Bitcoin kembali menjadi perhatian pasar setelah mengalami penguatan tajam dalam beberapa hari terakhir. Pada perdagangan 25 Agustus 2026, Bitcoin sempat menembus US$80.000 dan mencapai sekitar US$81.238, level tertinggi dalam tiga bulan. Penguatan tersebut kemudian diikuti aksi ambil untung sehingga harga kembali bergerak di bawah level US$80.000.
Pada 26 Agustus 2026, harga Bitcoin berada di kisaran US$78.900 per BTC berdasarkan data pasar yang diperbarui secara real-time. Data CoinGecko menunjukkan Bitcoin berada di sekitar US$78.855,59, dengan perubahan sekitar -2,10% dalam 24 jam terakhir.
Karena pasar cryptocurrency beroperasi 24 jam sehari, harga Bitcoin dapat berubah setiap saat. Oleh karena itu, angka yang ditampilkan dalam artikel ini merupakan kondisi pasar ketika data diperoleh dan bukan harga tetap sepanjang hari.
Berapa Harga Bitcoin Terbaru Hari Ini?
Harga Bitcoin terbaru pada 26 Agustus 2026 berada di sekitar US$78.900 per BTC.
Data Bitget pada pukul 06.41 UTC menunjukkan harga Bitcoin sebesar US$78.899,93, dengan kapitalisasi pasar sekitar US$1,58 triliun dan volume perdagangan 24 jam sekitar US$37,14 miliar. Dalam periode 24 jam yang sama, Bitcoin bergerak pada kisaran sekitar US$77.870 hingga US$80.778.
Sementara itu, CoinGecko mencatat harga sekitar US$78.855,59 dan volume perdagangan 24 jam sekitar US$34,81 miliar. Perbedaan kecil antarplatform merupakan hal yang wajar karena harga cryptocurrency terbentuk dari aktivitas perdagangan di berbagai bursa.
| Indikator | Kondisi Bitcoin |
|---|---|
| Harga BTC/USD | sekitar US$78.900 |
| Perubahan 24 jam | sekitar -2,1% |
| Kisaran 24 jam | sekitar US$77.870–US$80.778 |
| Kapitalisasi pasar | sekitar US$1,58 triliun |
| Volume 24 jam | sekitar US$35–37 miliar |
| Posisi pasar | Aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar |
Harga Bitcoin dalam Dolar AS
Harga Bitcoin secara internasional umumnya ditampilkan dalam pasangan BTC/USD atau BTC/USDT. Pada pagi 26 Agustus 2026, harga berada di sekitar US$78.900.
Angka tersebut menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada di bawah level US$80.000 setelah sebelumnya berhasil menembus batas psikologis tersebut. Data pasar menunjukkan area US$80.000–US$81.000 menjadi zona yang mendapatkan perhatian besar setelah reli terbaru.
Bitcoin Masih Berada di Bawah Level US$80.000
Penurunan setelah mencapai level US$80.000 tidak otomatis menunjukkan perubahan tren jangka panjang. Dalam pergerakan cryptocurrency, kenaikan yang cepat sering diikuti aksi ambil keuntungan dari trader dan investor.
Pada 25 Agustus, Bitcoin sempat mencapai US$81.238 sebelum kembali turun mendekati US$79.000. Kondisi tersebut menunjukkan adanya tekanan jual ketika harga memasuki area resistance psikologis.
Perubahan Harga Bitcoin Hari Ini Dibandingkan Hari Sebelumnya
Pergerakan Bitcoin pada 26 Agustus menunjukkan adanya koreksi setelah reli kuat pada hari sebelumnya.
Data CoinGecko menunjukkan Bitcoin turun sekitar 2,10% dalam 24 jam, dengan harga berada di sekitar US$78.855,59 ketika data diperoleh.
Jika dibandingkan dengan level di atas US$80.000 yang dicapai sebelumnya, harga saat ini menunjukkan bahwa sebagian pelaku pasar mulai merealisasikan keuntungan.
Perbandingan Harga Bitcoin
| Periode | Harga Bitcoin |
|---|---|
| Level tertinggi terbaru | sekitar US$81.238 |
| Harga terbaru | sekitar US$78.900 |
| Perubahan 24 jam | sekitar -2,1% |
Bitcoin sebelumnya juga mengalami kenaikan yang cukup kuat. Reuters melaporkan bahwa pada 25 Agustus Bitcoin naik sekitar 16% sejak seruan Presiden Donald Trump mengenai regulasi cryptocurrency yang lebih jelas, sementara kenaikannya sepanjang Agustus mencapai sekitar 28% pada saat laporan tersebut diterbitkan.
