Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 diperingati pada Rabu, 9 September 2026. Tahun ini merupakan Haornas ke-43. Tema resmi yang ditetapkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) adalah “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!”.
Tema itu bukan slogan dekoratif. Melalui Surat Edaran Menpora Nomor 9.7.44 Tahun 2026, peringatan tahun ini diarahkan untuk menaikkan partisipasi olahraga masyarakat, memperkuat kebugaran, menguatkan prestasi, dan membangun ekosistem industri olahraga yang berkelanjutan.
Tanggal 9 September dipilih karena pada hari itu, tahun 1948, Pekan Olahraga Nasional (PON) I dibuka di Surakarta. Ajang itu menjadi bukti bahwa republik yang baru merdeka mampu menggelar pesta olahraga nasional di tengah masa Revolusi.
Artikel ini merangkum fakta Haornas 2026, sejarah 9 September, perbedaan pencanangan 1983 dan penetapan 1985, status hari libur, makna tema, serta kumpulan ucapan original untuk sekolah, instansi, atlet, dan media sosial.
Tema Hari Olahraga Nasional 2026
Tema Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 tahun 2026 adalah “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!”. Ejaan itu, termasuk tanda seru, merujuk pada surat edaran Kemenpora tentang pelaksanaan Haornas ke-43.
Jangan tertukar dengan tema 2025, “Olahraga Satukan Kita”. Itu tema Haornas ke-42, bukan tema 2026.
Tema 2026 ditetapkan Kemenpora sebagai arah peringatan nasional, bukan sekadar kalimat di spanduk. Beberapa sumber juga menyebut nomor surat edaran lain untuk pedoman upacara. Yang perlu dipegang pembaca: tema resmi tahun berjalan adalah frasa di atas, bukan slogan buatan media atau desain poster.
Apa Makna “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!”?
Masyarakat aktif dalam tema ini tidak sama dengan masyarakat yang semuanya jadi atlet. Gerak sehari-hari sudah termasuk: berjalan ke tempat kerja, naik tangga, bersepeda ke sekolah, senam pagi, bermain di lapangan kampung, atau olahraga rekreasi di taman. Haornas 2026 menempatkan aktivitas fisik sebagai kebiasaan, bukan hanya pertandingan.
Masyarakat bugar menunjuk pada kemampuan tubuh menjalani aktivitas harian dengan lebih baik. Kebugaran di sini tidak perlu dibungkus klaim medis berlebihan. Yang ditekankan pemerintah adalah partisipasi dan budaya hidup aktif, agar olahraga tidak berhenti di upacara 9 September.
Lapisan ketiga tema ini adalah pergeseran cara pandang. Olahraga tidak hanya milik gym, kompetisi, atau podium. Ia juga milik pekerja kantoran, pelajar, lansia, penyandang disabilitas, dan keluarga yang memilih bergerak sesuai kemampuan.
Olahraga sebagai Investasi Bangsa
Dalam amanat yang dibacakan pada upacara Haornas 2026, olahraga ditegaskan sebagai investasi bangsa, bukan biaya. Investasi itu dimaknai sebagai pembangunan manusia secara utuh: disiplin, ketangguhan, sportivitas, dan daya juang.
Pesan itu sejalan dengan empat arah peringatan yang disebut Kemenpora: partisipasi masyarakat, kebugaran, prestasi nasional, dan industri olahraga berkelanjutan. Atlet berprestasi, dalam logika itu, lahir dari masyarakat yang memang gemar bergerak—bukan dari seremoni setahun sekali.
Haornas 2026 Peringatan ke Berapa?
Haornas 2026 adalah Hari Olahraga Nasional ke-43. Penomoran ini dipakai Kemenpora dalam surat edaran dan pedoman upacara tahun berjalan, setelah Haornas ke-42 pada 2025.
Angka itu merujuk pada rangkaian peringatan tahunan yang sudah berlangsung puluhan tahun, bukan pada tahun 1948. PON I adalah cikal bakal tanggalnya, bukan “Haornas ke-1”.
