Novak Djokovic sudah tidak lagi berada di US Open 2026. Unggulan keempat itu tersingkir di babak pertama pada Minggu malam, 30 Agustus 2026, setelah kalah dari petenis Argentina Mariano Navone di Arthur Ashe Stadium. Tidak ada jadwal pertandingan tunggal berikutnya untuk Djokovic di New York, dan seluruh skenario perjalanannya di draw otomatis batal.
Navone menang 7-6(5), 5-7, 4-6, 6-2, 6-1 dalam laga yang berlangsung 4 jam 36 menit dan berakhir beberapa menit sebelum tengah malam waktu setempat. Djokovic sempat unggul dua set berbanding satu, tetapi kondisi fisiknya memburuk drastis. Ia muntah beberapa kali di lapangan, menerima perawatan medis pada punggung bawah menjelang set penentu, dan hanya memenangi satu dari 12 game terakhir.
Kekalahan ini menghentikan rangkaian 78 kemenangan beruntun Djokovic di babak pembuka turnamen Grand Slam — rekor terpanjang yang pernah dibuat petenis putra pada Era Terbuka. Ini juga kekalahan babak pertama pertamanya di US Open sepanjang 20 penampilan, dan kekalahan pembuka pertamanya di ajang mayor sejak Australian Open 2006. Perburuan gelar Grand Slam ke-25 kembali tertunda, paling cepat sampai 2027.
Data pertandingan diperiksa terakhir pada Selasa, 1 September 2026 (WIB). US Open 2026 masih berlangsung hingga 13 September, jadi informasi ranking dan babak lanjutan dapat berubah.
Novak Djokovic di US Open 2026 — Fakta Cepat
| Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Pemain | Novak Djokovic |
| Negara | Serbia |
| Usia | 39 tahun (lahir 22 Mei 1987) |
| Ranking ATP resmi | No. 5 (saat turnamen dimulai, 3.770 poin) |
| Seed US Open 2026 | Unggulan ke-4 |
| Babak terakhir | Babak pertama (round of 128) |
| Lawan | Mariano Navone (Argentina), No. 49 dunia |
| Tanggal pertandingan | Minggu, 30 Agustus 2026 (night session) |
| Stadion | Arthur Ashe Stadium, Flushing Meadows |
| Hasil | Kalah |
| Skor | 6-7(5), 7-5, 6-4, 2-6, 1-6 |
| Durasi | 4 jam 36 menit |
| Status turnamen | Tersingkir |
| Gelar US Open | 4 (2011, 2015, 2018, 2023) |
| Total gelar Grand Slam | 24 |
| Target utama 2026 | Grand Slam ke-25 — belum tercapai |
| Data diperbarui | Selasa, 1 September 2026 |
Jadwal dan Hasil Novak Djokovic di US Open 2026
Djokovic hanya memainkan satu pertandingan di US Open 2026. Tabel di bawah menampilkan seluruh partisipasinya di nomor tunggal putra — tidak ada baris tambahan, karena tidak ada pertandingan lain yang terjadi.
| Babak | Tanggal | Lawan | Ranking Lawan | Stadion | Hasil |
|---|---|---|---|---|---|
| Babak pertama | Minggu, 30 Agustus 2026 | Mariano Navone (ARG) | 49 | Arthur Ashe Stadium | Kalah 6-7(5), 7-5, 6-4, 2-6, 1-6 |
Jam pertandingan dalam WIB
Laga ini dijadwalkan sebagai partai pembuka night session Arthur Ashe pukul 19.00 waktu New York. Pada akhir Agustus, New York menggunakan EDT (UTC-4), sehingga selisih dengan WIB adalah 11 jam, dan tanggal di Indonesia maju satu hari.
| Waktu New York (EDT) | WIB | WITA | WIT |
|---|---|---|---|
| Minggu, 30 Agu, 19.00 | Senin, 31 Agu, 06.00 | Senin, 31 Agu, 07.00 | Senin, 31 Agu, 08.00 |
| Berakhir menjelang tengah malam | Senin, 31 Agu, sekitar 11.00 | sekitar 12.00 | sekitar 13.00 |
Artinya penonton Indonesia menyaksikan laga ini sepanjang Senin pagi hingga menjelang siang, bukan Minggu malam.
Kapan Novak Djokovic bermain lagi di US Open 2026?
