transaksi BI diumumkan satu kali pada setiap hari kerja.

Apa Arti Kurs Jual dan Kurs Beli?

Kurs jual dan kurs beli memiliki arti yang berbeda. Kurs jual merupakan nilai yang digunakan sebagai acuan ketika pihak yang memiliki dolar menjual valuta asing tersebut dalam transaksi yang relevan.

Sementara itu, kurs beli merupakan nilai yang digunakan ketika pihak terkait membeli valuta asing. Dalam data Bank Indonesia 26 Agustus 2026, terdapat selisih antara kurs jual Rp17.791,51 dan kurs beli Rp17.614,49. Selisih tersebut merupakan bagian dari spread kurs dan bukan berarti setiap bank akan memberikan harga yang persis sama.

Kurs Dolar Hari Ini sekitar Rp17.700

Jika ingin menggunakan satu angka sederhana untuk menggambarkan nilai dolar terhadap rupiah, nilai tengahnya berada di sekitar Rp17.703 per US$1.

Namun, angka tersebut sebaiknya tidak dianggap sebagai harga transaksi tunai yang pasti. Untuk kebutuhan menukar uang, membeli dolar, melakukan transfer internasional, atau transaksi perbankan lainnya, gunakan kurs yang berlaku pada bank atau penyedia layanan yang digunakan.

Kurs Jual dan Beli USD terhadap Rupiah di Bank Indonesia

Bank Indonesia menyediakan dua jenis nilai dalam Kurs Transaksi BI untuk USD, yaitu kurs jual dan kurs beli.

Pada 26 Agustus 2026, datanya adalah:

KeteranganUSD/IDR
Kurs jualRp17.791,51
Kurs beliRp17.614,49
SelisihRp177,02
Nilai tengahRp17.703,00

Data tersebut berasal langsung dari halaman Kurs Transaksi Bank Indonesia dan menunjukkan pembaruan terakhir pada 26 Agustus 2026.

JISDOR sebagai Acuan USD/IDR

Selain Kurs Transaksi BI, terdapat Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang digunakan sebagai kurs referensi USD/IDR.

Bank Indonesia menjelaskan bahwa JISDOR merupakan harga spot USD/IDR yang disusun berdasarkan transaksi USD terhadap rupiah antarbank di pasar valuta asing domestik. Data transaksi tersebut dihimpun melalui Sistem Monitoring Transaksi Valuta Asing Terhadap Rupiah atau SISMONTAVAR.

JISDOR dimaksudkan untuk memberikan referensi harga pasar yang representatif untuk transaksi spot USD/IDR di pasar valuta asing Indonesia.

Pada data terbaru yang tersedia di halaman JISDOR Bank Indonesia, 24 Agustus 2026 tercatat Rp17.703 per dolar AS, sementara data 21 Agustus berada di Rp17.705.

Perlu dicatat, JISDOR diterbitkan pada hari kerja dan tidak diterbitkan pada Sabtu, Minggu, serta hari libur yang menyebabkan bank tidak beroperasi.

Perbedaan JISDOR dan Kurs Transaksi BI

JISDOR dan Kurs Transaksi BI sama-sama berkaitan dengan nilai USD terhadap rupiah, tetapi fungsinya berbeda.

JISDOR merupakan kurs referensi untuk USD/IDR. Sementara itu, Kurs Transaksi BI menyajikan kurs jual dan kurs beli valuta asing terhadap rupiah dan digunakan sebagai salah satu acuan transaksi Bank Indonesia dengan pihak ketiga.

Karena itu, ketika mencari kurs dolar AS hari ini, penting untuk melihat jenis kurs yang digunakan.

Apakah Kurs BI Sama dengan Kurs di Bank?

Tidak selalu.

Kurs Bank Indonesia berfungsi sebagai referensi dan memiliki tujuan tertentu dalam sistem keuangan. Bank komersial dapat menetapkan kurs transaksi nasabahnya sendiri berdasarkan kondisi pasar, biaya, spread, jenis transaksi, serta waktu pembaruan.

Oleh sebab itu, seseorang yang ingin membeli dolar secara tunai atau melakukan transaksi valuta asing sebaiknya memeriksa kurs bank yang digunakan pada saat transaksi.

