AS Roma akan menghadapi Atalanta pada giornata ketiga Serie A 2026/27 dalam pertandingan yang mempertemukan dua tim dengan catatan sempurna pada awal musim. Keduanya sama-sama mengoleksi enam poin dari dua pertandingan, tetapi Roma datang dengan produktivitas gol yang jauh lebih tinggi.
Roma berada di puncak klasemen sementara dengan delapan gol dan belum kebobolan, sedangkan Atalanta menempati posisi kelima dengan tiga gol memasukkan dan satu gol kebobolan.
Pertandingan ini juga memiliki cerita tersendiri karena Gian Piero Gasperini akan menghadapi mantan klubnya. Gasperini kini menangani Roma, sementara Atalanta berada di bawah arahan Maurizio Sarri.
Jadwal Roma vs Atalanta
Laga Roma vs Atalanta merupakan pertandingan pekan ketiga Serie A Enilive 2026/27.
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Pertandingan | AS Roma vs Atalanta |
| Kompetisi | Serie A 2026/27 |
| Giornata | 3 |
| Tanggal | Sabtu, 5 September 2026 |
| Waktu Italia | 20.45 CEST |
| Waktu Indonesia | Minggu, 6 September 2026 pukul 01.45 WIB |
| Stadion | Stadio Olimpico, Roma |
| Wasit | Colombo |
| VAR | Camplone |
| Pelatih Roma | Gian Piero Gasperini |
| Pelatih Atalanta | Maurizio Sarri |
Lega Serie A telah menetapkan Roma vs Atalanta pada Sabtu, 5 September pukul 20.45 waktu Italia. Jika mengikuti patokan waktu Indonesia, pertandingan tersebut berlangsung pada Minggu dini hari, 6 September pukul 01.45 WIB.
Stadio Olimpico menjadi panggung pertemuan dua tim yang sama-sama meraih dua kemenangan dari dua laga pembuka. Situasi tersebut membuat pertandingan ini berpotensi menjadi salah satu laga paling menarik pada giornata ketiga.
Roma Memulai Musim dengan Performa yang Sangat Meyakinkan
Roma langsung menunjukkan produktivitas tinggi sejak pekan pertama ketika menghancurkan Fiorentina dengan skor 4-0 di Stadio Olimpico. Hasil tersebut kemudian dilanjutkan dengan kemenangan 4-0 atas Lecce pada pertandingan tandang.
Artinya, Roma mencetak delapan gol dalam dua pertandingan dan belum sekalipun membiarkan lawan mencetak gol. Catatan tersebut membuat tim asuhan Gasperini memimpin klasemen berdasarkan selisih gol.
Kemenangan atas Lecce juga memperlihatkan bahwa performa Roma bukan hanya bergantung pada keuntungan bermain di kandang. Mereka mampu mempertahankan dominasi ketika harus tampil di luar Olimpico.
Dari dua pertandingan Serie A musim ini, Roma menghasilkan rata-rata empat gol per pertandingan. Statistik xG mereka juga sangat tinggi, yakni 6,12 dari dua laga atau sekitar 3,06 expected goals per pertandingan.
Donyell Malen menjadi salah satu pemain yang paling menonjol dalam awal musim ini. Penyerang asal Belanda tersebut sudah mencetak lima gol di Serie A dan menjadi pemain dengan kontribusi gol paling besar bagi Roma pada dua giornata pertama.
Lima Pertandingan Terakhir Roma
Jika memperhitungkan lima pertandingan resmi terakhir, Roma juga memiliki rekor sempurna.
| Tanggal | Pertandingan | Hasil |
|---|---|---|
| 24 Mei 2026 | Verona vs Roma | 0-2 |
| 17 Mei 2026 | Roma vs Lazio | 2-0 |
| 10 Mei 2026 | Parma vs Roma | 2-3 |
| 24 Agustus 2026 | Roma vs Fiorentina | 4-0 |
| 31 Agustus 2026 | Lecce vs Roma | 0-4 |
Roma mencatat lima kemenangan beruntun dengan 15 gol memasukkan dan hanya dua kali kebobolan. Dalam periode yang sama, mereka juga mencatat lima clean sheet.
Data tersebut menunjukkan bahwa kekuatan Roma bukan hanya berada di lini depan. Pertahanan mereka juga mampu menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan, sesuatu yang akan sangat penting ketika menghadapi lini serang Atalanta.
Atalanta Juga Datang dengan Enam Poin
Atalanta tidak memiliki produktivitas sebesar Roma, tetapi awal musim mereka tetap sangat positif. La Dea menang 2-1 atas Sassuolo pada pekan pertama dan kemudian mengalahkan Bologna 1-0 pada giornata kedua.
