Sukuk Ritel SR025: Kupon Bisa 7,1%, Jadwal & Cara Beli Lengkap

Sukuk Ritel SR025 Kupon Bisa 7,1%, Jadwal & Cara Beli Lengkap

Investor yang mencari arus kas lebih terukur biasanya menimbang instrumen pendapatan tetap, bukan hanya aset yang harganya bergerak tajam setiap hari. Kebutuhan itu muncul ketika dana perlu bekerja secara periodik, sementara toleransi terhadap fluktuasi harga saham atau aset berisiko tinggi terbatas.

Membandingkan Sukuk Ritel hanya dari persentase imbalan bisa menyesatkan. Tenor, pajak, likuiditas, harga di pasar sekunder, dan tujuan keuangan sama pentingnya dengan angka kupon.

Sukuk Ritel SR025 adalah Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel yang diterbitkan pemerintah dalam dua tenor: SR025T3 (3 tahun) dan SR025T5 (5 tahun). Instrumen ini ditawarkan secara elektronik melalui e-SBN kepada individu Warga Negara Indonesia.

Artikel ini merangkum imbalan resmi, jadwal, simulasi setelah pajak, cara beli, ketentuan pasar sekunder, prinsip syariah, risiko, serta perbandingan dengan deposito dan SBN ritel lain berdasarkan pengumuman DJPPR Kementerian Keuangan pada 20 Agustus 2026.

Apa Itu Sukuk Ritel SR025?

Sukuk Ritel SR025 adalah SBSN ritel yang ditawarkan pemerintah kepada individu WNI melalui Mitra Distribusi resmi. Instrumen ini merupakan surat berharga negara berbasis syariah, bukan deposito, dan bukan surat utang konvensional.

Penerbitnya adalah Pemerintah Republik Indonesia melalui Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia. Dana hasil penerbitan digunakan untuk pembiayaan APBN, termasuk kebutuhan belanja dan pembangunan sesuai kerangka SBSN.

Sukuk berbeda dari obligasi biasa karena berbasis akad dan aset, bukan skema bunga pinjaman. Investor menerima imbalan dari struktur ijarah, bukan bunga dalam pengertian konvensional.

SR025 hanya dapat dibeli oleh investor individu dalam negeri. Badan usaha, investor asing, dan entitas institusi pada umumnya tidak menjadi target penjualan ritel ini.

Kupon atau Imbalan SR025 Berapa?

Imbalan resmi SR025 adalah 6,80% per tahun untuk SR025T3 dan 6,90% per tahun untuk SR025T5. Keduanya bersifat tetap sampai jatuh tempo.

SeriTenorImbalan per TahunJenis
SR025T33 tahun6,80%Fixed
SR025T55 tahun6,90%Fixed

Angka 6,80% atau 6,90% per tahun (p.a.) berarti imbalan tahunan atas nilai nominal. Investor tidak menerima 6,80% setiap bulan.

Pembayaran dilakukan setiap tanggal 10. Jika tanggal 10 bukan hari kerja, pembayaran bergeser ke hari kerja berikutnya tanpa kompensasi tambahan.

Benarkah Kupon SR025 Bisa 7,1 Persen?

Tidak. Kupon resmi yang ditetapkan pemerintah adalah 6,80% untuk SR025T3 dan 6,90% untuk SR025T5. Angka 7,1% bukan kupon resmi.

Sebelum penetapan, analis pasar membuat indikasi berdasarkan yield SBN. Pada 7 Agustus 2026, yield SBN tenor 3 tahun sempat berada di sekitar 7,08% dan tenor 5 tahun sekitar 7,24%. Tim analis Bareksa, dalam artikel 11 Agustus 2026, menuliskan kisaran indikatif 6,9–7% untuk T3 dan 7–7,1% untuk T5. Kisaran itu dinyatakan sebagai analisis, bukan pengumuman pemerintah.

Pemerintah menetapkan imbalan paling lambat sehari sebelum masa penawaran. Pengumuman resmi DJPPR terbit 20 Agustus 2026, lalu masa penawaran dibuka 21 Agustus 2026.

Prediksi dapat berbeda dari kupon resmi karena pemerintah menimbang kebutuhan pembiayaan, kondisi pasar saat penetapan, selisih terhadap yield acuan, dan daya serap investor ritel. Yield pasar bukan kupon penerbitan.

Artikel yang terbit sebelum 20 Agustus 2026 dan menampilkan 7,1% pada umumnya merujuk prediksi, bukan memorandum resmi.