Kenapa Ada Selisih antara Kurs Jual dan Kurs Beli?

Selisih kurs diperlukan karena transaksi valuta asing memiliki dua sisi, yaitu pembelian dan penjualan mata uang.

Dalam data Bank Indonesia pada 26 Agustus 2026, kurs jual USD sebesar Rp17.791,51, sedangkan kurs beli Rp17.614,49. Selisihnya mencapai Rp177,02 per dolar.

Bagi masyarakat, selisih ini penting diperhatikan terutama jika melakukan transaksi valas dalam jumlah besar. Semakin besar nominal dolar yang ditukar, semakin besar pula nilai rupiah yang terpengaruh oleh perbedaan kurs tersebut.

Perbandingan Kurs Dolar AS Hari Ini dengan Hari Sebelumnya

Kurs dolar AS terhadap rupiah pada Rabu, 26 Agustus 2026 menunjukkan perubahan dibandingkan hari sebelumnya. Berdasarkan data Kurs Transaksi Bank Indonesia, USD tercatat pada kurs jual Rp17.791,51 dan kurs beli Rp17.614,49. Titik tengahnya berada di Rp17.703 per US$1.

Sebagai pembanding, pada 25 Agustus 2026 kurs USD Bank Indonesia berada di Rp17.793,53 untuk kurs jual dan Rp17.616,47 untuk kurs beli, dengan kurs tengah Rp17.705.

TanggalKurs Jual USDKurs Beli USDKurs Tengah
25 Agustus 2026Rp17.793,53Rp17.616,47Rp17.705
26 Agustus 2026Rp17.791,51Rp17.614,49Rp17.703
Perubahan-Rp2,02-Rp1,98-Rp2

Dengan demikian, kurs tengah USD/IDR turun Rp2 dibandingkan hari sebelumnya. Kurs jual turun Rp2,02, sedangkan kurs beli turun Rp1,98.

Penurunan tersebut menunjukkan bahwa rupiah sedikit menguat terhadap dolar berdasarkan perubahan Kurs Transaksi BI tersebut. Namun, perubahan Rp2 per dolar relatif kecil sehingga lebih tepat disebut sebagai pergerakan yang stabil dengan penguatan rupiah yang terbatas.

JISDOR USD/IDR

Perlu diperhatikan bahwa angka kurs tengah Kurs Transaksi BI USD/IDR mengacu pada JISDOR hari kerja sebelumnya. Bank Indonesia menjelaskan bahwa titik tengah Kurs Transaksi BI USD/IDR menggunakan kurs referensi JISDOR, sementara JISDOR sendiri merupakan referensi harga spot USD/IDR berdasarkan transaksi antarbank di pasar valuta asing domestik.

Data JISDOR terbaru yang tersedia di laman Bank Indonesia menunjukkan:

Tanggal JISDORNilai
24 Agustus 2026Rp17.703
21 Agustus 2026Rp17.705
20 Agustus 2026Rp17.779
19 Agustus 2026Rp17.844
18 Agustus 2026Rp17.856

JISDOR pada 24 Agustus turun Rp2 dari Rp17.705 pada 21 Agustus.

Bank Indonesia menerbitkan JISDOR pada hari kerja berdasarkan transaksi spot USD/IDR antarbank. Saat ini rentang pengambilan data berlangsung pukul 09.00–15.00 WIB dan JISDOR diumumkan pada pukul 15.15 WIB.

Rupiah Sedikit Menguat terhadap Dolar

Jika menggunakan kurs tengah sebagai indikator sederhana, perubahan dari Rp17.705 menjadi Rp17.703 berarti diperlukan sedikit lebih sedikit rupiah untuk merepresentasikan US$1 dibandingkan periode sebelumnya.

Meski demikian, perubahan tersebut sangat kecil. Pergerakan rupiah terhadap dolar sebaiknya tidak disimpulkan hanya berdasarkan perubahan satu atau dua rupiah karena nilai tukar dapat berubah mengikuti kondisi pasar valuta asing dan sentimen ekonomi global.

