Crystal Palace akan menghadapi Manchester City pada pekan kedua Premier League 2026/27 di Selhurst Park, Jumat, 28 Agustus 2026. Pertandingan ini mempertemukan dua klub yang sama-sama memasuki musim baru dengan perubahan besar di kursi pelatih, tetapi membawa hasil berbeda dari pertandingan pembuka.
Crystal Palace mengawali kompetisi dengan kekalahan 0-2 dari Everton, sedangkan Manchester City berhasil mengalahkan Bournemouth 2-1 melalui comeback dramatis. Kondisi tersebut membuat City datang dengan modal tiga poin, sementara Palace membutuhkan respons cepat di depan pendukung sendiri.
Bagi Palace, pertandingan kandang ini menjadi ujian besar bagi Pierre Sage yang baru ditunjuk sebagai pelatih. City juga sedang membangun identitas baru bersama Enzo Maresca setelah era Pep Guardiola berakhir, sehingga laga ini bukan sekadar duel dua tim Premier League, tetapi juga pertarungan dua proyek baru.
Jadwal Crystal Palace vs Manchester City
Pertandingan Crystal Palace vs Manchester City merupakan bagian dari pekan kedua Premier League 2026/27.
| Detail | Informasi |
|---|---|
| Pertandingan | Crystal Palace vs Manchester City |
| Kompetisi | Premier League 2026/27 |
| Matchweek | 2 |
| Hari | Jumat, 28 Agustus 2026 |
| Waktu | 20.00 BST |
| Waktu Indonesia | Sabtu, 29 Agustus 2026 pukul 02.00 WIB |
| Stadion | Selhurst Park, London |
| Pelatih Crystal Palace | Pierre Sage |
| Pelatih Manchester City | Enzo Maresca |
Premier League menetapkan laga ini dimainkan pada Jumat malam waktu Inggris dengan kick-off pukul 20.00 BST atau 19.00 UTC. Dengan demikian, pertandingan berlangsung pada Sabtu dini hari pukul 02.00 WIB bagi penonton di Indonesia.
Selhurst Park menjadi lokasi penting karena Palace akan mendapatkan keuntungan bermain di kandang. Namun, catatan pertemuan beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa City memiliki rekor yang sangat kuat ketika menghadapi The Eagles.
Posisi Klasemen Sementara
Setelah satu pertandingan, Manchester City berada di papan atas dengan tiga poin dan selisih gol +1. Palace berada di posisi ke-16 setelah kalah 0-2 dari Everton.
| Tim | Main | Menang | Seri | Kalah | Gol | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Manchester City | 1 | 1 | 0 | 0 | 2-1 | 3 |
| Crystal Palace | 1 | 0 | 0 | 1 | 0-2 | 0 |
Posisi tersebut masih sangat awal dan belum bisa dijadikan gambaran kekuatan sepanjang musim. Namun, perbedaan hasil pada pekan pertama membuat City memiliki tekanan yang sedikit lebih ringan ketika datang ke London.
Palace justru harus segera menemukan solusi di lini depan karena mereka gagal mencetak gol ketika menghadapi Everton meski mampu menciptakan beberapa peluang berbahaya.
Performa Terbaru Crystal Palace
Debut kompetitif Pierre Sage bersama Palace berakhir dengan kekalahan 0-2 di markas Everton. Gol Kiernan Dewsbury-Hall dan Thierno Barry membuat Palace pulang tanpa poin, meskipun performa mereka sebenarnya tidak sepenuhnya buruk.
Salah satu masalah utama Palace adalah penyelesaian akhir. Data pertandingan menunjukkan Palace menghasilkan peluang dengan nilai xG sekitar 2,04, lebih tinggi daripada Everton yang berada di kisaran 1,16, tetapi tidak satu pun peluang tersebut berbuah gol.
Situasi itu memberi gambaran penting menjelang duel melawan City. Palace memiliki kemampuan untuk menciptakan peluang, tetapi menghadapi tim dengan kualitas pertahanan dan penjaga gawang yang lebih tinggi membutuhkan penyelesaian jauh lebih efektif.
