Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama melalui Direktorat KSKK Madrasah. Link resmi yang digunakan media nasional dan pengumuman hasil seleksi adalah https://omi.kemenag.go.id/. Login awal dilakukan operator madrasah/sekolah memakai akun lembaga. Pendaftaran peserta OMI Sains tingkat kabupaten/kota tidak dilakukan siswa secara mandiri.
Akun lembaga dan akun peserta tidak sama. Akun lembaga dipakai untuk membuat data sekolah dan mengirim peserta. Akun peserta, menurut pemberitaan detikEdu dan Tirto yang merujuk mekanisme portal, baru diberikan setelah pendaftaran diverifikasi Komite Kabupaten/Kota dan dipakai untuk uji coba serta pelaksanaan. Pola username atau password peserta tidak diumumkan resmi, jadi jangan memakai NISN atau tanggal lahir sebagai tebakan.
Pendaftaran OMI Sains kabupaten/kota berlangsung 27 Agustus–2 September 2026. Uji coba dijadwalkan 4–5 September 2026, pelaksanaan 7–8 September 2026, dan pengumuman 12 September 2026. OMI Riset punya jalur sendiri: unggah proposal 22 Agustus–2 September 2026.
Prosedur, tautan, dan status portal terakhir diperiksa pada Sabtu, 29 Agustus 2026 pukul 15.10 WIB. Saat pemeriksaan itu, omi.kemenag.go.id tidak merespons (koneksi habis waktu / status 503). Belum ditemukan pengumuman resmi Kemenag soal penyebab gangguan. Tetap gunakan domain kemenag.go.id, bukan tautan WhatsApp atau situs menyerupai.
Apa Itu OMI Kemenag 2026?
OMI adalah Olimpiade Madrasah Indonesia, ajang pembinaan talenta peserta didik di bidang sains terintegrasi dan riset. Direktur KSKK Madrasah Nyayu Khadijah menyatakan OMI 2026 tidak hanya mencari juara, tetapi mengidentifikasi, membina, dan mengakselerasi talenta madrasah.
Tema yang beredar di ringkasan juknis adalah Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju. Beberapa media menuliskan dasar pelaksanaannya Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6843 Tahun 2026. Salinan keputusan itu belum ditemukan di laman utama kemenag.go.id saat artikel ini disusun, sehingga nomor tersebut dikutip sebagai rujukan media, bukan dokumen yang dibuka langsung di portal Kemenag.
Link Resmi Login OMI Kemenag 2026
Cara login OMI Kemenag 2026: buka https://omi.kemenag.go.id/, pilih Masuk, lalu isi email dan kata sandi akun lembaga. Setelah dashboard terbuka, operator mendaftarkan siswa. Jangan mencampur langkah ini dengan pembuatan akun baru.
| Layanan | Link | Fungsi |
|---|---|---|
| Portal OMI | https://omi.kemenag.go.id/ | Login, daftar OMI Sains, daftar OMI Riset, pengumuman |
| Portal OMI Riset lama | https://riset-omi.kemenag.go.id/ | Tidak terverifikasi sebagai pintu utama 2026 saat pemeriksaan |
| Website Kemenag | https://kemenag.go.id/ | Berita kebijakan dan kelembagaan |
Media seperti detik, Kompas, Kompas TV, dan ANTARA menempatkan omi.kemenag.go.id sebagai laman pendaftaran dan pengumuman. Tombol yang dilaporkan di beranda adalah Daftar OMI Sains, Daftar OMI Riset, dan Masuk.
Pastikan Domain Resmi. Ketik langsung omi.kemenag.go.id dan cek domain berakhiran kemenag.go.id. Waspadai domain mirip, tautan hasil teruskan WhatsApp, halaman yang meminta biaya, OTP, PIN, password email pribadi, atau unduhan APK yang tidak diumumkan Kemenag. Keamanan halaman tidak bisa dijamin 100 persen hanya dari tampilan.
Siapa yang Bisa Login ke Portal OMI?
Operator, kepala madrasah, atau guru yang ditugaskan mengelola akun lembaga. Mereka yang membuat akun, masuk dashboard, dan mengirim data peserta.
Peserta memakai akun terpisah setelah data diverifikasi, untuk uji coba dan ujian berbasis komputer. Komite kabupaten/kota punya akses internal tersendiri yang tidak dibahas di sini.