Mengapa Angka Kurs Bisa Berbeda antara Hari Ini dan Kemarin?

Kurs valuta asing ditentukan berdasarkan kondisi pasar dan dapat berubah akibat berbagai faktor, seperti:

  • Perubahan permintaan dan penawaran dolar.
  • Pergerakan indeks dolar AS.
  • Kebijakan Federal Reserve.
  • Kebijakan moneter Bank Indonesia.
  • Arus modal asing.
  • Kondisi ekonomi Indonesia.
  • Pergerakan pasar keuangan global.
  • Ekspektasi investor terhadap inflasi dan suku bunga.

Karena faktor tersebut berubah dari waktu ke waktu, kurs dolar AS terhadap rupiah juga tidak bersifat tetap.

Perubahan Kecil Tidak Berarti Pasar Sepenuhnya Stabil

Penurunan kurs tengah sebesar Rp2 memang relatif kecil, tetapi bukan berarti seluruh pasar valuta asing tidak mengalami pergerakan.

Kurs Transaksi BI dan JISDOR memiliki fungsi sebagai referensi tertentu. Sementara itu, bank dan penyedia layanan valuta asing dapat memperbarui kurs transaksi nasabah berdasarkan kondisi pasar dan kebijakan masing-masing.

Oleh karena itu, masyarakat yang hendak membeli atau menjual dolar sebaiknya melihat kurs aktual dari bank atau penyedia layanan yang digunakan, bukan hanya mengandalkan satu angka referensi.

Berapa Nilai 1, 10, 100, hingga 1.000 Dolar dalam Rupiah?

Dengan menggunakan kurs tengah Rp17.703 per US$1 sebagai acuan, nilai dolar AS dalam rupiah dapat dihitung dengan mengalikan jumlah dolar dengan kurs tersebut. Angka berikut merupakan perhitungan berdasarkan kurs tengah, bukan harga transaksi final di bank.

Dolar ASPerkiraan Nilai Rupiah
US$1Rp17.703
US$10Rp177.030
US$100Rp1.770.300
US$500Rp8.851.500
US$1.000Rp17.703.000

US$1 Berapa Rupiah?

Dengan kurs tengah BI sebesar Rp17.703, maka US$1 setara sekitar Rp17.703.

Namun, apabila seseorang benar-benar membeli US$1 dari bank, nilai yang dibayarkan dapat menggunakan kurs jual bank sehingga jumlah rupiah yang dibutuhkan bisa lebih tinggi.

Sebaliknya, ketika menjual dolar kepada bank, nilai yang diterima dapat menggunakan kurs beli bank.

US$10 Berapa Rupiah?

US$10 berdasarkan kurs tengah Rp17.703 bernilai:

10 × Rp17.703 = Rp177.030

Jadi, US$10 setara sekitar Rp177.030 berdasarkan kurs referensi tersebut.

US$100 Berapa Rupiah?

Untuk US$100:

100 × Rp17.703 = Rp1.770.300

Dengan demikian, US$100 setara sekitar Rp1,77 juta berdasarkan kurs tengah BI.

US$500 Berapa Rupiah?

Untuk US$500:

500 × Rp17.703 = Rp8.851.500

Jadi, US$500 bernilai sekitar Rp8,85 juta.

US$1.000 Berapa Rupiah?

Untuk US$1.000:

1.000 × Rp17.703 = Rp17.703.000

Artinya, US$1.000 setara sekitar Rp17,7 juta berdasarkan kurs tengah.

Mengapa Hasil Konversi di Bank Bisa Berbeda?

Hasil konversi yang diterima ketika melakukan transaksi nyata dapat berbeda dari perhitungan di atas karena bank menggunakan kurs jual atau kurs beli sesuai jenis transaksinya.

Sebagai contoh, pada 26 Agustus 2026 Kurs Transaksi BI menunjukkan kurs jual Rp17.791,51 dan kurs beli Rp17.614,49.

Artinya, penggunaan kurs jual akan menghasilkan nilai rupiah yang lebih tinggi daripada penggunaan kurs tengah, sedangkan penggunaan kurs beli menghasilkan nilai yang lebih rendah.