Sejarah Hari Olahraga Nasional
Hari Olahraga Nasional adalah peringatan nasional setiap 9 September untuk mengingat tonggak olahraga republik dan mendorong pembudayaan olahraga. Dasar hukumnya adalah Keputusan Presiden Nomor 67 Tahun 1985. Keputusan itu juga menyatakan Haornas bukan hari libur.
Sejarahnya tidak linier. Ada tiga lapisan waktu yang sering tercampur dalam artikel generik: 1948 (PON I), 1983 (pencanangan), dan 1985 (penetapan resmi).
Latar Belakang PON I 1948
Pada 1948 Indonesia masih mempertahankan kemerdekaan. Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI), yang dibentuk 1946, sempat menyiapkan keikutsertaan di Olimpiade London. Indonesia belum menjadi anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC), pengakuan kedaulatan masih diperebutkan, dan upaya pengiriman kontingen tidak membuahkan partisipasi resmi.
Konferensi darurat PORI di Solo pada 1 Mei 1948 kemudian memutuskan menggelar pekan olahraga nasional. Gagasan itu juga merujuk tradisi ISI Sportweek 1938, tetapi konteksnya sudah berbeda: ini ajang negara yang baru merdeka. PON I sekaligus menjadi pernyataan kemampuan administratif dan simbolik di tengah wilayah yang menyempit setelah Perjanjian Renville.
PON I Digelar di Solo pada 9 September 1948
PON I berlangsung 9–12 September 1948 di Surakarta. Arena utamanya Stadion Sriwedari, yang saat itu termasuk fasilitas olahraga paling lengkap, termasuk kolam renang. Pengurus besar PORI juga berkedudukan di Solo.
Upacara pembukaan 9 September dibuka Presiden Soekarno. Penutupan 12 September dilakukan Sri Sultan Hamengkubuwono IX, yang juga memegang peran kunci dalam organisasi olahraga republik. Foto arsip ANRI–IPPHOS merekam kehadiran Soekarno, Mohammad Hatta, dan Sri Sultan di Sriwedari.
Sumber yang berulang menyebut sekitar 600 atlet dari 13 daerah (karesidenan/kota, bukan format provinsi seperti PON masa kini) dan sembilan cabang olahraga. Karesidenan Surakarta menjadi juara umum.
Nomenklatur cabang mengikuti bahasa zamannya. “Bola keranjang” merujuk korfball, terpisah dari bola basket. Daftar yang paling sering muncul dalam ringkasan sejarah:
| Cabang Olahraga PON I 1948 | Keterangan |
|---|---|
| Atletik | Nomor lari, lompat, dan lempar |
| Bola keranjang | Istilah historis untuk korfball |
| Bola basket | Cabang terpisah dari bola keranjang |
| Bulu tangkis | Sudah dipertandingkan sejak PON pertama |
| Panahan | Masuk daftar sembilan cabor |
| Pencak silat | Bela diri tradisional |
| Renang | Termasuk nomor di kolam Sriwedari; sebagian catatan menyebut polo air |
| Sepak bola | Magnet penonton |
| Tenis | Salah satu cabor individual |
Beberapa liputan belakangan memasukkan voli atau anggar. Karena daftar primer tidak seragam, tabel di atas memakai nomenklatur yang paling sering muncul, tanpa menambah angka medali atau nama juara nomor yang belum dicek ke arsip resmi.
Dari PON I Menuju Hari Olahraga Nasional
PON I penting bukan karena skalanya setara Olimpiade. Ia penting karena republik yang belum genap tiga tahun merdeka mampu menggelar kompetisi nasional, mempertemukan atlet lintas daerah, dan menunjukkan bahwa olahraga bisa menjadi bahasa persatuan. Tanggal pembukaan 9 September kemudian diikat sebagai memori kolektif olahraga Indonesia.
Jarak dari 1948 ke peringatan resmi cukup panjang. Baru pada 1980-an tanggal itu diubah dari memori sejarah menjadi hari nasional.
Pencanangan Haornas 9 September 1983
Keppres 67/1985 secara eksplisit mencatat: pada 9 September 1983 di Kota Solo, Hari Olahraga Nasional telah dicanangkan sebagai langkah awal gerakan memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat.