Tidak ada. Djokovic tidak memiliki jadwal pertandingan berikutnya di US Open 2026. Unggulan keempat itu tersingkir di babak pertama pada Minggu, 30 Agustus 2026, setelah kalah 6-7(5), 7-5, 6-4, 2-6, 1-6 dari Mariano Navone di Arthur Ashe Stadium. Laga berlangsung 4 jam 36 menit dan menjadi kekalahan babak pertama pertamanya di New York.
Skor Lengkap Djokovic vs Navone
| Set | Djokovic | Navone |
|---|---|---|
| Set 1 | 6 (5) | 7 (7) |
| Set 2 | 7 | 5 |
| Set 3 | 6 | 4 |
| Set 4 | 2 | 6 |
| Set 5 | 1 | 6 |
Set pertama berakhir lewat tie-break yang dimenangi Navone 7-5. Djokovic membalas dengan merebut set kedua dan ketiga, lalu sempat unggul break di set keempat sebelum permainannya runtuh.
Statistik Pertandingan Djokovic vs Navone
Angka berikut berasal dari data statistik resmi pertandingan. Beberapa item kunci — jumlah ace, unforced error, dan konversi break point — juga dikonfirmasi secara independen oleh laporan media internasional.
| Statistik | Djokovic | Navone |
|---|---|---|
| Ace | 10 | 9 |
| Double fault | 10 | 8 |
| First serve masuk | 55% (86/155) | 63% (98/156) |
| First serve points won | 69% (59/86) | 71% (70/98) |
| Second serve points won | 59% (35/59) | 68% (34/50) |
| Service game dipertahankan | 75% (18/24) | 84% (21/25) |
| Break point diselamatkan | 65% (11/17) | 67% (8/12) |
| First return points won | 29% (28/98) | 31% (27/86) |
| Second return points won | 32% (16/50) | 41% (24/59) |
| Break point dikonversi | 33% (4/12) | 35% (6/17) |
| Return game dimenangi | 16% (4/25) | 25% (6/24) |
| Winners | 59 | 70 |
| Unforced errors | 70 | 34 |
| Net points won | 58% (23/40) | 75% (12/16) |
| Total poin | 146 | 165 |
Dua angka paling menjelaskan hasil laga. Pertama, rasio winner terhadap unforced error: Navone mencetak 70 winner dengan hanya 34 kesalahan sendiri, sementara Djokovic mencetak 59 winner dengan 70 kesalahan sendiri. Kedua, selisih total poin hanya 19 dari 311 poin yang dimainkan — bukti bahwa laga ini sebenarnya ketat, tetapi keunggulan Navone terkonsentrasi di dua set terakhir.
Bagaimana Jalannya Pertandingan?
Fakta: Djokovic memulai dengan sangat baik dan sempat unggul 3-0, lalu 4-1 di set pertama. Ia kemudian kehilangan keunggulan itu dan kalah di tie-break. Ini pertama kalinya ia menyia-nyiakan keunggulan seperti itu di babak pertama US Open sejak 2006.
Set kedua dan ketiga menjadi milik Djokovic. Ia merayakan set kedua dengan kepalan tangan yang tertahan, lalu menempelkan tangan ke telinga meminta tepuk tangan penonton saat menuntaskan set ketiga. Pada titik ini ia unggul dua set berbanding satu dan hanya butuh satu set lagi.
Di set keempat, Djokovic bahkan sempat break untuk memimpin 2-1. Namun sejak kedudukan 2-2 di set itu, pertandingan berbalik total. Navone memenangi 11 dari 12 game terakhir, menutup set keempat 6-2 dan set kelima 6-1. Djokovic hanya merebut tiga game sepanjang dua set terakhir.
Analisis: pola ini bukan kegagalan taktik. Grafik permainan Djokovic menurun secara linear seiring durasi, bukan berubah karena penyesuaian strategi lawan. Itu ciri khas kekalahan yang didorong kondisi fisik, bukan kekalahan yang didorong matchup.
Turning Point yang Mengubah Pertandingan
Titik balik pertandingan adalah kedudukan 2-2 di set keempat, setelah Djokovic kehilangan keunggulan break yang baru saja ia raih.
Sebelum momen itu, Djokovic masih mampu memenangi poin-poin penting meski tubuhnya bermasalah. Setelah itu, ia praktis berhenti memenangi game. Beberapa detail memperkuat pembacaan ini:
- Djokovic sempat mendarat dengan canggung setelah memukul bola keluar di set keempat, menjatuhkan raketnya, dan nyaris menyerahkan sisa set tersebut.