Perbedaan Akun Lembaga dan Akun Peserta
Membuat akun, login, dan mendaftarkan peserta adalah tiga proses berbeda.
| Aspek | Akun Lembaga | Akun Peserta |
|---|---|---|
| Pengguna | Operator/madrasah/sekolah | Siswa yang sudah diverifikasi |
| Dibuat oleh | Lembaga di portal OMI | Diterbitkan setelah verifikasi |
| Fungsi | Mengelola data lembaga dan mengirim peserta | Mengikuti uji coba dan pelaksanaan |
| Digunakan untuk | Pendaftaran | CBT/uji coba sesuai jadwal |
| Waktu penggunaan | Saat jendela pendaftaran | Setelah akun aktif |
| Data login | Email lembaga + kata sandi yang dibuat operator | Belum ada pola resmi yang dipublikasikan |
Apakah Siswa Bisa Daftar OMI Sendiri?
Untuk OMI Sains, tidak. Pendaftaran peserta dilakukan melalui akun lembaga oleh operator/madrasah/sekolah. Siswa tidak cukup membuat akun pribadi lalu mendaftar sendiri. Satuan pendidikan lebih dulu menyeleksi perwakilan pada OMI tingkat satuan pendidikan, 22–26 Agustus 2026.
Untuk OMI Riset, mekanisme berbeda karena intinya unggah proposal. Liputan6 menuliskan siswa mengunggah proposal di omi.kemenag.go.id. Tirto dan detik tetap menempatkan tombol Daftar OMI Riset di alur akun lembaga. Yang paling aman: siswa tidak berjalan sendiri tanpa madrasah; proposal, surat pengantar kepala madrasah, dan surat keaslian karya tetap dokumen lembaga.
Cara Membuat Akun OMI 2026
Gunakan langkah ini hanya jika lembaga belum punya akun. Nama tombol mengikuti laporan Tirto dan detik yang meninjau portal.
- Buka https://omi.kemenag.go.id/.
- Pilih Daftar OMI Sains atau Daftar OMI Riset.
- Isi nama lengkap operator.
- Isi email madrasah/sekolah.
- Buat kata sandi.
- Isi nama sekolah/madrasah, provinsi, dan kabupaten/kota.
- Klik Buat Akun.
Field yang dilaporkan media: nama operator, email lembaga, kata sandi, nama sekolah, provinsi, kabupaten/kota. Jangan menambahkan NIK operator, NSM, OTP, atau nomor HP jika formulir tidak memintanya.
Email lembaga lebih aman daripada email pribadi guru. Simpan kata sandi di tempat tertutup. Jangan membagikannya ke siswa.
Cara Login OMI Kemenag 2026
- Buka portal resmi OMI.
- Pilih menu Masuk.
- Masukkan email akun lembaga.
- Masukkan kata sandi.
- Klik masuk.
- Tunggu dashboard terbuka.
- Pastikan nama lembaga yang tampil sudah benar.
Jika tombol yang terlihat adalah Daftar, itu pembuatan akun baru, bukan login. Fitur CAPTCHA, “ingat saya”, atau “lupa password” tidak bisa dikonfirmasi karena portal tidak terbuka saat pemeriksaan 29 Agustus 2026 pukul 15.10 WIB.
Cara Daftar Peserta OMI Kemenag 2026
Setelah login akun lembaga:
- Buka menu Peserta di sisi kiri.
- Pastikan halaman peserta tingkat kabupaten/kota terbuka.
- Klik Daftarkan Peserta.
- Isi identitas siswa.
- Pilih jenjang, kelas, dan bidang kompetisi.
- Lengkapi prestasi dan kontak jika diminta.
- Unggah dokumen.
- Periksa ulang.
- Klik Kirim Pendaftaran.
- Pastikan nama siswa muncul di daftar Peserta Tingkat Kabupaten/Kota.
- Ulangi sampai kuota perwakilan terpenuhi.
- Tunggu verifikasi Komite Kabupaten/Kota.
Klik Kirim bukan berarti siswa otomatis lolos kompetisi.
Data yang Harus Disiapkan Sebelum Daftar
Siapkan data sesuai form yang dilaporkan portal:
- NIK 16 digit
- NISN aktif
- Nama lengkap sesuai identitas siswa
- Tempat dan tanggal lahir
- Jenis kelamin
- Jenjang dan kelas tahun pelajaran 2026/2027
- Bidang kompetisi
- Prestasi
- Nomor telepon
Cocokkan NISN dengan data madrasah di EMIS atau data sekolah di Dapodik. Jangan kirim NIK/NISN ke kolom komentar atau pihak tidak dikenal.