Artinya, meskipun harga Bitcoin sedang terkoreksi dalam 24 jam terakhir, pergerakan tersebut perlu dilihat dalam konteks reli yang terjadi sebelumnya.
Mengapa Harga Bitcoin Bisa Berbeda di Setiap Platform?
Harga Bitcoin tidak memiliki satu harga resmi global yang berlaku identik di seluruh bursa.
Setiap exchange memiliki order book, volume perdagangan, likuiditas, spread, serta pasangan perdagangan masing-masing. Akibatnya, harga BTC di satu platform dapat sedikit berbeda dengan harga di platform lainnya.
Perbedaan tersebut biasanya relatif kecil pada exchange besar dengan likuiditas tinggi, tetapi dapat lebih terlihat ketika pasar bergerak sangat cepat.
Karena itu, ketika menulis atau membaca informasi harga Bitcoin terbaru hari ini, penting untuk mencantumkan sumber dan waktu pengambilan data.
Kondisi Bitcoin Hari Ini
Secara singkat, Bitcoin pada 26 Agustus 2026 berada dalam kondisi mengalami koreksi setelah reli kuat.
Harga masih berada di sekitar US$78.900 setelah sebelumnya menembus US$80.000 dan mencapai sekitar US$81.238. Di sisi lain, indikator teknikal dari Investing.com menunjukkan sinyal harian BTC/USD berada pada kategori Strong Buy, meskipun ringkasan indikator jangka pendek menunjukkan kondisi yang lebih beragam.
Karena itu, penurunan dalam 24 jam tidak dapat langsung diartikan sebagai perubahan tren utama. Investor tetap perlu memperhatikan apakah Bitcoin mampu bertahan di area support setelah aksi ambil keuntungan mereda.
Catatan: Harga cryptocurrency berubah secara real-time. Data di atas merupakan snapshot pasar pada 26 Agustus 2026 dan dapat berbeda ketika pembaca membuka artikel beberapa menit atau jam kemudian.
Pergerakan Bitcoin dalam 24 Jam Terakhir
Pergerakan Bitcoin dalam 24 jam terakhir menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi. Pada 26 Agustus 2026, BTC berada di sekitar area US$79.000 setelah sebelumnya berhasil menembus US$80.000 dan mencapai level sekitar US$81.238. Kenaikan tersebut kemudian diikuti aksi ambil untung sehingga Bitcoin kembali bergerak di bawah level psikologis US$80.000.
Data pasar juga menunjukkan Bitcoin masih memiliki momentum positif dalam rentang mingguan. Pada 26 Agustus pukul 00.05 ET, BTC tercatat sekitar US$78.982 dan masih membukukan kenaikan sekitar 14,44% dalam tujuh hari.
Artinya, penurunan atau konsolidasi dalam 24 jam terakhir perlu dilihat dalam konteks kenaikan yang jauh lebih besar pada beberapa hari sebelumnya.
Kisaran Harga Bitcoin dalam 24 Jam
Pada periode 24 jam yang dipantau, Bitcoin bergerak dalam kisaran yang cukup lebar. Data pasar menunjukkan harga sempat berada di sekitar US$77.870 hingga mendekati US$80.800.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa volatilitas BTC masih tinggi. Harga dapat berubah cukup cepat ketika terjadi peningkatan volume transaksi atau muncul berita ekonomi dan regulasi yang dianggap penting oleh pasar.
Bagi investor, kondisi seperti ini berarti harga pada saat membuka artikel dapat berbeda dengan harga beberapa jam kemudian.
Bitcoin Sempat Menembus US$80.000
Salah satu perkembangan penting dalam pergerakan terbaru adalah keberhasilan Bitcoin kembali melewati level US$80.000.
Bitcoin sempat mencapai sekitar US$81.238 dalam perdagangan Asia pada 25 Agustus sebelum kembali turun ke area US$79.000. Level US$80.000 kemudian menjadi area psikologis yang diperhatikan pelaku pasar.
