Pertandingan Lazio vs AC Milan pada pekan keempat Serie A 2026/27. Pertandingan ini mempertemukan dua tim yang belum terkalahkan di liga, tetapi datang dengan modal berbeda setelah tiga pertandingan awal musim.
Lazio tampil sempurna dengan tiga kemenangan beruntun dan mengumpulkan sembilan poin. AC Milan berada di posisi yang juga cukup positif dengan tujuh poin dari dua kemenangan dan satu hasil imbang.
Pertandingan Lazio vs AC Milan dijadwalkan berlangsung di Stadio Olimpico, Roma, Sabtu 12 September 2026 pukul 18.00 waktu Italia atau 23.00 WIB. Laga tersebut menjadi salah satu pertandingan paling menarik pada giornata keempat Serie A.
Lazio Sedang dalam Momentum Positif
Perubahan Lazio pada awal musim cukup mencolok. Setelah tersingkir dari Coppa Italia oleh Mantova, tim asuhan Gennaro Gattuso justru menyapu bersih tiga pertandingan Serie A pertama.
Lazio mengawali liga dengan kemenangan 1-0 atas Bologna. Hasil tersebut kemudian dilanjutkan dengan kemenangan kandang 1-0 melawan Genoa.
Pada pertandingan ketiga, Lazio kembali meraih tiga poin setelah mengalahkan Udinese 2-1 di Bluenergy Stadium. Lazio sempat tertinggal melalui gol Jesper Karlström, tetapi Davide Frattesi dan Albert Gudmundsson membalikkan keadaan.
Kemenangan di Udine juga memperlihatkan karakter tim Gattuso. Lazio tidak panik setelah tertinggal dan mampu meningkatkan tekanan pada babak kedua hingga menghasilkan dua gol.
Dari tiga pertandingan Serie A, Lazio baru mencetak empat gol dan kebobolan satu. Artinya, kekuatan terbesar mereka sejauh ini justru terlihat pada konsistensi pertahanan.
Christos Mandas juga termasuk penjaga gawang dengan dua clean sheet di Serie A pada awal musim. Catatan tersebut menjadi salah satu alasan Lazio mampu menjaga rekor sempurna meski produktivitas gol belum terlalu tinggi.
AC Milan Belum Kalah, tetapi Masih Mencari Konsistensi
Milan juga memulai musim tanpa kekalahan. Tim Rúben Amorim mengalahkan Torino 2-1 pada pekan pertama, kemudian menang 2-0 atas Venezia.
Ujian yang lebih berat datang pada giornata ketiga ketika Milan bertandang ke markas Juventus. Pertandingan tersebut berakhir 1-1 setelah Alphadjo Cissé membawa Milan unggul sebelum Federico Gatti menyamakan kedudukan pada masa tambahan waktu.
Dari tiga laga tersebut, Milan sudah mencetak lima gol dan hanya kebobolan dua kali. Catatan itu membuat Rossoneri memiliki selisih gol +3.
Namun, performa Milan ketika menghadapi Juventus memberikan catatan tersendiri. Mereka hanya menghasilkan sedikit ancaman ofensif dan harus mengandalkan efisiensi untuk mendapatkan gol.
Situasi itu akan menjadi perhatian Amorim ketika menghadapi Lazio. Tim tuan rumah memiliki pertahanan yang sejauh ini sangat sulit ditembus.
Jadwal Lazio vs AC Milan
| Detail | Informasi |
|---|---|
| Pertandingan | Lazio vs AC Milan |
| Kompetisi | Serie A 2026/27 |
| Matchday | Pekan ke-4 |
| Tanggal | Sabtu, 12 September 2026 |
| Kick-off | 23.00 WIB |
| Waktu Italia | 18.00 CEST |
| Stadion | Stadio Olimpico, Roma |
| Tuan rumah | Lazio |
| Pelatih Lazio | Gennaro Gattuso |
| Pelatih Milan | Rúben Amorim |
Jadwal tersebut sudah dikonfirmasi oleh Lazio dan AC Milan. Perubahan jadwal sebelumnya memang sempat menjadi kemungkinan karena agenda kompetisi Eropa, tetapi pertandingan akhirnya ditetapkan pada Sabtu malam waktu Indonesia.
