Banyak siswa kelas XII masih menyiapkan TKA seperti ujian hafalan. Padahal Tes Kemampuan Akademik lebih sering meminta Anda membaca stimulus, menafsirkan data, menerapkan konsep, lalu menalar. Soal yang tampak “biasa” bisa menjebak jika satu syarat terlewat atau satu kalimat dalam teks tidak dicek ulang.
Kesalahan yang paling sering muncul justru sederhana: rumus dihafal tanpa model, ide pokok ditebak dari kalimat pertama, teks Inggris diterjemahkan kata demi kata, atau soal pilihan ganda kompleks dikerjakan seolah hanya punya satu jawaban. Akibatnya, latihan terasa banyak, tetapi pola pikirnya tidak berubah.
Pada TKA SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK, peserta mengerjakan tiga mata uji wajib—Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris—serta dua mata pelajaran pilihan. Bentuk soalnya beragam: pilihan ganda sederhana, pilihan ganda kompleks dengan lebih dari satu jawaban benar, dan pilihan ganda kompleks kategori. Ada soal tunggal dan soal grup.
Artikel ini menyediakan 25 soal latihan orisinal untuk tiga mapel wajib, lengkap dengan kompetensi, pembahasan, alasan distraktor, jebakan, dan strategi. Seluruh soal disusun berdasarkan karakter kerangka asesmen TKA, bukan naskah resmi, bukan bocoran, dan tidak boleh dianggap sebagai soal yang dipastikan muncul pada TKA 2026.
Apa Itu TKA SMA 2026?
Tes Kemampuan Akademik adalah asesmen standar nasional untuk mengukur capaian akademik murid pada mata pelajaran tertentu sesuai kurikulum yang berlaku. Tujuannya menyediakan gambaran objektif yang melengkapi penilaian sekolah, bukan menggantikan rapor, ujian sekolah, atau ijazah.
Pesertanya antara lain murid SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK kelas 12 serta kelas 13 program 4 tahun. Hasilnya dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan seleksi pendidikan lanjutan, termasuk sebagai validator nilai rapor pada jalur prestasi ke perguruan tinggi sesuai ketentuan yang berlaku. TKA berbeda dari Asesmen Nasional yang lebih menitikberatkan literasi-numerasi umum, survei karakter, dan lingkungan belajar. TKA juga bukan UTBK-SNBT.
Dasar kebijakan utamanya meliputi Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 tentang TKA, Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2026 terkait Asesmen Nasional, Kepmendikdasmen Nomor 56 Tahun 2026 tentang pedoman TKA-AN, serta kerangka asesmen Perka BSKAP Nomor 045/H/AN/2025.
Apakah TKA SMA 2026 Wajib?
Tidak. TKA bersifat opsional. Murid boleh tidak mendaftar jika belum siap, dan tidak mengikuti TKA tidak menghalangi kelulusan dari sekolah. Kelulusan tetap menjadi kewenangan satuan pendidikan.
Namun, bagi siswa yang menargetkan jalur tertentu—misalnya SNBP atau seleksi mandiri yang mensyaratkan sertifikat TKA—mengikuti tes menjadi kebutuhan praktis. Jadi, TKA tidak wajib sebagai syarat lulus SMA, tetapi bisa menjadi syarat administratif atau bahan pertimbangan pada seleksi berikutnya. Periksa kebijakan terbaru sekolah, PTN tujuan, dan SNPMB.
Mata Pelajaran yang Diujikan dalam TKA SMA 2026
Mata pelajaran TKA SMA terdiri atas tiga mapel wajib dan dua mapel pilihan.
| Jenis | Mata Pelajaran |
|---|---|
| Wajib | Bahasa Indonesia |
| Wajib | Matematika |
| Wajib | Bahasa Inggris |
| Pilihan | Dua mapel dari daftar resmi |
Pada 2026, pelaksanaan jenjang SMA diubah menjadi empat hari agar satu hari tidak memuat terlalu banyak mata uji wajib. Pola yang dikomunikasikan: hari pertama Bahasa Indonesia dan survei karakter, hari kedua Bahasa Inggris dan survei lingkungan belajar, hari ketiga Matematika, hari keempat dua mapel pilihan.
Jumlah soal dan menit per mapel pada juknis lama berbeda dengan penjelasan skema 4 hari. Beberapa ringkasan pelaksanaan 2026 menyebut alokasi sekitar 75 menit untuk mapel wajib dan 60 menit untuk tiap mapel pilihan, dengan perkiraan 30 soal Bahasa Indonesia, 30 soal Bahasa Inggris, dan 25 soal Matematika. Angka itu bersifat informasi sekunder; yang mengikat adalah juknis dan kartu peserta sekolah Anda.
Daftar Mata Pelajaran Pilihan TKA SMA 2026
Daftar pilihan untuk SMA/MA/Paket C yang dirujuk portal resmi meliputi:
Matematika Lanjutan, Bahasa Indonesia Lanjutan, Bahasa Inggris Lanjutan, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Sosiologi, Geografi, Sejarah, Antropologi, PPKn/Pendidikan Pancasila, Bahasa Arab, Bahasa Jerman, Bahasa Prancis, Bahasa Jepang, Bahasa Korea, Bahasa Mandarin, serta Produk/Projek Kreatif dan Kewirausahaan.
Informatika tidak termasuk mapel pilihan TKA. Untuk SMK/MAK, pada 2026 pemerintah menambahkan banyak mapel vokasi sehingga pilihan lebih beragam, tetapi peserta tetap memilih maksimal dua mapel.
Jangan menyamakan otomatis daftar SMA dengan paket SMK. Cek isian pendaftaran sekolah.
Bagaimana Memilih Dua Mata Pelajaran Pilihan TKA?
- Tentukan program studi atau jalur karier yang dituju.
- Cek mata pelajaran pendukung prodi, khususnya jika menargetkan SNBP, lewat Kepmendikdasmen Nomor 102/M/2025 dan ketentuan SNPMB terbaru.
- Pastikan mapel itu ada di rapor (pernah ditempuh), karena TKA berfungsi memvalidasi capaian yang tercatat.
- Pilih mapel yang benar-benar dikuasai, bukan hanya yang “kelihatan cocok” secara stereotip IPA/IPS.
- Konsultasikan dengan guru BK/wali kelas.
- Ubah pilihan hanya selama masa pendaftaran masih dibuka, sebelum daftar nominasi tetap terbit.
Lintas rumpun diperbolehkan jika mapel ada di rapor dan relevan dengan kebutuhan seleksi. Jangan menyeragamkan pilihan seluruh kelas.
Bentuk Soal TKA SMA 2026
| Bentuk | Cara menjawab | Contoh pola |
|---|---|---|
| Pilihan ganda sederhana | Satu jawaban paling tepat | A–E |
| PG kompleks MCMA | Lebih dari satu pilihan benar | “Pilih semua yang tepat” |
| PG kompleks kategori | Setiap pernyataan dikategorikan | Benar/Salah, Fakta/Opini, Didukung/Tidak Didukung |
Soal tunggal memakai satu stimulus untuk satu pertanyaan. Soal grup memakai satu teks, tabel, atau grafik untuk beberapa pertanyaan dengan kompetensi berbeda.
Tidak ada essay pada desain TKA yang dijelaskan secara resmi.
Kisi-Kisi atau Kerangka Materi TKA SMA 2026
Pemerintah memakai istilah kerangka asesmen, bukan “kisi-kisi rahasia”. Acuan utamanya Perka BSKAP Nomor 045/H/AN/2025. Materi merupakan irisan Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013.
Kerangka TKA Matematika
Elemen yang diukur meliputi bilangan, aljabar, geometri dan pengukuran, trigonometri, serta data dan peluang. Kompetensinya bertingkat: pengetahuan dan pemahaman, aplikasi, serta penalaran. Fokusnya pemecahan masalah, bukan hitungan cepat semata.
Kerangka TKA Bahasa Indonesia
Fokus utama adalah membaca teks informasi dan fiksi. Kompetensi mencakup pemahaman tekstual, pemahaman inferensial, serta evaluasi dan apresiasi: makna kata dalam konteks, hubungan antargagasan, simpulan, tujuan penulis, dan penilaian bukti.
Kerangka TKA Bahasa Inggris
Fokusnya reading comprehension pada teks deskriptif, recount, naratif, prosedur, dan eksposisi, dengan kompleksitas sekitar A2–B1. Yang diukur: informasi eksplisit, kosakata kontekstual, rujukan, gagasan utama, inferensi, tujuan penulis, dan evaluasi.