Kenaikan tersebut terjadi setelah Bitcoin mengalami reli kuat. Reuters melaporkan BTC telah naik sekitar 28% sepanjang Agustus hingga 25 Agustus, sekaligus berada di jalur menuju kenaikan bulanan terbesar sejak November 2024.
Apa yang Terjadi Setelah Bitcoin Menembus US$80.000?
Setelah harga mencapai level tinggi, sebagian trader dapat melakukan aksi ambil keuntungan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan harga mengalami koreksi meskipun tren jangka pendek masih terlihat positif.
Selain profit taking, area US$80.000–US$82.000 juga menjadi zona yang diperhatikan karena merupakan resistance psikologis setelah reli terbaru. Analisis pasar menyebut Bitcoin berpotensi berkonsolidasi apabila tekanan aksi ambil keuntungan meningkat.
Karena itu, pergerakan Bitcoin di sekitar US$80.000 menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam beberapa sesi perdagangan berikutnya.
Pergerakan BTC/IDR dalam 24 Jam
Bagi investor Indonesia, perubahan harga Bitcoin tidak hanya dipengaruhi oleh BTC/USD, tetapi juga nilai tukar dolar AS terhadap rupiah.
Data historis BTC/IDR Indodax menunjukkan pada 26 Agustus 2026 harga berada di sekitar Rp1,398 miliar per BTC, dengan perubahan harian sekitar +0,50% pada data yang tersedia. Rentang harian tercatat sekitar Rp1,386 miliar hingga Rp1,399 miliar.
| Indikator | BTC/IDR 26 Agustus 2026 |
|---|---|
| Harga terakhir | sekitar Rp1,398 miliar |
| Harga pembukaan | sekitar Rp1,391 miliar |
| Tertinggi | sekitar Rp1,399 miliar |
| Terendah | sekitar Rp1,386 miliar |
| Perubahan harian | +0,50% |
Angka tersebut merupakan data pasangan BTC/IDR di Indodax dan dapat berbeda dari harga Bitcoin di exchange Indonesia lainnya.
Berapa Harga Bitcoin dalam Rupiah Hari Ini?
Jika dikonversikan ke rupiah, harga 1 Bitcoin pada 26 Agustus 2026 berada di kisaran Rp1,39 miliar.
Data BTC/IDR Indodax menunjukkan harga sekitar Rp1.397.821.000 pada saat data real-time diperoleh. Data historis hariannya mencatat harga terakhir sekitar Rp1.397.854.976.
Karena harga Bitcoin berubah setiap saat, nilai dalam rupiah juga ikut berubah. Selain pergerakan BTC/USD, perubahan kurs dolar terhadap rupiah dapat menyebabkan harga BTC dalam rupiah bergerak berbeda dari harga Bitcoin dalam dolar.
Perkiraan Nilai Pecahan Bitcoin dalam Rupiah
Bitcoin dapat dibeli dalam pecahan kecil sehingga investor tidak harus membeli 1 BTC penuh.
Dengan menggunakan harga sekitar Rp1,398 miliar per BTC sebagai ilustrasi, perkiraannya menjadi:
| Jumlah BTC | Perkiraan Nilai |
|---|---|
| 1 BTC | Rp1,398 miliar |
| 0,1 BTC | Rp139,8 juta |
| 0,01 BTC | Rp13,98 juta |
| 0,001 BTC | Rp1,398 juta |
| 0,0001 BTC | Rp139.800 |
Nilai tersebut hanya merupakan perhitungan berdasarkan harga acuan dan belum memperhitungkan spread, biaya transaksi, maupun perubahan harga pasar.
Kenapa Harga Bitcoin dalam Rupiah Bisa Berbeda?
Ada dua faktor utama yang perlu diperhatikan, yaitu harga Bitcoin dalam dolar dan nilai tukar rupiah.
Contohnya, apabila Bitcoin tetap berada di US$79.000 tetapi rupiah melemah terhadap dolar, harga BTC dalam rupiah dapat meningkat.
Sebaliknya, apabila Bitcoin naik dalam dolar tetapi rupiah juga menguat cukup signifikan, kenaikan BTC dalam rupiah dapat menjadi lebih kecil.
Selain itu, setiap exchange memiliki order book dan likuiditas yang berbeda sehingga harga BTC/IDR juga dapat menunjukkan perbedaan kecil antarplatform.
Apakah Bitcoin Hari Ini Naik atau Turun?
Jawabannya bergantung pada periode yang digunakan.
