Seleksi PPIH Kesehatan 2027: Jadwal Pendaftaran dan Persyaratan Lengkap

Seleksi PPIH Kesehatan 2027 Jadwal Pendaftaran dan Persyaratan Lengkap

Hingga 22 Agustus 2026 pukul 14:23 WIB, Kementerian Kesehatan RI maupun Pusat Kesehatan Haji belum merilis pengumuman resmi pembukaan pendaftaran serta petunjuk teknis (juknis) operasional untuk seleksi PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan Tahun 2027 M / 1448 H.

Penyelenggaraan ibadah haji menuntut kesiapan fisik, mental, dan keahlian medis tingkat tinggi guna melayani jemaah haji Indonesia di Tanah Suci. Kementerian Kesehatan RI melalui Pusat Kesehatan Haji secara berkala menyelenggarakan rekrutmen Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Bidang Kesehatan untuk memenuhi kebutuhan pos pelayanan, klinik kesehatan, dan tim medis darurat.

Proses rekrutmen petugas kesehatan haji dilakukan melalui sistem seleksi terintegrasi berbasis digital. Seluruh proses verifikasi administrasi dan kelayakan profesi ditujukan untuk menyaring tenaga medis dan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi klinis valid, daya tahan fisik prima, serta integritas pelayanan publik.

Bagi tenaga kesehatan yang berencana mengikuti seleksi musim haji 1448 H / 2027 M, penting untuk membedakan antara kebijakan seleksi yang telah resmi diterbitkan untuk tahun 2027 dengan regulasi umum yang mendasarinya. Persyaratan administratif seperti Surat Tanda Registrasi (STR), Surat Izin Praktik (SIP), dan surat izin atasan memerlukan persiapan berkas sejak awal sebelum masa pendaftaran dibuka.

Panduan ini memuat status mutakhir pembukaan seleksi, dasar regulasi yang masih berlaku, rincian profesi yang biasanya dibutuhkan, mekanisme penggunaan portal resmi, hingga langkah mitigasi agar terhindar dari kegagalan verifikasi dokumen.

Apakah Pendaftaran PPIH Kesehatan 2027 Sudah Dibuka?

Belum. Hingga 22 Agustus 2026 pukul 14:23 WIB, Kementerian Kesehatan RI belum menerbitkan pengumuman resmi terkait pembukaan pendaftaran seleksi PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan 2027 (1448 H). Calon pendaftar diimbau untuk memantau pengumuman langsung melalui portal resmi daftarin.kemkes.go.id atau laman Pusat Kesehatan Haji Kemenkes.

Pemberitahuan pendaftaran di media sosial yang mengklaim bahwa seleksi 2027 telah dimulai adalah informasi yang belum terverifikasi. Portal Daftarin Kemenkes dapat diakses sepanjang tahun untuk layanan akun, namun akses menu pendaftaran formasi 2027 baru aktif saat jadwal resmi ditetapkan oleh panitia pusat.

Jadwal Seleksi PPIH Kesehatan 2027

Jadwal resmi tahapan seleksi PPIH Kesehatan 2027 belum diterbitkan oleh Pusat Kesehatan Haji Kemenkes. Rincian tanggal pembukaan, penutupan, hingga pembekalan akan diperbarui begitu surat edaran resmi diterbitkan.

Tahapan SeleksiTanggal Resmi 2027Status Keterangan
Pengumuman Resmi RekrutmenBelum diumumkanMenunggu rilis Kemenkes
Pendaftaran Online (Daftarin)Belum diumumkanMenunggu rilis Kemenkes
Seleksi Administrasi BerkasBelum diumumkanMenunggu rilis Kemenkes
Pengumuman Lolos AdministrasiBelum diumumkanMenunggu rilis Kemenkes
Tes Wawasan Kesehatan Haji (TWKH)Belum diumumkanMenunggu rilis Kemenkes
Pemeriksaan Kesehatan (MCU/Jiwa/NAPZA)Belum diumumkanMenunggu rilis Kemenkes
Verifikasi Akhir Dokumen FisikBelum diumumkanMenunggu rilis Kemenkes
Penetapan Hasil KelulusanBelum diumumkanMenunggu rilis Kemenkes
Pelatihan & Pembekalan TerintegrasiBelum diumumkanMenunggu rilis Kemenkes

Kapan Pendaftaran PPIH Kesehatan 2027 Dibuka?

Waktu pembukaan seleksi PPIH Kesehatan ditentukan berdasarkan jadwal tahunan operasional haji nasional. Pendaftaran biasanya dibuka pada kuartal akhir tahun sebelum tahun operasional haji berjalan atau pada awal tahun berjalan, menyesuaikan lini masa pelunasan dan persiapan kloter.

Jadwal Seleksi Tahun Sebelumnya sebagai Referensi

Pola jadwal rekrutmen pada musim-musim sebelumnya dapat dijadikan tolok ukur estimasi lini masa persiapan:

Tahun OperasionalPeriode PendaftaranPelaksanaan TesPengumuman AkhirCatatan
1445 H / 2024 MDesember 2023Desember 2023 – Januari 2024Februari 2024Rekrutmen daring via Daftarin
1446 H / 2025 MNovember – Desember 2024Desember 2024 – Januari 2025Februari 2025Penyesuaian integrasi SIP/STR
1447 H / 2026 MKuartal IV 2025Kuartal I 2026Kuartal I 2026Penguatan tes kesehatan jiwa

Catatan: Jadwal tahun-tahun sebelumnya hanya berfungsi sebagai gambaran lini masa historis dan bukan merupakan jadwal definitif untuk seleksi 2027.