Kemenangan atas Bologna bahkan baru dipastikan pada menit ke-96 melalui gol Lazar Samardžić. Situasi tersebut memperlihatkan bahwa Atalanta tetap mampu menemukan solusi ketika pertandingan berjalan ketat dan peluang terbuka sangat sedikit.
Salah satu aspek yang patut diperhatikan adalah kemampuan Atalanta mempertahankan hasil. Mereka belum tampil dominan secara konsisten seperti Roma, tetapi organisasi permainan membuat lawan kesulitan mencetak gol.
Lima Pertandingan Terakhir Atalanta
| Tanggal | Pertandingan | Hasil |
|---|---|---|
| 10 Mei 2026 | Atalanta vs Milan | 3-2 |
| 17 Mei 2026 | Bologna vs Atalanta | 1-0 |
| 22 Mei 2026 | Fiorentina vs Atalanta | 1-1 |
| 23 Agustus 2026 | Atalanta vs Sassuolo | 2-1 |
| 31 Agustus 2026 | Atalanta vs Bologna | 1-0 |
Dari lima laga tersebut, Atalanta meraih tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Mereka mencetak tujuh gol dan kebobolan lima gol.
Perbedaan paling mencolok dengan Roma terlihat pada produktivitas. Roma mencetak 15 gol dalam lima pertandingan terakhir, sedangkan Atalanta menghasilkan tujuh gol.
Perbandingan Statistik Roma dan Atalanta
Statistik lima pertandingan Serie A terakhir memberikan gambaran mengenai gaya permainan kedua tim.
| Statistik | Roma | Atalanta |
|---|---|---|
| Gol | 15 | 7 |
| Tembakan | 82 | 60 |
| Tembakan tepat sasaran | 37 | 21 |
| Penguasaan bola | 61,6% | 49,0% |
| Umpan berhasil | 2.477 | 2.204 |
| Percobaan umpan | 2.816 | 2.525 |
| Akurasi umpan | sekitar 88,0% | sekitar 87,3% |
| Clean sheet | 5 | 1 |
Angka tersebut memperlihatkan bahwa Roma lebih agresif dalam menciptakan peluang sekaligus lebih dominan dalam penguasaan bola. Dalam lima pertandingan yang menjadi sampel, Roma melepaskan 82 tembakan dengan 37 tepat sasaran, sedangkan Atalanta mencatat 60 tembakan dan 21 tembakan tepat sasaran.
Data xG juga mendukung gambaran tersebut. Roma memiliki 6,12 xG hanya dari dua pertandingan liga musim ini, sedangkan Atalanta menghasilkan 4,48 xG dalam lima pertandingan Serie A terakhir yang tersedia pada basis data statistik tersebut.
Namun, xG bukan jaminan hasil akhir. Atalanta menunjukkan dalam pertandingan melawan Bologna bahwa mereka dapat memenangkan laga dengan volume peluang yang relatif rendah melalui efisiensi dan momen individual.
Head to Head Roma vs Atalanta
Rekor pertemuan terbaru cenderung menguntungkan Atalanta. Dalam empat pertemuan Serie A terakhir sebelum laga ini, Atalanta meraih dua kemenangan dan dua hasil lainnya adalah satu kemenangan? Tidak, catatan yang benar adalah Atalanta menang dua kali, Roma belum menang, dan dua laga berakhir imbang dalam rentang empat pertemuan tersebut.
Pertemuan terbaru di Stadio Olimpico pada April 2026 berakhir 1-1. Sebelumnya, Atalanta menang 1-0 di Bergamo pada Januari 2026.
Lima pertemuan Serie A terakhir kedua tim menghasilkan catatan berikut:
| Tanggal | Pertandingan | Hasil |
|---|---|---|
| 18 April 2026 | Roma vs Atalanta | 1-1 |
| 3 Januari 2026 | Atalanta vs Roma | 1-0 |
| 12 Mei 2025 | Atalanta vs Roma | 2-1 |
| 2 Desember 2024 | Roma vs Atalanta | 0-2 |
| 12 Mei 2024 | Atalanta vs Roma | 2-1 |
Dalam lima pertandingan tersebut, Roma tidak pernah mengalahkan Atalanta. La Dea meraih empat kemenangan dan satu hasil imbang.
Meski begitu, tren historis tersebut perlu ditempatkan dalam konteks yang tepat. Roma sekarang memiliki Gasperini sebagai pelatih, sehingga pendekatan taktik dan karakter tim sudah berubah dibandingkan sebagian besar pertemuan sebelumnya.
