Update Argentina vs Spanyol Lineup: Susunan Pemain Resmi, Kondisi Tim, dan Prediksi Skor

Update Argentina vs Spanyol Lineup Susunan Pemain Resmi, Kondisi Tim, dan Prediksi Skor

Catatan pembaruan penting: Argentina vs Spanyol bukan lagi skenario andaian. Kedua tim resmi bertemu di final Piala Dunia 2026 pada Minggu, 19 Juli 2026, di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, kick-off pukul 15.00 waktu setempat (ET). Artikel ini disusun berdasarkan susunan pemain proyeksi dari sumber tepercaya, rekam jejak turnamen, serta data historis kedua tim menjelang laga puncak tersebut.

Update lineup Argentina vs Spanyol di final Piala Dunia 2026 menjadi sorotan utama dunia sepak bola pekan ini. Berikut susunan pemain resmi dan proyeksi terbaru, kondisi kedua tim menjelang laga puncak, rekap head to head, serta analisis peluang dan prediksi skor yang disusun berdasarkan performa nyata sepanjang turnamen.

Susunan Pemain Resmi, Kondisi Tim, dan Prediksi Skor

Jarang ada laga yang membawa bobot sejarah sebesar ini. Argentina, sang juara bertahan, berhadapan dengan Spanyol, juara Eropa yang sedang berada dalam performa terbaik sepanjang generasi ini. Final Piala Dunia 2026 mempertemukan dua kekuatan yang selama puluhan tahun jarang berpapasan di panggung kompetitif, dan kini keduanya justru bertemu di panggung paling besar yang bisa ditawarkan sepak bola dunia.

Konteks turnamen membuat pertandingan ini semakin istimewa. Piala Dunia 2026 digelar di tiga negara sekaligus, Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, dengan format baru yang melibatkan 48 tim. Setelah lebih dari sebulan pertandingan, hanya tersisa satu laga penentu, dan takdir mempertemukan Lionel Messi dengan Lamine Yamal, dua ikon lintas generasi yang mewakili dua era sepak bola berbeda.

Perlu dicatat sejak awal, ini adalah final Piala Dunia pertama sepanjang sejarah antara Argentina dan Spanyol. Kedua tim bahkan baru satu kali bertemu di ajang Piala Dunia sebelumnya, yaitu pada 13 Juli 1966 di fase grup, saat itu Argentina menang 2-1. Artinya laga hari ini sekaligus menjadi pertemuan kompetitif resmi kedua sepanjang sejarah, namun yang pertama di level tertinggi seperti ini. Jadwal dan hasil akhir tetap harus dipastikan lewat kanal resmi FIFA, mengingat kondisi pemain bisa berubah hingga menit-menit terakhir sebelum kick-off.

Profil Tim Nasional Argentina 2026

Argentina tampil sebagai juara bertahan yang berusaha melakukan sesuatu yang belum pernah terjadi sejak Brasil pada 1958 dan 1962, yaitu mempertahankan gelar Piala Dunia secara beruntun. Lionel Scaloni mempertahankan tulang punggung skuad juara Qatar 2022, dengan 17 pemain yang masih bertahan dari skuad tersebut, dipadukan dengan darah segar hasil regenerasi tiga tahun terakhir.

Poin sentral dari skuad ini tetap Lionel Messi. Di usia 39 tahun, ia tampil di Piala Dunia keenamnya, sebuah rekor yang hanya disamai segelintir nama seperti Cristiano Ronaldo. Sepanjang turnamen ini Messi mencatatkan delapan gol dan empat assist, memimpin perburuan Sepatu Emas, sekaligus memecahkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan total 21 gol lintas enam edisi turnamen.

Beberapa kekuatan utama Argentina musim ini:

  1. Trio gelandang tengah Enzo Fernández, Alexis Mac Allister, dan Rodrigo De Paul menjadi mesin permainan yang menyeimbangkan serangan dan pertahanan.
  2. Lini depan fleksibel dengan Julián Álvarez sebagai starter reguler, namun Lautaro Martínez terus menekan posisi tersebut setelah mencetak gol penentu di semifinal melawan Inggris.
  3. Barisan belakang berpengalaman, dipimpin Cristian Romero dan Lisandro Martínez, dengan Nahuel Molina dan Nicolás Tagliafico di kedua sisi.
  4. Emiliano Martínez di bawah mistar tetap menjadi salah satu kiper paling andal dalam situasi adu penalti dan bola mati.
  5. Mentalitas juara yang teruji, terbukti dari cara mereka membalikkan keadaan di beberapa laga knockout.