Blueprint 25 Soal Latihan
| No. | Mapel | Materi/Stimulus | Kompetensi | Bentuk | Level |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Matematika | Persentase produksi | Aplikasi | PG | Mudah |
| 2 | Matematika | Sistem persamaan | Aplikasi | PG | Sedang |
| 3 | Matematika | Fungsi dan komposisi | Aplikasi | MCMA | Sedang |
| 4 | Matematika | Deret aritmetika | Penalaran | PG | Sulit |
| 5 | Matematika | Volume tabung | Aplikasi | PG | Sedang |
| 6 | Matematika | Rasio trigonometri | Penalaran | PG | Sulit |
| 7 | Matematika | Tabel nilai | Interpretasi data | Kategori | Mudah |
| 8 | Matematika | Peluang tanpa pengembalian | Aplikasi | MCMA | Sedang |
| 9 | Matematika | Luas jalur seragam | Penalaran | PG | Sulit |
| 10 | B. Indonesia | Teks atap hijau | Informasi eksplisit | PG | Mudah |
| 11 | B. Indonesia | Teks atap hijau | Kosakata konteks | PG | Mudah |
| 12 | B. Indonesia | Teks atap hijau | Hubungan sebab-akibat | MCMA | Sedang |
| 13 | B. Indonesia | Teks atap hijau | Fakta/opini | Kategori | Sedang |
| 14 | B. Indonesia | Cerpen radio | Evaluasi bukti | MCMA | Sulit |
| 15 | B. Indonesia | Cerpen radio | Karakter tokoh | PG | Mudah |
| 16 | B. Indonesia | Cerpen radio | Pesan tersirat | MCMA | Sulit |
| 17 | B. Indonesia | Cerpen radio | Evaluasi tafsiran | Kategori | Sulit |
| 18 | B. Inggris | Bike-share | Explicit detail | PG | Mudah |
| 19 | B. Inggris | Bike-share | Vocabulary in context | PG | Mudah |
| 20 | B. Inggris | Bike-share | Main idea | PG | Sedang |
| 21 | B. Inggris | Bike-share | Cause-effect | MCMA | Sedang |
| 22 | B. Inggris | Community garden | Supported/not | Kategori | Sedang |
| 23 | B. Inggris | Community garden | Writer’s purpose | PG | Sedang |
| 24 | B. Inggris | Community garden | Evaluation of evidence | MCMA | Sulit |
| 25 | B. Inggris | Community garden | Conclusion | Kategori | Sulit |
25 Contoh Soal TKA SMA 2026 dan Pembahasannya
Catatan: Soal berikut merupakan latihan orisinal yang dikembangkan dengan mengacu pada karakter kompetensi dalam kerangka asesmen TKA. Soal bukan berasal dari naskah ujian resmi dan bukan bocoran TKA 2026. Data pada stimulus bersifat ilustrasi.
Contoh Soal TKA Matematika
Soal Nomor 1
Mata Pelajaran: Matematika
Materi/Elemen: Bilangan (persentase)
Kompetensi: Menerapkan operasi persentase pada konteks produksi
Level: Aplikasi
Bentuk Soal: Pilihan ganda sederhana
Tingkat Kesulitan: Mudah
Stimulus:
Data berikut merupakan ilustrasi. UMKM “Rasa Tebing” memproduksi 200 kemasan keripik pada minggu pertama. Pada minggu kedua, produksi naik 15% dibanding minggu pertama. Pada minggu ketiga, produksi turun 20% dibanding minggu kedua.
Pertanyaan:
Banyak kemasan yang diproduksi pada minggu ketiga adalah ….
A. 160
B. 176
C. 184
D. 190
E. 230
Jawaban
Kunci: C
Pembahasan
Diketahui produksi awal 200. Minggu kedua: (200 \times 1{,}15 = 230). Minggu ketiga turun 20% dari minggu kedua: (230 \times 0{,}80 = 184).
Mengapa pilihan lain salah?
A menghitung 20% langsung dari 200. B mengurangkan 15% lalu 20% secara tidak konsisten. D mengurangkan selisih 15% dan 20% dari 200. E berhenti di hasil minggu kedua.
Jebakan soal: Mengubah basis penurunan. Penurunan 20% harus dihitung dari 230, bukan dari 200.
Strategi cepat: Ubah kenaikan menjadi pengali 1,15 dan penurunan menjadi 0,80, lalu kalikan berurutan.
Konsep yang perlu diingat: Persentase perubahan selalu relatif terhadap nilai acuan yang disebut soal.
Soal Nomor 2
Mata Pelajaran: Matematika
Materi/Elemen: Aljabar (sistem persamaan linear)
Kompetensi: Menyusun dan menyelesaikan model dua variabel
Level: Aplikasi
Bentuk Soal: Pilihan ganda sederhana
Tingkat Kesulitan: Sedang
Stimulus:
Data berikut merupakan ilustrasi. Harga 3 tiket dewasa dan 2 tiket pelajar adalah Rp185.000,00. Harga 2 tiket dewasa dan 5 tiket pelajar adalah Rp215.000,00.
Pertanyaan:
Harga satu tiket dewasa adalah ….
A. Rp35.000,00
B. Rp40.000,00
C. Rp45.000,00
D. Rp50.000,00
E. Rp55.000,00
Jawaban
Kunci: C
Pembahasan
Misalkan (a) harga dewasa dan (p) harga pelajar.
(3a + 2p = 185000)
(2a + 5p = 215000)
Kalikan persamaan pertama dengan 5 dan kedua dengan 2:
(15a + 10p = 925000)
(4a + 10p = 430000)
Kurangkan: (11a = 495000 \Rightarrow a = 45000).
Uji: (2(45000) + 5p = 215000 \Rightarrow p = 25000).
Mengapa pilihan lain salah?
A dan B terlalu kecil untuk memenuhi kombinasi pertama. D dan E membuat total pertama melebihi 185.000 jika (p) masih masuk akal.
Jebakan soal: Menukar variabel atau hanya membagi 185.000 dengan 5.
Strategi cepat: Samakan salah satu koefisien, lalu substitusi untuk mengecek.
Konsep yang perlu diingat: Dua informasi bebas menghasilkan dua persamaan; jangan menebak satu variabel lebih dulu.
Soal Nomor 3
Mata Pelajaran: Matematika
Materi/Elemen: Fungsi, komposisi, dan invers
Kompetensi: Menilai kebenaran beberapa pernyataan aljabar
Level: Aplikasi
Bentuk Soal: Pilihan ganda kompleks MCMA
Tingkat Kesulitan: Sedang
Jawaban benar lebih dari satu. Pilih semua jawaban yang tepat.
Stimulus:
Diketahui (f(x) = 2x – 1) dan (g(x) = x + 3).
Pertanyaan:
Pernyataan berikut yang benar adalah ….
A. ((f \circ g)(2) = 9)
B. ((g \circ f)(2) = 8)
C. Invers (f) adalah (f^{-1}(x) = \dfrac{x+1}{2})
D. (f(x) = g(x)) dipenuhi oleh (x = 4)
E. (f) dan (g) hanya bernilai sama untuk (x) positif
Jawaban
Kunci: A, C, D
Pembahasan
A: (g(2)=5), (f(5)=9). Benar.
B: (f(2)=3), (g(3)=6), bukan 8. Salah.
C: Dari (y=2x-1) diperoleh (x=(y+1)/2). Benar.
D: (2x-1=x+3 \Rightarrow x=4). Benar.
E: Persamaan hanya punya satu solusi (x=4), tetapi syarat “hanya positif” tidak relevan dan menyesatkan. Salah.
Mengapa pilihan lain salah?
B tertukar urutan komposisi. E menambahkan syarat yang tidak ada.
Jebakan soal: Menganggap (f \circ g) sama dengan (g \circ f).
Strategi cepat: Hitung nilai fungsi dari dalam ke luar; jangan menukar urutan.
Konsep yang perlu diingat: Komposisi tidak komutatif; invers diperoleh dengan menukar peran (x) dan (y).
Soal Nomor 4
Mata Pelajaran: Matematika
Materi/Elemen: Barisan dan deret aritmetika
Kompetensi: Menentukan suku minimum agar jumlah memenuhi syarat
Level: Penalaran
Bentuk Soal: Pilihan ganda sederhana
Tingkat Kesulitan: Sulit
Stimulus:
Data berikut merupakan ilustrasi. Seorang siswa menabung Rp150.000,00 pada bulan pertama. Setiap bulan berikutnya tabungan naik Rp25.000,00 dari bulan sebelumnya. Ia ingin total tabungan sekurang-kurangnya Rp2.400.000,00.
Pertanyaan:
Banyak bulan minimum yang diperlukan adalah ….