Memahami Perbedaan PPIH Bidang Kesehatan, TKH, dan TPK

Penyelenggaraan layanan kesehatan haji membagi tugas petugas medis ke dalam beberapa kategori penugasan yang berbeda secara operasional, lokasi kerja, dan rantai komando.

                  β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”
                  β”‚    STRUKTUR PETUGAS KESEHATAN HAJI (KEMENKES)β”‚
                  β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”¬β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜
                                         β”‚
                 β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”΄β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”
                 β–Ό                                               β–Ό
   β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”                   β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”
   β”‚ PPIH ARAB SAUDI KESEHATAN β”‚                   β”‚ TENAGA KESEHATAN HAJI     β”‚
   β”‚ (Klinik KKHI, Bandara,    β”‚                   β”‚ (TKH / Kloter)            β”‚
   β”‚ Sektor, Pos Khusus)       β”‚                   β”‚ (Melekat bersama jemaah)  β”‚
   β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜                   β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜
  • PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan: Petugas yang ditempatkan di fasilitas kesehatan tingkat rujukan dan penunjang di Arab Saudi, seperti Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, KKHI Madinah, pos kesehatan bandara, serta sektor-sektor khusus. PPIH tidak mendampingi satu kloter tertentu secara statis, melainkan melayani seluruh jemaah yang dirujuk ke fasilitas tersebut.
  • Tenaga Kesehatan Haji (TKH): Tenaga medis (biasanya terdiri atas dokter dan perawat) yang ditugaskan mendampingi satu kelompok terbang (kloter) jemaah haji sejak dari embarkasi di tanah air, selama di Arab Saudi, hingga kembali ke debarkasi.
  • Tenaga Pendukung Kesehatan (TPK): Kategori pembantu teknis operasional (pengemudi ambulans, pengadministrasi data lokal, atau tenaga musiman) yang mekanismenya disesuaikan dengan juknis kebutuhan operasional tahun berjalan.
Kategori PetugasTugas UtamaTempat PenugasanSasaran PendaftarJalur Rekrutmen
PPIH Bidang KesehatanPelayanan rujukan KKHI, farmasi sentral, sanitasi, gawat darurat sektorKKHI Makkah, KKHI Madinah, Bandara, Sektor KhususDokter Spesialis, Dokter Umum, Ners, Apoteker, Rekam Medis, SanitarianPortal Nasional Daftarin Kemenkes
TKH (Kloter)Pendampingan klinis harian dan visitasi jemaah kloterMelekat pada kloter (Hotel, Tenda, Perjalanan)Dokter Umum, Dokter Puskesmas/RS, Perawat TerampilDaftarin Kemenkes / Dinas Kesehatan Provinsi
TPKBantuan logistik, transportasi medis, dan administrasi lokalPosko Layanan / KKHITenaga pendukung lokal / WNI Mukimin / Rekrutmen khususSesuai juknis spesifik tahun berjalan

Syarat PPIH Kesehatan 2027

Syarat kepesertaan mengacu pada regulasi dasar penyelenggaraan haji (Permenkes No. 3 Tahun 2018 tentang Pelatihan Calon PPIH Bidang Kesehatan dan TKH Indonesia) serta ketentuan umum kepegawaian kesehatan yang masih berlaku.

Persyaratan Umum

  • Warga Negara Indonesia (WNI) yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Beragama Islam (mengingat lokasi penugasan di kawasan tanah suci Makkah dan Madinah).
  • Sehat jasmani dan rohani, dibuktikan melalui pemeriksaan kesehatan resmi (MCU) yang komprehensif.
  • Tidak sedang dalam kondisi hamil (bagi tenaga kesehatan perempuan) demi keselamatan fisik dan regulasi penerbangan internasional.
  • Memiliki integritas tinggi, loyalitas, dan tidak sedang dijatuhi hukuman disiplin pegawai atau tersangkut perkara pidana.
  • Mendapatkan izin tertulis resmi dari pimpinan instansi atau atasan langsung tempat bertugas.
  • Bersedia mematuhi seluruh kode etik, pakta integritas, dan regulasi penugasan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Persyaratan Khusus Berdasarkan Profesi

Kualifikasi teknis wajib disesuaikan dengan formasi profesi masing-masing:

1. Dokter Spesialis

  • Memiliki ijazah Dokter Spesialis sesuai formasi (misalnya: Spesialis Penyakit Dalam, Paru, Jantung & Pembuluh Darah, Jiwa, Anestesi, Emergensi).
  • Memiliki STR Spesialis yang masih aktif dan valid secara legal.
  • Memiliki SIP Dokter Spesialis di fasilitas pelayanan kesehatan tempat bertugas.
  • Memiliki pengalaman klinis menangani kasus-kasus kritis dan kegawatdaruratan.

2. Dokter Umum

  • Memiliki ijazah Profesi Dokter.
  • Memiliki STR Dokter yang masih berlaku secara sah.
  • Memiliki SIP aktif di rumah sakit atau Puskesmas.
  • Memiliki sertifikat kompetensi kegawatdaruratan medis yang masih berlaku (seperti ACLS, ATLS, atau sertifikat kegawatdaruratan lain yang diakui).
  • Diutamakan memiliki pengalaman kerja klinis di unit gawat darurat (UGD/ICU) atau rawat inap minimal kurun waktu yang disyaratkan dalam juknis.

3. Perawat (Ners / D-III Keperawatan)

  • Memiliki ijazah bidang Keperawatan dari perguruan tinggi terakreditasi.
  • Memiliki STR Perawat aktif.
  • Memiliki SIP Perawat (SIPP) yang masih berlaku.
  • Memiliki sertifikasi kegawatdaruratan keperawatan (seperti BTCLS, BLS, atau sertifikat ICU/Emergency Care).
  • Berpengalaman dalam manajemen asuhan keperawatan kritis atau pelayanan rawat inap.