Namun perjalanan Argentina menuju final jauh dari mulus. Mereka memang menyapu bersih fase Grup J melawan Aljazair, Austria, dan Yordania dengan poin sempurna, tetapi babak knockout menjadi ujian mental yang berat. Mereka membutuhkan perpanjangan waktu untuk mengalahkan Tanjung Verde 3-2 di babak 32 besar, tertinggal 0-2 lebih dulu sebelum membalikkan keadaan menjadi 3-2 atas Mesir di babak 16 besar, kembali membutuhkan perpanjangan waktu saat mengatasi Swiss 3-1 di perempat final, dan baru memastikan tempat di final setelah mencetak dua gol telat untuk menundukkan Inggris 2-1 di semifinal.

Kelemahan yang tampak selama turnamen ini adalah kecenderungan Argentina memulai pertandingan dengan lambat, terutama di babak knockout, sebelum bangkit di menit-menit akhir. Ketergantungan pada faktor mental dan pengalaman individu, alih-alih dominasi permainan sejak menit awal, menjadi catatan yang perlu diwaspadai menghadapi tim seorganisir Spanyol.

Profil Tim Nasional Spanyol 2026

Spanyol datang ke final ini sebagai tim dengan catatan paling meyakinkan sepanjang turnamen. Luis de la Fuente, arsitek di balik gelar Euro 2024, membawa skuad yang secara mengejutkan tidak menyertakan satu pun pemain Real Madrid, sebuah keputusan yang pertama kalinya terjadi dalam sejarah Piala Dunia Spanyol. Sebagai gantinya, De la Fuente mengandalkan delapan pemain Barcelona dan tujuh pemain yang berkarier di Liga Inggris.

Kapten tim dipercayakan kepada Rodri, gelandang bertahan Manchester City yang juga peraih Ballon d’Or 2024. Kehadirannya di depan jantung pertahanan memberi Spanyol stabilitas luar biasa. Sepanjang turnamen, Spanyol baru kebobolan satu gol dari tujuh pertandingan, catatan defensif terbaik di antara seluruh kontestan.

Kekuatan utama Spanyol musim ini:

  1. Penguasaan bola dan build-up permainan khas tiki-taka modern, dengan Rodri sebagai motor di lini tengah bersama Pedri dan Fabián Ruiz atau Gavi.
  2. Lamine Yamal, remaja berusia 19 tahun asal Barcelona, tampil sebagai bintang generasi baru yang mampu menciptakan peluang dari sisi kanan.
  3. Nico Williams dan Dani Olmo menambah variasi serangan dari sisi sayap dan lini kedua.
  4. Mikel Oyarzabal sebagai ujung tombak yang efisien, termasuk sebagai eksekutor penalti kunci di semifinal.
  5. Rekor tak terkalahkan sepanjang 37 pertandingan sejak kekalahan dari Kolombia pada Maret 2024, menyamai rekor Italia untuk rentetan tak terkalahkan terpanjang dalam sepak bola internasional pria.

Jalan Spanyol menuju final terlihat jauh lebih efisien dibanding Argentina. Mereka menjuarai Grup H setelah bermain imbang melawan Tanjung Verde lalu mengalahkan Arab Saudi dan Uruguay. Di babak knockout, mereka menundukkan Austria 3-0, menyingkirkan Portugal yang diperkuat Cristiano Ronaldo dengan skor 1-0 di babak 16 besar, mengatasi Belgia 2-1 di perempat final, dan menutup laju Prancis dengan kemenangan 2-0 di semifinal lewat gol penalti Oyarzabal dan gol penutup Pedro Porro.

Kelemahan Spanyol relatif minim, tetapi beberapa pengamat mencatat isu kebugaran menjelang final. Yamal sempat mengalami masalah hamstring menjelang pengumuman skuad, dan kondisi terkininya menjadi salah satu topik pemantauan tim medis jelang laga puncak. Selain itu, gaya permainan Spanyol yang mengandalkan penguasaan bola bisa rentan dieksploitasi lewat serangan balik cepat, sesuatu yang menjadi senjata andalan Argentina, khususnya lewat kecepatan Julián Álvarez dan pergerakan tanpa bola Messi.