A. 8
B. 9
C. 10
D. 11
E. 12
Jawaban
Kunci: C
Pembahasan
(S_n = \dfrac{n}{2}\bigl(2\cdot 150000 + (n-1)25000\bigr) \ge 2400000).
Disederhanakan: (n^2 + 11n – 192 \ge 0).
Uji: (S_9 = 2.250.000 < 2.400.000); (S_{10} = 2.625.000 \ge 2.400.000). Jadi (n=10).
Mengapa pilihan lain salah?
A dan B belum mencapai target. D dan E memenuhi, tetapi bukan minimum.
Jebakan soal: Menghitung suku ke-(n) alih-alih jumlah (n) suku, atau memilih (n) yang “sudah aman” tanpa mengecek yang lebih kecil.
Strategi cepat: Bentuk pertidaksamaan (S_n), lalu uji dua nilai berdekatan.
Konsep yang perlu diingat: Soal “sekurang-kurangnya” meminta nilai minimum yang lolos uji, bukan sembarang nilai yang lebih besar.
Soal Nomor 5
Mata Pelajaran: Matematika
Materi/Elemen: Geometri dan pengukuran
Kompetensi: Menghitung volume tabung dan bagiannya
Level: Aplikasi
Bentuk Soal: Pilihan ganda sederhana
Tingkat Kesulitan: Sedang
Stimulus:
Data berikut merupakan ilustrasi. Bak penampung berbentuk tabung tegak berjari-jari 70 cm dan tinggi 1,2 m. Gunakan (\pi = \dfrac{22}{7}).
Pertanyaan:
Volume air ketika bak terisi (\dfrac{3}{4}) bagian, dalam liter, adalah ….
A. 1.232
B. 1.386
C. 1.540
D. 1.848
E. 2.772
Jawaban
Kunci: B
Pembahasan
Samakan satuan: (r = 70) cm, (h = 120) cm.
(V = \dfrac{22}{7} \times 70^2 \times 120 = 1.848.000) cm(^3 = 1.848) liter.
Isi (\frac{3}{4}): (1.848 \times \frac{3}{4} = 1.386) liter.
Mengapa pilihan lain salah?
A memakai (\frac{2}{3}). C memakai (\frac{5}{6}) atau jari-jari 70 mm yang dikacaukan. D adalah volume penuh. E kelebihan faktor.
Jebakan soal: Lupa konversi m ke cm atau cm³ ke liter ((1) liter (= 1.000) cm³).
Strategi cepat: Hitung volume penuh dulu, baru kalikan pecahan pengisian.
Konsep yang perlu diingat: Volume tabung (\pi r^2 h); satuan harus seragam sebelum berhitung.
Soal Nomor 6
Mata Pelajaran: Matematika
Materi/Elemen: Trigonometri
Kompetensi: Memilih rasio trigonometri yang sesuai konteks
Level: Penalaran
Bentuk Soal: Pilihan ganda sederhana
Tingkat Kesulitan: Sulit
Stimulus:
Sebuah jalur pendakian lurus menanjak. Beda ketinggian 5 meter tercapai setelah jarak mendatar 12 meter. Panjang jalur (sisi miring) 13 meter.
Pertanyaan:
Sinus sudut elevasi jalur tersebut sama dengan ….
A. (\dfrac{5}{12})
B. (\dfrac{5}{13})
C. (\dfrac{12}{13})
D. (\dfrac{12}{5})
E. (\dfrac{13}{5})
Jawaban
Kunci: B
Pembahasan
Sudut elevasi diukur dari horizontal. Sisi depan sudut itu adalah tinggi 5, sisi miring 13. Jadi (\sin \theta = \frac{5}{13}). (\tan \theta = \frac{5}{12}) dan (\cos \theta = \frac{12}{13}).
Mengapa pilihan lain salah?
A adalah tangen. C adalah kosinus. D dan E kebalikan perbandingan.
Jebakan soal: Tertukar depan-alas-miring, atau memakai tangen karena “naik per mendatar” lebih terasa akrab.
Strategi cepat: Sketsa segitiga siku-siku, tandai sudut di tanah, lalu pasangkan sisi.
Konsep yang perlu diingat: (\sin) = depan/miring, (\cos) = alas/miring, (\tan) = depan/alas.
Soal Nomor 7
Mata Pelajaran: Matematika
Materi/Elemen: Data dan statistika
Kompetensi: Menafsirkan mean, median, dan modus
Level: Pengetahuan dan pemahaman
Bentuk Soal: Pilihan ganda kompleks kategori (Benar/Salah)
Tingkat Kesulitan: Mudah
Stimulus:
Data berikut merupakan ilustrasi. Distribusi nilai kuis 25 siswa:
| Nilai | 60 | 70 | 80 | 90 | 100 |
|---|---|---|---|---|---|
| Frekuensi | 4 | 6 | 8 | 5 | 2 |
Pertanyaan:
Kategorikan setiap pernyataan sebagai Benar atau Salah.
- Modus data adalah 80.
- Median data adalah 80.
- Mean lebih tinggi daripada median.
- Lebih dari sepertiga siswa memperoleh nilai 80.
Jawaban
Kunci: 1. Benar; 2. Benar; 3. Salah; 4. Salah
Pembahasan
Modus = 80 (frekuensi tertinggi). Median siswa ke-13; kumulatif 4, 10, 18 sehingga nilai ke-13 = 80. Mean = (1950/25 = 78), lebih rendah dari median. (8/25 = 0{,}32 < 1/3).
Mengapa pilihan lain salah?
Pernyataan 3 tertukar perbandingan 78 dan 80. Pernyataan 4 membulatkan 8/25 menjadi “lebih dari sepertiga”.
Jebakan soal: Mengira mean otomatis lebih besar jika ada nilai 100.
Strategi cepat: Tulis kumulatif untuk median; hitung (\Sigma fx) untuk mean.
Konsep yang perlu diingat: Mean peka terhadap ekor data; modus dan median dibaca dari sebaran.
Soal Nomor 8
Mata Pelajaran: Matematika
Materi/Elemen: Peluang
Kompetensi: Menghitung peluang majemuk tanpa pengembalian
Level: Aplikasi
Bentuk Soal: Pilihan ganda kompleks MCMA
Tingkat Kesulitan: Sedang
Jawaban benar lebih dari satu. Pilih semua jawaban yang tepat.
Stimulus:
Data berikut merupakan ilustrasi. Dalam kotak terdapat 5 pulpen merah, 3 biru, dan 2 hijau. Dua pulpen diambil sekaligus (tanpa pengembalian).
Pertanyaan:
Pernyataan yang benar adalah ….
A. Peluang kedua pulpen merah adalah (\dfrac{2}{9})
B. Peluang kedua pulpen berbeda warna adalah (\dfrac{1}{2})
C. Peluang terambil satu biru dan satu hijau adalah (\dfrac{2}{15})
D. Peluang tidak terdapat pulpen hijau adalah (\dfrac{28}{45})
E. Peluang paling sedikit satu hijau sama dengan (\dfrac{1}{5})
Jawaban
Kunci: A, C, D
Pembahasan
(C(10,2)=45).
A: (C(5,2)/45 = 10/45 = 2/9). Benar.
B: Berbeda warna = (1 – 14/45 = 31/45 \neq 1/2). Salah.
C: (3\times 2 / 45 = 6/45 = 2/15). Benar.
D: (C(8,2)/45 = 28/45). Benar.
E: Paling sedikit satu hijau = (17/45 \neq 1/5). Salah.
Jebakan soal: Menghitung seolah pengambilan dengan pengembalian, atau memakai (10\times 9) tanpa membagi 2.
Strategi cepat: Gunakan kombinasi untuk pengambilan sekaligus; samakan penyebut 45.
Konsep yang perlu diingat: Tanpa pengembalian mengubah penyebut pada pengambilan kedua, atau setara dengan rasio kombinasi.
Soal Nomor 9
Mata Pelajaran: Matematika
Materi/Elemen: Geometri + aljabar
Kompetensi: Membentuk persamaan kuadrat dari konteks luas
Level: Penalaran
Bentuk Soal: Pilihan ganda sederhana
Tingkat Kesulitan: Sulit
Stimulus:
Sebuah kebun berbentuk persegi panjang berukuran 12 m × 8 m. Di sekeliling luar kebun dibuat jalur berlebar sama. Luas jalur sama dengan luas kebun.
Pertanyaan:
Lebar jalur tersebut adalah ….
A. 1 m
B. 1,5 m
C. 2 m
D. 2,5 m
E. 3 m
Jawaban
Kunci: C
Pembahasan
Luas kebun = 96. Ukuran luar = ((12+2x)(8+2x)).
((12+2x)(8+2x) – 96 = 96 \Rightarrow (12+2x)(8+2x) = 192).