Lima pertandingan terakhir Crystal Palace
Dalam lima pertandingan terakhir yang tercatat di berbagai kompetisi, Palace mencatat:
| Pertandingan | Hasil |
|---|---|
| Everton vs Crystal Palace | 2-0 |
| Freiburg vs Crystal Palace | 3-0 |
| Bromley vs Crystal Palace | 3-0 |
| Crystal Palace vs Swindon | 5-1 |
| Crystal Palace vs Rayo Vallecano | 1-0 |
Data tersebut memperlihatkan inkonsistensi yang cukup besar selama masa persiapan dan awal musim. Palace mampu mencetak lima gol ketika menghadapi Swindon, tetapi kemudian kesulitan menciptakan ancaman efektif dalam pertandingan kompetitif melawan Everton.
Karena sebagian pertandingan tersebut merupakan laga pramusim, hasilnya tidak bisa disamakan bobotnya dengan pertandingan Premier League. Namun, tren tersebut tetap menunjukkan bahwa Sage masih membutuhkan waktu untuk menemukan keseimbangan antara kreativitas menyerang dan stabilitas pertahanan.
Manchester City Datang dengan Momentum Berbeda
Manchester City mengawali Premier League era Enzo Maresca dengan kemenangan 2-1 atas Bournemouth di Etihad Stadium.
City sempat tertinggal setelah gol Marcus Tavernier, tetapi berhasil membalikkan keadaan melalui Marc Guéhi dan Joško Gvardiol pada fase akhir pertandingan. Gol kemenangan Gvardiol bahkan baru disahkan setelah proses pemeriksaan VAR.
Yang membuat kemenangan tersebut semakin penting adalah performa City secara statistik. Mereka menguasai 66 persen bola, melepaskan 13 tembakan berbanding lima milik Bournemouth, serta menghasilkan xG sekitar 2,36 berbanding 0,63.
Angka tersebut menunjukkan bahwa kemenangan City bukan semata-mata keberuntungan karena gol penentu datang di penghujung laga. Secara keseluruhan, mereka menciptakan volume serangan yang jauh lebih besar dan mampu mengontrol pertandingan melalui penguasaan bola.
Lima pertandingan terakhir Manchester City
Jika seluruh pertandingan terbaru, termasuk pramusim, diperhitungkan, City memiliki catatan:
| Pertandingan | Hasil |
|---|---|
| Manchester City vs Bournemouth | 2-1 |
| Arsenal vs Manchester City | 3-0 |
| Manchester City vs Atletico Madrid | 3-1 |
| K-League All Stars vs Manchester City | 1-3 |
| Manchester City vs Inter | 1-1 |
Catatan tersebut menunjukkan bahwa City belum sepenuhnya stabil. Kekalahan 0-3 dari Arsenal pada Community Shield menjadi pengingat bahwa sistem baru Maresca masih memiliki beberapa aspek yang harus diperbaiki.
Meski demikian, kemenangan atas Bournemouth memberikan sinyal positif karena City mampu merespons situasi sulit dan tetap menciptakan banyak peluang.
Head to Head Crystal Palace vs Manchester City
Secara historis, Manchester City jauh lebih unggul dalam pertemuan kedua tim. Data Crystal Palace mencatat 26 pertemuan liga terakhir dalam rentang yang ditampilkan dengan tiga kemenangan Palace, lima hasil imbang, dan 18 kemenangan City.
Lima pertemuan terbaru juga memperlihatkan dominasi City:
| Tanggal | Pertandingan | Hasil |
|---|---|---|
| 13 Mei 2026 | Manchester City vs Crystal Palace | 3-0 |
| 14 Desember 2025 | Crystal Palace vs Manchester City | 0-3 |
| 12 April 2025 | Manchester City vs Crystal Palace | 5-2 |
| 7 Desember 2024 | Crystal Palace vs Manchester City | 2-2 |
| 6 April 2024 | Crystal Palace vs Manchester City | 2-4 |
Dalam tiga pertemuan Premier League terbaru, City mencetak 11 gol dan hanya kebobolan dua kali.
Menariknya, Palace masih memiliki kenangan positif ketika menghadapi City di final FA Cup 2025. The Eagles menang 1-0 di Wembley melalui gol Eberechi Eze, tetapi hasil tersebut terjadi di kompetisi berbeda dan di stadion netral.