Mengapa Disebut Imbalan, Bukan Bunga?

SR025 menggunakan struktur SBSN, sehingga pembayaran kepada investor disebut imbalan, bukan bunga.

Akad yang dipakai adalah Ijarah Asset to be Leased. DSN-MUI, dalam Pernyataan Kesesuaian Syariah atas Sukuk Negara Ritel SR024 dan SR025 Tahun 2026, menyatakan akad dan dokumen penerbitan sesuai prinsip syariah. Underlying asset berupa kombinasi Barang Milik Negara dan proyek pada kementerian/lembaga yang ditetapkan Menteri Keuangan.

Imbalan timbul dari struktur sewa atas aset dasar, bukan dari bunga utang. Artikel ini tidak menyusun fatwa sendiri; rujukan kesesuaian syariah merujuk DSN-MUI dan memorandum pemerintah.

Jadwal Lengkap SR025

TahapanTanggalJam
Pembukaan penawaranJumat, 21 Agustus 202609.00 WIB
Penutupan penawaranRabu, 16 September 202612.00 WIB
Penetapan hasil penjualanSenin, 21 September 2026
Setelmen/penerbitanRabu, 23 September 2026
Imbalan pertamaSabtu, 10 Oktober 2026
Mulai diperdagangkanMinggu, 11 Oktober 2026
Jatuh tempo SR025T310 September 2029
Jatuh tempo SR025T510 September 2031

Jika 10 Oktober 2026 atau 11 Oktober 2026 bukan hari operasional pasar/pembayaran, pelaksanaan mengikuti ketentuan hari kerja pada Memorandum Informasi. Jam resmi hanya tercantum pada pembukaan dan penutupan masa penawaran.

Perbedaan SR025T3 dan SR025T5

AspekSR025T3SR025T5
Tenor3 tahun5 tahun
Kupon6,80% p.a.6,90% p.a.
Jatuh tempo10 September 202910 September 2031
Maksimum pembelianRp5.000.000.000Rp10.000.000.000
LikuiditasPotensi lebih cepat kembali ke kasDana tertahan lebih lama
Risiko perubahan hargaDurasi lebih pendek, sensitivitas harga biasanya lebih rendahDurasi lebih panjang, sensitivitas harga biasanya lebih tinggi
Horizon investasiMenengah pendekMenengah

Tenor lebih pendek menyesuaikan kebutuhan dana yang lebih dekat. Tenor lebih panjang mengunci imbalan tetap lebih lama, tetapi memperbesar dampak perubahan yield terhadap harga jika instrumen dijual sebelum jatuh tempo.

Selisih imbalan hanya 0,10 poin persentase. Perbedaan itu tidak otomatis membuat T5 lebih baik. Pilihan bergantung pada horizon, kebutuhan likuiditas, dan toleransi fluktuasi harga.

Minimum dan Maksimum Pembelian SR025

Nominal per unit adalah Rp1.000.000. Minimum pemesanan Rp1.000.000, kelipatan Rp1.000.000.

Maksimum pemesanan per investor: Rp5.000.000.000 untuk SR025T3 dan Rp10.000.000.000 untuk SR025T5.

Contoh pemesanan yang sesuai ketentuan: Rp1.000.000, Rp5.000.000, Rp10.000.000, Rp50.000.000, dan Rp100.000.000. Pemesanan Rp1.500.000 tidak sesuai karena bukan kelipatan Rp1.000.000.

Batas maksimum berlaku per investor sesuai ketentuan seri, bukan “semakin besar semakin dianjurkan”.

Simulasi Imbal Hasil SR025

Rumus yang dipakai:

  • Imbalan kotor tahunan = modal × tingkat imbalan
  • Pajak = imbalan kotor × 10%
  • Imbalan bersih = imbalan kotor − pajak
  • Perkiraan imbalan bulanan = imbalan bersih tahunan ÷ 12

Pembayaran pertama dapat berbeda karena short coupon. Simulasi bulanan di bawah ini memakai pembagian 12 untuk periode penuh, lalu dibulatkan ke rupiah terdekat.

Simulasi SR025T3

Imbalan 6,80% per tahun. Pajak 10%. Imbalan bersih setara 6,12% per tahun.