Performa Lima Pertandingan Terakhir
Jika seluruh kompetisi diperhitungkan, Lazio mencatat empat kemenangan dan satu kekalahan dalam lima pertandingan terakhir.
| Tanggal | Pertandingan | Hasil |
|---|---|---|
| 16 Agustus 2026 | Lazio vs Mantova | 0-2 |
| 24 Agustus 2026 | Bologna vs Lazio | 0-1 |
| 30 Agustus 2026 | Lazio vs Genoa | 1-0 |
| 7 September 2026 | Udinese vs Lazio | 1-2 |
| 23 Mei 2026 | Lazio vs Pisa | 2-1 |
Untuk Milan, lima pertandingan kompetitif terakhir menghasilkan tiga kemenangan, satu imbang dan satu kekalahan.
| Tanggal | Pertandingan | Hasil |
|---|---|---|
| 17 Mei 2026 | Genoa vs Milan | 1-2 |
| 24 Mei 2026 | Milan vs Cagliari | 1-2 |
| 23 Agustus 2026 | Torino vs Milan | 1-2 |
| 28 Agustus 2026 | Milan vs Venezia | 2-0 |
| 6 September 2026 | Juventus vs Milan | 1-1 |
Data tersebut perlu dibaca dengan konteks karena jeda kompetisi membuat dua pertandingan terakhir musim sebelumnya masih masuk dalam daftar lima laga secara keseluruhan.
Jika hanya melihat Serie A 2026/27, Lazio memiliki rekor sempurna 3 kemenangan dari 3 pertandingan. Milan juga belum kalah dengan catatan 2 kemenangan dan 1 hasil imbang.
Statistik Awal Serie A 2026/27
| Statistik | Lazio | AC Milan |
|---|---|---|
| Pertandingan | 3 | 3 |
| Menang | 3 | 2 |
| Seri | 0 | 1 |
| Kalah | 0 | 0 |
| Gol | 4 | 5 |
| Kebobolan | 1 | 2 |
| Selisih gol | +3 | +3 |
| Poin | 9 | 7 |
| Clean sheet | 2 | 1 |
| Rata-rata gol | 1,33 | 1,67 |
| Poin per laga | 3,00 | 2,33 |
Perbandingan tersebut menunjukkan karakter yang berbeda. Milan lebih produktif dalam mencetak gol, tetapi Lazio mempunyai catatan pertahanan yang lebih baik.
Lazio baru kebobolan satu gol dalam tiga pertandingan. Milan telah kemasukan dua gol, tetapi juga mencetak satu gol lebih banyak.
Dalam pertandingan dengan selisih kualitas yang relatif dekat, kemampuan mempertahankan keunggulan bisa menjadi faktor penting. Lazio sudah menunjukkan kemampuan tersebut ketika menghadapi Bologna dan Genoa.
Rekor Kandang dan Tandang
Lazio telah memainkan satu pertandingan kandang di Serie A musim ini dan berhasil mengalahkan Genoa 1-0. Mereka juga menang di markas Bologna dan Udinese.
Milan memiliki rekor tandang dua pertandingan dengan satu kemenangan dan satu hasil imbang. Mereka menang 2-1 atas Torino sebelum bermain 1-1 melawan Juventus.
Artinya, Milan tidak datang ke Roma dengan catatan tandang yang buruk. Akan tetapi, Lazio memiliki kepercayaan diri tinggi karena belum kehilangan poin di liga.
Faktor Stadio Olimpico juga tetap penting. Lazio mempunyai kesempatan mengontrol pertandingan dengan dukungan publik sendiri, meskipun kondisi atmosfer stadion menjelang laga menjadi salah satu faktor eksternal yang sulit diukur.
Head to Head Lazio vs Milan
Pertemuan kedua tim dalam beberapa musim terakhir memperlihatkan persaingan yang cukup ketat, tetapi hasil terbaru cenderung menguntungkan Lazio.
Lazio memenangkan tiga pertemuan terakhir melawan Milan yang tercatat dalam Serie A dan Coppa Italia, termasuk kemenangan 1-0 di Stadio Olimpico pada Maret 2026. Sebelumnya, Lazio juga menang 1-0 pada pertemuan Coppa Italia Desember 2025.
Pada November 2025, Milan sempat menang 1-0 atas Lazio di San Siro. Sebelumnya lagi, Lazio menang 2-1 di kandang Milan pada Maret 2025.
Lima pertemuan terakhir menghasilkan tiga kemenangan Lazio, satu kemenangan Milan dan satu hasil imbang. Pola ini membuat faktor psikologis cukup relevan, meski H2H tidak boleh menjadi satu-satunya dasar menentukan prediksi.