Dalam 24 jam, Bitcoin masih mengalami pergerakan yang fluktuatif setelah koreksi dari area US$80.000–US$81.000. Namun, dalam tujuh hari, BTC masih mencatat kenaikan yang kuat, sekitar 14,44% berdasarkan data yang tersedia pada 26 Agustus.
Dengan demikian, kondisi Bitcoin saat ini lebih tepat disebut mengalami konsolidasi setelah reli kuat, bukan langsung dianggap sebagai perubahan tren menjadi bearish.
Investor sebaiknya memperhatikan apakah harga mampu kembali menembus dan bertahan di atas area US$80.000 atau justru turun menembus support setelah aksi ambil keuntungan berlanjut.
Catatan Harga Bitcoin Hari Ini
Harga Bitcoin merupakan harga pasar yang bergerak secara real-time selama 24 jam. Oleh karena itu, angka dalam artikel dapat berubah kapan saja.
Untuk kebutuhan transaksi, selalu periksa harga BTC terbaru pada exchange yang digunakan sebelum membeli atau menjual. Data BTC/IDR juga sebaiknya dibandingkan dengan harga pada platform yang digunakan karena perbedaan likuiditas, spread, dan order book dapat menghasilkan harga yang tidak persis sama.
Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Harga Bitcoin
Harga Bitcoin dapat berubah dalam waktu sangat singkat karena pasar cryptocurrency beroperasi 24 jam dan sangat sensitif terhadap perubahan sentimen. Pergerakannya tidak hanya dipengaruhi oleh aktivitas jual beli BTC, tetapi juga kondisi ekonomi global, kebijakan moneter, arus dana institusional, regulasi, serta posisi trader di pasar derivatif.
Beberapa faktor utama yang perlu diperhatikan ketika melihat harga Bitcoin terbaru hari ini antara lain:
Kebijakan Moneter dan Suku Bunga
Kebijakan bank sentral, khususnya Federal Reserve AS, dapat memengaruhi minat investor terhadap aset berisiko seperti Bitcoin.
Ketika pasar memperkirakan kebijakan moneter akan lebih longgar, likuiditas dan minat terhadap aset berisiko dapat meningkat. Sebaliknya, ekspektasi suku bunga tinggi dalam waktu lama dapat membuat investor lebih berhati-hati.
Pada 26 Agustus 2026, perhatian pasar tertuju pada data inflasi AS dan Jackson Hole Economic Policy Symposium karena informasi tersebut dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter berikutnya.
Nilai Tukar Dolar AS
Dolar AS juga menjadi faktor penting bagi Bitcoin.
Ketika dolar melemah dan kekhawatiran mengenai penurunan nilai mata uang meningkat, sebagian investor dapat mencari aset alternatif seperti Bitcoin. Pergerakan terbaru Bitcoin menuju US$80.000 dikaitkan dengan kekhawatiran mengenai kebijakan utang AS dan potensi pelemahan dolar.
Namun, hubungan Bitcoin dengan dolar tidak selalu bergerak berlawanan. Sentimen risiko dan kondisi likuiditas global tetap dapat menjadi faktor yang lebih dominan.
Arus Dana ETF Bitcoin
ETF Bitcoin spot memberikan akses yang lebih mudah bagi investor institusional dan investor tradisional untuk memperoleh eksposur terhadap Bitcoin.
Ketika terjadi arus dana masuk dalam jumlah besar, permintaan tambahan dapat membantu mendukung harga BTC. Sebaliknya, arus dana keluar dapat meningkatkan tekanan jual.
Dalam reli terbaru, aktivitas ETF menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pasar. Laporan pasar mencatat adanya arus masuk besar ke ETF Bitcoin spot, termasuk sekitar US$500 juta pada 21 Agustus dan sekitar US$1 miliar ke iShares Bitcoin Trust ETF dalam satu minggu.
Regulasi Cryptocurrency
Kebijakan pemerintah dan perkembangan regulasi dapat memberikan dampak besar terhadap sentimen pasar.
Kejelasan aturan dapat mengurangi ketidakpastian bagi perusahaan, bank, dan investor institusional. Sebaliknya, aturan yang dianggap terlalu ketat dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap prospek industri cryptocurrency.
Pada Agustus 2026, perkembangan Clarity Act menjadi salah satu katalis yang diperhatikan pasar. Dukungan terhadap regulasi cryptocurrency yang lebih jelas ikut meningkatkan optimisme investor.