Dokumen yang Harus Diunggah
OMI Sains: foto peserta dan kartu identitas siswa.
OMI Riset: proposal riset, surat pernyataan keaslian karya, surat pengantar kepala madrasah, plus dokumen administrasi peserta. Jangan menyamakan syarat proposal Riset sebagai syarat Sains.
Batas ukuran dan format file tidak tercantum jelas di sumber primer yang dapat dibuka saat artikel ini ditulis. Jangan mengunci angka seperti “maksimal 2 MB” tanpa melihat petunjuk unggah di portal.
Cara Mengetahui Pendaftaran OMI Berhasil
Indikator yang dilaporkan media: setelah kirim, data siswa tampil di menu Peserta Tingkat Kabupaten/Kota. Itu tanda data terkirim, bukan tanda terverifikasi.
Tabel status draft/dikirim/ditolak tidak disusun di sini karena daftar status lengkap tidak terverifikasi dari portal yang sedang tidak dapat diakses.
Proses Verifikasi Peserta OMI
Komite Kabupaten/Kota memverifikasi data. Peserta yang tidak memenuhi syarat dapat didiskualifikasi otomatis oleh sistem, termasuk jika NISN tidak aktif atau lembaga tidak memenuhi ketentuan NSM/EMIS atau NPSN/Dapodik.
Kapan Peserta Mendapat Akun OMI?
Menurut detikEdu, setelah pendaftaran terverifikasi peserta mendapat akun untuk uji coba dan pelaksanaan. Belum ditemukan keterangan resmi terbaru soal siapa yang mengirim kredensial, apakah lewat email, atau bentuk username-nya. Jangan mengarang bahwa username pasti NISN atau password pasti tanggal lahir.
Login uji coba dan pelaksanaan Sains dilakukan pada jendela 4–5 September 2026 (uji coba) dan 7–8 September 2026 (seleksi). Belum ditemukan tautan CBT terpisah yang sah. Gunakan hanya tautan yang muncul di portal resmi atau pengumuman Komite.
Jadwal Lengkap OMI Sains 2026
Jadwal berikut merujuk juknis yang dikutip Kompas, detik, dan ANTARA. Jadwal dapat berubah.
| Tahapan | Tanggal | Keterangan |
|---|---|---|
| Sosialisasi | 21 Agustus 2026 | Pembukaan informasi |
| Seleksi satuan pendidikan | 22–26 Agustus 2026 | Internal madrasah/sekolah |
| Pendaftaran kabupaten/kota | 27 Agustus–2 September 2026 | Lewat akun lembaga |
| Uji coba kabupaten/kota | 4–5 September 2026 | Uji sistem |
| Pelaksanaan kabupaten/kota | 7–8 September 2026 | CBT di tilok |
| Pengumuman kabupaten/kota | 12 September 2026 | Di omi.kemenag.go.id |
| Uji coba provinsi | 1–2 Oktober 2026 | |
| Pelaksanaan provinsi | 5–6 Oktober 2026 | |
| Pengumuman provinsi | 10 Oktober 2026 | Di omi.kemenag.go.id |
| Registrasi nasional | 8 November 2026 | Kedatangan/registrasi |
| Technical meeting dan pembukaan | 9 November 2026 | |
| Pelaksanaan nasional | 10–11 November 2026 | |
| Pengumuman dan penutupan | 12 November 2026 |
Jadwal OMI Riset 2026
| Tahapan | Tanggal | Keterangan |
|---|---|---|
| Sosialisasi | 21 Agustus 2026 | |
| Pendaftaran / unggah proposal | 22 Agustus–2 September 2026 | |
| Pengumuman penilaian proposal | 7 September 2026 | |
| Presentasi proposal | 9–11 September 2026 | |
| Pembimbingan dan pelaksanaan riset | 12 September–20 Oktober 2026 | |
| Presentasi hasil riset | 21–23 Oktober 2026 | |
| Pengumuman penilaian presentasi | 27 Oktober 2026 | |
| Pengumpulan hasil dan draf artikel | 29–31 Oktober 2026 | |
| Final dan expo | 10–12 November 2026 |
Jangan mencampur jadwal Sains dan Riset.
Syarat Peserta OMI Sains 2026
- Warga Negara Indonesia.
- Siswa aktif di madrasah/sekolah dengan NISN aktif.