Gasperini Menghadapi Mantan Timnya
Pertandingan ini menjadi spesial bagi Gasperini karena ia pernah membangun Atalanta menjadi salah satu kekuatan penting sepak bola Italia. Kini ia berada di bangku cadangan Roma dan berusaha menerapkan pendekatan yang sama agresifnya di ibu kota.
Awal musim memperlihatkan bahwa Roma mampu bermain dengan intensitas tinggi sekaligus menciptakan banyak peluang. Dua kemenangan 4-0 menunjukkan bahwa proses adaptasi terhadap sistem Gasperini berjalan cukup cepat.
Lega Serie A menyebut Roma sebagai salah satu tim paling dalam performa terbaik di awal musim, sementara Atalanta menjadi salah satu dari tujuh klub yang mengawali kompetisi dengan enam poin.
Pertemuan dengan mantan klub juga membuat Gasperini memiliki pengetahuan mendalam mengenai karakter sepak bola Atalanta. Namun, Sarri sekarang membawa pendekatan berbeda, sehingga Atalanta tidak bisa dianggap sebagai tim yang sepenuhnya sama dengan era Gasperini.
Prediksi Starting XI Roma vs Atalanta
Berdasarkan proyeksi terbaru dari beberapa sumber sepak bola Italia, Roma diperkirakan menggunakan formasi 3-4-2-1.
Prediksi Starting XI Roma:
Svilar; Ghilardi, Mancini, Hermoso; Lulli, Koné, Cristante, Wesley; Rodrigo Mora; Dybala, Malen.
Sementara itu, Atalanta diproyeksikan bermain dengan formasi 4-3-3.
Prediksi Starting XI Atalanta:
Carnesecchi; Zappacosta, Kossounou, Scalvini, Bernasconi; Samardžić, Gaetano, Éderson; De Ketelaere, Scamacca, Raspadori.
Proyeksi tersebut masih dapat berubah karena susunan pemain resmi baru ditentukan menjelang pertandingan. Sumber prediksi terbaru juga mencatat beberapa posisi yang masih dapat mengalami perubahan, terutama pada lini depan Atalanta.
Kondisi Skuad dan Pemain yang Absen
Roma masih menghadapi persoalan pada beberapa pemain. Evan Ndicka mengalami masalah fisik sebelum pertandingan melawan Lecce dan statusnya perlu dipantau, sementara Lorenzo Pellegrini juga tercatat sebagai pemain yang kondisinya masih harus dievaluasi.
Devyne Rensch juga masuk daftar pemain yang belum sepenuhnya aman untuk tampil. Karena itu, Gasperini memiliki alasan untuk mempertimbangkan komposisi berbeda di lini belakang.
Atalanta datang dengan daftar absensi yang lebih jelas. Isak Hien dan Kamaldeen Sulemana masih menjalani pemulihan, sedangkan kondisi Thomas Kristensen sempat menjadi perhatian meski ia kembali mengikuti latihan bersama tim pada 3 September.
Tidak ada pemain dari kedua tim yang tercatat menjalani hukuman suspensi untuk pertandingan ini dalam proyeksi terbaru.
Pertarungan Taktik di Stadio Olimpico
Roma kemungkinan akan mengandalkan struktur tiga bek dengan wing-back yang memiliki tugas besar dalam membangun serangan. Kehadiran Wesley dan pemain di sisi kiri akan menjadi penting karena sistem Gasperini membutuhkan lebar permainan sekaligus pergerakan agresif dari area sayap.
Rodrigo Mora diproyeksikan berada di belakang duet penyerang. Posisi tersebut bisa membuat Roma memiliki koneksi antara lini tengah dan Malen-Dybala tanpa harus terlalu bergantung pada serangan langsung.
Atalanta dengan formasi 4-3-3 berpotensi mencoba mengontrol area tengah melalui Éderson dan dua gelandang lainnya. Sarri juga dapat meminta winger untuk menjaga lebar lapangan agar Roma tidak terlalu mudah menekan dari sisi tengah.
Pertarungan penting kemungkinan terjadi ketika Roma kehilangan bola. Jika Atalanta mampu melewati tekanan pertama, ruang di belakang wing-back Roma bisa menjadi sasaran serangan balik.
Sebaliknya, jika Roma berhasil merebut bola lebih cepat, Atalanta berpotensi kesulitan menjaga jarak antarlini. Inilah salah satu alasan mengapa efektivitas pressing Roma bisa menjadi faktor besar dalam menentukan pertandingan.