4. Apoteker & Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK)

  • Memiliki ijazah Apoteker atau D-III Farmasi.
  • Memiliki STRA / STRTTK aktif dan SIPA / SIPTTK pada fasilitas pelayanan kefarmasian/rumah sakit.
  • Memahami manajemen logistik obat, sistem depo farmasi, dan distribusi perbekalan farmasi darurat.

5. Tenaga Sanitasi Lingkungan / Sanitarian

  • Memiliki ijazah bidang Kesehatan Lingkungan / Sanitasi Lingkungan.
  • Memiliki STR Tenaga Sanitasi Lingkungan yang aktif.
  • Memahami tata kelola limbah medis, inspeksi kesehatan lingkungan pemukiman/hotel, katering jemaah, dan pencegahan infeksi (PPI).

6. Tenaga Gizi / Nutrisionis

  • Memiliki ijazah bidang Gizi (Nutrisionis/Dietisien) serta STR yang berlaku.
  • Memiliki kompetensi penyusunan diet klinis pasien rawat inap KKHI dan pengawasan mutu makanan jemaah sakit.

7. Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK)

  • Memiliki ijazah Rekam Medis dan STR aktif.
  • Menguasai operasional sistem informasi kesehatan digital, pencatatan SISKOHATKES, dan kodifikasi diagnosis penyakit (ICD-10).

Daftar Formasi PPIH Kesehatan 2027

Formasi resmi dan alokasi kuota per bidang tugas untuk tahun 2027 baru akan ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan menjelang pembukaan rekrutmen.

Formasi Bidang TugasKualifikasi Pendidikan MinimumKebutuhan / Kuota 2027Status Formasi
Pelayanan Medis KKHIDokter Spesialis (Sp.PD, Sp.P, Sp.JP, Sp.KJ, Sp.An)Belum diumumkanFormasi Inti
Gawat Darurat & TriageDokter Umum, NersBelum diumumkanFormasi Inti
Keperawatan Rawat Inap & ICUNers, D-III KeperawatanBelum diumumkanFormasi Inti
Farmasi & Perbekalan MedisApoteker, Tenaga Teknis KefarmasianBelum diumumkanFormasi Inti
Sanitasi & SurveillanceS-1/D-III Kesehatan Lingkungan, EpidemiologBelum diumumkanFormasi Pendukung
Gizi Klinis & DietetikS-1/D-IV/D-III GiziBelum diumumkanFormasi Pendukung
Sistem Informasi & SISKOHATKESD-III/D-IV Rekam Medis, IT KesehatanBelum diumumkanFormasi Pendukung
Radiologi & ElektromedisD-III Radiografer, D-III ElektromedisBelum diumumkanFormasi Khusus

Berapa Batas Usia PPIH Kesehatan 2027?

Batas usia definitif untuk seleksi 2027 belum ditetapkan sebelum juknis tahun operasional 1448 H diterbitkan.

Berdasarkan ketentuan regulasi dasar yang masih menjadi rujukan (Permenkes No. 3 Tahun 2018), rentang usia calon petugas kesehatan haji umumnya berada pada rentang minimal 25 tahun hingga maksimal 55–60 tahun pada saat operasional penugasan, tergantung pada kelompok formasi (dokter spesialis kerap memiliki batas usia pensiun/maksimal yang lebih fleksibel dibandingkan formasi lapangan). Ketentuan rentang usia ini tetap wajib diverifikasi ulang saat juknis 2027 resmi diterbitkan.

Ketentuan STR dan SIP untuk Tenaga Medis & Tenaga Kesehatan

Legalitas praktik merupakan instrumen wajib dalam seleksi administrasi. Ketentuan mengenai Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP) meliputi:

  • STR: Wajib berstatus sah, terdaftar, dan sesuai dengan jenjang profesi yang didaftarkan. Bagi tenaga kesehatan yang memegang STR seumur hidup pasca-pemberlakuan UU Kesehatan terbaru, data STR harus terverifikasi dan tervalidasi pada pangkalan data resmi Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia (KTKI) / Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) di bawah naungan Kemenkes.
  • SIP: Wajib aktif di fasilitas pelayanan kesehatan (Faskes) tempat calon peserta bekerja. SIP membuktikan bahwa tenaga medis/kesehatan tersebut berstatus aktif menjalankan praktik klinis dan bukan sekadar memegang kualifikasi akademis.

Dokumen yang Harus Dipersiapkan

Seluruh dokumen diunggah dalam format digital (PDF/JPG) sesuai resolusi dan batasan ukuran yang ditentukan portal:

Jenis DokumenWajib / OpsionalSasaran PendaftarCatatan Teknis
KTP ElektronikWajibSeluruh PendaftarNIK harus valid dan sinkron dengan Dukcapil
Ijazah & Transkrip NilaiWajibSeluruh PendaftarSesuai kualifikasi formasi yang dipilih
STR Legalisir / Valid DigitalWajibTenaga Medis & NakesTerverifikasi pada basis data Kemenkes
SIP AktifWajibTenaga Medis & NakesBerlaku di Faskes tempat bekerja saat mendaftar
Surat Izin Atasan LangsungWajibSeluruh PendaftarFormat resmi bermeterai dan bertanda tangan pimpinan
SK Pengangkatan / KepegawaianWajibASN / Pegawai TetapSK CPNS/PNS, SK P3K, atau SK Karyawan Tetap
Sertifikat KegawatdaruratanWajib (Formasi Medis)Dokter & PerawatACLS/ATLS/BTCLS yang masa berlakunya aktif
Surat Keterangan Sehat (MCU)Wajib (Tahap Lanjutan)Seluruh PendaftarDiterbitkan oleh RS Pemerintah / Faskes terakreditasi
Sertifikat Pelatihan Haji LaluOpsionalPetugas yang pernah bertugasBukti riwayat penugasan resmi Kemenkes
Bukti Registrasi TCKOpsionalTenaga Cadangan KesehatanBila terdaftar pada program TCK Kemenkes

Cara Daftar PPIH Kesehatan di Portal Daftarin Kemenkes

Pendaftaran resmi hanya dilakukan melalui satu pintu daring pada sistem Daftarin Kemenkes.