- Tahun pelajaran 2026/2027: MI/SD/sederajat kelas V atau VI; MTs/SMP/sederajat kelas VII, VIII, atau IX; MA/SMA/sederajat kelas X, XI, atau XII.
- Hanya mengikuti satu bidang kompetisi.
- Data yang tidak memenuhi syarat dapat didiskualifikasi sistem.
Batas usia terpisah tidak ditemukan di ringkasan syarat yang beredar.
Syarat Lembaga yang Bisa Mengikuti OMI
- Madrasah: memiliki NSM dan terdaftar aktif di EMIS Kemenag.
- Sekolah umum: memiliki NPSN dan terdaftar aktif di Dapodik. Tidak semua sekolah otomatis bisa ikut jika data kelembagaan tidak aktif.
Cabang OMI Sains MI, MTs, dan MA
MI/SD/sederajat: Matematika Terintegrasi; IPAS Terintegrasi.
MTs/SMP/sederajat: Matematika Terintegrasi; IPA Terintegrasi; IPS Terintegrasi.
MA/SMA/sederajat: Matematika Terintegrasi; Biologi Terintegrasi; Fisika Terintegrasi; Kimia Terintegrasi; Ekonomi Terintegrasi; Geografi Terintegrasi.
Bidang OMI Riset 2026
OMI Riset untuk jenjang MTs dan MA, bukan MI. Ringkasan juknis menuliskan MTs kelas VII–VIII dan MA kelas X–XI tahun ajaran 2026/2027. Peserta perorangan atau kelompok maksimal tiga siswa. Ruang lingkup:
- Ekoteologi: Integrasi Keislaman dan Keilmuan
- Sustainable Development Goals (SDGs)
- Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional
Setiap madrasah dilaporkan maksimal 5 proposal per ruang lingkup. Satu judul/proposal memilih satu ruang lingkup. Ada ketentuan belum pernah juara I OMI Riset pada bidang dan jenjang yang sama di tahun sebelumnya.
Berapa Peserta yang Bisa Didaftarkan Setiap Sekolah?
Untuk OMI Sains tingkat kabupaten/kota, setiap satuan pendidikan mengirim tiga siswa terbaik pada masing-masing bidang studi. Itu kuota perwakilan setelah seleksi satuan pendidikan, bukan undangan terbuka tanpa batas.
Perbedaan OMI Sains dan OMI Riset
| Aspek | OMI Sains | OMI Riset |
|---|---|---|
| Fokus | Tes sains terintegrasi | Proposal dan penelitian |
| Jenjang | MI/SD, MTs/SMP, MA/SMA sederajat | MTs dan MA |
| Portal yang dikutip | omi.kemenag.go.id | omi.kemenag.go.id |
| Bentuk seleksi | Berjenjang, CBT | Penilaian proposal hingga final/expo |
| Pendaftaran | Akun lembaga, 27 Agustus–2 September | Unggah proposal 22 Agustus–2 September |
| Dokumen tambahan | Foto dan identitas siswa | Proposal, surat keaslian, surat pengantar |
| Tahapan | Satuan pendidikan–kab/kota–provinsi–nasional | Proposal–presentasi–riset–final |
| Final | November 2026 | Final dan expo November 2026 |
Tidak Bisa Login OMI Kemenag, Apa Penyebabnya?
Pisahkan dulu masalahnya: email salah, kata sandi salah, akun belum dibuat, akun belum aktif, situs tidak terbuka, peramban bermasalah, atau server sibuk.
Coba ketik ulang email tanpa spasi, pastikan bukan akun pribadi jika yang didaftarkan email lembaga, ganti peramban, matikan VPN, dan jangan masuk lewat browser dalam aplikasi chat.
Lupa Password OMI
Belum terverifikasi apakah tombol Lupa Password aktif di portal 2026. Jangan mengarang alur reset. Jika tombol ada, ikuti petunjuk di laman resmi. Jika tidak ada, operator menghubungi Komite Kabupaten/Kota atau kanal resmi Kemenag setempat. Jangan meminta reset lewat akun media sosial tidak resmi.
Email Tidak Terdaftar di OMI
Kemungkinan email salah ketik, akun dibuat dengan email lain, atau pembuatan akun belum selesai. Jangan langsung menyimpulkan akun “dihapus Kemenag” tanpa bukti.
Nama Madrasah atau Sekolah Tidak Ditemukan
Sistem merujuk data lembaga. Periksa NSM dan status EMIS untuk madrasah, atau NPSN dan Dapodik untuk sekolah umum. Jangan membuat nama sekolah baru di kolom bebas jika sistem memakai basis data referensi.