Duel Pemain Kunci
Donyell Malen vs Pertahanan Atalanta
Malen menjadi ancaman terbesar Roma setelah mencetak lima gol pada awal kompetisi. Kecepatan pergerakan dan kemampuannya menyerang ruang membuat bek Atalanta tidak boleh memberinya terlalu banyak ruang.
Gasperini sendiri memberikan penilaian sangat tinggi terhadap kemampuan Malen di kotak penalti. Produktivitas pemain Belanda tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Roma memiliki keunggulan ofensif yang jelas pada awal musim.
Paulo Dybala sebagai Kreator
Dybala tetap menjadi salah satu pemain yang dapat mengubah arah pertandingan melalui umpan akhir maupun pergerakan di antara lini. Kehadirannya juga membantu Roma menciptakan kombinasi dengan Malen dan Mora.
Jika Atalanta terlalu fokus menghentikan Malen, Dybala berpotensi mendapatkan ruang lebih banyak di area depan kotak penalti.
Lazar Samardžić
Samardžić datang dengan momentum positif setelah mencetak gol kemenangan Atalanta atas Bologna pada menit ke-96. Ia bisa menjadi pemain yang diandalkan ketika Atalanta membutuhkan kreativitas dari luar kotak penalti.
Kemampuan Samardžić melakukan tembakan dari jarak menengah dapat menjadi alternatif ketika Roma berhasil menutup jalur menuju Scamacca.
Faktor yang Bisa Menentukan Hasil Pertandingan
Pertama adalah efektivitas Roma di depan gawang. Tim tuan rumah sudah mencetak delapan gol hanya dalam dua laga dan memiliki rata-rata xG lebih dari tiga per pertandingan, sehingga Atalanta membutuhkan pertahanan yang sangat disiplin.
Kedua adalah kemampuan Atalanta keluar dari tekanan. Roma memiliki penguasaan bola rata-rata 61,6 persen dalam lima laga terakhir, sehingga Atalanta kemungkinan harus menerima periode tanpa bola yang cukup panjang.
Ketiga adalah bola mati. Pertandingan dengan dua tim yang memiliki organisasi taktik kuat sering kali dapat ditentukan oleh sepak pojok, tendangan bebas, atau second ball di sekitar kotak penalti.
Keempat adalah kondisi fisik. Kedua tim baru menjalani dua pertandingan liga, sehingga belum memasuki periode jadwal padat seperti pertengahan musim, tetapi beberapa pemain tetap harus diperhatikan karena masalah kebugaran.
Prediksi Jalannya Pertandingan
Roma kemungkinan berusaha mengambil kendali sejak menit awal. Bermain di Olimpico dengan dukungan publik sendiri membuat mereka memiliki alasan kuat untuk menjaga tempo tinggi dan memaksa Atalanta bertahan lebih dalam.
Atalanta diperkirakan tidak akan sekadar bertahan. Struktur 4-3-3 memungkinkan mereka memiliki tiga pemain di lini depan yang dapat menyerang ruang ketika Roma kehilangan bola.
Babak pertama berpotensi berjalan ketat karena Atalanta memiliki kemampuan untuk mempersempit ruang di area tengah. Roma tetap berpeluang menciptakan peluang lebih banyak melalui kombinasi Dybala, Mora, dan Malen.
Jika Roma mencetak gol lebih dahulu, pertandingan bisa berubah menjadi lebih terbuka. Atalanta harus meningkatkan risiko dalam menyerang, sementara Roma dapat memanfaatkan ruang melalui transisi cepat.
Sebaliknya, apabila Atalanta mampu mencetak gol lebih dulu, tekanan terhadap Roma akan meningkat. Namun, melihat produktivitas dan pertahanan Roma dalam dua pertandingan pertama, tim tuan rumah tetap memiliki peluang bagus untuk merespons.
Prediksi Skor AS Roma vs Atalanta
Berdasarkan performa terbaru, produktivitas gol, statistik menyerang dan bertahan, head to head, kondisi skuad, performa kandang-tandang, serta pendekatan taktik kedua pelatih, Roma diperkirakan memiliki peluang sedikit lebih besar untuk meraih kemenangan.
Keunggulan utama Roma terletak pada produktivitas mereka yang sangat tinggi serta pertahanan yang belum kebobolan dalam dua pertandingan Serie A. Atalanta tetap berpotensi menyulitkan tuan rumah karena mereka juga mengawali musim dengan dua kemenangan dan memiliki rekor head to head yang lebih baik dalam beberapa pertemuan terakhir.