   β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”
   β”‚             ALUR PENDAFTARAN DAFTARIN KEMENKES              β”‚
   β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”¬β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜
                                  β”‚
    1. Akses Portal (daftarin.kemkes.go.id) & Buat Akun
                                  β”‚
    2. Aktivasi Email & Lengkapi Data Profil / NIK
                                  β”‚
    3. Input Data STR, SIP, & Riwayat Pekerjaan Faskes
                                  β”‚
    4. Pilih Peminatan PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan 2027
                                  β”‚
    5. Unggah Berkas Dokumen Persyaratan Digital
                                  β”‚
    6. Finalisasi / Submit & Cetak Bukti Registrasi

Langkah-Langkah Registrasi:

  1. Akses alamat resmi: [https://daftarin.kemkes.go.id/](https://daftarin.kemkes.go.id/).
  2. Klik tombol Registrasi/Daftar Akun Baru jika belum pernah membuat akun sebelumnya.
  3. Masukkan data NIK, nama lengkap sesuai KTP, alamat email aktif, dan nomor WhatsApp.
  4. Lakukan verifikasi akun melalui tautan yang dikirimkan ke alamat email terdaftar.
  5. Masuk (login) menggunakan NIK/email dan kata sandi yang telah dibuat.
  6. Masuk ke menu Profil Pribadi, lengkapi data kepegawaian, institusi faskes tempat bekerja, nomor STR, dan nomor SIP.
  7. Pilih menu Pendaftaran Program, kemudian pilih formasi PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan Tahun 2027 saat periode rekrutmen telah dibuka.
  8. Unggah seluruh dokumen persyaratan dalam format yang ditentukan (pastikan teks dapat terbaca jelas dan tidak terpotong).
  9. Periksa kembali seluruh data melalui lembar pratinjau (preview).
  10. Lakukan Finalisasi Data (Submit) dan simpan/unduh Kartu Bukti Registrasi Pendaftaran.

Cara Membuat Akun Daftarin Kemenkes

Pembuatan akun dapat dilakukan sebelum masa pendaftaran dibuka guna mengamankan basis data identitas:

  • Email & Password: Gunakan email pribadi yang aktif dan sering dicek. Buat kata sandi kombinasi huruf besar, kecil, angka, dan karakter khusus.
  • Validasi NIK: Sistem terintegrasi dengan data kependudukan. Pastikan tidak ada perbedaan penulisan nama antara KTP, ijazah, dan pangkalan data Kemenkes.
  • Keamanan Akun: Jangan pernah membagikan kode OTP, kredensial login, atau kata sandi kepada pihak lain. Panitia seleksi Kemenkes tidak pernah meminta akses akun pendaftar.

Tahapan Seleksi PPIH Kesehatan

Mekanisme seleksi calon petugas kesehatan haji berlangsung secara bertahap dan menerapkan sistem gugur:

β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”     β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”     β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”
β”‚ 1. SELEKSI       β”‚ ──> β”‚ 2. TES WAWASAN   β”‚ ──> β”‚ 3. PEMERIKSAAN   β”‚
β”‚    ADMINISTRASI  β”‚     β”‚    KESEHATAN (TWKβ”‚     β”‚    KESEHATAN     β”‚
β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜     β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜     β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜
                                                           β”‚
β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”     β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”              β”‚
β”‚ 5. PENETAPAN &   β”‚ <── β”‚ 4. PELATIHAN &   β”‚ <β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜
β”‚    PENUGASAN     β”‚     β”‚    PEMBEKALAN    β”‚
β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜     β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜
  1. Seleksi Administrasi: Verifikasi keabsahan dokumen, keaktifan STR/SIP, kesesuaian formasi profesi, dan surat izin atasan langsung.
  2. Tes Wawasan Kesehatan Haji (TWKH): Uji kompetensi kognitif berbasis komputer (Computer Assisted Test atau sistem daring terpusat).
  3. Pemeriksaan Kesehatan Fisik & Jiwa (MCU): Evaluasi kelayakan medis, pemeriksaan penyakit degeneratif/kronis, tes laboratorium, uji bebas narkoba, dan tes psikometri.
  4. Verifikasi Faktual & Wawancara (Bila Ditetapkan): Pengecekan keaslian berkas fisik dan pendalaman kesiapan mental operasional.
  5. Pelatihan dan Pembekalan Terintegrasi: Pendidikan kepetugasan haji terpusat meliputi simulasi pelayanan di Arab Saudi, mitigasi bencana massal (mass casualty), dan kerja sama tim.
  6. Penetapan Surat Keputusan (SK) Petugas: Penerbitan SK resmi Menteri Kesehatan/Pusat Kesehatan Haji bagi peserta yang dinyatakan lulus seluruh tahapan pembekalan.

Mengenal Tes Wawasan Kesehatan Haji (TWKH)

Tes Wawasan Kesehatan Haji (TWKH) merupakan tahapan evaluasi kompetensi kognitif calon petugas. Ujian ini mengukur pemahaman peserta mengenai ekosistem kesehatan haji, tata kelola rujukan di Arab Saudi, serta kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat lingkungan ekstrem (seperti sengatan panas/heatstroke).