- Ia menerima medical timeout menjelang set penentu, dengan fisioterapis menangani punggung bawahnya.
- Ia menelan obat yang dibawakan dokter turnamen.
- Pada kedudukan 1-3 di set kelima, ia menahan tangis di belakang baseline sementara penonton Arthur Ashe menyerukan namanya.
Titik balik kedua yang sering terlewat adalah set pertama. Kehilangan set yang sudah dipimpin 4-1 memaksa Djokovic bermain minimal empat set. Untuk pemain berusia 39 tahun yang sedang bermasalah secara fisik, biaya dari set yang terbuang itu baru terasa dua jam kemudian.
Apa yang Terjadi pada Permainan Djokovic?
Servis
Fakta: first serve Djokovic hanya masuk 55%, di bawah rata-rata musimnya. Ia melakukan 10 double fault, angka tinggi untuk standarnya. Ia hanya mempertahankan 18 dari 24 game servis — artinya ia di-break enam kali.
Detail paling menjelaskan: dari 10 ace-nya, tujuh tercipta di dua set pertama. Servis Djokovic praktis kehilangan daya di paruh kedua pertandingan, tepat ketika format best-of-five paling membutuhkannya.
Return
Ini bagian yang paling tidak biasa. Djokovic hanya memenangi 32% poin dari second serve Navone (16 dari 50), sementara Navone memenangi 41% poin dari second serve Djokovic. Sepanjang kariernya, Djokovic justru dikenal sebagai salah satu peretur second serve terbaik sepanjang sejarah.
Djokovic juga hanya memenangi 4 dari 25 game return (16%), berbanding 6 dari 24 (25%) milik Navone. Tekanan yang biasanya ia berikan pada servis lawan nyaris tidak muncul.
Baseline
Djokovic mencetak 59 winner, jumlah yang wajar. Masalahnya ada di sisi lain neraca: 70 unforced error. Rasio negatif seperti ini jarang muncul dalam pertandingan Djokovic dan menunjukkan ia tidak mampu mempertahankan panjang reli pada level biasanya.
Pergerakan dan pilihan taktik
Angka yang paling berbicara: Djokovic naik ke depan net 40 kali, lebih dari dua kali lipat dibanding Navone yang hanya 16 kali. Namun ia hanya memenangi 58% dari upaya itu, sementara Navone menang 75%.
Analisis: frekuensi setinggi itu untuk pemain baseline seperti Djokovic bukan preferensi gaya. Itu indikasi ia berusaha memperpendek poin karena tidak sanggup lagi menjalani reli panjang — dan efektivitas 58% menunjukkan usaha itu tidak berhasil.
Kondisi Fisik Novak Djokovic
Bagian ini hanya memuat hal yang terlihat di lapangan atau dinyatakan langsung oleh Djokovic. Tidak ada diagnosis medis di sini.
Yang terlihat dan dilaporkan:
- Djokovic muntah beberapa kali di pinggir lapangan dan tetap melanjutkan pertandingan.
- Ia tampak mengalami kram dan sempat memegangi kaki kirinya.
- Ia menerima medical timeout antara set keempat dan kelima, dengan penanganan pada punggung bawah.
- Ia menelan obat yang dibawakan dokter.
- Ia meringis setelah beberapa pukulan.
- Atap Arthur Ashe dalam kondisi tertutup selama pertandingan.
Yang dinyatakan Djokovic sendiri (diterjemahkan dari kutipan pascalaga):
Ia menyebut masalah muntah sebagai persoalan serius yang ia bawa hampir di setiap pertandingan sepanjang 2026. Setelah itu, katanya, tubuhnya mulai runtuh — kram dan nyeri — sampai punggung dan bahunya menyerah di akhir laga sehingga ia tidak bisa menuntaskan pertandingan.
Ia juga mengakui sempat berpikir untuk berhenti di awal laga, tetapi mengurungkannya setelah berhasil merebut satu set, lalu satu set lagi. Ketika ditanya apakah ia sudah memahami akar masalahnya, ia menjawab belum tahu bagaimana menyelesaikannya dan sedang mencoba memahami seberapa lama lagi ia bisa bertahan dengan kondisi seperti ini.