ModalImbalan kotor/bulanPajakEstimasi bersih/bulanBersih/tahun
Rp1.000.000Rp5.667Rp567Rp5.100Rp61.200
Rp5.000.000Rp28.333Rp2.833Rp25.500Rp306.000
Rp10.000.000Rp56.667Rp5.667Rp51.000Rp612.000
Rp50.000.000Rp283.333Rp28.333Rp255.000Rp3.060.000
Rp100.000.000Rp566.667Rp56.667Rp510.000Rp6.120.000
Rp500.000.000Rp2.833.333Rp283.333Rp2.550.000Rp30.600.000
Rp1.000.000.000Rp5.666.667Rp566.667Rp5.100.000Rp61.200.000

Simulasi SR025T5

Imbalan 6,90% per tahun. Pajak 10%. Imbalan bersih setara 6,21% per tahun.

ModalImbalan kotor/bulanPajakEstimasi bersih/bulanBersih/tahun
Rp1.000.000Rp5.750Rp575Rp5.175Rp62.100
Rp5.000.000Rp28.750Rp2.875Rp25.875Rp310.500
Rp10.000.000Rp57.500Rp5.750Rp51.750Rp621.000
Rp50.000.000Rp287.500Rp28.750Rp258.750Rp3.105.000
Rp100.000.000Rp575.000Rp57.500Rp517.500Rp6.210.000
Rp500.000.000Rp2.875.000Rp287.500Rp2.587.500Rp31.050.000
Rp1.000.000.000Rp5.750.000Rp575.000Rp5.175.000Rp62.100.000

Selisih bersih T5 terhadap T3 pada modal Rp100.000.000 sekitar Rp7.500 per bulan, atau Rp90.000 per tahun. Selisih itu perlu ditimbang dengan dua tahun tambahan penempatan dana.

Berapa Hasil Investasi SR025 Rp100 Juta?

Untuk SR025T3, modal Rp100.000.000 menghasilkan imbalan kotor sekitar Rp566.667 per bulan. Pajak sekitar Rp56.667. Estimasi bersih Rp510.000 per bulan atau Rp6.120.000 per tahun.

Untuk SR025T5, imbalan kotor sekitar Rp575.000 per bulan. Pajak sekitar Rp57.500. Estimasi bersih Rp517.500 per bulan atau Rp6.210.000 per tahun.

Perhitungan itu mengasumsikan pokok tetap dimiliki, tidak dijual di pasar sekunder, dan memakai kupon penuh. Pembayaran pertama dapat lebih kecil karena short coupon. Pokok yang kembali pada jatuh tempo bukan keuntungan.

Simulasi Total Hingga Jatuh Tempo

ModalSeriEstimasi total imbalan bersih*Pokok saat jatuh tempo
Rp1.000.000SR025T3sekitar Rp183.600Rp1.000.000
Rp1.000.000SR025T5sekitar Rp310.500Rp1.000.000
Rp10.000.000SR025T3sekitar Rp1.836.000Rp10.000.000
Rp10.000.000SR025T5sekitar Rp3.105.000Rp10.000.000
Rp100.000.000SR025T3sekitar Rp18.360.000Rp100.000.000
Rp100.000.000SR025T5sekitar Rp31.050.000Rp100.000.000
Rp1.000.000.000SR025T3sekitar Rp183.600.000Rp1.000.000.000
Rp1.000.000.000SR025T5sekitar Rp310.500.000Rp1.000.000.000

*Estimasi memakai 3 × imbalan bersih tahunan untuk T3 dan 5 × untuk T5. Pembayaran pertama berupa short coupon sehingga total aktual sedikit lebih rendah. Simulasi mengabaikan penjualan di tengah jalan. Pokok dicantumkan terpisah dan tidak dijumlah sebagai laba.

Mengapa Imbalan Pertama Dapat Berupa Short Coupon?

Setelmen SR025 pada 23 September 2026, sedangkan pembayaran imbalan pertama pada 10 Oktober 2026. Periode itu lebih pendek dari satu bulan penuh, sehingga imbalan pertama dihitung secara proporsional.

Jika dihitung kasar 17 hari dari 23 September sampai 10 Oktober, imbalan pertama lebih kecil daripada kupon bulanan penuh. Setelah itu, pembayaran tanggal 10 berikutnya memakai periode penuh, kecuali ada penyesuaian hari kalender sesuai memorandum.

Pajak Sukuk Ritel SR025

Imbalan SBN, termasuk Sukuk Ritel, dikenai PPh final 10% berdasarkan PP Nomor 91 Tahun 2021. Tarif ini masih dipakai pada penerbitan SBN ritel 2026, termasuk ORI030 dan SR024.