Bahan Persiapan Pembelajaran (Bukan Kisi-Kisi Resmi)

Mengingat kisi-kisi resmi 2027 belum diterbitkan, calon peserta dapat mempelajari pedoman umum kesehatan haji yang berlaku:

  • Regulasi penyelenggaraan ibadah haji (UU No. 8 Tahun 2019 dan regulasi turunan terkait kesehatan haji).
  • Penatalaksanaan penyakit terbanyak pada jemaah haji Indonesia (PPOK, Hipertensi, Diabetes Melitus, ISPA, Kardiomegali).
  • Pencegahan dan penanganan kasus Heatstroke, Dehidrasi Berat, dan Penyakit Menular di Arab Saudi.
  • Konsep Istitha’ah Kesehatan Haji (Permenkes No. 15 Tahun 2016 atau peraturan terbarunya).
  • Alur pelayanan kesehatan jemaah di Kloter, Sektor, KKHI, hingga Rumah Sakit Rujukan Arab Saudi (RSAS).

Pemeriksaan Kesehatan Calon Petugas (MCU, Jiwa, dan NAPZA)

Petugas kesehatan haji mengemban beban fisik yang sangat berat di tengah suhu ekstrem dan kepadatan jemaah. Oleh karena itu, standar kelayakan kesehatan calon petugas ditetapkan secara ketat:

  • Pemeriksaan Fisik & Laboratorium Lengkap: Meliputi darah rutin, fungsi hati (SGOT/SGPT), fungsi ginjal (Ureum/Kreatinin), profil lipid, gula darah, rontgen toraks, dan elektrokardiogram (EKG).
  • Tes Kesehatan Jiwa: Pengujian menggunakan instrumen psikometri baku (seperti MMPI-2) atau asesmen psikiatri klinis oleh dokter spesialis kedokteran jiwa untuk memastikan stabilitas emosional di bawah tekanan kerja tinggi.
  • Pemeriksaan Bebas NAPZA: Uji tapis zat adiktif dan narkotika multi-parameter dengan surat keterangan resmi dari laboratorium instansi pemerintah.

Ketentuan Khusus Bagi Peserta

  • Ketentuan Perempuan Hamil: Berdasarkan regulasi keselamatan penerbangan dan ketentuan penugasan fisik berisiko tinggi di Arab Saudi, calon peserta yang dinyatakan hamil pada saat proses seleksi maupun menjelang keberangkatan tidak dapat diloloskan/diberangkatkan sebagai petugas.
  • Ketentuan Tenaga ASN: Tenaga kesehatan berstatus ASN (PNS dan PPPK) wajib melampirkan surat persetujuan dari Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) atau kepala dinas/pimpinan instansi terkait untuk penugasan luar negeri.
  • Ketentuan Tenaga Kesehatan Swasta: Pegawai RS swasta, klinik swasta, atau faskes non-pemerintah memiliki hak yang sama untuk mendaftar, selama mendapatkan surat izin resmi dan jaminan pelepasan tugas dari direktur/pimpinan faskes swasta tersebut.
  • Status Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK): Tenaga medis yang telah terdaftar aktif dalam pangkalan data Tenaga Cadangan Kesehatan Kemenkes untuk krisis kesehatan dapat memperoleh nilai apresiasi rekam jejak, namun tetap wajib memenuhi seluruh passing grade dan syarat seleksi administrasi.
  • Ketentuan Pengalaman Petugas Haji: Kemenkes menerapkan proporsi penugasan antara petugas yang belum pernah bertugas (non-petugas) dan petugas berpengalaman (petugas lama) untuk menjaga regenerasi serta kesinambungan transfer pengetahuan operasional di lapangan.

Penyebab Umum Gagal Seleksi Administrasi

Sebagian besar kegagalan peserta pada tahap awal terjadi karena ketidaktelitian berkas:

  1. Masa Berlaku STR/SIP Berakhir: Mengunggah berkas STR atau SIP yang telah kedaluwarsa atau masa berlakunya habis sebelum periode penugasan operasional haji 2027.
  2. Kualifikasi Pendidikan Tidak Linear: Mendaftar pada formasi yang tidak sesuai dengan ijazah profesi (misalnya tenaga non-kegawatdaruratan mendaftar pada formasi khusus trauma center tanpa sertifikat keahlian).
  3. Format Surat Izin Atasan Tidak Sesuai: Mengunggah surat izin tanpa tanda tangan pejabat berwenang, tanpa cap instansi resmi, atau tanpa meterai.
  4. Dokumen Tidak Terbaca (Buram/Terpotong): Hasil pindai berkas memiliki resolusi terlalu rendah, buram, atau informasi penting terpotong oleh pemindai.
  5. Data NIK / Nama Berbeda: Perbedaan susunan nama pada KTP, ijazah, dan sistem data kependudukan yang menyebabkan verifikasi otomatis sistem menolak berkas.

Checklist Sebelum Klik Finalisasi Pendaftaran

  • [ ] NIK dan data pribadi identik dengan e-KTP dan Dukcapil.
  • [ ] Alamat email dan nomor WhatsApp aktif dan dapat menerima notifikasi.
  • [ ] Ijazah dan transkrip sesuai kualifikasi formasi yang dipilih.
  • [ ] STR masih aktif secara hukum dan terdaftar di basis data Kemenkes.
  • [ ] SIP aktif pada fasilitas pelayanan kesehatan tempat bekerja saat ini.
  • [ ] Surat Izin Atasan Langsung telah ditandatangani, dicap, dan bermeterai sah.
  • [ ] Sertifikat kegawatdaruratan (ACLS/ATLS/BTCLS) masih dalam masa berlaku.
  • [ ] Ukuran dan format seluruh file pindaian berada di bawah batas maksimal sistem.
  • [ ] Seluruh dokumen hasil scan terbaca jelas, tidak terpotong, dan berwarna asli.
  • [ ] Seluruh isian formulir telah diverifikasi ulang sebelum menekan tombol kirim/finalisasi.