Konteks penting: ini bukan insiden tunggal. Dua pekan sebelumnya di Cincinnati, Djokovic kalah dari Thiago Agustín Tirante dalam laga yang juga diwarnai muntah dan penanganan medis di lapangan. Pola yang sama berulang di New York.
Djokovic tidak mengungkapkan diagnosis apa pun, dan tidak ada keterangan medis resmi yang dirilis. Setiap penyebutan penyakit atau cedera spesifik di luar itu adalah spekulasi.
Mengapa Djokovic Kalah?
Menyederhanakan hasil ini menjadi “faktor usia” mengabaikan apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Berikut urutan sebab berdasarkan data:
1. Daya tahan, bukan kualitas pukulan. Djokovic memenangi dua dari tiga set pertama. Kualitas teknisnya cukup untuk mengalahkan pemain peringkat 49 dunia. Yang tidak cukup adalah kemampuan mempertahankan level itu melewati jam ketiga.
2. Servis yang habis. Tujuh dari 10 ace tercipta di dua set awal. Ketika servis kehilangan kecepatan dan penempatan, setiap game servis berubah menjadi reli — persis yang paling tidak ia butuhkan.
3. Return yang tidak menekan. Djokovic hanya memenangi 16% game return. Tanpa tekanan pada servis lawan, ia kehilangan sumber energi psikologis yang biasanya membuatnya bangkit.
4. Kesalahan sendiri yang menumpuk. Tujuh puluh unforced error berbanding 34 milik lawan. Selisih 36 kesalahan adalah selisih yang tidak bisa ditutup oleh keunggulan pengalaman.
5. Format best-of-five. Di format tiga set, Djokovic kemungkinan besar menang — ia sudah unggul 2-1 dalam set. Justru format lima set yang selama ini menjadi kekuatannya kini bekerja melawannya.
Analisis: kombinasi ini menghasilkan kekalahan yang sifatnya struktural, bukan kebetulan. Djokovic tidak kalah karena salah membaca permainan lawan; ia kalah karena tidak bisa mengeksekusi apa yang ia baca selama 4 jam 36 menit.
Performa Mariano Navone yang Menjadi Pembeda
Menyebut hasil ini semata-mata kegagalan Djokovic akan mengecilkan apa yang dilakukan Navone.
Profil singkat: Navone berusia 25 tahun, kelahiran 27 Februari 2001, tangan kanan, dengan backhand dua tangan. Peringkat 49 dunia, dengan peringkat tertinggi karier No. 29. Ia meraih gelar ATP tunggal pertamanya pada 2026.
Yang membuat kemenangan ini luar biasa:
- Navone masuk laga dengan rekor 0-4 di pertandingan lima set sepanjang kariernya di ATP Tour.
- Rekor hard court level tour-nya hanya 12-29.
- Ini penampilan ketiganya di US Open, dengan hanya satu kemenangan sebelumnya.
- Ini kemenangan keduanya atas pemain Top 10, setelah mengalahkan Félix Auger-Aliassime yang saat itu No. 5 di Roma pada 2026.
- Ia menjadi petenis Argentina kedua yang mengalahkan Djokovic di Grand Slam, setelah Guillermo Coria di Roland Garros.
Yang ia lakukan dengan benar: Navone tidak membiarkan reputasi lawan mengubah cara ia bermain. Ia bertahan dari break di set pertama untuk memaksa tie-break, tetap agresif setelah kehilangan dua set beruntun, dan menjaga rasio winner-error di angka sehat (70 berbanding 34) saat tekanan memuncak. Pada match point, ia mengejar drop volley dan mengarahkan bola ke ruang kosong.
Navone selanjutnya menghadapi pemenang antara Matteo Berrettini (No. 43) dan Stan Wawrinka (No. 127, wild card) di babak kedua.
Prediksi Sebelum Laga vs Hasil Sebenarnya
Hampir semua analisis pralaga mengunggulkan Djokovic, dan alasannya masuk akal secara statistik.
| Indikator pralaga | Djokovic | Navone |
|---|---|---|
| Ranking ATP | 5 | 49 |
| Rekor pertandingan lima set (karier) | 42-12 | 0-4 |
| Rekor hard court level tour | 707 kemenangan karier | 12-29 |
| Gelar Grand Slam | 24 | 0 |
| Gelar US Open | 4 | — |
| Rekor babak pertama Grand Slam | 78 kemenangan beruntun | — |
| Rekor babak pertama US Open | 19-0 | — |
Prediksi umum sebelum laga: Djokovic menang, kemungkinan dalam tiga atau empat set, dengan kemungkinan kehilangan satu set karena baru sekali bertanding sejak Wimbledon.