Menariknya, beberapa pertemuan terakhir berlangsung dengan skor rendah. Ini sejalan dengan karakter Lazio musim ini yang mengandalkan organisasi pertahanan.
Kondisi Skuad Lazio
Gattuso masih harus mengelola sejumlah masalah kebugaran. Nicolò Rovella, Matías Vecino? tidak menjadi bagian dari daftar utama cedera yang dikonfirmasi untuk laga ini, sehingga analisis harus berpegang pada nama yang memang dilaporkan absen.
Nama yang paling konsisten disebut dalam laporan kondisi skuad adalah Danilo Cataldi, Adam Marusic, Fisayo Dele-Bashiru dan Rovella. Patric dan Luca Pellegrini juga bukan pilihan reguler dalam daftar Serie A saat ini.
Absennya beberapa pemain tengah membuat kedalaman Lazio sedikit berkurang. Namun, Frattesi, Belahyane dan Taylor memberikan opsi yang cukup untuk mempertahankan struktur lini tengah.
Kehadiran Albert Gudmundsson juga menjadi kabar positif. Pemain asal Islandia tersebut mencetak gol kemenangan ketika Lazio mengalahkan Udinese 2-1.
Kondisi AC Milan Menjelang Pertandingan
Milan relatif lebih stabil dari sisi jumlah pemain yang tersedia. Matteo Gabbia masih menjadi pemain yang dilaporkan absen, sedangkan Mario Gila berada dalam proyeksi untuk kembali menjadi bagian dari lini belakang.
Gila memiliki cerita tersendiri dalam pertandingan ini karena ia meninggalkan Lazio untuk bergabung dengan Milan pada musim panas. Pertandingan di Olimpico sekaligus menjadi kesempatan baginya menghadapi mantan klub.
Rúben Amorim juga mempunyai beberapa pilihan dari bangku cadangan. Christian Pulisic, Ruben Loftus-Cheek, Samuel Chukwueze dan beberapa pemain muda bisa memberikan perubahan ketika pertandingan memasuki babak kedua.
Kedalaman tersebut dapat menjadi keuntungan Milan jika pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi.
Prediksi Starting XI Lazio vs AC Milan
Prediksi susunan pemain bukan susunan resmi dan masih dapat berubah berdasarkan kondisi pemain pada hari pertandingan.
Lazio
Formasi 4-3-3
Mandas; Floriani Mussolini, Doekhi, Provstgaard, Nuno Tavares; Frattesi, Belahyane, Taylor; Isaksen, Pinamonti, Zaccagni.
Gattuso diperkirakan mempertahankan struktur yang membawa Lazio menang di Udine. Trio Frattesi, Belahyane dan Taylor akan menjadi fondasi untuk menjaga keseimbangan antara pressing dan penguasaan bola.
AC Milan
Formasi 3-4-2-1
Maignan; Gila, De Winter, Pavlovic; Chukwueze, Musah, Modric, Estupinan; Rabiot, Cissé; Gonçalo Ramos.
Amorim berpotensi kembali menggunakan tiga bek dengan dua pemain di belakang striker. Samuel Chukwueze diproyeksikan kembali ke posisi yang lebih menyerang, sedangkan Cissé mendapat perhatian setelah mencetak gol melawan Juventus.
Analisis Taktik: Gattuso vs Amorim
Lazio kemungkinan tidak akan terburu-buru memainkan sepak bola terbuka. Gattuso bisa memanfaatkan 4-3-3 untuk membentuk tekanan di area tengah dan kemudian menyerang melalui sisi lapangan.
Zaccagni menjadi salah satu pemain penting dalam struktur tersebut. Pergerakannya dari sisi kiri dapat menarik bek Milan keluar dari posisi sekaligus membuka ruang bagi gelandang yang melakukan penetrasi.
Frattesi juga memiliki peran penting. Golnya di Udine menunjukkan bahwa gelandang tersebut mampu masuk ke area berbahaya ketika lawan terlalu fokus mengawal pemain depan.
Milan mempunyai pendekatan yang berbeda. Sistem tiga bek Amorim memungkinkan mereka membangun serangan dengan jumlah pemain cukup banyak tanpa kehilangan struktur pertahanan.
Keberadaan Modric di lini tengah dapat menjadi kunci dalam mengontrol tempo. Pengalaman dan kemampuan distribusinya dibutuhkan ketika Milan harus keluar dari tekanan Lazio.
Milan juga dapat mengandalkan transisi cepat. Ketika Lazio kehilangan bola setelah menyerang, Chukwueze dan pemain di belakang Ramos bisa menjadi ancaman melalui ruang yang terbuka.