Pajak bersifat final dan biasanya dipotong sebelum dana masuk rekening. Investor tidak menghitung ulang tarif progresif atas imbalan tersebut.

Sebagai perbandingan, bunga deposito pada umumnya dikenai PPh final 20%. Selisih tarif membuat hasil bersih SBN tidak bisa dibandingkan hanya dari kupon bruto.

SR025 vs Deposito

AspekSR025Deposito
PenerbitPemerintah RIBank
Imbal hasilTetap 6,80% atau 6,90% p.a.Mengikuti suku bunga bank
PajakPPh final 10%PPh final 20% (ketentuan umum deposito)
LikuiditasTradable setelah MHPPencairan ke bank, biasanya ada penalti
JaminanKewajiban pembayaran pemerintahPenjaminan LPS sesuai ketentuan
Risiko hargaAda jika dijual sebelum jatuh tempoNilai nominal tidak diperdagangkan di bursa
Jangka waktu3 atau 5 tahunBeragam, biasanya lebih pendek
Pencairan sebelum jatuh tempoMelalui pasar sekunder setelah MHPMengikuti aturan bank

SR025 tidak dijamin LPS. LPS menjamin simpanan di bank sesuai plafon dan syarat yang berlaku. Pembayaran pokok dan imbalan SBSN merupakan kewajiban pemerintah berdasarkan peraturan perundang-undangan.

SR025 vs ORI030

ORI030 adalah SBN ritel konvensional yang ditawarkan 6–30 Juli 2026. Kupon resmi ORI030T3 6,90% dan ORI030T6 7,00% per tahun. Pajak sama-sama PPh final 10%. Minimum sama Rp1.000.000.

AspekSR025ORI030
JenisSBSN / syariahSUN / konvensional
Tenor3 dan 5 tahun3 dan 6 tahun
Kupon6,80% dan 6,90%6,90% dan 7,00%
PembayaranTanggal 10Tanggal 15
Pajak10%10%
PerdaganganYa, setelah MHPYa, setelah MHP
MinimumRp1.000.000Rp1.000.000

Kupon tidak boleh dibandingkan tanpa tenor. ORI030T3 6,90% setara tenor 3 tahun, sedangkan SR025T3 6,80% juga tenor 3 tahun. Selisih 0,10 poin itu salah satu bahan perbandingan, tetapi struktur syariah, tanggal pembayaran, dan sisa masa penawaran juga perlu dilihat.

SR025 vs Sukuk Tabungan

AspekSR025Sukuk Tabungan
KuponFixedBiasanya floating with floor
TradableYa, setelah MHPUmumnya tidak diperdagangkan
Early redemptionTidak ada fasilitas resmi early redemption seperti STAda mekanisme pelunasan dipercepat sesuai seri
Risiko hargaAda di pasar sekunderLebih terkait ketentuan early redemption
Tenor3 dan 5 tahunMengikuti seri ST yang berlaku

Sukuk Ritel cocok jika investor memahami kemungkinan jual-beli di pasar sekunder. Sukuk Tabungan lebih relevan bagi yang ingin menahan instrumen tanpa memperdagangkannya, dengan fasilitas pencairan sesuai memorandum ST.

Cara Beli Sukuk Ritel SR025

Pembelian hanya melalui Mitra Distribusi resmi yang terhubung e-SBN. Pemesanan di luar midis resmi tidak diakui.

1. Registrasi

Calon investor menyiapkan NIK/KTP, rekening dana atas nama sendiri, Single Investor Identification (SID), dan rekening surat berharga. Jika SID atau rekening surat berharga belum ada, midis biasanya memfasilitasi pembukaan.

SR025 untuk individu WNI. Data harus sesuai identitas.

2. Pemesanan

Pilih seri T3 atau T5, masukkan nominal sesuai kelipatan, dan baca Memorandum Informasi. Order dikirim melalui sistem midis selama masa penawaran.

Order yang sudah completed bersifat mengikat dan tidak dapat ditarik, sesuai pola SBN ritel sebelumnya.

3. Mendapatkan Billing Code

Setelah order diverifikasi, sistem menerbitkan billing code. Kode itu memiliki batas waktu pembayaran. Jika tidak dibayar hingga batas waktu, pemesanan gagal.

4. Pembayaran

Pembayaran dapat melalui mobile banking, internet banking, ATM, teller, atau kanal penerimaan negara yang disediakan midis. Ikuti nominal dan kode persis.