Untuk pertandingan kali ini, tren Premier League lebih relevan dan memberi keuntungan psikologis kepada kubu Manchester City.
Statistik yang Membuat Manchester City Lebih Diunggulkan
Jika menggunakan data Premier League musim 2025/26 sebagai baseline sebelum sampel musim baru menjadi lebih besar, City memiliki profil menyerang yang jauh lebih kuat.
Pada musim tersebut, City mencatat rata-rata sekitar 2,03 gol per pertandingan, 1,87 xG, 15,7 tembakan, dan 5,39 tembakan tepat sasaran per laga. Penguasaan bola mereka juga mencapai sekitar 60,6 persen.
Sebaliknya, Palace memiliki angka penguasaan bola sekitar 45,9 persen dan rata-rata 11,7 tembakan per pertandingan pada dataset musim sebelumnya. Frekuensi clean sheet Palace berada sekitar 32 persen, sedangkan City sekitar 42 persen.
Angka tersebut tidak boleh dianggap sebagai statistik pertandingan 28 Agustus karena musim baru baru berjalan satu pekan. Namun, data tersebut berguna untuk melihat fondasi kualitas kedua tim sebelum perubahan skuad dan pelatih musim panas.
Kondisi Skuad Crystal Palace
Crystal Palace memasuki pertandingan dengan beberapa persoalan penting di lini depan dan pertahanan.
Ismaïla Sarr masih mengalami masalah pada area pangkal paha dan diperkirakan absen. Bek Chadi Riad juga tidak tersedia akibat cedera lutut. Tidak ada pemain Palace yang tercatat menjalani hukuman suspensi untuk pertandingan ini.
Sarr menjadi kehilangan yang cukup penting karena Palace membutuhkan kecepatan dan kemampuan transisi untuk mengeksploitasi ruang di belakang garis pertahanan City. Absennya Riad juga mengurangi opsi Sage di lini belakang.
Kondisi Jean-Philippe Mateta turut menjadi sorotan karena masa depannya berada dalam pembicaraan transfer menjelang penutupan bursa. Meski demikian, ia diproyeksikan tetap menjadi ujung tombak Palace dalam laga ini.
Kondisi Pemain Manchester City
Manchester City mempunyai situasi skuad yang relatif lebih baik, meski Jeremy Doku menjadi salah satu pemain yang dipastikan belum tersedia.
Doku mengalami masalah betis dan diperkirakan masih harus menepi. Enzo Maresca juga mengatakan Matheus Nunes belum berada pada kondisi kebugaran 100 persen, sedangkan Elliot Anderson dinyatakan baik setelah mengalami kram ketika menghadapi Bournemouth.
Erling Haaland berada dalam kondisi siap bermain dan menjadi ancaman terbesar Palace. City juga memiliki opsi kreatif seperti Phil Foden dan Rayan Cherki untuk membongkar pertahanan melalui kombinasi umpan pendek maupun pergerakan dari area half-space.
Kedatangan Ayyoub Bouaddi memberikan tambahan kualitas di lini tengah, tetapi Maresca menegaskan bahwa pemain muda tersebut akan diintegrasikan secara bertahap.
Prediksi Starting XI Crystal Palace
Berdasarkan perkembangan skuad dan prediksi susunan pemain yang tersedia menjelang pertandingan, Palace berpeluang menggunakan formasi tiga bek.
Crystal Palace (3-4-2-1):
Dean Henderson; Jaydee Canvot, Chris Richards, Takehiro Tomiyasu; Daniel Muñoz, Adam Wharton, Daichi Kamada, Tyrick Mitchell; Dwight McNeil, Eddie Nketiah; Jean-Philippe Mateta.
Susunan tersebut masih berupa prediksi dan dapat berubah berdasarkan keputusan akhir Pierre Sage sebelum kick-off.
Adam Wharton akan menjadi salah satu pemain penting karena kemampuannya membawa bola dan mengirim umpan progresif dapat membantu Palace keluar dari tekanan City.
Prediksi Starting XI Manchester City
City diperkirakan menggunakan struktur 4-2-3-1 dengan Erling Haaland sebagai penyerang utama.