Susunan Pemain Resmi Argentina vs Spanyol

Penting digarisbawahi, susunan pemain di bawah ini merupakan proyeksi berbasis performa dan pola rotasi kedua pelatih sepanjang turnamen, karena line-up resmi biasanya baru diumumkan sekitar satu jam sebelum kick-off melalui kanal resmi FIFA dan federasi masing-masing. Selalu cek pengumuman resmi FIFA untuk konfirmasi susunan pemain final.

Proyeksi susunan pemain Argentina, formasi 4-4-2:

PosisiPemainKlub
KiperEmiliano MartínezAston Villa
Bek KananNahuel MolinaAtlético Madrid
Bek TengahCristian RomeroTottenham Hotspur
Bek TengahLisandro MartínezManchester United
Bek KiriNicolás TagliaficoLyon
GelandangRodrigo De PaulInter Miami
GelandangLeandro ParedesBoca Juniors
GelandangAlexis Mac AllisterLiverpool
GelandangEnzo FernándezChelsea
PenyerangLionel Messi (kapten)Inter Miami
PenyerangJulián ÁlvarezAtlético Madrid

Alasan pemilihan susunan ini cukup jelas. Scaloni cenderung mempertahankan pemain yang sudah terbukti di sepanjang turnamen ketimbang melakukan eksperimen di laga sebesar final. Posisi De Paul sempat bersaing dengan Giuliano Simeone yang tampil mengejutkan di semifinal melawan Inggris, namun pengalaman De Paul di laga-laga besar membuatnya tetap menjadi favorit untuk starter. Sementara itu, performa impresif Lautaro Martínez di semifinal membuka kemungkinan ia menggeser Julián Álvarez di lini depan, meski hingga saat artikel ini ditulis Álvarez masih diproyeksikan sebagai starter.

Proyeksi susunan pemain Spanyol, formasi 4-3-3:

PosisiPemainKlub
KiperUnai SimónAthletic Bilbao
Bek KananPedro PorroTottenham Hotspur
Bek TengahPau CubarsíBarcelona
Bek TengahAymeric LaporteAthletic Bilbao
Bek KiriMarc CucurellaChelsea
GelandangFabián RuizParis Saint-Germain
GelandangRodri (kapten)Manchester City
GelandangÁlex BaenaAtlético Madrid
Sayap KananLamine YamalBarcelona
Penyerang TengahMikel OyarzabalReal Sociedad
Sayap KiriDani OlmoBarcelona

De la Fuente konsisten menggunakan pola 4-3-3 dengan Rodri sebagai jangkar tunggal di depan bek tengah, sementara Pedri dan Gavi biasanya mengisi slot kreatif, meski Fabián Ruiz dan Álex Baena juga menjadi opsi rotasi tergantung lawan. Yamal dan Nico Williams bergantian mengisi sisi sayap tergantung kondisi fisik masing-masing, sementara Oyarzabal dipercaya sebagai eksekutor utama di kotak penalti berkat insting golnya yang tajam sepanjang turnamen.

Head to Head Historis Argentina vs Spanyol

Rivalitas Argentina dan Spanyol memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak awal dekade 1950-an. Berdasarkan catatan pertemuan resmi di berbagai kompetisi dan laga persahabatan, kedua tim telah bertemu sebanyak 14 kali sebelum final ini, dengan rekor yang benar-benar seimbang, yaitu enam kemenangan untuk masing-masing tim dan dua hasil imbang. Final Piala Dunia 2026 ini akan menjadi pertemuan resmi ke-15 sepanjang sejarah kedua negara.