Hasil sebenarnya: Navone menang 3-2.
Mengapa Prediksi Sebelum Laga Tidak Sesuai Hasil?
Empat faktor menjelaskan selisih ini:
1. Sinyal kondisi fisik diabaikan. Kekalahan Djokovic di Cincinnati dua pekan sebelumnya juga diwarnai muntah dan masalah fisik dalam cuaca panas. Sebagian besar prediksi memperlakukan itu sebagai insiden cuaca, bukan pola berulang. Djokovic sendiri kemudian menyebut masalah itu terjadi hampir di setiap pertandingannya sepanjang musim.
2. Data return Navone sebenarnya kompetitif. Kompilasi statistik enam bulan terakhir menjelang laga menunjukkan Navone justru unggul dalam persentase poin return, baik terhadap first serve maupun second serve lawan. Angka ini tenggelam di balik selisih ranking yang mencolok.
3. Rekor 0-4 di lima set salah dibaca. Rekor itu dipakai sebagai bukti Navone tidak tahan lima set. Padahal empat kekalahan itu berarti ia berulang kali mencapai set kelima — termasuk laga empat jam melawan Rafael Nadal di Bastad 2024. Yang dibutuhkan hanyalah lawan yang lebih rapuh secara fisik daripada dirinya.
4. Rekor historis bukan prediktor kondisi hari ini. Angka 19-0 di babak pertama US Open dan 78 kemenangan beruntun adalah pencapaian luar biasa, tetapi tidak satu pun berasal dari musim 2026.
Catatan: ini analisis retrospektif, bukan penilaian bahwa prediksi pralaga tersebut keliru secara metodologi. Berdasarkan informasi yang tersedia saat itu, mengunggulkan Djokovic adalah kesimpulan yang wajar.
Ranking Djokovic dan Navone
Fakta: Djokovic memulai US Open 2026 di peringkat 5 dunia dengan 3.770 poin, namun diunggulkan sebagai seed 4 karena Jannik Sinner mundur dari turnamen akibat cedera lutut sebelum penentuan unggulan. Navone berada di peringkat 49.
Ranking diperiksa per 1 September 2026.
Bagaimana Kekalahan Ini Memengaruhi Ranking Djokovic?
Djokovic mencapai semifinal US Open 2025 dan mengumpulkan 800 poin dari edisi tersebut. Kekalahan babak pertama tahun ini hanya bernilai 10 poin.
| Komponen | Nilai |
|---|---|
| Poin US Open 2025 (semifinal) | 800 |
| Poin US Open 2026 (babak pertama) | 10 |
| Selisih | -790 |
| Poin sebelum turnamen | 3.770 |
| Proyeksi poin setelah turnamen | 2.980 |
Proyeksi: dalam ATP Live Rankings, Djokovic turun enam tingkat ke peringkat 11. Ini posisi terendahnya dalam delapan tahun terakhir — terakhir kali ia berada lebih rendah adalah peringkat 21 pada Juli 2018.
Penting: angka peringkat 11 adalah proyeksi live ranking, bukan peringkat resmi. Poin Grand Slam baru diperbarui secara resmi setelah turnamen selesai pada 13 September 2026, dan posisi akhirnya masih bergantung pada hasil pemain lain di New York.
Dari sisi hadiah, kekalahan babak pertama bernilai $140.000.
Rekor Pertemuan Djokovic vs Navone
Ini adalah pertemuan pertama kedua pemain di level ATP Tour. Sebelum US Open 2026, head-to-head mereka 0-0.
| Pertemuan | Turnamen | Surface | Pemenang | Skor |
|---|---|---|---|---|
| 1 | US Open 2026 (R1) | Hard | Mariano Navone | 7-6(5), 5-7, 4-6, 6-2, 6-1 |
H2H saat ini: Navone 1-0 Djokovic. H2H hard court: Navone 1-0. Belum ada pertemuan di permukaan lain.