Banyak sumber mengaitkan momen itu dengan peresmian pemugaran Stadion Sriwedari, lokasi PON I. Sidang KONI sebelumnya sempat membahas usulan tanggal lain, termasuk 8 atau 10 September, sebelum 9 September yang merujuk pembukaan PON I yang dipilih.
Penetapan Haornas melalui Keppres Nomor 67 Tahun 1985
Dasar hukum Haornas adalah Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 1985 tentang Hari Olahraga Nasional, ditetapkan di Jakarta pada 7 September 1985 dan ditandatangani Presiden Soeharto.
Pasal 1 ayat (1) menetapkan 9 September sebagai Hari Olahraga Nasional. Ayat (2) menyatakan hari itu bukan merupakan hari libur. Keputusan ini juga mengingat Keppres Nomor 316 Tahun 1959 tentang hari-hari nasional yang bukan hari libur.
Mengapa Hari Olahraga Nasional Diperingati Setiap 9 September?
Haornas diperingati setiap 9 September karena pada tanggal itu tahun 1948 PON I dibuka di Surakarta. Pemerintah kemudian mengikat tanggal pembukaan itu sebagai hari olahraga nasional, bukan tanggal penutupan 12 September dan bukan tahun 1985.
Hubungannya berlapis: 1948 memberi makna historis, 1983 memberi pencanangan gerakan “memasyarakatkan olahraga”, 1985 memberi payung hukum.
Haornas Dimulai 1983 atau 1985?
Keduanya benar, tetapi beda fungsi.
1983 adalah tahun pencanangan. Solo menjadi tempat pernyataan bahwa 9 September adalah Hari Olahraga Nasional dan awal gerakan memasyarakatkan olahraga.
1985 adalah tahun penetapan resmi. Keppres 67/1985 mengubah pencanangan menjadi keputusan presiden yang berlaku nasional, sekaligus menegaskan statusnya sebagai hari nasional yang bukan hari libur.
Mencampur keduanya menghasilkan kesalahan yang sering muncul: “Haornas baru ada sejak 1985” atau “Haornas ditetapkan Soekarno pada 1948”. PON I bukan penetapan Haornas. Keppres 1985 bukan awal gagasan 9 September.
Apa Tujuan Peringatan Hari Olahraga Nasional?
Dari konsiderans Keppres 1985, tujuannya sudah jelas sejak semula: peningkatan, pembinaan, dan perkembangan olahraga secara berlanjut, lewat gerakan memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat.
Untuk 2026, Kemenpora merinci arah yang lebih operasional:
- pembudayaan olahraga di instansi, sekolah, kampus, dan masyarakat
- peningkatan kebugaran melalui partisipasi, bukan hanya tontonan
- penguatan prestasi olahraga nasional
- penguatan ekosistem industri olahraga yang berkelanjutan
- pembentukan karakter: disiplin, sportivitas, ketangguhan, daya juang
Haornas juga menjadi ruang persatuan. Lapangan, taman, dan ruang publik adalah tempat orang bertemu tanpa harus duduk di tribun stadion.
Makna Haornas 2026 bagi Masyarakat
Makna Haornas 2026 terletak pada pergeseran dari peringatan menjadi kebiasaan. Upacara 9 September penting sebagai penanda, tetapi tema tahun ini gagal jika olahraga hanya muncul di banner lalu hilang keesokan harinya.
Aktivitas fisik bisa dimulai dari hal kecil dan sesuai kemampuan. Sekolah membangun kebiasaan bergerak lewat pelajaran, ekskul, dan istirahat aktif. Kantor bisa menata waktu dan ruang agar pegawai tidak hanya duduk seharian. Komunitas menjaga ekosistem: klub lari, lapangan desa, jalur sepeda, senam lansia, olahraga disabilitas.
Atlet tetap inspirasi. Mereka bukan satu-satunya subjek Haornas.
Haornas Bukan Hanya Peringatan untuk Atlet
Haornas 2026 relevan bagi pelajar, pekerja, keluarga, lansia, penyandang disabilitas, pelatih, wasit, tenaga olahraga, relawan, suporter, dan warga yang baru mulai berjalan 15 menit sehari. Tema “masyarakat aktif dan bugar” justru goyah jika peringatan hanya berputar pada medali.