5. Konfirmasi

Pembayaran yang sah memperoleh NTPN. Status menjadi completed order. Kepemilikan tercatat pada tanggal setelmen 23 September 2026. Surat berharga berbentuk scripless.

Daftar Mitra Distribusi SR025

Pengumuman DJPPR 20 Agustus 2026 menunjuk 33 Mitra Distribusi: 18 bank umum, 2 bank umum syariah, 9 perusahaan efek, dan 4 perusahaan efek khusus/APERD fintech.

Mitra DistribusiJenisKanal
BCA, Mandiri, BRI, BNI, CIMB Niaga, Standard Chartered, serta bank umum lain yang ditunjukBank umumAplikasi bank, internet banking, cabang
Bank Syariah Indonesia, Bank MuamalatBank umum syariahAplikasi dan cabang
Mandiri Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, BNI Sekuritas, Trimegah Sekuritas, serta sekuritas lain yang ditunjukPerusahaan efekAplikasi sekuritas
Bareksa, FUNDtastic+, Tanamduit, BibitAPERD fintechAplikasi investasi

Daftar lengkap ada di Memorandum Informasi dan laman DJPPR. Jangan membeli melalui pihak yang tidak tercantum sebagai midis resmi.

Bisakah SR025 Dijual Sebelum Jatuh Tempo?

Ya, setelah minimum holding period terpenuhi. Perdagangan direncanakan mulai 11 Oktober 2026.

Harga di pasar sekunder tidak selalu 100. Harga di atas 100 berarti pembeli membayar lebih dari nilai nominal (potensi capital gain bagi penjual). Harga di bawah 100 berarti penjualan di bawah par (capital loss).

Transaksi biasanya antar-investor domestik. Biaya, spread, dan ketersediaan pembeli bergantung pada midis dan kondisi pasar. Likuiditas SBN ritel tidak selalu sama dengan saham blue chip.

Apa Itu Minimum Holding Period SR025?

Minimum holding period SR025 adalah satu kali pembayaran imbalan. Investor belum dapat memindahbukukan atau menjual sebelum imbalan pertama dibayar.

Dengan imbalan pertama 10 Oktober 2026, perdagangan sekunder dimulai 11 Oktober 2026. Menjual sebelum tanggal itu tidak sesuai ketentuan MHP.

Dana yang mungkin dibutuhkan sebelum 11 Oktober 2026 sebaiknya tidak ditempatkan di SR025.

Capital Gain dan Capital Loss pada SR025

Contoh capital gain (ilustrasi): beli di nilai 100, jual di 101. Selisih harga menjadi keuntungan harga, terpisah dari imbalan yang sudah diterima.

Contoh capital loss (ilustrasi): beli di 100, jual di 98. Pokok yang diterima lebih kecil daripada nilai beli.

Harga dipengaruhi suku bunga, yield SBN, likuiditas, sisa waktu ke jatuh tempo, dan kondisi pasar. Contoh di atas bukan prediksi harga SR025.

Apa yang Terjadi Jika Suku Bunga Turun?

Pada instrumen fixed rate, penurunan yield pasar cenderung membuat kupon lama yang lebih tinggi menjadi lebih menarik. Harga di pasar sekunder dapat naik.

Kenaikan harga tidak dijamin. Investor yang memegang sampai jatuh tempo tetap menerima imbalan sesuai tingkat yang ditetapkan dan pokok pada nilai nominal, sepanjang pemerintah memenuhi kewajiban.

Apa yang Terjadi Jika Suku Bunga Naik?

Kenaikan yield pasar dapat menekan harga sukuk fixed rate di pasar sekunder. Investor yang menjual sebelum jatuh tempo dapat menerima harga di bawah 100.

Fluktuasi harga pasar sekunder tidak sama dengan kehilangan pokok secara otomatis bagi yang memegang sampai jatuh tempo.

Apakah SR025 Dijamin Pemerintah?

Penerbitnya Pemerintah Republik Indonesia. Pembayaran pokok dan imbalan merupakan kewajiban pemerintah berdasarkan ketentuan perundang-undangan SBSN, termasuk penganggaran dalam APBN.

Formulasi yang tepat bukan “tidak mungkin gagal bayar”, melainkan kewajiban hukum negara untuk membayar sesuai ketentuan yang berlaku.

SR025 tidak dijamin LPS.

Apakah SR025 Aman?

Aman dalam arti kredit pemerintah berbeda dari “tanpa risiko”.

Risiko gagal bayar. Penerbit adalah pemerintah. Kewajiban pembayaran diatur undang-undang.