Manchester City (4-2-3-1):
Gianluigi Donnarumma; Rico Lewis, Abdukodir Khusanov, Rúben Dias, Joško Gvardiol; Mateo Kovačić, Marc Guéhi; Phil Foden, Nico O’Reilly, Antoine Semenyo; Erling Haaland.
Beberapa prediksi lain menempatkan Elliot Anderson dalam struktur lini tengah jika kondisinya benar-benar siap. Karena susunan resmi belum diumumkan sebelum pertandingan, daftar tersebut sebaiknya dipahami sebagai proyeksi, bukan starting XI final.
Perbandingan Formasi dan Taktik
Sage berpeluang mempertahankan tiga bek untuk memberikan perlindungan ekstra menghadapi serangan City. Struktur tersebut juga memungkinkan Palace berubah menjadi lima pemain di belakang ketika bertahan dan memberikan keleluasaan bagi wing-back untuk melakukan transisi.
Masalahnya, formasi tiga bek akan diuji ketika City menguasai bola dalam waktu lama. Palace harus menjaga jarak antarlini agar Haaland tidak mendapatkan terlalu banyak ruang di area penalti.
City kemungkinan kembali mengandalkan penguasaan bola dan sirkulasi cepat dari belakang. Maresca memiliki filosofi yang menekankan struktur permainan, sehingga dua gelandang di depan lini belakang akan berperan penting dalam menjaga kontrol ketika Palace mencoba melakukan pressing.
Pergerakan Foden dari sisi kanan atau area tengah dapat menjadi salah satu senjata City. Sementara itu, Gvardiol bisa memberikan tambahan lebar permainan dari sisi kiri ketika City memasuki area sepertiga akhir.
Duel Kunci: Adam Wharton vs Lini Tengah City
Pertarungan di tengah lapangan berpotensi menentukan apakah Palace mampu mengembangkan serangan atau justru terus bertahan.
Wharton harus mampu menerima bola di bawah tekanan dan mengirim umpan vertikal kepada McNeil, Nketiah, atau Mateta. Jika City berhasil memutus jalur tersebut, Palace akan kesulitan melakukan transisi dan bisa terlalu lama berada di area pertahanan sendiri.
Di kubu City, Marc Guéhi menarik perhatian karena dalam pertandingan melawan Bournemouth ia dimainkan lebih maju daripada posisi bek tengah yang biasa ditempatinya. Fleksibilitas ini dapat menjadi bagian penting dari pendekatan Maresca ketika membangun struktur lini tengah.
Haaland Menjadi Ancaman Terbesar Palace
Erling Haaland akan menjadi pusat perhatian di lini depan Manchester City.
Striker Norwegia tersebut memiliki catatan bagus melawan Palace, bahkan Manchester City mencatat bahwa ia sudah mencetak delapan gol melawan The Eagles, lebih banyak daripada pemain City lainnya dalam sejarah pertemuan klub tersebut.
Kekuatan Haaland bukan hanya penyelesaian akhir. Pergerakannya di antara bek tengah dapat membuka ruang bagi gelandang serang City untuk masuk dari lini kedua.
Palace perlu menjaga area sekitar kotak penalti sekaligus menghindari terlalu banyak memberikan umpan silang atau cutback kepada City. Kesalahan kecil dalam menjaga posisi bisa langsung menghasilkan peluang berkualitas.
Faktor yang Bisa Menentukan Hasil Pertandingan
Ada beberapa aspek yang berpotensi menjadi pembeda dalam duel ini.
1. Efektivitas Palace di depan gawang
Palace menciptakan peluang dengan nilai xG 2,04 ketika melawan Everton, tetapi gagal mencetak gol. Jika masalah finishing kembali muncul, peluang mendapatkan poin dari City akan semakin kecil.
2. Penguasaan bola Manchester City
City mampu menguasai 66 persen bola melawan Bournemouth dan mencatat 13 tembakan. Jika pola serupa terjadi di Selhurst Park, Palace harus sangat disiplin ketika bertahan.
3. Transisi Palace
Palace memiliki peluang terbaik ketika dapat mencuri bola dan menyerang dengan cepat. Absennya Sarr bisa mengurangi kecepatan transisi, sehingga pemain seperti McNeil dan Nketiah perlu mengambil peran lebih besar.