Beberapa catatan penting dari rekam jejak pertemuan mereka:

  1. Pertemuan kompetitif pertama dan satu-satunya sebelum final ini terjadi pada 13 Juli 1966 di fase grup Piala Dunia Inggris, di Villa Park, Birmingham, saat itu Argentina menang 2-1 atas Spanyol.
  2. Pertemuan terakhir sebelum final 2026 berlangsung pada Maret 2018 dalam laga persahabatan di Metropolitano, Madrid. Spanyol menang telak 6-1, kemenangan terbesar sepanjang sejarah pertemuan kedua tim. Isco mencetak hat-trick, sementara Diego Costa, Thiago Alcântara, dan Iago Aspas turut menyumbang gol. Nicolás Otamendi menjadi satu-satunya pencetak gol Argentina, yang saat itu tampil tanpa Messi.
  3. Kekalahan 1-6 tersebut menjadi kekalahan terberat Argentina sepanjang sejarah, hanya disamai oleh kekalahan dari Cekoslowakia di Piala Dunia 1958 dan dari Bolivia di laga kualifikasi.
  4. Sebelum era modern, kedua tim juga pernah bertemu dalam beberapa laga persahabatan sejak dekade 1950-an, dengan hasil yang silih berganti antara kedua kubu.

Yang membuat final 2026 begitu istimewa adalah fakta bahwa ini merupakan final Piala Dunia pertama antara juara bertahan Amerika Selatan dan juara Eropa yang sedang memegang gelar benua mereka masing-masing, sebuah kombinasi yang belum pernah terjadi dalam format final sebelumnya.

Analisis Peluang dan Prediksi Skor

Berdasarkan performa sepanjang turnamen, bursa taruhan internasional dan model statistik cenderung menempatkan Spanyol sebagai favorit tipis. Beberapa lembaga peramalan menempatkan peluang kemenangan Spanyol di kisaran 55 hingga 60 persen berdasarkan model probabilitas, sementara Argentina dipandang sebagai tim dengan value lebih tinggi mengingat rekam jejak mereka bertahan hidup di momen-momen krusial.

Faktor-faktor kunci yang akan memengaruhi hasil akhir:

  1. Soliditas pertahanan Spanyol. Baru kebobolan satu gol sepanjang tujuh laga adalah statistik luar biasa, dan ini akan menjadi ujian nyata bagi lini depan Argentina yang mengandalkan kreativitas individu Messi dan Álvarez.
  2. Ketajaman transisi Argentina. Meski sering tertinggal lebih dulu di babak knockout, Argentina terbukti mampu membaca celah pertahanan lawan di menit-menit akhir. Kemampuan membaca momentum inilah yang membuat mereka tetap dihormati meski berstatus underdog di atas kertas.
  3. Kondisi fisik pemain kunci. Isu kebugaran Lamine Yamal serta beban laga panjang yang dijalani kedua tim sepanjang lima pekan turnamen bisa memengaruhi rotasi dan stamina di menit-menit akhir laga.
  4. Duel individu di lini tengah. Pertarungan antara trio gelandang Argentina melawan poros Rodri-Pedri-Gavi milik Spanyol akan sangat menentukan siapa yang menguasai tempo permainan.
  5. Faktor mental final. Baik Argentina maupun Spanyol memiliki pengalaman menjuarai turnamen besar dalam beberapa tahun terakhir, sehingga tekanan mental big match relatif bisa diredam oleh kedua kubu.

Sebagai gambaran analitis, mengingat pola permainan kedua tim, empat dari enam pertemuan historis mereka berakhir dengan skor 2-1, sebuah kecenderungan menarik yang menunjukkan laga antara kedua negara jarang berakhir dengan skor telak, kecuali pertemuan 2018 yang memang merupakan anomali statistik. Dengan mempertimbangkan soliditas defensif Spanyol dan daya juang Argentina di laga-laga besar, skenario yang realistis adalah pertandingan ketat yang berpotensi bertahan hingga extra time, mengingat empat dari lima final Piala Dunia terakhir membutuhkan babak tambahan waktu.

Prediksi skor: 2-1 untuk Spanyol dalam waktu normal, atau skenario imbang 1-1 yang berlanjut ke babak tambahan waktu dengan Argentina berpeluang menang lewat gol telat khas mereka sepanjang turnamen ini. Prediksi ini murni berdasarkan analisis performa dan tren statistik, bukan jaminan hasil pertandingan, dan pembaca yang tertarik pada pasar taruhan disarankan memeriksa langsung informasi odds resmi dari operator berlisensi karena angka tersebut bisa berubah sewaktu-waktu.

Pemain Kunci yang Harus Diwaspadai

Setiap final besar selalu punya nama-nama yang bisa menentukan jalannya sejarah. Berikut pemain-pemain yang layak diwaspadai dari kedua kubu.