Prediksi skor:
AS Roma 2-1 Atalanta
Roma diperkirakan mampu menciptakan lebih banyak peluang, tetapi Atalanta berpeluang memberikan perlawanan hingga akhir pertandingan. Prediksi ini merupakan analisis pra-pertandingan berdasarkan data statistik terbaru, performa kedua tim, kondisi skuad, rekor pertemuan, serta faktor teknis lainnya.
FAQ Prediksi Roma vs Atalanta
Kapan Roma vs Atalanta dimainkan?
Roma vs Atalanta dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026 pukul 20.45 CEST di Italia. Untuk penonton Indonesia, pertandingan dimulai pada Minggu, 6 September 2026 pukul 01.45 WIB.
Roma vs Atalanta bermain di stadion mana?
Pertandingan digelar di Stadio Olimpico, Roma, yang menjadi markas Roma. Stadion tersebut akan menjadi tempat duel dua tim yang sama-sama mengoleksi enam poin.
Bagaimana posisi Roma dan Atalanta di klasemen?
Sebelum giornata ketiga dimulai, Roma berada di posisi pertama dengan enam poin dan selisih gol +8. Atalanta berada di posisi kelima dengan enam poin dan selisih gol +2.
Bagaimana performa Roma sebelum menghadapi Atalanta?
Roma memenangkan lima pertandingan resmi terakhir yang menjadi sampel, termasuk kemenangan 4-0 atas Fiorentina dan 4-0 atas Lecce. Mereka mencetak 15 gol dan hanya kebobolan dua gol dalam lima pertandingan tersebut.
Bagaimana performa Atalanta menjelang laga ini?
Atalanta memenangkan tiga dari lima pertandingan terakhir, bermain imbang sekali, dan kalah sekali. Pada dua giornata pertama Serie A 2026/27, mereka mengalahkan Sassuolo 2-1 dan Bologna 1-0.
Siapa pemain yang berpotensi menjadi penentu pertandingan?
Donyell Malen dan Paulo Dybala menjadi dua pemain Roma yang patut diperhatikan, sedangkan Lazar Samardžić dapat menjadi ancaman penting bagi Atalanta. Malen khususnya sedang berada dalam momentum sangat baik setelah mencetak lima gol di dua pertandingan liga pertama.
Apakah ada pemain yang absen dalam Roma vs Atalanta?
Roma masih memantau kondisi Evan Ndicka dan Lorenzo Pellegrini, sedangkan Atalanta dipastikan kehilangan Isak Hien dan Kamaldeen Sulemana berdasarkan informasi skuad terbaru. Thomas Kristensen sempat bermasalah dengan kebugaran, tetapi telah kembali berlatih bersama kelompok pemain Atalanta.
Bagaimana rekor head to head Roma vs Atalanta?
Dalam lima pertemuan Serie A terakhir, Atalanta memenangkan empat pertandingan dan satu laga berakhir imbang. Pertemuan terbaru di Olimpico pada April 2026 berakhir 1-1.
Apakah Roma lebih diunggulkan dalam pertandingan ini?
Secara editorial, Roma memiliki sedikit keunggulan karena bermain di kandang, mencatat delapan gol tanpa kebobolan dari dua laga awal, serta memiliki produktivitas serangan yang lebih tinggi. Namun, rekor head to head terbaru membuat Atalanta tetap memiliki peluang untuk mendapatkan hasil positif.
Berapa prediksi skor Roma vs Atalanta?
Prediksi skor pertandingan ini adalah AS Roma 2-1 Atalanta. Roma diperkirakan lebih mampu menciptakan peluang, tetapi Atalanta memiliki kualitas yang cukup untuk mencetak gol dan membuat laga berlangsung ketat.
Kesimpulan
Roma vs Atalanta menjadi salah satu duel papan atas paling menarik pada awal Serie A 2026/27. Kedua tim sama-sama meraih enam poin, tetapi Roma memiliki keunggulan besar dalam produktivitas karena sudah mencetak delapan gol dan belum kebobolan.
Atalanta memiliki modal berupa konsistensi hasil dan catatan head to head yang sangat baik atas Roma dalam beberapa musim terakhir. Kemenangan 1-0 atas Bologna pada menit akhir juga menunjukkan bahwa mereka mampu bertahan dalam pertandingan sulit dan menemukan gol pada momen krusial.
Roma tetap lebih layak ditempatkan sebagai favorit tipis dalam analisis pra-pertandingan. Kombinasi performa kandang, produktivitas Malen, kreativitas Dybala, serta pertahanan yang belum kebobolan membuat peluang Roma untuk meraih tiga poin sedikit lebih besar.