Pertandingan kemungkinan akan ditentukan oleh siapa yang lebih efektif mengelola transisi tersebut. Lazio ingin mempertahankan struktur kompak, sedangkan Milan perlu menciptakan peluang lebih konsisten dibandingkan ketika menghadapi Juventus.
Duel Pemain yang Bisa Menentukan Hasil
Berikut duel pemain penentu Lazio vs AC Milan.
Mattia Zaccagni vs Lini Belakang Milan
Zaccagni merupakan salah satu pemain yang paling penting dalam serangan Lazio. Kemampuannya membawa bola dari sisi kiri dapat menjadi masalah jika Milan memberikan ruang terlalu besar di area half-space.
Milan harus memastikan bek sayap dan bek tengah di sisi tersebut tidak terlalu jauh satu sama lain. Jika jarak antar pemain melebar, Zaccagni bisa memperoleh ruang untuk melakukan umpan silang atau masuk ke kotak penalti.
Davide Frattesi vs Lini Tengah Milan
Frattesi menjadi pemain yang patut diperhatikan setelah mencetak gol dalam comeback Lazio di Udine. Pergerakan tanpa bolanya membuat ia berbahaya ketika lini tengah lawan kehilangan konsentrasi.
Milan harus mengantisipasi pergerakan tersebut tanpa mengorbankan kontrol terhadap pemain lain. Modric dan Musah dapat memainkan peran penting untuk menjaga keseimbangan.
Gonçalo Ramos vs Pertahanan Lazio
Ramos menjadi ujung tombak Milan dalam sistem Amorim. Ia akan menghadapi pertahanan yang baru kebobolan satu gol dalam tiga pertandingan Serie A.
Jika Milan mampu mengirim bola ke area kotak penalti secara konsisten, Ramos bisa menjadi ancaman. Namun, jika Lazio berhasil memutus suplai dari lini tengah, striker Milan berpotensi terisolasi.
Faktor yang Bisa Menentukan Lazio vs Milan
Beberapa faktor penentu pertandingan Lazio vs AC Milan.
1. Efektivitas penyelesaian akhir
Milan mencetak lima gol dari tiga pertandingan liga, lebih banyak dibandingkan Lazio yang mencetak empat gol. Namun, produktivitas saja belum cukup jika peluang yang didapat tidak berkualitas.
Lazio justru menunjukkan efisiensi tinggi dengan memenangkan tiga laga meski hanya mencetak empat gol.
2. Pertahanan Lazio
Lazio baru kebobolan satu kali. Jika mereka mampu mempertahankan struktur tersebut, Milan akan membutuhkan kualitas individu untuk memecah pertahanan.
3. Perubahan tempo Milan
Milan tidak boleh terlalu lambat dalam membangun serangan. Juventus berhasil membuat mereka kesulitan menciptakan peluang, sehingga Amorim perlu menemukan cara agar lini depannya lebih aktif.
4. Peran pemain pengganti
Kondisi pertandingan bisa berubah setelah menit ke-60. Milan memiliki beberapa pemain berpengalaman di bangku cadangan, sementara Lazio juga mempunyai Gudmundsson dan Cancellieri sebagai opsi perubahan.
5. Bola mati
Dalam pertandingan ketat dengan margin gol kecil, sepak pojok dan tendangan bebas dapat menjadi pembeda. Kedua tim perlu menghindari pelanggaran tidak perlu di sekitar kotak penalti.
Bagaimana Pertandingan Diperkirakan Berjalan?
Babak pertama kemungkinan berlangsung hati-hati. Lazio memiliki alasan untuk tidak membuka ruang terlalu lebar karena pertahanan mereka sedang dalam kondisi sangat baik.
Milan diperkirakan mencoba menguasai bola lebih banyak dan memindahkan permainan dari satu sisi ke sisi lainnya. Tujuannya adalah menarik blok pertahanan Lazio sebelum mengirim bola ke area berbahaya.
Jika skor masih imbang hingga turun minum, pertandingan berpotensi menjadi lebih terbuka setelah pergantian pemain. Lazio dapat memanfaatkan momentum kandang, sedangkan Milan mempunyai kedalaman untuk meningkatkan agresivitas.
Gol pertama akan sangat penting. Lazio lebih nyaman ketika bisa bertahan dengan struktur rapat setelah unggul, sementara Milan harus mengambil risiko lebih besar jika tertinggal.