Cara Cek Pengumuman Hasil Seleksi

Pengumuman kelulusan setiap tahapan hanya diumumkan melalui saluran resmi:

  1. Masuk (login) ke akun masing-masing di portal daftarin.kemkes.go.id.
  2. Buka menu Status Pendaftaran / Riwayat Lamaran.
  3. Unduh surat keputusan atau pengumuman resmi yang disematkan pada pengumuman Pusat Kesehatan Haji Kemenkes.
  4. Panitia seleksi tidak pernah mengumumkan hasil melalui pesan pribadi WhatsApp yang meminta data perbankan.

Biaya Pendaftaran dan Waspada Penipuan

Pendaftaran seleksi PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan tidak dipungut biaya apa pun (Rp0). Biaya pemeriksaan kesehatan mandiri (MCU) di rumah sakit sebelum penetapan ditanggung oleh masing-masing peserta sesuai tarif resmi faskes pemeriksa.

Ciri-Ciri Modus Penipuan Rekrutmen Petugas Haji:

  • Menjanjikan jaminan kelulusan dengan meminta sejumlah uang pelicin atau kompensasi tiket penempatan.
  • Menggunakan rekening bank pribadi atas nama perorangan untuk pembayaran berkas atau seragam.
  • Mengirimkan surat keputusan kelulusan palsu melalui email non-pemerintah (seperti domain @gmail.com atau @yahoo.com).
  • Meminta kata sandi (password) akun Daftarin atau meminta kode OTP.

Perbedaan Ketentuan Seleksi Sebelumnya dan Rencana 2027

Perbandingan final antara regulasi seleksi terdahulu dan regulasi tahun 2027 baru dapat dianalisis secara menyeluruh setelah juknis resmi 2027 diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan.

Komponen SeleksiKetentuan Seleksi SebelumnyaKetentuan Seleksi 2027Status Analisis Perubahan
Portal PendaftaranDaftarin KemenkesDaftarin KemenkesTetap terintegrasi satu pintu
Integrasi STRSTR Terregistrasi KTKI/KKISTR Digital / Seumur HidupWajib tervalidasi di sistem Kemenkes
Batas Usia MaksimalBerdasarkan Juknis Tahunan (Rentang 55–60 th)Belum Diumumkan ResmiMenunggu rilis juknis 2027
Formasi Dokter & PerawatWajib sertifikat resusitasi aktifWajib sertifikat kompetensi aktifStandar klinis tetap diutamakan
Alokasi KuotaDisesuaikan kuota haji nasionalBelum Diumumkan ResmiMengikuti ketetapan kuota Arab Saudi

Apa yang Bisa Dipersiapkan Sebelum Pendaftaran Dibuka?

  1. Periksa Masa Berlaku STR dan SIP: Pastikan STR Anda telah termutakhirkan dalam basis data Kemenkes dan SIP di faskes tempat bertugas tidak mendekati masa kedaluwarsa.
  2. Perbarui Sertifikat Kegawatdaruratan: Jika sertifikat ACLS, ATLS, atau BTCLS telah kedaluwarsa, segera ikuti pelatihan penyegaran terakreditasi Kemenkes.
  3. Komunikasi Awal dengan Pimpinan Faskes: Sampaikan rencana pendaftaran kepada pimpinan instansi atau komite medik rumah sakit agar pengurusan surat izin tidak terkendala saat portal dibuka.
  4. Jaga Kebugaran Fisik: Mulai lakukan latihan fisik teratur (seperti jalan kaki 30–60 menit per hari) untuk mempersiapkan uji ketahanan fisik petugas.
  5. Hindari Mengurus Dokumen Prematur: Jangan membuat surat keterangan kesehatan (MCU) atau surat bebas narkoba sebelum juknis 2027 terbit, karena surat kesehatan biasanya memiliki batasan masa berlaku dokumen (umumnya 1–3 bulan).

Troubleshooting Kendala Akun Daftarin Kemenkes

  • Tidak Menerima Email Verifikasi Akun: Periksa folder Spam atau Promotions pada email Anda. Pastikan penulisan alamat email saat registrasi tidak terdapat kesalahan ketik (typo).
  • Gagal Login / Lupa Password: Gunakan fitur resmi Lupa Password pada halaman awal Daftarin untuk menerima tautan atur ulang kata sandi melalui email terdaftar.
  • NIK Tidak Ditemukan / Data Ganda: Pastikan data kependudukan Anda aktif di Dukcapil setempat dan hubungi layanan helpdesk resmi Kemenkes pada laman kontak portal Daftarin.
  • Gagal Mengunggah Berkas: Pastikan format berkas sesuai ketentuan (PDF/JPG) dan ukuran file berada di bawah batas maksimum (umumnya maksimal 1–2 MB per file). Bersihkan cache peramban web atau gunakan mode incognito/private browsing.