Olahraga inklusif termasuk dalam semangat itu: ruang bergerak tidak boleh tertutup hanya bagi tubuh yang sudah terlatih.
Apakah 9 September 2026 Hari Libur?
Tidak. Rabu, 9 September 2026 bukan hari libur nasional dan bukan cuti bersama.
Keppres Nomor 67 Tahun 1985 menyatakan Hari Olahraga Nasional bukan hari libur. SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026 juga tidak menempatkan 9 September—atau seluruh September—sebagai tanggal merah.
Haornas adalah hari nasional, bukan hari libur nasional. Instansi, sekolah, dan perusahaan tetap bekerja, kecuali ada kebijakan internal sendiri. Upacara dan senam massal biasanya disisipkan di pagi hari kerja.
15 Ucapan Hari Olahraga Nasional 2026 Singkat
- Selamat Hari Olahraga Nasional 2026. Bergerak hari ini, lebih bugar untuk Indonesia.
- Haornas ke-43: satu langkah kecil tetap menghitung.
- Selamat Haornas 2026. Tubuh aktif, pikiran lebih jernih.
- 9 September datang tiap tahun. Kebiasaan bergerak yang harus harian.
- Semangat Haornas. Jalan kaki pun sudah sebuah awal.
- Selamat Hari Olahraga Nasional. Sportivitas dimulai dari diri sendiri.
- Aktif itu bukan tren. Itu investasi paling dekat.
- Haornas 2026: dari halaman rumah sampai lapangan desa.
- Bergerak bersama, bugar bersama, maju bersama.
- Selamat Haornas. Prestasi besar lahir dari latihan yang tidak ramai.
- Rabu ini Haornas. Besok tetap bergerak.
- Tubuh yang terawat menolong kerja, belajar, dan daya juang.
- Selamat 9 September. Indonesia butuh warga yang mau bergerak.
- Haornas bukan tanggal merah. Ia pengingat untuk hidup lebih aktif.
- Selamat Hari Olahraga Nasional 2026. Mulai dari yang sanggup dikerjakan hari ini.
10 Ucapan Haornas 2026 Penuh Semangat
- Selamat Hari Olahraga Nasional 2026. Semangat juang tidak hanya di podium; ia tumbuh setiap kali kita memilih bergerak meski jadwal padat.
- Haornas ke-43 mengajak kita menjaga konsistensi. Medali boleh jarang datang, tetapi kebiasaan aktif bisa dilatih setiap pagi.
- Dari lintasan, lapangan, hingga gang kampung, semangat yang sama berlaku: disiplin lebih dulu, hasil menyusul.
- Selamat Haornas. Sportivitas mengajarkan kita menerima kalah tanpa kehilangan harga diri, dan menang tanpa kehilangan hormat.
- Gerak bersama menumbuhkan kebersamaan. Indonesia tidak hanya butuh juara, tetapi warga yang sanggup menjaga tubuhnya.
- Prestasi dimulai dari latihan yang tidak dilihat kamera. Hormati proses itu, pada atlet maupun pada diri sendiri.
- Selamat Hari Olahraga Nasional. Kebugaran bukan soal tampak kuat, melainkan sanggup menjalani hari dengan lebih utuh.
- Terus bergerak sesuai kemampuan. Bukan untuk menyamai atlet, tetapi agar hidup tidak berhenti di kursi.
- Haornas 2026 menagih janji lama: memasyarakatkan olahraga, bukan hanya merayakan olahragawan.
- Semangat Haornas. Satu putaran di lapangan bisa menjadi awal ritme yang lebih sehat bagi keluarga.
10 Ucapan Haornas 2026 Formal untuk Instansi
- Selamat memperingati Hari Olahraga Nasional ke-43 Tahun 2026. Semoga momentum ini memperkuat budaya hidup aktif di lingkungan kerja kita.
- Dalam rangka Haornas 2026, kami mengajak seluruh jajaran menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari disiplin dan produktivitas harian.
- Selamat Hari Olahraga Nasional 9 September 2026. Mari wujudkan tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!” mulai dari unit kerja masing-masing.
- Peringatan Haornas menjadi pengingat bahwa pembinaan olahraga masyarakat dan dukungan terhadap insan olahraga adalah investasi sumber daya manusia.