4. Adaptasi Maresca
City sedang berada pada tahap awal proyek Maresca. Kemenangan atas Bournemouth memberikan modal bagus, tetapi pertandingan tandang menghadapi Palace akan menguji seberapa cepat struktur baru tersebut berkembang.
5. Atmosfer Selhurst Park
Palace bermain di kandang untuk pertama kalinya di Premier League musim ini. Dukungan suporter dapat meningkatkan intensitas pressing dan membuat City tidak nyaman ketika mencoba mengontrol pertandingan.
Apakah Crystal Palace Punya Peluang Mengejutkan Manchester City?
Peluang itu tetap ada, terutama jika Palace mampu mencetak gol lebih dahulu.
Secara historis, City memang sangat dominan dalam duel Premier League, tetapi Palace pernah menunjukkan bahwa mereka mampu mengalahkan City dalam pertandingan besar. Kemenangan 1-0 di final FA Cup 2025 menjadi bukti bahwa kualitas City tidak otomatis menjamin kemenangan.
Masalah Palace adalah konsistensi. Kekalahan 0-2 dari Everton memperlihatkan bahwa peluang yang tercipta harus dikonversi lebih baik ketika menghadapi lawan dengan kualitas tinggi.
Karena itu, skenario terbaik bagi Palace adalah bermain agresif pada periode awal, mencari gol, kemudian mempertahankan struktur pertahanan yang rapat. Jika pertandingan berubah menjadi duel terbuka, City kemungkinan lebih diuntungkan karena memiliki variasi serangan dan kualitas individu yang lebih lengkap.
Prediksi Jalannya Pertandingan
Palace kemungkinan mencoba bermain lebih berani pada awal laga karena mereka membutuhkan respons setelah kekalahan dari Everton. Dukungan publik Selhurst Park dapat membuat intensitas pertandingan meningkat sejak menit pertama.
City diperkirakan secara bertahap mengambil kendali melalui penguasaan bola. Dengan Haaland sebagai target utama, City akan mencari celah melalui kombinasi Foden, O’Reilly, Semenyo, serta pemain yang bergerak dari lini kedua.
Palace kemungkinan mendapatkan beberapa kesempatan melalui serangan balik. Jika Wharton dan Kamada mampu mengirim bola secara cepat ke area depan, Mateta bisa menjadi target untuk memenangkan duel fisik.
Namun, semakin lama pertandingan berjalan, tekanan City berpotensi meningkat. Kedalaman skuad dan kemampuan mempertahankan penguasaan bola menjadi faktor yang dapat membuat tim tamu lebih dominan pada babak kedua.
Prediksi Crystal Palace vs Manchester City
Berdasarkan performa terbaru, statistik menyerang dan bertahan, head to head, kondisi skuad, pemain yang absen, keuntungan kandang Palace, serta kualitas taktik kedua tim, Manchester City diperkirakan memiliki peluang lebih besar untuk meraih kemenangan.
Palace tetap memiliki peluang menciptakan pertandingan ketat, terutama apabila mampu memanfaatkan atmosfer Selhurst Park dan memperbaiki efektivitas penyelesaian akhir. Namun, dominasi City dalam beberapa pertemuan Premier League terakhir serta performa statistik mereka ketika menghadapi Bournemouth membuat tim tamu lebih layak diunggulkan secara editorial.
Prediksi skor: Crystal Palace 1-2 Manchester City
City diperkirakan mampu mengontrol sebagian besar penguasaan bola dan menciptakan lebih banyak peluang, tetapi Palace berpotensi mencetak gol melalui transisi atau situasi bola mati.
Prediksi ini merupakan analisis pra-pertandingan berdasarkan data statistik terbaru, performa kedua tim, kondisi pemain, riwayat pertemuan, dan faktor teknis lainnya. Hasil resmi pertandingan baru akan diketahui setelah laga selesai dimainkan.
FAQ Crystal Palace vs Manchester City
Kapan Crystal Palace vs Manchester City dimainkan?
Crystal Palace vs Manchester City dimainkan pada Jumat, 28 Agustus 2026 dalam lanjutan pekan kedua Premier League 2026/27. Kick-off dijadwalkan pukul 20.00 BST atau Sabtu, 29 Agustus 2026 pukul 02.00 WIB.