Performa Djokovic Sepanjang Musim 2026
| Turnamen | Surface | Hasil | Catatan |
|---|---|---|---|
| Adelaide International | Hard | Mundur | Menyatakan belum siap secara fisik |
| Australian Open | Hard | Runner-up | Mengalahkan Sinner di semifinal lewat lima set dengan menyelamatkan 16 break point; kalah dari Alcaraz di final |
| Indian Wells | Hard | — | Bagian dari swing hard court awal musim |
| Roma | Clay | — | Persiapan musim tanah liat |
| Roland Garros | Clay | Babak ketiga | Kalah dari João Fonseca setelah unggul dua set |
| Wimbledon | Grass | Semifinal | Menang atas Auger-Aliassime di perempat final dalam 5 jam 15 menit, perempat final terlama dalam sejarah Wimbledon; kalah dari Sinner straight sets |
| National Bank Open | Hard | Mundur | — |
| Cincinnati | Hard | Round of 64 | Kalah dari Thiago Agustín Tirante 6-2, 4-6, 4-6; masalah fisik dalam cuaca panas |
| US Open | Hard | Babak pertama | Kalah dari Mariano Navone |
Ringkasan: Djokovic mencapai satu final dan satu semifinal Grand Slam pada 2026, tanpa satu pun gelar. Untuk hampir semua petenis, itu musim yang sangat baik. Untuk Djokovic, ini musim keduanya berturut-turut tanpa trofi mayor.
Berdasarkan kompilasi statistik musim, rekor menang-kalahnya berada di kisaran 14-7 setelah US Open, dengan sekitar 7-4 di hard court. (Angka kompilasi, bukan data resmi ATP yang telah diperbarui pascalaga.)
Target Grand Slam ke-25 Kembali Tertunda
Djokovic masih tertahan di 24 gelar Grand Slam — rekor bersama Margaret Court untuk jumlah gelar tunggal Grand Slam terbanyak sepanjang sejarah. Gelar terakhirnya datang di US Open 2023.
Dengan tersingkirnya ia dari US Open 2026, tidak ada lagi turnamen Grand Slam yang tersisa tahun ini. Kesempatan berikutnya adalah Australian Open 2027, di mana ia akan berusia 39 tahun menjelang 40.
Rangkaian mayor tanpa gelar sejak US Open 2023 kini menjadi yang terpanjang dalam kariernya sejak periode antara gelar pertamanya (Australian Open 2008) dan gelar keduanya (Wimbledon 2011).
Djokovic sendiri tidak menyatakan apakah ia akan tampil di Australian Open 2027. Ketika ditanya soal masa depannya, ia hanya mengatakan sedang mencoba memahami apa yang terjadi pada tubuhnya dan seberapa jauh ia bisa melanjutkan dengan kondisi seperti sekarang.
Analisis: hambatan terbesar bagi gelar ke-25 kini bukan lagi Alcaraz atau Sinner, melainkan kemampuan Djokovic menyelesaikan tujuh pertandingan best-of-five dalam dua pekan. Kekalahan ini menunjukkan tantangannya sudah bergeser dari soal level permainan ke soal daya tahan.
Seperti Apa Jalur Draw Djokovic Sebelum Tersingkir?
Bagian ini bersifat retrospektif. Skenario di bawah tidak lagi berlaku karena Djokovic sudah keluar di babak pertama.
Sebagai unggulan keempat, Djokovic sebenarnya mendapat jalur yang relatif ramah pada pekan pertama:
| Babak | Situasi jalur draw sebelum turnamen |
|---|---|
| R1 | Mariano Navone (No. 49) — terjadi, kalah |
| R2–R4 | Unggulan tertinggi di sektornya adalah Brandon Nakashima (unggulan 16) |
| Perempat final | Berpotensi bertemu Daniil Medvedev (unggulan 7) atau Frances Tiafoe (unggulan 11) |
| Semifinal | Berpotensi bertemu Carlos Alcaraz, jika keduanya lolos |
Konteks tambahan membuat peluangnya terlihat lebih terbuka: Jannik Sinner mundur karena cedera lutut, sementara Carlos Alcaraz baru kembali setelah lebih dari empat bulan absen akibat masalah pergelangan tangan. Alexander Zverev naik menjadi unggulan pertama.
Semua skenario tersebut terhapus di malam pertama turnamen. Ini pengingat yang jelas bahwa calon lawan di bracket bukan lawan yang pasti dihadapi.
Apa Turnamen Djokovic Berikutnya?