- Selamat Haornas 2026. Semoga instansi kita menumbuhkan lingkungan yang mendorong pegawai bergerak, bekerja sportif, dan menjaga kebugaran.
- Hari Olahraga Nasional tahun ini menjadi kesempatan memperkuat kolaborasi antara pembinaan prestasi, olahraga rekreasi, dan gaya hidup sehat di tempat kerja.
- Kami mengucapkan selamat Hari Olahraga Nasional kepada seluruh pegawai, mitra, dan insan olahraga. Semoga semangat sportivitas mewarnai pelayanan publik.
- Haornas 2026 kiranya mendorong sekolah, kampus, dan lembaga untuk menempatkan aktivitas fisik sebagai kebiasaan, bukan kegiatan musiman.
- Selamat memperingati Haornas ke-43. Mari jaga ruang publik dan fasilitas olahraga agar lebih ramah bagi seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas.
- Semoga peringatan 9 September 2026 memperbarui komitmen lembaga kita mendukung masyarakat yang lebih aktif, bugar, dan berdaya.
10 Ucapan Haornas untuk Sekolah dan Pelajar
- Selamat Hari Olahraga Nasional, anak-anak. Belajar juara itu penting, belajar jujur di lapangan juga sama pentingnya.
- Haornas 2026 untuk pelajar: bergerak di halaman sekolah, jaga sportivitas, dan hargai teman yang masih belajar.
- Selamat Haornas, Guru dan siswa. Kebiasaan aktif yang ditanam di sekolah sering kali lebih tahan lama daripada semboyan di spanduk.
- Satu pertandingan mengajarkan kerja sama. Satu latihan mengajarkan sabar. Keduanya bekal di dalam dan di luar kelas.
- Selamat 9 September. Tidak semua harus jadi atlet, tetapi semua pantas punya tubuh yang terbiasa bergerak.
- Untuk siswa SD sampai SMA: menangi dengan rendah hati, kalah dengan kepala tegak.
- Haornas di sekolah bukan hanya senam pagi. Ia juga cara merawat fokus, percaya diri, dan rasa kebersamaan.
- Selamat Hari Olahraga Nasional 2026. Coba mulai dari istirahat aktif: jalan, regang, bermain, lalu kembali belajar.
- Guru yang mengajak siswa bergerak sedang menanam disiplin yang tidak selalu tampak di rapor.
- Semangat Haornas, kawan sekolah. Jaga tubuhmu, hargai lawanmu, bantu temanmu yang belum mahir.
10 Ucapan untuk Atlet dan Insan Olahraga
- Selamat Hari Olahraga Nasional kepada atlet, pelatih, dan wasit. Latihan yang sunyi hari ini yang menopang nama Indonesia.
- Terima kasih kepada pembina dan tenaga olahraga yang menjaga proses, bukan hanya hasil akhir.
- Selamat Haornas 2026. Pengorbanan di tempat latihan jarang masuk berita, tetapi di situlah karakter dibentuk.
- Untuk atlet pelajar dan atlet daerah: jalan masih panjang, dan langkah hari ini tetap berarti.
- Hormat kepada wasit dan juri yang menjaga keadilan pertandingan agar sportivitas tidak tinggal slogan.
- Selamat kepada komunitas olahraga yang menghidupkan lapangan ketika kamera sudah pergi.
- Haornas adalah hari untuk mengenang kerja keras, bukan hanya momen menghitung medali.
- Kepada pelatih: ilmu yang diturunkan pelan-pelan sering lebih awet daripada euforia satu musim.
- Selamat Hari Olahraga Nasional. Semoga insan olahraga mendapat ruang bertanding, pulih, dan berkembang dengan lebih layak.
- Atlet para dan atlet konvensional sama-sama menempuh jalan berat. Haornas sepatutnya cukup luas untuk keduanya.
10 Caption Haornas 2026 untuk Media Sosial
- Rabu, 9 September 2026. Haornas ke-43. Tema tahun ini sederhana dan menagih: Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar. Mulai dari mana? Dari langkah yang sanggup dikerjakan hari ini. 🏃🇮🇩
- Haornas bukan tanggal merah. Ia pengingat bahwa tubuh yang kita bawa ke kantor, sekolah, dan rumah perlu dijaga, bukan hanya dipakai.