Risiko pasar. Muncul jika dijual sebelum jatuh tempo.

Risiko likuiditas. Harga dan kecepatan penjualan bergantung pada pembeli.

Risiko opportunity cost. Imbalan terkunci. Jika instrumen baru menawarkan tingkat berbeda, dana tidak otomatis berpindah.

Risiko perencanaan. Dana yang dibutuhkan sebelum MHP selesai tidak dapat ditarik seperti tabungan.

Apakah SR025 Sesuai Prinsip Syariah?

DSN-MUI menyatakan akad dan dokumen penerbitan Sukuk Negara Ritel SR024 dan SR025 Tahun 2026 sesuai prinsip syariah. Akad yang digunakan Ijarah Asset to be Leased. Pemanfaatan dana harus sesuai prinsip syariah.

Penilaian di artikel ini merujuk pernyataan itu, bukan fatwa baru dari penulis.

Apa Underlying Asset SR025?

Underlying asset adalah aset dasar penerbitan sukuk. Untuk SR024 dan SR025, DSN-MUI menyebut kombinasi Barang Milik Negara dan proyek pada kementerian/lembaga yang penggunaannya ditetapkan Menteri Keuangan.

Underlying asset menopang struktur akad. Daftar proyek spesifik hanya dicantumkan jika memorandum menyebutkannya secara rinci.

Uang dari SR025 Digunakan untuk Apa?

Penerbitan SBSN ritel merupakan bagian dari pembiayaan APBN. DJPPR menyatakan investasi pada SR025 turut mendukung pembiayaan APBN dan pembangunan.

Tidak tepat mengklaim seluruh dana SR025 hanya untuk satu proyek tertentu tanpa rincian memorandum.

SR025T3 atau SR025T5, Mana yang Lebih Menarik?

Tidak ada jawaban tunggal.

Kondisi investorT3T5
Horizon lebih pendekYa
Ingin mengunci imbalan lebih lamaYa
Berencana menjual sebelum jatuh tempoPertimbangkan risiko hargaPertimbangkan risiko harga, biasanya lebih sensitif
Membutuhkan fleksibilitas lebih cepatLebih relevanKurang relevan

Pilihan mengikuti horizon, kebutuhan kas, tujuan keuangan, dan toleransi fluktuasi harga. Kupon lebih tinggi tidak selalu berarti pilihan terbaik.

Siapa yang Cocok Mempertimbangkan SR025?

Profil yang sering menimbang instrumen ini: pencari pendapatan tetap, pemilik horizon sesuai tenor, pihak yang memahami risiko pasar sekunder, investor yang membutuhkan instrumen syariah, dan pemilik dana di luar kebutuhan jangka pendek.

Tidak ada keharusan membeli.

Siapa yang Perlu Berhati-hati Sebelum Membeli?

Perlu kehati-hatian jika dana darurat belum tersedia, kebutuhan dana dekat, dana berasal dari pinjaman, risiko pasar sekunder belum dipahami, atau keputusan hanya mengejar persentase kupon.

Penggunaan utang untuk membeli SR025 menambah risiko.

Mitos dan Fakta SR025

AnggapanFakta
SR025 memberi 6,9% setiap bulan6,90% adalah imbalan per tahun, dibayar bulanan secara proporsional
Kupon SR025 mencapai 7,1%Itu prediksi sebelum penetapan; resmi 6,80% dan 6,90%
SR025 sama seperti depositoBerbeda struktur, pajak, likuiditas, dan penjaminan
SR025 dijamin LPSTidak. Kewajibannya pada pemerintah, bukan LPS
SR025 tidak bisa dijualBisa, setelah MHP, di pasar sekunder
Harga SR025 selalu naikHarga sekunder bisa naik atau turun
Tidak ada risiko sama sekaliAda risiko pasar, likuiditas, dan perencanaan
Minimum puluhan jutaMinimum Rp1.000.000
Kupon tidak dikenai pajakDikenai PPh final 10%
Hanya untuk investor MuslimDitujukan kepada individu WNI; strukturnya syariah

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membeli SBN Ritel

  1. Menunggu hari terakhir hingga kuota atau waktu pembayaran menipis.
  2. Tidak menyelesaikan pembayaran billing code.
  3. Salah memilih tenor.
  4. Memakai uang kebutuhan dekat.
  5. Menganggap kupon tahunan sebagai persentase bulanan.
  6. Tidak memperhitungkan pajak.
  7. Tidak membaca Memorandum Informasi.
  8. Menganggap harga sekunder selalu 100.
  9. Menganggap modal dapat ditarik kapan saja.
  10. Membeli hanya karena FOMO.