Timeline Persiapan Calon PPIH Kesehatan (Panduan Mandiri)

   β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”
   β”‚             TIMELINE PERSIAPAN MANDIRI CALON PETUGAS        β”‚
   β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”¬β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜
                                  β”‚
    FASE 1: PRA-PENDAFTARAN (Saat Ini)
    * Audit keaktifan STR/SIP & Sertifikat Pelatihan Medis
    * Registrasi/verifikasi akun di Daftarin Kemenkes
    * Peningkatan kapasitas wawasan kesehatan haji
                                  β”‚
    FASE 2: MASA PENDAFTARAN AKTIF (Saat Pengumuman Terbit)
    * Unduh juknis resmi formasi 2027
    * Pengurusan Surat Izin Atasan sesuai format baku
    * Unggah berkas dan submit sebelum batas penutupan
                                  β”‚
    FASE 3: TAHAP SELEKSI & TES
    * Pantau hasil seleksi administrasi
    * Mengikuti Tes Wawasan Kesehatan Haji (TWKH)
    * Pelaksanaan MCU lengkap sesuai arahan panitia
                                  β”‚
    FASE 4: TAHAP PEMBEKALAN
    * Mengikuti pelatihan terintegrasi PPIH Kemenkes
    * Penetapan penugasan & persiapan keberangkatan

Yang Sudah Diketahui vs. Yang Belum Diumumkan

Yang Sudah Diketahui Secara Pasti:

  • Rekrutmen PPIH Bidang Kesehatan diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI melalui Pusat Kesehatan Haji.
  • Pendaftaran dilakukan secara daring melalui sistem terpadu Daftarin Kemenkes (daftarin.kemkes.go.id).
  • Syarat dasar mutlak adalah WNI beragama Islam, memiliki STR/SIP aktif, sehat jasmani rohani, serta mengantongi izin resmi dari pimpinan faskes/instansi.
  • Pendaftaran seleksi tidak dipungut biaya pendaftaran (gratis).

Yang Belum Diumumkan untuk Seleksi 2027:

  • Tanggal pasti pembukaan dan penutupan pendaftaran 2027 (1448 H).
  • Rincian alokasi kuota per formasi profesi medis dan nakes.
  • Petunjuk teknis (Juknis) operasional dan format baku surat izin/surat pernyataan 2027.
  • Ambang batas nilai kelulusan (passing grade) Tes Wawasan Kesehatan Haji.
  • Jadwal pelaksanaan pelatihan dan pembekalan nasional terintegrasi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Kapan pendaftaran seleksi PPIH Kesehatan 2027 resmi dibuka?

Hingga 22 Agustus 2026, Kementerian Kesehatan belum mengumumkan tanggal pembukaan resmi pendaftaran PPIH Kesehatan 2027. Pengumuman resmi akan dipublikasikan melalui kanal Pusat Kesehatan Haji dan portal Daftarin.

2. Apakah pendaftaran PPIH Kesehatan 2027 sudah bisa dilakukan saat ini?

Belum. Menu pemilihan formasi PPIH Kesehatan 2027 pada portal Daftarin baru akan diaktifkan saat periode pendaftaran dibuka secara resmi oleh panitia seleksi.

3. Di mana alamat link resmi pendaftaran PPIH Kesehatan?

Pendaftaran hanya dilakukan melalui portal resmi Kementerian Kesehatan pada tautan [https://daftarin.kemkes.go.id/](https://daftarin.kemkes.go.id/).

4. Apa itu portal Daftarin Kemenkes?

Daftarin Kemenkes adalah portal manajemen rekrutmen terpadu yang digunakan Pusat Kesehatan Haji untuk proses registrasi, seleksi administrasi, dan verifikasi berkas calon petugas kesehatan haji secara digital.

5. Bagaimana cara membuat akun di Daftarin Kemenkes?

Buka portal daftarin.kemkes.go.id, klik pendaftaran akun baru, masukkan data NIK, nama lengkap, email, dan nomor kontak, lalu lakukan verifikasi tautan yang dikirimkan ke email Anda.

6. Siapa saja yang berhak mendaftar sebagai PPIH Kesehatan?

Dokter spesialis, dokter umum, perawat, apoteker, tenaga teknis kefarmasian, sanitarian, nutrisionis, rekam medis, dan tenaga kesehatan lain yang memenuhi kualifikasi formasi serta memiliki STR dan SIP aktif.

7. Apa perbedaan utama antara PPIH Bidang Kesehatan dan TKH Kloter?

PPIH bertugas melayani seluruh jemaah di fasilitas rujukan seperti KKHI Makkah, KKHI Madinah, sektor, atau bandara. Sementara TKH bertugas mendampingi jemaah pada satu kelompok terbang (kloter) secara melekat sejak berangkat hingga pulang.

8. Apakah Tenaga Pendukung Kesehatan (TPK) masih direkrut pada 2027?

Ketentuan mengenai pembukaan formasi TPK menunggu pengumuman juknis kebutuhan operasional haji 2027 yang diterbitkan Kemenkes.

9. Berapa batas usia maksimal untuk mendaftar PPIH Kesehatan 2027?

Batas usia definitif 2027 menunggu terbitnya juknis operasional. Pada regulasi dasar (Permenkes No. 3/2018), rentang usia petugas umumnya berkisar antara 25 hingga 55–60 tahun tergantung formasi profesi.

10. Apakah STR wajib dimiliki oleh seluruh pendaftar formasi kesehatan?

Ya, STR yang sah, terverifikasi, dan masih berlaku wajib dimiliki oleh seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan yang melamar pada formasi fungsional kesehatan.

11. Apakah SIP di faskes tempat bekerja wajib dilampirkan?

Ya, SIP aktif membuktikan bahwa pendaftar berstatus aktif menjalankan pelayanan klinis di fasilitas pelayanan kesehatan (rumah sakit, Puskesmas, atau klinik).