Selain itu, bank komersial memiliki kurs transaksi masing-masing. Jadi, orang yang ingin menukarkan US$1.000 sebaiknya memeriksa kurs pada bank yang digunakan tepat sebelum transaksi.

Tabel Konversi Dolar ke Rupiah

Sebagai gambaran cepat, berikut beberapa nominal dolar jika dihitung menggunakan kurs tengah Rp17.703:

USDNilai dalam Rupiah
US$1Rp17.703
US$5Rp88.515
US$10Rp177.030
US$20Rp354.060
US$50Rp885.150
US$100Rp1.770.300
US$200Rp3.540.600
US$500Rp8.851.500
US$1.000Rp17.703.000
US$2.000Rp35.406.000
US$5.000Rp88.515.000
US$10.000Rp177.030.000

Perhitungan tersebut hanya menggunakan kurs tengah sebagai referensi. Nilai transaksi aktual dapat berbeda karena kurs jual, kurs beli, spread, biaya layanan, serta kebijakan masing-masing bank atau penyedia valuta asing.

Cara Menghitung Dolar ke Rupiah

Rumus dasarnya cukup sederhana:

Nilai USD × Kurs USD/IDR = Nilai Rupiah

Contohnya, jika memiliki US$750 dan menggunakan kurs Rp17.703:

750 × Rp17.703 = Rp13.277.250

Jadi, US$750 setara sekitar Rp13.277.250 berdasarkan kurs tengah tersebut.

Untuk transaksi nyata, gunakan kurs yang berlaku pada bank atau platform tempat transaksi dilakukan agar hasil perhitungan lebih sesuai dengan jumlah yang benar-benar diterima atau dibayarkan.

Kurs Dolar AS di Bank Besar Indonesia Hari Ini

Selain kurs Bank Indonesia, masyarakat yang ingin membeli atau menjual dolar AS perlu memperhatikan kurs yang ditetapkan oleh bank tempat transaksi dilakukan. Kurs bank dapat berbeda karena setiap bank memiliki jenis transaksi, waktu pembaruan, serta spread masing-masing.

Pada Rabu, 26 Agustus 2026, beberapa bank besar Indonesia memperbarui kurs USD/IDR pada pagi hari. Data resmi BCA, misalnya, menunjukkan e-Rate USD sebesar Rp17.665 untuk kurs beli dan Rp17.755 untuk kurs jual pada pembaruan 04.45 WIB.

Berikut perbandingan kurs yang tersedia pada 26 Agustus 2026:

BankJenis KursKurs Beli USDKurs Jual USD
BCAe-RateRp17.665Rp17.755
MandiriSpecial RateRp17.670Rp17.700
BRIe-Rate/TransaksiRp17.678Rp17.734
BNISpecial RateRp17.655Rp17.755

Data tersebut merupakan snapshot kurs pada waktu pembaruan masing-masing bank sehingga dapat berubah kembali sepanjang hari.

Kurs Dolar BCA Hari Ini

BCA memperbarui kurs e-Rate USD pada 26 Agustus 2026 pukul 04.45 WIB. Kurs beli tercatat Rp17.665 dan kurs jual Rp17.755.

Untuk TT Counter dan Bank Notes, data yang tersedia pada laman BCA menunjukkan kurs beli Rp17.510 dan kurs jual Rp17.790. Namun, kedua jenis kurs tersebut memiliki waktu pembaruan berbeda dari e-Rate.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa nasabah perlu melihat jenis transaksi yang akan digunakan. Kurs e-Rate tidak selalu sama dengan kurs TT Counter atau Bank Notes.

Kurs Dolar Bank Mandiri Hari Ini

Bank Mandiri mencatat Special Rate USD sebesar Rp17.670 untuk kurs beli dan Rp17.700 untuk kurs jual berdasarkan data yang tersedia pada 26 Agustus 2026.

Untuk TT Counter, kurs beli tercatat Rp17.480 dan kurs jual Rp17.780.

Kurs tersebut dapat digunakan sebagai referensi awal. Nasabah tetap perlu memeriksa kembali kurs ketika melakukan transaksi karena harga valuta asing dapat berubah.