Djokovic belum mengonfirmasi turnamen berikutnya. Setelah kekalahan, ia tidak menyebut agenda pertandingan dan tidak menyatakan apakah akan tampil di Australian Open 2027.
Beberapa laporan media menyebut namanya muncul dalam entry list tunggal putra China Open di Beijing (ATP 500, 30 September – 6 Oktober 2026), yang akan menjadi penampilan pertamanya di sana sejak 2015. Namun perlu ditekankan: masuk entry list bukan konfirmasi keikutsertaan. Entry list masih dapat berubah, dan sejauh ini belum ada pernyataan langsung dari Djokovic maupun timnya.
Sebagai catatan historis, Djokovic memiliki rekor sempurna di Beijing — enam penampilan, enam gelar (2009, 2010, dan berturut-turut 2012 hingga 2015).
Agenda musim gugur lain seperti Shanghai Masters, Paris Masters, maupun ATP Finals belum dikonfirmasi.
Rekor Djokovic di US Open
| Kategori | Angka |
|---|---|
| Gelar US Open | 4 (2011, 2015, 2018, 2023) |
| Final US Open | 10 (menang 4, kalah 6) |
| Penampilan main draw | 20 |
| Rekor menang-kalah | 95-16 |
| Debut | 2005, mengalahkan Gaël Monfils dalam lima set (4 jam 2 menit) |
Menariknya, kekalahan dari Navone terjadi tepat 21 tahun setelah debut US Open-nya.
Lima edisi terakhir
| Tahun | Hasil | Catatan |
|---|---|---|
| 2021 | Runner-up | Kalah dari Daniil Medvedev di final |
| 2022 | Tidak tampil | Terkendala aturan masuk AS |
| 2023 | Juara | Menang atas Medvedev, gelar Grand Slam ke-24 |
| 2024 | Babak ketiga | Kalah dari Alexei Popyrin 4-6, 4-6, 6-2, 4-6 |
| 2025 | Semifinal | Kalah dari Carlos Alcaraz 4-6, 6-7(4), 2-6 |
| 2026 | Babak pertama | Kalah dari Mariano Navone |
Sebelum laga ini, Djokovic memenangi 37 pertandingan beruntun di dua babak pertama US Open. Kekalahan dari Navone juga menandai pertama kalinya sejak Roland Garros 2003 bahwa tidak ada Djokovic, Roger Federer, maupun Rafael Nadal di babak kedua sebuah turnamen Grand Slam.
Sumber dan Referensi
| Sumber | Informasi yang Digunakan | Tanggal Akses |
|---|---|---|
| USOpen.org | Laporan resmi hasil babak pertama Navone vs Djokovic; jadwal main draw | 1 September 2026 |
| ATP Tour (atptour.com) | Head-to-head pertama kedua pemain; jadwal dan format US Open 2026; rekor karier Djokovic di US Open; reaksi Navone pascalaga | 1 September 2026 |
| Tennis.com / Tennis Channel | Statistik lengkap pertandingan (servis, return, break point), ranking dan seed kedua pemain | 1 September 2026 |
| Associated Press (via ABC News, NBC News) | Kronologi pertandingan, durasi, jumlah unforced error, kutipan pascalaga | 1 September 2026 |
| ESPN | Durasi laga, rangkaian rekor yang terhenti, konteks statistik historis | 1 September 2026 |
| CNN | Jalannya pertandingan dan situasi di Arthur Ashe Stadium | 1 September 2026 |
| UPI | Rincian ace per set, konversi break point kedua pemain | 1 September 2026 |
| Sky Sports | Detail set keempat dan kelima, kondisi fisik Djokovic | 1 September 2026 |
| Tennis Majors | Konteks historis kekalahan babak pertama; jadwal resmi US Open 2026 | 1 September 2026 |
| Tennis365 | Poin ranking yang hilang, proyeksi live ranking, hadiah, kutipan konferensi pers | 1 September 2026 |
| NBC Sports | Hasil dan konteks kekalahan Djokovic di Cincinnati 2026 | 1 September 2026 |
Seluruh data dalam artikel ini diverifikasi terakhir pada Selasa, 1 September 2026 (WIB). US Open 2026 berlangsung hingga 13 September 2026 di USTA Billie Jean King National Tennis Center, Flushing Meadows. Status ranking resmi Djokovic akan diperbarui ATP setelah turnamen berakhir.