(4x^2 + 40x + 96 = 192 \Rightarrow x^2 + 10x – 24 = 0).
(x = 2) (akar positif). Cek: (16\times 12 = 192), selisih 96.
Mengapa pilihan lain salah?
A dan B menghasilkan jalur terlalu sempit. D dan E membuat luas luar jauh di atas 192.
Jebakan soal: Menambah (x) hanya pada dua sisi ((+x), bukan (+2x)).
Strategi cepat: Gambar kerangka luar, lalu selisih dua persegi panjang.
Konsep yang perlu diingat: Jalur mengelilingi empat sisi sehingga panjang dan lebar masing-masing bertambah (2x).
Contoh Soal TKA Bahasa Indonesia
Stimulus Grup 1 (soal 10–13)
Bacalah teks berikut.
Atap Hijau di Sekolah Pesisir
SMA Pantai Biru terletak di dataran rendah yang panas dan lembap. Pada 2025, sekolah itu menanam vegetasi dangkal di atas atap tiga ruang kelas. Proyek ini bukan sekadar hiasan. Tim guru dan siswa merancang lapisan kedap air, media tanam ringan, dan saluran pembuangan agar air hujan tidak menggenang.
Setelah delapan bulan, pengukuran siang hari menunjukkan suhu ruang kelas di bawah atap hijau rata-rata 2,4 derajat Celsius lebih rendah daripada ruang kelas beratap seng di blok yang sama. Tagihan listrik untuk pendingin ruangan pada ketiga kelas itu turun 18 persen. Sekolah menaksir penghematan sekitar Rp1,2 juta per bulan, sementara biaya pemasangan awal mencapai Rp85 juta.
Tidak semua pihak antusias. Seorang pengurus komite menilai proyek itu pemborosan karena “sekolah seharusnya membeli kipas saja.” Seorang teknisi mengingatkan risiko kebocoran jika drainase tersumbat. Tim peneliti mitra sekolah menulis bahwa penurunan suhu hanya bertahan jika jenis tanaman tahan panas dipilih dan perawatan mingguan tidak dihentikan.
Bagi siswa biologi, atap itu menjadi laboratorium hidup. Mereka mencatat jenis serangga, kelembapan media, dan volume air yang tertahan setelah hujan. Kepala sekolah menegaskan tujuan utama proyek adalah menekan panas ruang belajar, sedangkan fungsi laboratorium dan pengurangan limpasan air hujan dianggap manfaat tambahan.
Soal Nomor 10
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Materi/Elemen: Teks informasi
Kompetensi: Pemahaman tekstual (informasi eksplisit)
Level: Pemahaman tekstual
Bentuk Soal: Pilihan ganda sederhana
Tingkat Kesulitan: Mudah
Pertanyaan:
Berdasarkan teks, penurunan suhu ruang kelas di bawah atap hijau dibanding ruang beratap seng adalah ….
A. 18 persen
B. 1,2 derajat Celsius
C. 2,4 derajat Celsius
D. 8 bulan
E. 85 juta rupiah
Jawaban
Kunci: C
Pembahasan
Jawaban benar karena teks menyatakan secara eksplisit suhu “rata-rata 2,4 derajat Celsius lebih rendah”.
Bukti dalam stimulus: kalimat hasil pengukuran setelah delapan bulan.
Mengapa pilihan lain salah?
A adalah penurunan tagihan listrik. B tidak ada. D adalah durasi pengamatan. E adalah biaya awal.
Jebakan soal: Mengambil angka yang paling mudah diingat, bukan angka yang menjawab “penurunan suhu”.
Strategi cepat: Lingkari angka, lalu cocokkan satuannya dengan pertanyaan.
Konsep yang perlu diingat: Informasi eksplisit harus sama persis dengan yang ditanya, bukan sekadar muncul di teks.
Soal Nomor 11
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Materi/Elemen: Kosakata dalam teks informasi
Kompetensi: Menentukan makna kata berdasarkan konteks
Level: Pemahaman tekstual
Bentuk Soal: Pilihan ganda sederhana
Tingkat Kesulitan: Mudah
Pertanyaan:
Makna frasa limpasan air hujan pada paragraf terakhir paling tepat adalah ….
A. air hujan yang sengaja ditampung untuk diminum
B. air hujan yang mengalir berlebih dari permukaan setelah tidak tertahan
C. uap air yang mengembun di daun
D. air tanah yang naik ke atap
E. debit sungai di sekitar sekolah
Jawaban
Kunci: B
Pembahasan
Dalam konteks atap hijau yang “menahan” air, limpasan merujuk pada air yang mengalir berlebih setelah permukaan tidak lagi menampung.
Mengapa pilihan lain salah?
A terlalu spesifik (air minum). C dan D tidak didukung teks. E keluar dari lokasi atap.
Jebakan soal: Memilih makna kamus yang terlalu luas atau mengaitkan “hujan” dengan sungai.
Strategi cepat: Ganti frasa itu dengan tiap opsi, lalu lihat mana yang tetap logis dalam kalimat.
Konsep yang perlu diingat: Makna kontekstual lebih penting daripada definisi hafalan.
Soal Nomor 12
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Materi/Elemen: Hubungan antargagasan
Kompetensi: Menyimpulkan sebab-akibat yang didukung teks
Level: Pemahaman inferensial
Bentuk Soal: Pilihan ganda kompleks MCMA
Tingkat Kesulitan: Sedang
Jawaban benar lebih dari satu. Pilih semua jawaban yang tepat.
Pertanyaan:
Berdasarkan teks, hal yang secara masuk akal menjelaskan penurunan tagihan listrik adalah ….
A. Suhu ruang kelas menjadi lebih rendah pada siang hari.
B. Sekolah berhenti memakai pendingin ruangan sepenuhnya.
C. Atap hijau mengurangi beban panas yang harus diredam pendingin.
D. Biaya pemasangan Rp85 juta langsung memotong tagihan bulanan.
E. Semua ruang di sekolah memakai atap hijau.
Jawaban
Kunci: A, C
Pembahasan
Teks menghubungkan atap hijau dengan suhu lebih rendah dan penurunan konsumsi pendingin 18 persen. Itu mendukung A dan C. B berlebihan; yang terjadi hanya penurunan, bukan penghentian. D mencampur biaya investasi dengan tagihan listrik. E salah karena proyek hanya di tiga kelas.
Jebakan soal: Menganggap setiap angka dalam teks otomatis menjadi penyebab.
Strategi cepat: Cari rantai sebab yang ditulis atau diimplikasikan secara ketat.
Konsep yang perlu diingat: Sebab-akibat harus linier dengan bukti, tidak boleh dilebihkan.
Soal Nomor 13
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Materi/Elemen: Evaluasi informasi
Kompetensi: Membedakan fakta dan opini
Level: Evaluasi
Bentuk Soal: Pilihan ganda kompleks kategori (Fakta/Opini)
Tingkat Kesulitan: Sedang
Pertanyaan:
Kategorikan setiap pernyataan sebagai Fakta atau Opini.
- Pengukuran siang hari menunjukkan selisih suhu rata-rata 2,4 derajat Celsius.
- Proyek atap hijau adalah pemborosan.
- Biaya pemasangan awal mencapai Rp85 juta.
- Sekolah seharusnya hanya membeli kipas.
Jawaban
Kunci: 1. Fakta; 2. Opini; 3. Fakta; 4. Opini
Pembahasan
1 dan 3 dapat diverifikasi sebagai data yang dilaporkan teks. 2 dan 4 adalah penilaian/saran pengurus komite, bukan hasil ukur.
Jebakan soal: Menganggap kutipan orang dalam teks otomatis fakta.
Strategi cepat: Tanyakan, “Bisakah ini diukur atau dicek datanya?” Jika hanya penilaian, itu opini.
Konsep yang perlu diingat: Fakta dapat dicek; opini menyatakan penilaian, harapan, atau saran.
Stimulus Grup 2 (soal 14–17)
Bacalah teks berikut.
Radio yang Tidak Mau Diam
Setiap sore, Nara membuka kotak kayu di ruang belakang. Di dalamnya ada radio transistor milik nenek, tubuhnya lecet, salah satu knop sudah goyang. Nara bukan ahli elektronik, tetapi ia mencatat setiap bunyi desis, mengganti kabel yang retak, dan menunggu stasiun lama muncul lagi seperti orang menunggu kabar.
Minggu keempat, radio itu hidup lebih lama. Nenek tertawa kecil ketika lagu keroncong pecah di antara noise. “Sudah, jual saja. Uangnya untuk pulsa kamu,” kata nenek. Nara mengangguk, lalu menyimpan radio kembali ke kotak. Malam itu ia menawar sebuah gawai bekas di grup daring, tetapi batal mengirim pesan.