Dengan mempertimbangkan performa tiga pertandingan awal, Lazio memiliki sedikit keuntungan dari sisi momentum. Milan tetap memiliki kualitas yang cukup untuk membuat pertandingan berlangsung seimbang.
Prediksi Skor Lazio vs AC Milan
Berdasarkan performa terbaru, statistik kedua tim, kualitas skuad, kondisi pemain, rekor kandang dan tandang, serta hasil head to head, Lazio diperkirakan memiliki peluang sedikit lebih besar untuk meraih kemenangan.
Keunggulan utama Lazio terletak pada rekor sempurna tiga pertandingan dan pertahanan yang baru kebobolan satu gol. Milan memiliki produktivitas lebih tinggi, tetapi penampilan ofensif ketika menghadapi Juventus menunjukkan masih ada ruang untuk perbaikan.
Pertandingan diperkirakan berlangsung ketat dengan jumlah gol yang tidak terlalu banyak. Lazio berpotensi memanfaatkan momentum kandang dan efektivitas mereka dalam pertandingan dengan margin tipis.
Prediksi skor: Lazio 1-0 AC Milan
Prediksi ini merupakan analisis pra-pertandingan berdasarkan data statistik terbaru, performa kedua tim, kondisi skuad, rekor kandang dan tandang, head to head, serta faktor teknis lainnya. Hasil resmi pertandingan baru akan diketahui setelah laga selesai dimainkan.
FAQ Prediksi Lazio vs AC Milan
Kapan Lazio vs AC Milan dimainkan?
Lazio vs AC Milan dimainkan pada Sabtu, 12 September 2026. Kick-off berlangsung pukul 18.00 waktu Italia atau 23.00 WIB.
Lazio vs AC Milan bermain di stadion mana?
Pertandingan berlangsung di Stadio Olimpico, Roma. Lazio bertindak sebagai tuan rumah pada pertandingan pekan keempat Serie A 2026/27.
Lazio berada di posisi berapa sebelum melawan Milan?
Lazio berada di papan atas dengan sembilan poin dari tiga pertandingan Serie A. Mereka meraih tiga kemenangan berturut-turut.
Berapa poin AC Milan sebelum menghadapi Lazio?
AC Milan mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan. Rossoneri mencatat dua kemenangan dan satu hasil imbang.
Bagaimana lima pertemuan terakhir Lazio vs AC Milan?
Dalam lima pertemuan terakhir yang tercatat, Lazio meraih tiga kemenangan, Milan satu kemenangan dan satu pertandingan berakhir imbang. Dua kemenangan Lazio terakhir terjadi dengan skor 1-0.
Siapa pemain Lazio yang patut diperhatikan?
Mattia Zaccagni, Davide Frattesi dan Albert Gudmundsson menjadi beberapa pemain yang patut diperhatikan. Frattesi dan Gudmundsson mencetak gol ketika Lazio membalikkan keadaan melawan Udinese.
Siapa pemain Milan yang berpotensi menjadi pembeda?
Gonçalo Ramos merupakan salah satu pemain penting di lini depan Milan. Alphadjo Cissé juga sedang mendapat sorotan setelah mencetak gol ketika menghadapi Juventus.
Siapa pelatih Lazio dan AC Milan?
Lazio dilatih Gennaro Gattuso, sedangkan AC Milan ditangani Rúben Amorim. Keduanya memasuki musim 2026/27 dengan pendekatan taktik yang cukup berbeda.
Apa prediksi skor Lazio vs AC Milan?
Prediksi skor dalam artikel ini adalah Lazio 1-0 AC Milan. Lazio sedikit lebih diunggulkan karena bermain di kandang dan memiliki catatan tiga kemenangan beruntun serta pertahanan yang baru kebobolan satu gol.
Kesimpulan
Lazio vs AC Milan berpotensi menjadi pertandingan dengan margin tipis. Kedua tim sama-sama belum terkalahkan di Serie A, tetapi Lazio datang dengan modal lebih kuat setelah meraih sembilan poin sempurna dari tiga laga.
Milan mempunyai kualitas untuk mengganggu dominasi tuan rumah. Rekor tandang mereka cukup baik dan kedalaman skuad memberikan Amorim beberapa opsi apabila pertandingan berjalan tidak sesuai rencana.
Namun, konsistensi pertahanan Lazio menjadi pembeda dalam prediksi ini. Dengan momentum positif, dukungan kandang dan kemampuan bertahan yang solid, Lazio diperkirakan sedikit lebih berpeluang mengamankan tiga poin.