- Dari Sriwedari 1948 sampai lapangan kampung 2026, idenya sama: bangsa yang merdeka juga bangsa yang mampu bergerak bersama.
- Caption singkat, komitmennya jangan singkat. Selamat Hari Olahraga Nasional 2026. 🚴
- Tidak harus gym. Jalan kaki, bersepeda, main bulu tangkis di gang, senam di balai RW. Yang penting konsisten. Selamat Haornas. 🏸
- Olahraga mengajarkan menunggu hasil. Di era serba cepat, itu pelajaran yang mahal. Selamat 9 September.
- Untuk yang baru mulai: tidak apa-apa pelan. Yang penting tidak berhenti di niat. Semangat Haornas 2026.
- Atlet boleh jadi inspirasi. Masyarakat yang aktif justru jadi fondasinya. 🏆
- Posting ucapan boleh. Bangun kebiasaan lebih penting. Selamat Hari Olahraga Nasional.
- Menuju masyarakat aktif dan bugar bukan pekerjaan kementerian semata. Itu urusan halaman rumah, trotoar, dan jam istirahat kita. ⚽
10 Ucapan Sesuai Tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!”
- Menuju masyarakat aktif dimulai ketika gerak tidak lagi menunggu undangan upacara.
- Bugar bukan soal tampak sibuk berolahraga, tetapi sanggup menjalani hari tanpa cepat kehabisan tenaga.
- Selamat Haornas 2026. Jadikan tema resmi ini pekerjaan rumah keluarga, bukan hanya kalimat di baliho.
- Masyarakat aktif lahir dari pilihan kecil: turun satu halte lebih awal, menolak lift jika tangga masih masuk akal.
- Kebugaran kolektif tumbuh jika ruang publik memberi tempat orang bergerak dengan aman.
- Tema tahun ini menolak dikotomi palsu: seolah olahraga hanya milik yang sudah kuat.
- Aktif sesuai kemampuan. Bugar sesuai proses. Indonesia maju jika keduanya tidak ditunda.
- Selamat Hari Olahraga Nasional. Produktivitas lebih tahan lama jika tubuh tidak diabaikan.
- Dari gerakan sesaat menuju budaya. Itu jembatan yang ingin dibangun tema Haornas 2026.
- Masyarakat bugar tidak terbentuk dalam sehari, tetapi sehari tanpa gerak membuatnya menjauh.
20 Ide Slogan Hari Olahraga Nasional 2026
Ide slogan, bukan slogan resmi Kemenpora.
- Bergerak Hari Ini
- Bugar Itu Kebiasaan
- Aktif Tanpa Menunggu Juara
- Langkah Kecil, Ritme Baru
- Olahraga Milik Semua
- Dari Lapangan ke Kehidupan
- Disiplin di Lintasan
- Sportif di Setiap Langkah
- Tubuh Dijaga, Kerja Ditopang
- Gerak Bersama Indonesia
- Jangan Hanya Upacara
- Aktif di Rumah Juga
- Sehat untuk Berdaya
- Mulai dari yang Mampu
- Prestasi Butuh Fondasi
- Taman Kota, Arena Kita
- Latihan Sunyi, Hasil Nyata
- Bugar Tanpa Batas Usia
- Bergerak, Bukan Sekadar Nonton
- 9 September, 365 Hari
Kalimat inspiratif redaksi: Kebugaran tidak menuntut semua orang menjadi juara. Ia hanya menagih agar kita tidak menyerahkan tubuh pada diam yang terlalu lama. Bukan kutipan tokoh.
Sumber dan Referensi
- Kementerian Pemuda dan Olahraga, melalui pemberitaan yang mengutip Surat Edaran Menpora Nomor 9.7.44 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Hari Olahraga Nasional ke-43 Tahun 2026 — tema resmi, nomor peringatan, arah peringatan; diakses 9 September 2026.
- Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 1985 tentang Hari Olahraga Nasional — pencanangan 9 September 1983 di Solo, penetapan 9 September, status bukan hari libur; ditetapkan 7 September 1985.