Keesokan harinya, teman sekelasnya, Dimas, menawarkan harga yang lumayan. “Orang sekarang cari barang vintage. Cepat sebelum menyesal.” Nara memegang knop yang goyang itu sampai hangat di telapaknya. Ia teringat nenek dulu menidurkannya dengan suara radio, bukan dengan dongeng. Ketika Dimas mengulangi tawarannya, Nara hanya berkata, “Nanti saja, masih berisik.” Radio itu memang masih berisik. Namun, Nara tahu bukan itu alasan yang sebenarnya.
Soal Nomor 14
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Materi/Elemen: Teks fiksi
Kompetensi: Menilai bukti pendukung tafsiran
Level: Evaluasi
Bentuk Soal: Pilihan ganda kompleks MCMA
Tingkat Kesulitan: Sulit
Jawaban benar lebih dari satu. Pilih semua jawaban yang tepat.
Pertanyaan:
Bukti dalam cerita yang mendukung bahwa Nara enggan kehilangan radio adalah ….
A. Nara membatalkan pesan untuk membeli gawai bekas.
B. Nenek tertawa ketika lagu keroncong terdengar.
C. Nara menyimpan radio kembali ke kotak setelah diminta menjualnya.
D. Dimas menyebut barang vintage laku dijual.
E. Nara mengakui, dalam narasi, bahwa alasan “masih berisik” bukan alasan sebenarnya.
Jawaban
Kunci: A, C, E
Pembahasan
A, C, dan E menunjukkan penolakan halus Nara. B menggambarkan reaksi nenek. D adalah ucapan Dimas tentang pasar, bukan sikap Nara.
Jebakan soal: Memilih semua kalimat yang “ada di cerita”.
Strategi cepat: Hubungkan bukti hanya dengan klaim “Nara enggan kehilangan”.
Konsep yang perlu diingat: Evaluasi bukti meminta kecocokan klaim-bukti, bukan sekadar keberadaan informasi.
Soal Nomor 15
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Materi/Elemen: Penokohan
Kompetensi: Menyimpulkan karakter tokoh
Level: Pemahaman inferensial
Bentuk Soal: Pilihan ganda sederhana
Tingkat Kesulitan: Mudah
Pertanyaan:
Watak Nara yang paling kuat tergambar dalam cerita adalah ….
A. mudah menyerah pada tekanan teman
B. telaten dan terikat secara emosional pada benda bernilai kenangan
C. ingin cepat menjadi pedagang barang lama
D. tidak peduli pada nenek
E. suka berbohong untuk keuntungan sendiri
Jawaban
Kunci: B
Pembahasan
Nara mencatat desis, memperbaiki kabel, menolak penjualan, dan mengaitkan radio dengan masa kecil. Itu telaten sekaligus emosional.
Mengapa pilihan lain salah?
A bertolak belakang dengan penundaan penjualan. C tidak didukung. D bertentangan dengan ingatannya. E berlebihan; alasan “masih berisik” lebih dekat ke pengelakan halus, bukan tipuan untuk untung.
Jebakan soal: Menghakimi tokoh dari satu kalimat terakhir.
Strategi cepat: Kumpulkan tindakan berulang tokoh, bukan satu dialog.
Konsep yang perlu diingat: Karakter dibaca dari perbuatan, pilihan, dan konflik batin.
Soal Nomor 16
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Materi/Elemen: Makna tersirat
Kompetensi: Menyimpulkan pesan implisit
Level: Pemahaman inferensial
Bentuk Soal: Pilihan ganda kompleks MCMA
Tingkat Kesulitan: Sulit
Jawaban benar lebih dari satu. Pilih semua jawaban yang tepat.
Pertanyaan:
Simpulan yang didukung cerita adalah ….
A. Nilai suatu benda bisa lebih terletak pada ingatan daripada pada harga pasar.
B. Nenek memaksa Nara menjual radio agar rumah lebih rapi.
C. Nara belum siap memutuskan ikatan dengan masa kecilnya.
D. Dimas pasti akan menipu Nara.
E. Radio yang rusak tidak pantas disimpan.
Jawaban
Kunci: A, C
Pembahasan
Konflik harga versus kenangan mendukung A dan C. B salah: nenek menyarankan, tidak memaksa agar rumah rapi. D dan E tidak berdasar.
Jebakan soal: Menambah motif yang tidak ditulis, misalnya penipuan atau kerapian rumah.
Strategi cepat: Tolak opsi yang membutuhkan cerita di luar teks.
Konsep yang perlu diingat: Inferensi harus merupakan langkah kecil dari bukti, bukan lompatan jauh.
Soal Nomor 17
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Materi/Elemen: Apresiasi teks fiksi
Kompetensi: Menilai ketepatan tafsiran
Level: Evaluasi dan apresiasi
Bentuk Soal: Pilihan ganda kompleks kategori (Tepat/Tidak Tepat)
Tingkat Kesulitan: Sulit
Pertanyaan:
Kategorikan setiap tafsiran sebagai Tepat atau Tidak Tepat.
- Kalimat “masih berisik” berfungsi sebagai alasan pelindung agar Nara tidak langsung menjual radio.
- Cerita terutama mengkritik industri gawai bekas.
- Ketertawaan nenek menandai bahwa radio masih punya fungsi emosional, bukan hanya fungsi teknis.
- Judul “Radio yang Tidak Mau Diam” hanya merujuk pada kerusakan teknis radio.
Jawaban
Kunci: 1. Tepat; 2. Tidak Tepat; 3. Tepat; 4. Tidak Tepat
Pembahasan
Narator menegaskan alasan sebenarnya bukan pada bunyi; jadi 1 tepat. Cerita berpusat pada dilema personal, bukan kritik industri (2 tidak tepat). Tawa nenek mengikat memori (3 tepat). Judul juga bisa dibaca sebagai “suara masa lalu yang terus hadir” (4 terlalu sempit).
Jebakan soal: Membaca judul secara harfiah saja.
Strategi cepat: Uji apakah tafsiran menjelaskan banyak bagian cerita atau hanya satu detail.
Konsep yang perlu diingat: Tafsiran tepat mencakup fungsi unsur cerita, bukan ringkasan yang sempit.
Contoh Soal TKA Bahasa Inggris
Stimulus Group 1 (questions 18–21)
Read the text.
A Small Bike-Share at Riverside High
Riverside High started a bike-share corner last semester. Students can borrow a yellow bicycle for 45 minutes between classes or after school. They scan a student card, check the tires, and return the bike to the same stand. The school bought 20 bicycles with a local workshop. Repair costs are paid from the student council fund.
In the first month, only 40 students used the service. Many said they were afraid of arriving late. After the school added a three-minute “bike buffer” before the bell, daily users rose to about 120. A short survey found that 70 percent of users lived more than one kilometer from school, but took a bus for only part of the trip. Teachers noticed fewer students waiting in the hot bus line at 1 p.m.
The program is not perfect. Two bicycles were damaged in week six, and one student lost a lock. Still, the principal wants to keep the corner open because it gives students a cheap, short ride and a reason to arrive on time for afternoon labs.
Soal Nomor 18
Mata Pelajaran: Bahasa Inggris
Materi/Elemen: Recount/informational text
Kompetensi: Pemahaman tekstual (explicit information)
Level: Textual understanding
Bentuk Soal: Pilihan ganda sederhana
Tingkat Kesulitan: Mudah
Pertanyaan:
How long may a student borrow a bicycle?
A. 20 minutes
B. 45 minutes
C. Three minutes
D. One hour
E. A full school day
Jawaban
Kunci: B
Pembahasan
Teks menyatakan “for 45 minutes”. Three minutes adalah buffer bel, bukan durasi sewa.
Jebakan soal: Mengambil angka lain yang muncul di teks.
Strategi cepat: Cari keyword borrow / minutes.
Konsep yang perlu diingat: Explicit detail harus dicocokkan dengan frasa pertanyaan.
Soal Nomor 19
Mata Pelajaran: Bahasa Inggris
Materi/Elemen: Vocabulary in context
Kompetensi: Menentukan makna kata dari konteks
Level: Textual understanding
Bentuk Soal: Pilihan ganda sederhana
Tingkat Kesulitan: Mudah
Pertanyaan:
The word buffer in paragraph 2 is closest in meaning to ….
A. a punishment for late students
B. extra time that reduces the risk of being late
C. a new bicycle stand
D. a repair workshop
E. a survey form
Jawaban
Kunci: B
Pembahasan
“Three-minute bike buffer before the bell” menambah waktu agar pengguna tidak takut terlambat.