12. Apakah ASN (PNS/PPPK) diperbolehkan mendaftar seleksi ini?

Boleh, dengan syarat wajib melampirkan surat izin dan persetujuan resmi dari atasan langsung atau Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) instansi terkait.

13. Apakah tenaga kesehatan dari rumah sakit atau klinik swasta bisa mendaftar?

Bisa. Tenaga kesehatan dari faskes swasta memiliki kesempatan yang sama selama mendapatkan izin tertulis dan jaminan penugasan dari pimpinan faskes tempat bekerja.

14. Apakah dokter umum yang belum pernah bertugas haji boleh mendaftar?

Boleh. Kemenkes membuka formasi baik bagi tenaga medis yang belum pernah bertugas maupun yang sudah memiliki pengalaman bertugas haji.

15. Apakah dokter spesialis wajib memiliki pengalaman penugasan haji sebelumnya?

Tidak. Seleksi dokter spesialis didasarkan pada kompetensi keilmuan klinis, STR spesialis aktif, SIP, dan kebutuhan penanganan penyakit kritis di KKHI.

16. Apa saja jenis sertifikat kegawatdaruratan yang dibutuhkan perawat?

Sertifikat pelatihan resusitasi dan gawat darurat seperti BTCLS, BLS, emergency nursing, atau sertifikasi ICU yang diakui dan masih berlaku.

17. Dokumen apa saja yang harus disiapkan sejak dini?

e-KTP, ijazah profesi, transkrip nilai, STR aktif, SIP aktif, SK pengangkatan pegawai, sertifikat kompetensi kegawatdaruratan, dan pasfoto resmi.

18. Apa itu Tes Wawasan Kesehatan Haji (TWKH)?

TWKH adalah ujian berbasis komputer atau daring yang menguji pengetahuan calon petugas mengenai regulasi haji, istitha’ah kesehatan, penyakit menular, penanganan darurat panas ekstrem, dan alur rujukan KKHI.

19. Mengapa pemeriksaan kesehatan jiwa dipersyaratkan bagi calon petugas?

Tes kesehatan jiwa (seperti MMPI) diperlukan untuk memastikan stabilitas emosional, ketahanan stres, dan kesiapan mental menghadapi beban kerja tinggi di Arab Saudi.

20. Apakah tes bebas NAPZA wajib dilakukan?

Ya, pemeriksaan laboratorium bebas narkoba dan zat adiktif merupakan syarat mutlak dalam penetapan kelayakan fisik dan moral petugas.

21. Apakah Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) otomatis diterima tanpa seleksi?

Tidak otomatis diterima. Kepemilikan rekam jejak sebagai TCK memberikan nilai tambah administratif, namun peserta tetap wajib lulus seluruh tahapan tes dan memenuhi syarat formasi.

22. Apakah pendaftaran seleksi PPIH Kesehatan dipungut biaya?

Tidak. Proses pendaftaran melalui sistem Daftarin Kemenkes bebas biaya (gratis). Waspadai segala bentuk penipuan yang meminta biaya transfer.

23. Bagaimana cara mengecek kelulusan seleksi administrasi?

Pengumuman resmi dapat dilihat dengan login ke akun masing-masing pada portal Daftarin Kemenkes atau melalui surat edaran di situs resmi Pusat Kesehatan Haji.

24. Bolehkah tenaga kesehatan perempuan yang sedang hamil mendaftar?

Berdasarkan regulasi keselamatan penerbangan dan ketentuan fisik tugas lapangan haji, wanita dalam kondisi hamil tidak dapat diberangkatkan sebagai petugas haji.

25. Di mana kanal resmi pemantauan informasi seleksi kesehatan haji?

Informasi resmi dapat dipantau melalui portal daftarin.kemkes.go.id dan situs resmi Kementerian Kesehatan RI (kemkes.go.id).

Persiapan administrasi yang matang, keabsahan dokumen profesi, dan pemantauan berkala terhadap kanal resmi pemerintah merupakan langkah terbaik bagi calon peserta seleksi PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan 2027. Pastikan seluruh berkas legalitas profesi seperti STR dan SIP dalam status aktif, serta hindari segala bentuk tawaran kelulusan instan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Calon petugas diimbau untuk selalu merujuk pada pengumuman resmi yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan RI dan Pusat Kesehatan Haji.

Sumber dan Referensi:

  1. Pusat Kesehatan Haji – Kementerian Kesehatan RI: Portal Resmi Rekrutmen Tenaga Kesehatan Haji Indonesia ([https://daftarin.kemkes.go.id/](https://daftarin.kemkes.go.id/)), diakses 22 Agustus 2026. (Sumber Primer).
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia: Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2018 tentang Pelatihan Calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Bidang Kesehatan dan Tenaga Kesehatan Haji Indonesia. (Regulasi Primer).
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia: Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2016 tentang Istitha’ah Kesehatan Jemaah Haji. (Regulasi Primer).
  4. Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Kemenkes RI: Regulasi Standar Profesi dan Tenaga Medis/Tenaga Kesehatan pasca-UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. (Regulasi Primer).
  5. Kementerian Agama Republik Indonesia: Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. (Regulasi Primer).

Disclaimer:

Informasi seleksi PPIH Bidang Kesehatan 2027 dapat berubah mengikuti kebijakan Kementerian Kesehatan, Pusat Kesehatan Haji, dan ketentuan penyelenggaraan haji terbaru. Jadwal, formasi, kuota, persyaratan, serta tahapan seleksi yang belum diumumkan secara resmi tidak boleh dianggap final. Calon peserta disarankan memeriksa kembali portal Daftarin Kemenkes dan kanal resmi pemerintah sebelum melakukan pendaftaran.

Related Articles