Kurs Dolar BRI Hari Ini

BRI pada pembaruan 26 Agustus 2026 mencatat kurs USD sebesar Rp17.678 untuk beli dan Rp17.734 untuk jual pada data transaksi yang tersedia.

Data lain yang diperbarui lebih pagi menunjukkan BRI memiliki e-Rate Rp17.565 untuk beli dan Rp17.865 untuk jual. Perbedaan tersebut menunjukkan pentingnya memperhatikan jenis kurs dan waktu pembaruan ketika membandingkan harga dolar antarbank.

Kurs Dolar BNI Hari Ini

BNI mencatat Special Rate USD sebesar Rp17.655 untuk kurs beli dan Rp17.755 untuk kurs jual berdasarkan data yang tersedia.

Untuk TT Counter, kurs beli berada di Rp17.490 dan kurs jual Rp17.790. Data tersebut merupakan pembaruan terakhir yang tersedia dan waktu pembaruannya berbeda dari bank lain.

Bank Mana yang Memiliki Kurs Jual Dolar Paling Rendah?

Berdasarkan data yang dibandingkan, kurs jual Special Rate Bank Mandiri berada di Rp17.700, sedangkan BRI Rp17.734, BCA dan BNI masing-masing Rp17.755.

Jika hanya melihat angka tersebut, Mandiri memiliki kurs jual paling rendah di antara data Special Rate yang dibandingkan. Namun, nasabah tidak sebaiknya menentukan bank hanya berdasarkan angka tersebut karena jenis transaksi dan persyaratan kurs dapat berbeda.

Misalnya, kurs e-Rate BCA memiliki struktur berbeda dari TT Counter. Begitu pula kurs Special Rate Mandiri tidak selalu dapat dibandingkan langsung dengan kurs Bank Notes bank lain.

Bank Mana yang Memiliki Kurs Beli Dolar Paling Tinggi?

Untuk kurs beli, Bank Mandiri mencatat Rp17.670, sedangkan BRI Rp17.678, BCA Rp17.665 dan BNI Rp17.655 pada data yang tersedia.

Dalam perbandingan tersebut, BRI memiliki kurs beli tertinggi.

Artinya, jika seseorang menjual dolar kepada bank dengan jenis transaksi yang sesuai dengan kurs tersebut, nilai rupiah yang diterima secara teoritis lebih besar dibandingkan menggunakan kurs beli yang lebih rendah.

Mengapa Nilai Tukar Dolar AS terhadap Rupiah Berubah Setiap Hari?

Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah tidak bersifat tetap. Pergerakannya terbentuk dari kondisi pasar valuta asing dan dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi serta keuangan.

Permintaan dan Penawaran Dolar

Faktor paling dasar adalah permintaan dan penawaran.

Ketika permintaan terhadap dolar meningkat, nilai dolar dapat menguat terhadap rupiah. Sebaliknya, ketika pasokan dolar meningkat atau permintaan menurun, rupiah dapat memperoleh tekanan penguatan.

Permintaan dolar dapat berasal dari kebutuhan impor, pembayaran utang dalam valuta asing, investasi, perjalanan internasional, hingga transaksi perdagangan.

Kebijakan Suku Bunga The Fed

Keputusan Federal Reserve mengenai suku bunga dapat memengaruhi arus modal global.

Suku bunga AS yang lebih tinggi dapat meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dolar. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan permintaan dolar dan memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Sebaliknya, ekspektasi penurunan suku bunga AS dapat mengurangi daya tarik dolar dan mendukung aset berisiko.

Kebijakan Bank Indonesia

Bank Indonesia juga memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Kebijakan moneter, intervensi pasar valuta asing, pengelolaan likuiditas, dan berbagai kebijakan stabilisasi dapat memengaruhi kondisi USD/IDR.

Karena itu, perubahan kebijakan BI dapat menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar ketika menentukan arah rupiah.

Inflasi Indonesia dan Amerika Serikat

Perbedaan inflasi antara Indonesia dan Amerika Serikat juga dapat memengaruhi nilai tukar.

Inflasi yang tinggi dapat mengurangi daya beli suatu mata uang. Jika inflasi AS dan Indonesia bergerak berbeda secara signifikan, ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga kedua negara juga dapat berubah.