Checklist Sebelum Membeli SR025

  • Dana darurat tersedia.
  • Dana tidak diperlukan sebelum MHP berakhir.
  • Tenor sudah dipahami.
  • Tingkat imbalan resmi sudah dipahami.
  • Hasil setelah pajak sudah dihitung.
  • Minimum holding period sudah diketahui.
  • Risiko pasar sekunder sudah dipahami.
  • Memorandum Informasi sudah dibaca.
  • Mitra Distribusi resmi sudah dipilih.
  • Tujuan investasi sudah jelas.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Apa itu SR025?
SR025 adalah Sukuk Ritel seri 025, SBSN ritel pemerintah dalam dua tenor, SR025T3 dan SR025T5.

2. SR025 diterbitkan oleh siapa?
Pemerintah Republik Indonesia melalui Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia.

3. Kapan SR025 mulai ditawarkan?
Jumat, 21 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB.

4. Kapan SR025 ditutup?
Rabu, 16 September 2026 pukul 12.00 WIB.

5. Berapa kupon SR025?
6,80% per tahun untuk T3 dan 6,90% per tahun untuk T5.

6. Berapa kupon SR025T3?
6,80% per tahun, tetap.

7. Berapa kupon SR025T5?
6,90% per tahun, tetap.

8. Benarkah kupon SR025 7,1 persen?
Tidak. 7,1% adalah indikasi pasar sebelum penetapan resmi 20 Agustus 2026.

9. Apakah kupon SR025 tetap?
Ya, fixed rate sampai jatuh tempo.

10. Berapa minimum beli SR025?
Rp1.000.000 dan kelipatannya.

11. Berapa maksimum beli SR025?
Rp5.000.000.000 untuk T3 dan Rp10.000.000.000 untuk T5.

12. SR025 Rp1 juta dapat berapa per bulan?
Estimasi bersih sekitar Rp5.100 (T3) atau Rp5.175 (T5) setelah pajak, untuk kupon penuh.

13. SR025 Rp10 juta dapat berapa?
Estimasi bersih sekitar Rp51.000 (T3) atau Rp51.750 (T5) per bulan.

14. SR025 Rp100 juta dapat berapa?
Estimasi bersih sekitar Rp510.000 (T3) atau Rp517.500 (T5) per bulan.

15. Berapa pajak SR025?
PPh final 10% atas imbalan.

16. Kapan kupon SR025 dibayar?
Setiap tanggal 10, atau hari kerja berikutnya.

17. Kapan kupon pertama SR025?
10 Oktober 2026.

18. Apa itu short coupon?
Imbalan pertama yang dihitung proporsional karena periode lebih pendek dari satu bulan penuh.

19. Kapan SR025 jatuh tempo?
10 September 2029 (T3) dan 10 September 2031 (T5).

20. Apakah SR025 bisa dijual?
Ya, setelah minimum holding period.

21. Kapan SR025 bisa mulai dijual?
11 Oktober 2026, sesuai jadwal perdagangan sekunder.

22. Apa itu minimum holding period?
Periode wajib memegang instrumen, di sini satu kali pembayaran imbalan.

23. Apakah SR025 dijamin pemerintah?
Pembayaran pokok dan imbalan merupakan kewajiban pemerintah.

24. Apakah SR025 dijamin LPS?
Tidak.

25. Apakah SR025 aman?
Risiko kredit pemerintah berbeda dari risiko harga dan likuiditas.

26. Apa risiko SR025?
Risiko pasar, likuiditas, opportunity cost, dan kesalahan perencanaan.

27. Apa akad SR025?
Ijarah Asset to be Leased.

28. Apakah SR025 halal?
DSN-MUI menyatakan penerbitan SR024 dan SR025 Tahun 2026 sesuai prinsip syariah.

29. Apa perbedaan SR025T3 dan T5?
Tenor, jatuh tempo, tingkat imbalan, dan batas maksimum.

30. Mana yang lebih baik SR025T3 atau T5?
Tergantung horizon dan kebutuhan likuiditas, bukan hanya kupon.

31. Apa bedanya SR025 dengan deposito?
Penerbit, pajak, likuiditas, dan skema jaminan berbeda.

32. Apa bedanya SR025 dengan ORI?
SR025 syariah; ORI konvensional.

33. Apa bedanya SR025 dengan Sukuk Tabungan?
SR tradable; ST pada umumnya tidak diperdagangkan dan punya mekanisme early redemption.