Dari kubu Argentina:

  1. Lionel Messi. Di usia 39 tahun, kapten Argentina ini masih menjadi ancaman nyata dengan delapan gol dan empat assist sepanjang turnamen. Insting mencetak gol di momen krusial menjadikannya pemain paling berbahaya di lapangan kapan pun bola berada di kakinya.
  2. Julián Álvarez. Kecepatan dan pergerakan tanpa bola membuatnya ideal untuk mengeksploitasi ruang di belakang lini pertahanan tinggi Spanyol.
  3. Lautaro Martínez. Meski berstatus pemain pengganti, catatan golnya di semifinal membuktikan ia bisa menjadi senjata mematikan dari bangku cadangan atau bahkan starter.
  4. Alexis Mac Allister. Sebagai jantung permainan Argentina, kemampuannya menutup ruang sekaligus memulai serangan menjadi kunci keseimbangan tim.

Dari kubu Spanyol:

  1. Lamine Yamal. Remaja berusia 19 tahun ini adalah wajah baru sepak bola dunia, dengan kemampuan dribel dan visi umpan yang jauh melampaui usianya. Duel individunya melawan bek sayap Argentina akan menjadi salah satu sorotan utama laga ini.
  2. Rodri. Sebagai kapten sekaligus jangkar lini tengah, perannya dalam mendikte tempo permainan sangat krusial bagi cara Spanyol mengontrol laga.
  3. Pedri. Kreativitas dan kemampuan mengalirkan bola di ruang sempit membuatnya sulit dijaga oleh lini tengah lawan mana pun.
  4. Mikel Oyarzabal. Sebagai eksekutor utama di kotak penalti, ketenangannya dalam situasi krusial, termasuk saat mengeksekusi penalti di semifinal, menunjukkan mental juara yang matang.

Strategi dan Taktik yang Mungkin Digunakan

Pertarungan taktik dalam laga ini diprediksi menjadi salah satu yang paling menarik dalam sejarah final Piala Dunia modern, mengingat filosofi kedua tim yang bertolak belakang.

Spanyol kemungkinan besar akan mendominasi penguasaan bola sejak menit awal, menggunakan pola build-up pendek khas mereka untuk memancing Argentina keluar dari struktur pertahanan, sebelum mengeksploitasi ruang lewat kombinasi umpan cepat di sepertiga akhir lapangan. Rodri akan menjadi titik sentral distribusi bola, sementara Yamal dan Nico Williams atau Dani Olmo diberi kebebasan bergerak ke tengah untuk menciptakan overload di sisi lapangan.

Argentina, di sisi lain, kemungkinan akan bermain lebih pragmatis, membiarkan Spanyol menguasai bola di area yang kurang berbahaya sambil menunggu momentum yang tepat untuk melancarkan serangan balik cepat. Trio gelandang Argentina akan berperan ganda, membantu pertahanan sekaligus menjadi jembatan transisi cepat menuju Messi dan Álvarez begitu bola berhasil direbut.

Beberapa skenario taktik yang mungkin muncul:

  1. Argentina bermain dengan blok pertahanan menengah hingga rendah, memaksa Spanyol bermain lebar dan lambat, sebelum menyerang balik lewat sayap.
  2. Spanyol berpotensi menggunakan pressing tinggi di awal laga untuk mencegah Argentina membangun ritme permainan, mengingat gaya bermain juara bertahan yang kerap lambat panas di awal laga.
  3. Rotasi posisi Messi yang kerap turun ke area tengah untuk menciptakan peluang, sebuah pola yang sudah terlihat sepanjang turnamen ini.
  4. Penggunaan bola mati sebagai senjata tambahan Argentina, mengingat variasi set piece mereka cukup mematikan sepanjang turnamen.
  5. Kemungkinan Scaloni melakukan perubahan taktik di babak kedua dengan memasukkan Lautaro Martínez lebih awal jika skor masih imbang, mengikuti pola yang sudah terbukti berhasil di beberapa laga knockout sebelumnya.