Makna kata dalam konteks: sela waktu pengaman, bukan hukuman.
Jebakan soal: Mengartikan buffer secara teknis komputer.
Strategi cepat: Baca kalimat sebelum-sesudah kata.
Konsep yang perlu diingat: Context clues lebih andal daripada terjemahan kata per kata.
Soal Nomor 20
Mata Pelajaran: Bahasa Inggris
Materi/Elemen: Gagasan utama
Kompetensi: Menentukan main idea
Level: Inferential understanding
Bentuk Soal: Pilihan ganda sederhana
Tingkat Kesulitan: Sedang
Pertanyaan:
What is the main idea of the text?
A. All students at Riverside High now cycle to school every day.
B. A school bike-share grew after a small schedule change, despite some problems.
C. Repair costs destroyed the student council fund.
D. Buses should be removed from the school.
E. Yellow bicycles are more popular than other colors.
Jawaban
Kunci: B
Pembahasan
Teks menuturkan awal program, kenaikan pengguna setelah buffer, dan sisa masalah. B merangkum keseluruhan. A terlalu mutlak. C, D, E sempit atau tidak didukung.
Jebakan soal: Memilih detail mencolok sebagai ide utama.
Strategi cepat: Ide utama harus mencakup awal, perubahan, dan catatan masalah.
Konsep yang perlu diingat: Opsi yang terlalu luas atau terlalu sempit biasanya salah.
Soal Nomor 21
Mata Pelajaran: Bahasa Inggris
Materi/Elemen: Sebab-akibat
Kompetensi: Inferensi sebab-akibat
Level: Inferential understanding
Bentuk Soal: Pilihan ganda kompleks MCMA
Tingkat Kesulitan: Sedang
Jawaban benar lebih dari satu. Pilih semua jawaban yang tepat.
Pertanyaan:
Which statements are supported by the text?
A. Fear of being late limited early use of the bikes.
B. The three-minute buffer was followed by a rise in daily users.
C. Teachers saw fewer students waiting in the hot afternoon bus line.
D. The principal closed the program after two bikes were damaged.
E. Every user lived more than one kilometer away and never took a bus.
Jawaban
Kunci: A, B, C
Pembahasan
A–C tertulis atau diimplikasikan langsung. D bertolak belakang: principal ingin program tetap buka. E memutlakkan data 70 percent dan menghapus “part of the trip”.
Jebakan soal: Kata every, never, closed.
Strategi cepat: Waspadai ekstremisasi data.
Konsep yang perlu diingat: Signal words after, because, afraid membantu rantai sebab-akibat.
Stimulus Group 2 (questions 22–25)
Read the text.
Saturday at the Community Garden
I used to think gardening was only for older people. Then my biology teacher asked for volunteers to help a community garden behind the market. On the first Saturday I arrived late, wearing white shoes. A coordinator named Bu Rini handed me a small fork and pointed to a bed of chili plants. “Pull the weeds, not the chilies,” she said, smiling.
By ten o’clock my shoes were brown and my back was sore. I learned that the garden does not sell most of its vegetables. Families near the market can take a share if they help for two hours. The rest is used for a cooking class on Sunday. Bu Rini said the hardest part is not planting. It is keeping teenagers coming back when the weather is hot.
I went again the next week, this time with old sneakers and a hat. I still cannot tell every weed from a young plant. But I can weigh a basket of spinach and write the number on a board. That small task made me feel useful. I used to wait for school projects to start. Now I know a project can be a patch of soil that needs someone every weekend.
Soal Nomor 22
Mata Pelajaran: Bahasa Inggris
Materi/Elemen: Recount
Kompetensi: Menilai dukungan teks terhadap pernyataan
Level: Textual/inferential
Bentuk Soal: Pilihan ganda kompleks kategori (Didukung/Tidak Didukung)
Tingkat Kesulitan: Sedang
Pertanyaan:
Kategorikan setiap pernyataan sebagai Didukung atau Tidak Didukung.
- The narrator was late on the first Saturday.
- Most vegetables are sold to the market at a high price.
- Families may take a share if they help for two hours.
- The narrator became an expert at identifying every weed.
Jawaban
Kunci: 1. Didukung; 2. Tidak Didukung; 3. Didukung; 4. Tidak Didukung
Pembahasan
1 dan 3 eksplisit. 2 bertentangan dengan “does not sell most”. 4 bertentangan dengan “I still cannot tell every weed…”.
Jebakan soal: Melengkapi cerita dengan asumsi “kalau kebun, pasti dijual”.
Strategi cepat: Tandai kalimat yang menegasi: does not sell, still cannot.
Konsep yang perlu diingat: Pernyataan didukung hanya jika teks memadai, bukan karena “mungkin benar di dunia nyata”.
Soal Nomor 23
Mata Pelajaran: Bahasa Inggris
Materi/Elemen: Writer’s purpose
Kompetensi: Menentukan tujuan penulis
Level: Inferential understanding
Bentuk Soal: Pilihan ganda sederhana
Tingkat Kesulitan: Sedang
Pertanyaan:
The writer’s main purpose is to ….
A. explain how to start a large vegetable company
B. share a personal change after joining a community garden
C. complain about a biology teacher
D. advertise white shoes
E. describe every plant in the garden scientifically
Jawaban
Kunci: B
Pembahasan
Teks berbentuk recount reflektif: dari salah paham, ke pengalaman pertama, lalu keputusan kembali. B paling utuh.
Jebakan soal: Mengira teks prosedur atau iklan karena ada kebun dan sepatu.
Strategi cepat: Lihat kalimat penutup; sering menahan tujuan.
Konsep yang perlu diingat: Purpose dibaca dari keseluruhan, bukan satu objek dalam cerita.
Soal Nomor 24
Mata Pelajaran: Bahasa Inggris
Materi/Elemen: Evaluation
Kompetensi: Menilai bukti yang relevan
Level: Evaluation and appreciation
Bentuk Soal: Pilihan ganda kompleks MCMA
Tingkat Kesulitan: Sulit
Jawaban benar lebih dari satu. Pilih semua jawaban yang tepat.
Pertanyaan:
Which details best support the idea that the narrator’s attitude changed?
A. The narrator returned the next week with more suitable clothes.
B. Bu Rini smiled when giving instructions.
C. The narrator now sees a weekend soil patch as a real project.
D. The cooking class is held on Sunday.
E. The narrator felt useful after weighing spinach.
Jawaban
Kunci: A, C, E
Pembahasan
A, C, E menunjukkan perubahan perilaku dan cara pandang. B tentang Bu Rini. D fakta jadwal, bukan sikap narator.
Jebakan soal: Memilih detail yang “positif” tetapi tidak membuktikan perubahan sikap.
Strategi cepat: Bandingkan awal (I used to think) dengan akhir.
Konsep yang perlu diingat: Bukti perubahan harus membandingkan sebelum dan sesudah.
Soal Nomor 25
Mata Pelajaran: Bahasa Inggris
Materi/Elemen: Simpulan teks
Kompetensi: Menilai ketepatan kesimpulan
Level: Evaluation
Bentuk Soal: Pilihan ganda kompleks kategori (Tepat/Tidak Tepat)
Tingkat Kesulitan: Sulit
Pertanyaan:
Kategorikan setiap kesimpulan sebagai Tepat atau Tidak Tepat.
- The garden works as both a food-sharing place and a learning space.
- Teenagers never return because of the heat.
- Usefulness can come from a simple, regular task.
- The narrator joined the garden mainly to buy cheaper chili.
Jawaban
Kunci: 1. Tepat; 2. Tidak Tepat; 3. Tepat; 4. Tidak Tepat
Pembahasan
1 didukung pembagian hasil, kelas memasak, dan kerja siswa. 2 terlalu mutlak; Bu Rini hanya menyebut tantangan. 3 sesuai pengalaman menimbang bayam. 4 tidak ada dalam teks.
Jebakan soal: Mengubah hardest part is keeping teenagers coming back menjadi never return.
Strategi cepat: Tolak kesimpulan yang memutlakkan (never, mainly) tanpa bukti.
Konsep yang perlu diingat: Kesimpulan tepat bersifat hati-hati dan sepadan dengan bukti.