Di stadion mana Crystal Palace vs Manchester City berlangsung?
Pertandingan digelar di Selhurst Park, London, yang merupakan kandang Crystal Palace. Stadion tersebut menjadi salah satu venue dengan atmosfer paling intens di Premier League.
Siapa yang lebih diunggulkan dalam Crystal Palace vs Manchester City?
Manchester City memiliki peluang lebih besar berdasarkan performa pembuka musim, kualitas skuad, serta rekor head to head terbaru. Namun, status Palace sebagai tuan rumah membuat pertandingan tetap berpotensi berlangsung ketat.
Bagaimana performa Crystal Palace sebelum menghadapi Manchester City?
Palace kalah 0-2 dari Everton pada pertandingan pembuka Premier League 2026/27. Mereka sebenarnya menghasilkan peluang dengan xG sekitar 2,04, tetapi gagal mencetak gol.
Bagaimana hasil pertandingan terakhir Manchester City?
Manchester City menang 2-1 atas Bournemouth pada pekan pertama Premier League. City sempat tertinggal sebelum Marc Guéhi dan Joško Gvardiol mencetak gol untuk membalikkan keadaan.
Siapa pemain yang absen dalam Crystal Palace vs Manchester City?
Crystal Palace diperkirakan kehilangan Ismaïla Sarr dan Chadi Riad karena cedera. Manchester City masih tanpa Jeremy Doku, sedangkan kondisi Matheus Nunes dan beberapa pemain lain terus dipantau menjelang pertandingan.
Bagaimana rekor head to head Crystal Palace vs Manchester City?
Manchester City memiliki keunggulan besar dalam pertemuan terbaru. Dari 26 pertemuan yang ditampilkan Crystal Palace, City menang 18 kali, Palace tiga kali, dan lima laga berakhir imbang.
Siapa pemain yang berpotensi menjadi penentu pertandingan?
Erling Haaland menjadi salah satu pemain paling penting bagi City karena produktivitas dan rekornya melawan Palace. Dari kubu tuan rumah, Adam Wharton berpotensi menjadi pemain kunci untuk menghubungkan lini tengah dengan lini depan.
Formasi apa yang kemungkinan digunakan Crystal Palace?
Crystal Palace diperkirakan menggunakan formasi 3-4-2-1. Struktur tersebut dapat berubah menjadi lima bek ketika bertahan dan menjadi lebih agresif ketika Palace melakukan transisi menyerang.
Formasi apa yang kemungkinan digunakan Manchester City?
Manchester City diperkirakan menggunakan 4-2-3-1 dengan Erling Haaland sebagai penyerang utama. Phil Foden dan pemain kreatif lainnya akan berperan di belakang striker untuk membuka ruang di pertahanan Palace.
Berapa prediksi skor Crystal Palace vs Manchester City?
Prediksi editorial untuk pertandingan ini adalah Crystal Palace 1-2 Manchester City. City memiliki keunggulan dari sisi kualitas serangan dan rekor pertemuan, tetapi Palace diperkirakan mampu memberikan perlawanan di kandang.
Kesimpulan
Crystal Palace vs Manchester City menjadi salah satu pertandingan menarik pada pekan kedua Premier League 2026/27 karena kedua klub sedang memulai era baru bersama pelatih masing-masing.
Palace membutuhkan respons setelah kalah dari Everton, sementara City ingin mempertahankan momentum kemenangan setelah comeback atas Bournemouth. Perbedaan tersebut membuat pertandingan di Selhurst Park memiliki tekanan yang berbeda bagi kedua tim.
Data head to head memberikan keuntungan besar kepada Manchester City, terutama karena City memenangkan tiga pertemuan Premier League terakhir tanpa kebobolan. Namun, Palace tetap mempunyai modal berupa keuntungan kandang dan potensi serangan balik yang dapat menyulitkan pertahanan tim tamu.
Secara keseluruhan, Manchester City diperkirakan lebih mampu mengontrol pertandingan melalui penguasaan bola, kualitas umpan progresif, dan produktivitas Haaland. Palace berpeluang mencetak gol jika mampu mengubah peluang menjadi hasil konkret seperti yang gagal mereka lakukan ketika menghadapi Everton.