34. Bagaimana cara beli SR025?
Registrasi di midis resmi, pesan, bayar billing code, tunggu setelmen.

35. Di mana membeli SR025?
Di 33 Mitra Distribusi resmi.

36. Apakah SR025 dapat dibeli lewat HP?
Ya, melalui aplikasi midis yang terhubung e-SBN.

37. Apa syarat membeli SR025?
Individu WNI, SID, rekening dana, dan rekening surat berharga.

38. Apakah investor pemula bisa membeli?
Bisa, jika ketentuan dan risiko sudah dipahami.

39. Apakah SR025 bisa rugi?
Ya, jika dijual di bawah harga beli sebelum jatuh tempo.

40. Apa yang terjadi jika SR025 dijual sebelum jatuh tempo?
Harga mengikuti pasar; bisa capital gain atau capital loss.

Kesimpulan

SR025 adalah SBSN ritel dengan dua tenor, imbalan tetap 6,80% dan 6,90% per tahun, serta masa penawaran 21 Agustus sampai 16 September 2026. Instrumen ini memberi arus kas bulanan setelah pajak, dengan pokok kembali pada jatuh tempo jika dipegang sesuai ketentuan.

Imbalan tetap dan kedudukan pemerintah sebagai penerbit tidak menghilangkan risiko harga apabila sukuk dijual sebelum jatuh tempo. Kupon lebih tinggi pada T5 juga tidak otomatis unggul tanpa menimbang durasi dan likuiditas.

Sebelum melakukan pemesanan SR025, baca Memorandum Informasi resmi dan periksa kembali jadwal, tingkat imbalan, batas pemesanan, serta ketentuan melalui kanal Kementerian Keuangan atau Mitra Distribusi resmi.

Sumber dan Referensi

  1. DJPPR Kementerian Keuangan, akun resmi @DJPPRkemenkeu, unggahan pembukaan SR025 dan rincian imbalan 6,80% serta 6,90%, 21 Agustus 2026. Informasi: kupon resmi, masa penawaran, kontribusi APBN.
  2. CNBC Indonesia, “Imbalan Tembus 6,9%, Purbaya Jual 2 Sukuk Ritel Hari Ini”, 21 Agustus 2026. Informasi: pengumuman DJPPR 20 Agustus 2026, jadwal, setelmen, short coupon, MHP, midis.
  3. Kompas.com, “SR025 Mulai Ditawarkan Hari Ini, Imbal Hasil hingga 6,9 Persen”, 21 Agustus 2026. Informasi: tenor, imbalan, minimum pembelian.
  4. Bareksa, “Prediksi Imbal Hasil SR025…”, 11 Agustus 2026. Informasi: indikasi 6,9–7,1% sebelum penetapan, jadwal tentatif DJPPR.
  5. DSN-MUI, Pernyataan Kesesuaian Syariah Sukuk Negara Ritel SR024 dan SR025 Tahun 2026, 18 Februari 2026. Informasi: akad Ijarah Asset to be Leased, underlying asset.
  6. Kementerian Keuangan, laman ORI030. Informasi pembanding kupon ORI030 dan pajak PPh final 10%.
  7. PP Nomor 91 Tahun 2021, sebagaimana dirujuk pada penjelasan pajak SBN 2025–2026. Informasi: tarif PPh final 10%.
  8. DJPPR, laman Sukuk Ritel dan pengumuman SR024. Informasi mekanisme e-SBN, agen pembayaran, dan pola ketentuan ritel.
  9. Binaartha Sekuritas, laman penjualan SR025, 21 Agustus 2026. Informasi: jam penawaran, jatuh tempo, agen pembayaran Bank Indonesia.
  10. Bank Indonesia, sebagai agen pembayaran imbalan dan nilai nominal pada pola SBSN ritel.

Disclaimer

Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi berdasarkan sumber resmi serta informasi yang tersedia pada tanggal pembaruan. Artikel bukan rekomendasi, ajakan, atau nasihat investasi pribadi. Nilai Sukuk Ritel SR025 di pasar sekunder dapat berfluktuasi sehingga penjualan sebelum jatuh tempo dapat menghasilkan capital gain atau capital loss. Calon investor perlu membaca Memorandum Informasi SR025 dan menyesuaikan keputusan dengan tujuan keuangan, kebutuhan likuiditas, serta profil risiko masing-masing.

Related Articles