Kunci Jawaban 25 Soal TKA SMA
| No. | Jawaban | Mapel | Kompetensi |
|---|---|---|---|
| 1 | C | Matematika | Persentase berantai |
| 2 | C | Matematika | Sistem persamaan |
| 3 | A, C, D | Matematika | Fungsi/komposisi/invers |
| 4 | C | Matematika | Deret aritmetika |
| 5 | B | Matematika | Volume tabung |
| 6 | B | Matematika | Sinus sudut elevasi |
| 7 | B, B, S, S | Matematika | Mean-median-modus |
| 8 | A, C, D | Matematika | Peluang kombinasi |
| 9 | C | Matematika | Persamaan luas |
| 10 | C | Bahasa Indonesia | Informasi eksplisit |
| 11 | B | Bahasa Indonesia | Makna kontekstual |
| 12 | A, C | Bahasa Indonesia | Sebab-akibat |
| 13 | F, O, F, O | Bahasa Indonesia | Fakta/opini |
| 14 | A, C, E | Bahasa Indonesia | Evaluasi bukti |
| 15 | B | Bahasa Indonesia | Penokohan |
| 16 | A, C | Bahasa Indonesia | Inferensi |
| 17 | T, TT, T, TT | Bahasa Indonesia | Apresiasi |
| 18 | B | Bahasa Inggris | Explicit detail |
| 19 | B | Bahasa Inggris | Vocabulary in context |
| 20 | B | Bahasa Inggris | Main idea |
| 21 | A, B, C | Bahasa Inggris | Cause-effect |
| 22 | D, TD, D, TD | Bahasa Inggris | Supported/not |
| 23 | B | Bahasa Inggris | Writer’s purpose |
| 24 | A, C, E | Bahasa Inggris | Evaluation |
| 25 | T, TT, T, TT | Bahasa Inggris | Conclusion |
Keterangan: B/S = Benar/Salah; F/O = Fakta/Opini; T/TT = Tepat/Tidak Tepat; D/TD = Didukung/Tidak Didukung.
Cara Menghitung Skor Latihan
Simulasi Skor Mandiri (bukan penskoran resmi TKA):
- 1 poin jika satu nomor benar sepenuhnya
- 0 poin jika ada kesalahan, termasuk MCMA/kategori yang hanya sebagian benar
Nilai latihan = (jumlah nomor benar ÷ 25) × 100
| Skor latihan | Evaluasi belajar (nonresmi) |
|---|---|
| 88–100 | Penguasaan latihan sangat baik |
| 72–87 | Baik, masih ada area yang perlu diperkuat |
| 56–71 | Perlu latihan terarah |
| < 56 | Kembali ke konsep dasar dan strategi membaca soal |
Sistem ini hanya untuk evaluasi artikel, bukan rumus resmi pemerintah.
Analisis Hasil Latihan
Jika banyak salah di Matematika
Pisahkan jenis galatnya. Salah persentase dan satuan menandakan lemah pada bilangan. Salah model dua variabel menandakan aljabar. Salah (+2x) atau konversi liter menandakan geometri. Tertukar sin-tan menandakan trigonometri. Salah median/peluang menandakan data. Latihan lagi per elemen, bukan mengulang rumus acak.
Jika banyak salah di Bahasa Indonesia
Cek apakah Anda gagal menemukan angka/eksplisit, atau justru terlalu cepat berinferensi. Jika sering lolos pada opini pribadi, latih kebiasaan menunjuk bukti. Jika salah fakta/opini, tandai kata penilaian seperti seharusnya dan pemborosan.
Jika banyak salah di Bahasa Inggris
Vocabulary salah biasanya karena mengabaikan context clues. Main idea salah karena memilih detail. Inference salah karena kata ekstrem. Purpose salah karena mengira semua teks adalah iklan atau prosedur. Latih skimming topic sentence lalu scanning keyword.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mengerjakan TKA
- Membaca pertanyaan terlalu cepat.
- Mengabaikan kata kecuali, minimum, atau paling tepat.
- Tidak memeriksa satuan.
- Salah membaca tabel.
- Memakai semua angka meski tidak relevan.
- Menebak ide pokok dari kalimat pertama.
- Menjawab teks Indonesia dengan pengetahuan pribadi.
- Menerjemahkan Inggris kata demi kata.
- Mengabaikan context clues.
- Menganggap PG kompleks hanya satu jawaban.
- Tidak membaca instruksi kategori.
- Habis waktu di satu soal.
- Tidak mengecek hitungan.
- Tertukar fakta dan inferensi.
- Memilih opsi yang benar secara umum, tetapi tidak didukung stimulus.
Contoh: pada soal atap hijau, 18 persen benar sebagai data listrik, tetapi salah jika ditanya penurunan suhu.
Strategi Mengerjakan TKA Matematika
Identifikasi diketahui-ditanya, buat model, estimasi besaran, eliminasi opsi mustahil, cek satuan, dan uji substitusi. Untuk grafik/tabel, baca judul dan satuan dahulu. Jika ada dua cara, pilih yang lebih sedikit langkahnya, lalu cek dengan cara kedua pada soal sulit. Jangan memakai “trik” yang hanya kebetulan cocok pada satu angka.
Strategi Mengerjakan TKA Bahasa Indonesia
Baca pertanyaan dulu agar tahu tujuan, lalu masuk ke teks. Bedakan yang tertulis dan yang hanya bisa disimpulkan. Ide pokok harus mencakup seluruh bagian penting. Evaluasi argumen hanya dengan bukti di stimulus. Jangan membawa opini di luar teks, meski topiknya Anda kuasai.
Strategi Mengerjakan TKA Bahasa Inggris
Jangan menerjemahkan seluruh teks. Cari keyword, pronoun reference, dan transition: after, but, still, because. Topic sentence dan penutup sering menahan purpose. Eliminasi opsi terlalu luas, terlalu sempit, atau ekstrem. Pastikan jawaban benar-benar ada di teks.
Pembagian Waktu dan Jadwal TKA SMA 2026
Pada 2026, TKA SMA/SMK dilaksanakan empat hari per gelombang, tidak lagi memadatkan tiga mapel wajib dalam satu hari.
| Hari | Mata uji | Catatan |
|---|---|---|
| Hari 1 | Bahasa Indonesia + survei karakter | Ada waktu latihan singkat |
| Hari 2 | Bahasa Inggris + survei lingkungan belajar | Ada waktu latihan singkat |
| Hari 3 | Matematika | Fokus numerasi/matematika wajib |
| Hari 4 | Mapel pilihan 1 dan 2 | Dua tes terpisah |
Durasi pasti per sesi mengikuti juknis dan zona waktu. Beberapa penjelasan 2026 menyebut sekitar 75 menit per mapel wajib dan 60 menit per mapel pilihan. Pastikan lewat proktor sekolah.
| Tahapan | Jadwal |
|---|---|
| Pendaftaran | 27 Juli–27 September 2026 |
| Simulasi | 21–27 September 2026 |
| Gladi bersih | 5–18 Oktober 2026 |
| Pelaksanaan utama | 26 Oktober–8 November 2026 |
| Gelombang 1 | 26–29 Oktober 2026 |
| Gelombang khusus | 31 Oktober–1 November dan 7–8 November 2026 |
| Gelombang 2 | 2–5 November 2026 |
| Pelaksanaan susulan | 16–29 November 2026 |
| Pengumuman hasil | 23 Desember 2026 |
Jika rincian jam sesi belum Anda terima, jangan menebak. Cek kartu peserta.
Apakah Nilai TKA Menentukan Kelulusan?
Tidak. TKA tidak menentukan kelulusan dari sekolah. Kelulusan tetap berdasarkan penilaian satuan pendidikan. TKA adalah asesmen capaian yang menghasilkan sertifikat dan data pembanding, bukan pengganti UN atau ujian sekolah.
Apakah Nilai TKA Digunakan untuk SNBP?
Hasil TKA jenjang SMA dirancang sebagai validator nilai rapor dan bahan pertimbangan seleksi, termasuk SNBP, serta pertimbangan jalur mandiri sesuai kebijakan kampus. Pada siklus SNBP sebelumnya, kepemilikan nilai TKA lengkap (tiga wajib + dua pilihan) menjadi syarat eligible, sementara bobot nilai TKA sebagai penentu kelulusan SNBP tidak seragam antarkampus.
Untuk pemanfaatan TKA 2026 pada SNBP tahun berikutnya, ikuti ketentuan SNPMB yang masih dapat diperbarui. Jangan memakai aturan tahun lalu sebagai kepastian mutlak tahun depan.
Perbedaan TKA, UTBK-SNBT, dan Asesmen Nasional
| Aspek | TKA | UTBK-SNBT | Asesmen Nasional |
|---|---|---|---|
| Tujuan | Mengukur capaian mapel kurikulum secara terstandar | Seleksi masuk PTN jalur tes | Pemetaan mutu literasi, numerasi, karakter, lingkungan belajar |
| Peserta | Kelas 12/13 yang mendaftar | Pendaftar SNBT | Sampel/ketentuan AN yang berlaku |
| Mata uji | 3 wajib + 2 pilihan | Tes skolastik/sesuai skema SNBT | Literasi, numerasi, survei |
| Dampak kelulusan SMA | Tidak menentukan | Tidak menentukan | Tidak menentukan |
| Fungsi seleksi PTN | Validator/pertimbangan, tergantung aturan | Instrumen utama SNBT | Bukan tes masuk PT |
| Penyelenggara | Kemendikdasmen/Pusmendik | SNPMB | Kemendikdasmen |
TKA SMA 2026 Apakah Sulit?