Leverage dan Likuidasi Trader
Pasar Bitcoin memiliki aktivitas derivatif yang besar. Banyak trader menggunakan leverage untuk memperbesar posisi, tetapi leverage juga dapat memperbesar kerugian.
Ketika harga bergerak cepat, posisi dengan leverage tinggi dapat terkena likuidasi. Likuidasi dalam jumlah besar kemudian dapat mempercepat pergerakan harga.
Pada reli terbaru, short covering berperan besar dalam mendorong Bitcoin melewati US$80.000. Data pasar 26 Agustus menunjukkan total likuidasi cryptocurrency sekitar US$566 juta dalam 24 jam, termasuk sekitar US$331 juta likuidasi posisi short.
Kondisi Pasar Saham
Bitcoin sering diperlakukan sebagai aset berisiko sehingga sentimennya dapat berkaitan dengan pergerakan pasar saham, terutama saham teknologi.
Ketika investor lebih berani mengambil risiko, Bitcoin dan aset teknologi dapat sama-sama mendapatkan aliran dana. Namun, korelasi tersebut dapat berubah tergantung kondisi pasar.
Pada 26 Agustus, indeks saham AS bergerak positif sementara Bitcoin justru mengalami koreksi setelah menembus US$81.000. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap BTC saat itu lebih berkaitan dengan aksi ambil keuntungan dan posisi leverage daripada penurunan sentimen pasar secara keseluruhan.
Kenapa Harga Bitcoin Menguat atau Melemah Hari Ini?
Pergerakan Bitcoin pada 26 Agustus 2026 lebih tepat dipahami sebagai koreksi setelah reli kuat.
Bitcoin sebelumnya menembus US$80.000 untuk pertama kalinya sejak Mei dan mencapai sekitar US$81.238. Setelah itu, harga turun kembali ke area US$79.000.
Ada beberapa alasan yang menjelaskan kondisi tersebut.
Bitcoin Menguat karena Sentimen terhadap Dolar
Kekhawatiran terhadap utang pemerintah AS dan potensi pelemahan nilai dolar meningkatkan minat terhadap aset yang dianggap sebagai alternatif terhadap mata uang fiat.
Kondisi tersebut menjadi salah satu narasi yang mendorong reli Bitcoin hingga melewati US$80.000.
Arus Dana Institusional Mendukung Bitcoin
Kembali masuknya dana ke ETF Bitcoin menunjukkan meningkatnya minat investor institusional.
Jika arus dana tersebut terus berlanjut, permintaan spot dapat membantu memberikan dukungan terhadap harga ketika terjadi koreksi.
Short Squeeze Mempercepat Kenaikan
Kenaikan Bitcoin juga diperkuat oleh penutupan posisi short.
Ketika harga naik melewati level tertentu, trader yang mengambil posisi short dapat terpaksa membeli kembali Bitcoin untuk menutup posisi. Pembelian tersebut kemudian dapat mendorong harga semakin tinggi.
Menurut laporan pasar 26 Agustus, short liquidations mencapai sekitar US$331 juta dalam 24 jam.
Aksi Ambil Untung Menekan Harga
Setelah Bitcoin naik sekitar 24% dalam lima hari dan mencapai US$81.000 lebih, sebagian trader memiliki alasan untuk merealisasikan keuntungan.
Tekanan tersebut terlihat ketika BTC gagal bertahan di atas US$80.000 dan kembali bergerak menuju area US$78.000–US$79.000.
Area US$80.000 Menjadi Resistance Penting
Level US$80.000 memiliki arti psikologis yang kuat.
Setelah Bitcoin menembus level tersebut, pasar perlu melihat apakah harga mampu bertahan di atasnya atau justru kembali masuk ke bawah resistance.
Analisis pasar pada 26 Agustus menempatkan area US$80.000–US$81.000 sebagai resistance, sedangkan area US$77.000–US$78.000 menjadi support jangka pendek yang perlu diperhatikan.
Data Ekonomi AS Menjadi Katalis Berikutnya
Pasar Bitcoin juga sedang menunggu sejumlah data ekonomi AS.
Pada 26 Agustus, data PCE menjadi salah satu perhatian utama karena dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan Federal Reserve. Selain itu, pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole pada 28 Agustus berpotensi memberikan katalis baru bagi pasar.