NISN atau NIK Peserta Tidak Valid
Periksa jumlah digit, hilangkan spasi, cocokkan dengan data siswa di sekolah, lalu koordinasikan dengan operator EMIS/Dapodik. Penolakan di portal OMI tidak otomatis berarti NIK “tidak terdaftar Dukcapil”. Jangan mengirim NISN atau NIK ke komentar artikel.
Dokumen OMI Gagal Diupload
Periksa format yang diterima portal, ukuran berkas, nama file sederhana tanpa karakter aneh, dan koneksi. Unggah ulang sekali. Jangan menggandakan pendaftaran jika data sudah tampil.
Data Peserta Salah Setelah Dikirim
Belum ditemukan keterangan resmi terbaru sampai tahap mana data masih bisa diedit. Jangan menganggap semua kolom bisa diubah kapan saja, terutama setelah verifikasi. Ajukan koreksi lewat operator kepada Komite Kabupaten/Kota.
Pendaftaran Tidak Muncul di Dashboard
- Segarkan halaman.
- Cek menu Peserta.
- Pastikan tombol Kirim benar-benar selesai.
- Keluar lalu masuk lagi.
- Coba peramban lain.
- Cek jaringan.
- Hubungi komite jika tetap kosong.
Jangan daftar ulang asal-asalan agar tidak timbul data ganda.
Portal omi.kemenag.go.id Tidak Bisa Dibuka
Saat artikel ini diperiksa, portal tidak dapat diakses (waktu koneksi habis). Belum ditemukan pengumuman resmi mengenai penyebab gangguan. Jangan menulis “sedang maintenance” tanpa sumber Kemenag.
Bedakan: situs tidak terbuka, loading lama, login gagal, dashboard kosong, galat 500/502/503, unggah gagal, atau sesi habis. Jika situs kembali online, ketik URL resmi secara manual.
Bisakah Login OMI Lewat HP?
Belum ada aplikasi Android/iOS resmi yang diumumkan Kemenag untuk OMI 2026. Pendaftaran lewat situs. Browser HP biasanya cukup jika situs normal. Pakai Chrome, Firefox, atau Safari terbaru. Hindari browser dalam WhatsApp/Facebook. Siapkan berkas di perangkat sebelum unggah. Waspadai APK pihak ketiga.
Cara Aman Login dan Melindungi Data Peserta
- Pastikan domain kemenag.go.id.
- Pakai email lembaga yang benar.
- Pakai kata sandi kuat.
- Jangan bagikan kata sandi lembaga ke siswa.
- Jangan kirim tangkapan layar yang menampilkan sandi, NIK, atau NISN.
- Jangan serahkan OTP atau akses email ke orang tidak dikenal.
- Keluar dari akun di komputer bersama.
- Jangan bayar jasa “aktivasi akun”.
Form OMI memuat data pribadi siswa. Jangan mengunggah KTP, kartu siswa, atau dasbor berisi data peserta ke media sosial.
Perbedaan OMI dan KSM
Banyak pencarian masih memakai kata KSM. OMI adalah format kompetisi madrasah yang digunakan Kementerian Agama saat ini, mencakup sains terintegrasi dan riset. Jangan ditulis bahwa KSM “dihapus” jika tidak ada pernyataan resmi dengan kalimat itu. Gunakan OMI 2026 sebagai nama program yang berlaku.
Sumber dan Referensi
| Sumber | Dokumen/Halaman | Tanggal | Informasi yang Didukung |
|---|---|---|---|
| Portal OMI | https://omi.kemenag.go.id/ | Diperiksa 29 Agu 2026, 15.10 WIB | URL resmi; situs tidak merespons saat dicek |
| ANTARA | Berita OMI 2026 | 28 Agu 2026 | Jadwal Sains-Riset, pernyataan Direktur KSKK |
| Kompas.com | Jadwal lengkap OMI 2026 | 29 Agu 2026 | Jadwal juknis kabupaten–nasional |
| detikEdu | Syarat dan cara daftar | 28 Agu 2026 | Alur daftar, syarat lembaga, akun peserta |
| Tirto.id | Tata cara login akun | 27 Agu 2026 | Field form, tombol Masuk/Daftar, dokumen Sains |
| Kompas TV / Medcom / Liputan6 | Pemberitaan pendaftaran | 27–28 Agu 2026 | Link portal, cabang lomba, beda jalur Riset |