Kesulitan bersifat relatif. Siswa yang terbiasa membaca stimulus, menafsirkan tabel, dan menalar biasanya lebih siap daripada yang hanya menghafal rumus. Mapel pilihan menambah beban jika pilihannya tidak linier dengan rapor. Jangan menganggap TKA otomatis lebih mudah atau lebih sulit daripada UTBK tanpa data setara.
Cara Belajar Menghadapi TKA SMA
4–8 minggu sebelum tes: Petakan elemen lemah, pelajari konsep, latihan per kompetensi.
2–4 minggu: Campur bentuk soal, pakai timer, evaluasi galat.
7 hari terakhir: Review rumus inti, pola teks, dan kesalahan lama; jangan mengejar semua topik baru.
Sehari sebelumnya: Siapkan dokumen, istirahat, cek lokasi/sesi.
FAQ TKA SMA 2026
1. Apa itu TKA SMA 2026?
Asesmen nasional terstandar untuk mengukur capaian akademik mapel tertentu pada murid kelas 12/sederajat. Bersifat opsional, berbasis komputer, dan tidak menggantikan penilaian sekolah.
2. Kapan TKA SMA 2026 dilaksanakan?
Pelaksanaan utama 26 Oktober–8 November 2026, dengan susulan 16–29 November 2026. Pendaftaran 27 Juli–27 September 2026.
3. Apakah TKA SMA 2026 wajib?
Tidak wajib. Tidak mengikuti TKA tidak menghalangi kelulusan sekolah, tetapi bisa memengaruhi syarat seleksi tertentu.
4. TKA SMA menguji mata pelajaran apa saja?
Tiga wajib: Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, plus dua mapel pilihan dari daftar resmi.
5. Berapa jumlah soal TKA SMA 2026?
Belum patut dipastikan sebagai angka resmi tunggal di artikel ini. Beberapa ringkasan 2026 menyebut 30-30-25 untuk tiga mapel wajib. Ikuti juknis.
6. Berapa lama waktu TKA SMA?
Empat hari per peserta, dengan durasi per mapel mengikuti juknis. Jangan memakai jadwal 2 hari tahun sebelumnya.
7. Apakah ada soal essay dalam TKA?
Desain resmi yang dijelaskan memakai pilihan ganda sederhana dan kompleks, bukan essay.
8. Apa bentuk soal TKA?
PG satu jawaban, MCMA lebih dari satu jawaban, dan PG kategori, dalam soal tunggal maupun grup.
9. Apakah TKA sama dengan UTBK?
Tidak. UTBK-SNBT adalah tes seleksi PTN. TKA mengukur capaian mapel kurikulum.
10. Apakah TKA menentukan kelulusan?
Tidak.
11. Apakah nilai TKA digunakan untuk SNBP?
Dirancang sebagai validator rapor/pertimbangan. Detail bobot mengikuti SNPMB dan kebijakan PTN.
12. Bagaimana memilih mapel pilihan TKA?
Cocokkan prodi, rapor, dan daftar pendukung; konsultasi BK; kunci sebelum DNT.
13. Apakah siswa IPA dan IPS mendapat soal wajib berbeda?
Mapel wajib sama. Yang berbeda adalah dua mapel pilihan.
14. Apakah soal Kurikulum Merdeka dan 2013 berbeda?
Kerangka memakai irisan kedua kurikulum; tingkat kesulitan tidak dipisah berdasarkan label kurikulum.
15. Apakah contoh soal di artikel ini soal resmi?
Bukan. Ini latihan orisinal.
16. Apakah ada kisi-kisi resmi TKA?
Ada kerangka asesmen resmi, bukan kisi-kisi bocoran naskah.
17. Di mana contoh soal resmi dapat dipelajari?
Portal Pusmendik/TKA dan platform latihan resmi kementerian.
18. Apakah TKA menggunakan soal HOTS?
Ada soal aplikasi dan penalaran, tetapi tidak semua item berlabel HOTS.
19. Apakah boleh memilih mapel lintas rumpun?
Boleh jika ada di rapor dan sesuai kebutuhan seleksi.
20. Bisakah mapel pilihan diganti?
Bisa selama pendaftaran belum ditutup dan DNT belum terbit.
21. Apakah Informatika termasuk mapel pilihan TKA?
Tidak, berdasarkan daftar resmi yang tersedia.
22. Apakah siswa SMK mengikuti TKA?
Boleh; ketentuan pilihan SMK lebih luas pada 2026, tetap maksimal dua mapel.
23. Bagaimana cara mempersiapkan TKA dalam satu bulan?
Fokus kelemahan, latihan campuran bervariasi bentuk, evaluasi kesalahan, simulasi waktu.
24. Berapa nilai TKA yang dianggap bagus?
Tidak ada ambang “bagus” resmi yang dipakai artikel ini. Skor latihan di atas hanya alat mandiri.
25. Di mana melihat hasil TKA?
Melalui kanal resmi yang diumumkan kementerian; target pengumuman 23 Desember 2026.
Jika suatu rincian teknis belum dipastikan pada tanggal pembaruan artikel, anggap belum ada ketentuan resmi yang dapat dipakai sebagai kepastian.
Penutup
Latihan TKA yang berguna bukan menghafal kunci, melainkan mengenali kompetensi: membaca data, merakit model, membedakan fakta dan inferensi, serta menilai bukti. Dua puluh lima soal di atas sengaja dibuat berjenjang agar Anda melihat di mana pola pikirnya putus.
Setelah menghitung skor mandiri, pecah kesalahan per mapel dan per bentuk soal. Ulangi dengan stimulus berbeda, bukan dengan mengingat opsi A–E. Bentuk MCMA dan kategori perlu dilatih khusus karena satu kelalaian menggugurkan seluruh nomor.
Gunakan hasil latihan untuk memetakan materi yang masih lemah, kemudian ulangi latihan dengan variasi soal berbeda. Untuk jadwal, ketentuan peserta, mata pelajaran, dan kebijakan TKA 2026, selalu periksa informasi terbaru melalui kanal resmi Kemendikdasmen dan Pusat Asesmen Pendidikan.
Sumber dan Referensi
- Kemendikdasmen, siaran pers penetapan pendaftaran TKA 2026 (7 Juli 2026). Didukung: jadwal pendaftaran, simulasi, gladi, pelaksanaan, susulan, dasar hukum. Diakses 21 Agustus 2026.
- Pusat Informasi ULT Kemendikdasmen, “Kenali Tes Kemampuan Akademik (TKA)”. Didukung: definisi, sifat tidak wajib, mapel wajib/pilihan, fungsi hasil, jadwal SMA 2026. Diakses 21 Agustus 2026.
- Pusat Informasi ULT Kemendikdasmen, FAQ TKA. Didukung: bentuk soal, pemilihan mapel, SNBP sebagai validator, batas dua pilihan, Informatika tidak termasuk. Diakses 21 Agustus 2026.
- Pusmendik, laman unduhan regulasi TKA. Didukung: Permendikdasmen 9/2025, kerangka 045/H/AN/2025, Kepmendikdasmen 56/2026, juknis TKA-AN 2026, Kepmendikdasmen 102/M/2025. Diakses 21 Agustus 2026.
- BKPDM/Pusmendik melalui pemberitaan resmi dan sekunder terverifikasi (Juli–Agustus 2026). Didukung: skema 4 hari dan gelombang Oktober–November 2026.
- SNPMB dan pernyataan PTN terkait SNBP 2026. Didukung: TKA sebagai syarat/validator, bukan rumus tunggal kelulusan. Untuk SNBP setelah TKA 2026, cek ketentuan terbaru.
Disclaimer
25 contoh soal dalam artikel ini merupakan latihan orisinal yang disusun berdasarkan kerangka dan karakter kompetensi TKA yang tersedia secara resmi. Soal bukan naskah resmi Kemendikdasmen, bukan bocoran ujian, dan tidak dapat dianggap sebagai prediksi soal yang pasti muncul pada TKA 2026. Jadwal, ketentuan peserta, mata pelajaran, pemanfaatan hasil TKA, serta kebijakan terkait seleksi pendidikan dapat berubah mengikuti peraturan terbaru pemerintah.