Kesimpulan

Final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol bukan sekadar pertandingan sepak bola biasa, melainkan pertemuan dua filosofi permainan yang mewakili era berbeda dalam sepak bola modern. Di satu sisi ada Argentina, yang mengandalkan pengalaman, mentalitas juara, dan magis individu Lionel Messi di usia senjanya. Di sisi lain ada Spanyol, yang tampil sebagai representasi sepak bola modern yang terorganisir, disiplin, dan diperkuat talenta muda seperti Lamine Yamal.

Secara statistik dan performa turnamen, Spanyol tampil sebagai tim yang lebih solid dan konsisten sepanjang perjalanan menuju final, sementara Argentina membuktikan diri sebagai tim petarung yang tidak pernah menyerah meski tertinggal. Kombinasi kedua karakter inilah yang membuat laga ini begitu sulit diprediksi secara pasti.

Apa pun hasil akhirnya, laga ini akan dikenang sebagai salah satu final Piala Dunia paling bersejarah, baik karena statusnya sebagai pertemuan pertama kedua negara di final, maupun karena menjadi panggung terakhir kemungkinan penampilan Piala Dunia seorang Lionel Messi. Selalu pantau kanal resmi FIFA dan federasi masing-masing negara untuk pembaruan susunan pemain, cedera terkini, dan hasil akhir pertandingan, karena kondisi pemain bisa berubah hingga menit-menit terakhir sebelum kick-off.

Sumber Referensi Resmi

  1. FIFA, Match Centre Final Piala Dunia 2026, https://www.fifa.com/en/match-centre/match/17/285023/289292/400021543
  2. FIFA, Pengumuman Skuad Spanyol Piala Dunia 2026, https://www.fifa.com/en/tournaments/mens/worldcup/canadamexicousa2026/articles/spain-squad-announcement-luis-de-la-fuente
  3. UEFA, Profil Spanyol di Piala Dunia 2026, https://www.uefa.com/european-qualifiers/news/02a6-20d159556fdf-60d8385f463f-1000–spain-at-the-world-cup-2026-squad-fixtures-group-and-history/
  4. Real Federación Española de Fútbol (RFEF), https://www.rfef.es
  5. Asociación del Fútbol Argentino (AFA), https://www.afa.com.ar
  6. ESPN, Preview dan Line-up Final Spanyol vs Argentina, https://www.espn.com/soccer/story/_/id/49382572/spain-vs-argentina-fifa-world-cup-2026-final-tv-channel-how-watch-kick-live-stream-injury-predicted-line-ups

FAQ Seputar Argentina vs Spanyol di Piala Dunia 2026

Kapan pertemuan Argentina vs Spanyol di Piala Dunia 2026?

Laga final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol digelar pada Minggu, 19 Juli 2026, di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, dengan kick-off pukul 15.00 waktu setempat atau sekitar pukul 02.00 dini hari WIB keesokan harinya.

Siapa favorit berdasarkan head to head?

Rekor head to head kedua tim benar-benar seimbang, enam kemenangan untuk masing-masing pihak dan dua hasil imbang dari 14 pertemuan sebelumnya. Namun berdasarkan performa turnamen dan bursa taruhan, Spanyol dipandang sebagai favorit tipis berkat catatan defensif dan konsistensi permainan mereka.

Bagaimana susunan pemain kemungkinan kedua tim?

Argentina diproyeksikan memakai formasi 4-4-2 dengan Emiliano Martínez di bawah mistar dan duet Messi-Álvarez di lini depan, sementara Spanyol diproyeksikan memakai formasi 4-3-3 dengan Rodri sebagai kapten dan jangkar lini tengah, serta Lamine Yamal di sisi sayap kanan.

Apakah ini pertama kalinya Argentina dan Spanyol bertemu di final Piala Dunia?

Benar, ini adalah final Piala Dunia pertama sepanjang sejarah antara kedua negara. Sebelumnya mereka baru satu kali bertemu di ajang Piala Dunia, yaitu pada fase grup 1966, saat Argentina menang 2-1.

Bagaimana sejarah pertemuan kedua tim secara keseluruhan?

Kedua tim telah bertemu 14 kali di berbagai kompetisi sejak dekade 1950-an dengan rekor seimbang, enam kemenangan masing-masing dan dua hasil imbang. Pertemuan terakhir sebelum final ini terjadi pada 2018, saat Spanyol menang telak 6-1 dalam laga persahabatan di Madrid.

Related Articles