Hal tersebut kemudian dapat memengaruhi permintaan dolar dan rupiah.

Arus Modal Asing

Masuk dan keluarnya investasi asing juga dapat memengaruhi permintaan valuta asing.

Ketika investor asing membeli aset Indonesia, mereka membutuhkan rupiah untuk melakukan investasi. Sebaliknya, ketika dana asing keluar dari pasar Indonesia, permintaan terhadap dolar dapat meningkat karena investor menukar rupiah kembali ke mata uang asing.

Kondisi Ekonomi Global

Ketidakpastian ekonomi dan geopolitik dapat menyebabkan investor mengubah komposisi asetnya.

Dolar AS sering mendapatkan permintaan ketika investor mencari aset yang dianggap lebih aman. Kondisi tersebut dapat membuat dolar menguat terhadap berbagai mata uang, termasuk rupiah.

Sebaliknya, ketika sentimen risiko membaik, aliran dana dapat bergerak ke aset berisiko dan memberikan dukungan terhadap mata uang negara berkembang.

Harga Komoditas

Indonesia memiliki hubungan yang cukup kuat dengan perdagangan komoditas. Perubahan harga komoditas ekspor dapat memengaruhi penerimaan devisa dan kondisi perdagangan.

Jika penerimaan ekspor meningkat, pasokan valuta asing ke dalam negeri dapat bertambah. Kondisi tersebut dapat membantu mendukung rupiah, meskipun dampaknya tetap bergantung pada banyak faktor lainnya.

Mengapa Kurs Bank Berbeda dengan Kurs BI?

Kurs Bank Indonesia dan kurs bank komersial tidak harus sama.

Bank Indonesia menyediakan kurs referensi dan Kurs Transaksi BI untuk kebutuhan tertentu dalam sistem keuangan. Sementara itu, bank komersial menetapkan kurs transaksi kepada nasabah berdasarkan kondisi pasar, jenis layanan, spread, dan kebijakan internal.

Bank Indonesia sendiri menyediakan Kurs Transaksi BI yang mencakup kurs jual dan kurs beli berbagai mata uang, termasuk USD.

Karena itu, ketika mencari kurs dolar AS hari ini, penting untuk menyebutkan apakah yang dimaksud adalah JISDOR, Kurs Transaksi BI, kurs pasar, atau kurs jual-beli bank tertentu.

Apakah Rupiah Sedang Menguat atau Melemah?

Pada pembukaan perdagangan 26 Agustus 2026, rupiah dilaporkan menguat ke sekitar Rp17.695 per dolar AS atau 28 poin dibandingkan posisi sebelumnya.

Namun, penguatan pada satu sesi tidak berarti rupiah pasti akan terus menguat sepanjang hari. Pasar valuta asing dapat berubah karena data ekonomi, pernyataan bank sentral, pergerakan dolar global, maupun perubahan sentimen investor.

Kesimpulan

Kurs dolar AS terhadap rupiah pada 26 Agustus 2026 berada di kisaran Rp17.700 per dolar berdasarkan berbagai acuan dan kurs bank. Data Bank Indonesia, pasar spot, serta kurs jual-beli bank dapat menunjukkan angka yang berbeda karena masing-masing memiliki fungsi dan waktu pembaruan yang berbeda.

Untuk transaksi nyata, jangan hanya menggunakan kurs tengah sebagai patokan. Jika ingin membeli dolar, perhatikan kurs jual. Jika ingin menjual dolar, perhatikan kurs beli.

Pada bank besar, data yang tersedia menunjukkan kurs jual Special Rate sekitar Rp17.700 di Mandiri, Rp17.734 di BRI, serta Rp17.755 di BCA dan BNI. Sementara itu, BCA mencatat e-Rate USD Rp17.665 untuk beli dan Rp17.755 untuk jual pada pembaruan 26 Agustus 2026 pukul 04.45 WIB.

Karena kurs dapat berubah sepanjang hari, pembaca yang akan melakukan transaksi sebaiknya memeriksa kembali kurs pada bank atau penyedia valuta asing yang digunakan tepat sebelum transaksi.

Related Articles