Jika data inflasi lebih tinggi dari perkiraan dan menyebabkan yield Treasury naik, Bitcoin berpotensi menghadapi tekanan.
Sebaliknya, apabila data inflasi tidak memberikan kejutan dan yield tetap terkendali, peluang Bitcoin untuk kembali menguji area US$80.000 dapat meningkat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Harga Bitcoin
Berapa harga Bitcoin terbaru hari ini?
Pada 26 Agustus 2026, Bitcoin berada di kisaran US$79.000 per BTC. Harga berubah secara real-time sehingga angka dapat berbeda tergantung waktu dan platform yang digunakan. Data pasar pada hari tersebut menunjukkan BTC sempat mencapai sekitar US$81.000 sebelum mengalami koreksi.
Apakah harga Bitcoin hari ini naik atau turun?
Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin mengalami koreksi, setelah sebelumnya mengalami kenaikan kuat dan menembus US$80.000.
Namun, dalam periode mingguan, Bitcoin masih mencatat kenaikan yang signifikan. Jadi, penurunan harian belum cukup untuk menyimpulkan bahwa tren kenaikan telah berakhir.
Berapa harga Bitcoin dalam rupiah hari ini?
Harga Bitcoin dalam rupiah berada di kisaran Rp1,39 miliar per BTC berdasarkan data BTC/IDR yang dibahas pada bagian sebelumnya. Harga aktual dapat berbeda di setiap exchange karena perbedaan kurs, spread, likuiditas, dan order book.
Apakah Bitcoin bisa dibeli kurang dari 1 BTC?
Bisa. Bitcoin dapat dibeli dalam pecahan kecil sehingga investor tidak perlu menyediakan dana untuk membeli satu Bitcoin penuh.
Jumlah minimum pembelian bergantung pada platform yang digunakan dan ketentuan exchange tersebut.
Mengapa harga Bitcoin berbeda antara satu exchange dan lainnya?
Perbedaan harga terjadi karena setiap exchange memiliki order book, volume perdagangan, likuiditas, spread, dan pasangan perdagangan yang berbeda.
Selisih biasanya relatif kecil pada pasar dengan likuiditas tinggi, tetapi dapat meningkat ketika volatilitas sedang tinggi.
Apakah Bitcoin akan terus naik setelah menembus US$80.000?
Tidak ada kepastian bahwa Bitcoin akan terus naik.
Setelah menembus US$80.000, Bitcoin justru mengalami koreksi dan kembali bergerak di sekitar US$79.000. Area US$80.000–US$81.000 menjadi resistance penting, sedangkan US$77.000–US$78.000 menjadi area support yang perlu diperhatikan.
Apa yang perlu diperhatikan setelah Bitcoin turun dari US$80.000?
Investor dapat memperhatikan tiga hal utama:
- Apakah BTC mampu bertahan di area US$77.000–US$78.000.
- Apakah Bitcoin kembali menembus dan bertahan di atas US$80.000.
- Apakah arus dana ETF Bitcoin tetap positif.
Selain itu, data PCE AS, pergerakan Treasury yield, dolar AS, dan komentar Federal Reserve juga dapat menjadi katalis penting dalam beberapa hari berikutnya.
Kesimpulan
Harga Bitcoin terbaru hari ini berada di sekitar US$79.000 atau sekitar Rp1,39 miliar per BTC, dengan kondisi pasar yang masih sangat volatil. Bitcoin sebelumnya berhasil menembus US$80.000 dan mencapai sekitar US$81.238, tetapi kemudian mengalami koreksi akibat aksi ambil keuntungan dan berkurangnya momentum short covering.
Untuk memantau arah Bitcoin berikutnya, jangan hanya melihat perubahan harga harian. Perhatikan juga arus ETF, dolar AS, Treasury yield, kebijakan Federal Reserve, regulasi cryptocurrency, data inflasi, serta posisi leverage di pasar derivatif.
Pada kondisi 26 Agustus 2026, area US$80.000–US$81.000 menjadi resistance yang penting, sedangkan US$77.000–US$78.000 menjadi area support jangka pendek. Jika BTC mampu kembali menembus resistance dengan volume yang kuat, momentum kenaikan dapat kembali terbentuk. Sebaliknya, penurunan di bawah support dapat meningkatkan risiko koreksi lebih dalam.