Cek Kualitas Udara Hari Ini, Daftar Kota dengan ISPU Tidak Sehat

Cek Kualitas Udara Hari Ini, Daftar Kota dengan ISPU Tidak Sehat

Pemantauan kualitas udara pada Senin, 24 Agustus 2026 pagi menunjukkan sejumlah wilayah, terutama di Kalimantan dan Sumatera, berada pada kategori Tidak Sehat hingga Berbahaya menurut data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dirangkum dari sumber pemerintah.

Berdasarkan data ISPU KLHK yang dilansir Databoks pada pukul 08.00 WIB, Kalimantan Tengah tercatat dengan indeks sekitar 554 dan Jambi sekitar 313—keduanya masuk kategori Berbahaya. Sumatera Selatan juga tinggi (sekitar 286, Sangat Tidak Sehat). Angka tersebut merupakan snapshot agregat provinsi; nilai per stasiun dapat berbeda.

Di DKI Jakarta, platform Udara Jakarta (Pemprov DKI) pada pukul 06.30 WIB menampilkan variasi antarstasiun: stasiun terburuk di Kramatjati (Taman Sutoyo) mencapai ISPU 142 (Tidak Sehat), sementara beberapa lokasi lain masih Baik atau Sedang.

Nilai dapat berubah dari jam ke jam. Artikel ini memisahkan ISPU, AQI internasional, dan konsentrasi PM2.5 (µg/m³) agar tidak tertukar.

Fakta Cepat

  • Indeks tertinggi dalam ringkasan provinsi pagi ini: Kalimantan Tengah.
  • Kategori terburuk yang terpantau: Berbahaya (beberapa wilayah Sumatera–Kalimantan).
  • Di Jakarta, satu stasiun pagi ini ISPU 142 (Tidak Sehat).
  • ISPU ≠ AQI ≠ PM2.5 µg/m³.
  • Data berubah; cek portal resmi sebelum beraktivitas luar.

Sebelum Membaca Angka

Jenis angkaApa artinyaContoh penulisan benar
ISPUIndeks Standar Pencemar Udara IndonesiaISPU 142
AQIIndeks platform/negara lain (mis. US AQI)AQI 160
PM2.5Konsentrasi partikel (µg/m³)PM2.5 58 µg/m³

Jangan menyamakan “70” ISPU dengan “70 µg/m³” PM2.5 atau “70” AQI.

Kualitas Udara Indonesia Hari Ini

Secara umum, tidak seluruh Indonesia berada pada kategori Tidak Sehat. Banyak wilayah timur dan beberapa daerah lain masih Baik–Sedang. Namun wilayah dengan tekanan polusi tinggi pagi ini terkonsentrasi di Kalimantan Tengah, Jambi, Sumatera Selatan, serta sejumlah provinsi Sumatera–Kalimantan lain dan sebagian stasiun di Jabodetabek.

Daftar Wilayah dengan ISPU Tidak Sehat / Lebih Buruk

Data berikut merujuk ringkasan ISPU KLHK per 24 Agustus 2026 pukul ±08.00 WIB (agregat tingkat provinsi, dilansir Databoks). Ini bukan ranking stasiun tunggal untuk seluruh kota.

Peringkat (agregat)WilayahNilai ISPUKategoriWaktu dataSumber
1Kalimantan Tengah~554Berbahaya08.00 WIBKLHK / Databoks
2Jambi~313Berbahaya08.00 WIBKLHK / Databoks
3Sumatera Selatan~286Sangat Tidak Sehat08.00 WIBKLHK / Databoks
4Kalimantan Barat~189Tidak Sehat08.00 WIBKLHK / Databoks
5Riau~181Tidak Sehat08.00 WIBKLHK / Databoks
6Kalimantan Timur~154Tidak Sehat08.00 WIBKLHK / Databoks
7DKI Jakarta~105Tidak Sehat08.00 WIBKLHK / Databoks
8Lampung~104Tidak Sehat08.00 WIBKLHK / Databoks
9Banten~103Tidak Sehat08.00 WIBKLHK / Databoks

Catatan: Agregat provinsi tidak berarti setiap titik di provinsi tersebut sama. Selalu cek stasiun terdekat.

Apakah Ada Kategori Berbahaya?

Ya, pada data pagi 24 Agustus 2026: Kalimantan Tengah dan Jambi tercatat pada rentang Berbahaya (ISPU >300) dalam ringkasan agregat. Sumatera Selatan mendekati/masuk Sangat Tidak Sehat.

Kualitas Udara Jakarta Hari Ini

Sumber: Udara Jakarta (Pemprov DKI), pembaruan Senin, 24 Agustus 2026 pukul 06.30 WIB.

Stasiun / lokasiISPUKategoriPM2.5Keterangan
Kramatjati, Taman Sutoyo (Jakarta Timur)142Tidak Sehat~142 µg/m³Terburuk di daftar pagi itu
Menteng / area terkaitbervariasi (contoh pembacaan 105 di satu tampilan)Sedang–Tidak SehatbervariasiBergantung titik
Pasar Minggu (contoh terbaik)3Baik~3 µg/m³Sangat baik di titik tersebut

Kesimpulan untuk Jakarta: Ada stasiun Tidak Sehat; bukan seluruh wilayah seragam. Periksa peta Udara Jakarta untuk titik terdekat.

Jabodetabek dan Kota Lain

  • Banten (agregat ISPU ~103): kategori Tidak Sehat pada ringkasan pagi.
  • Platform AQI internasional (AQICN, bukan ISPU) pada periode berdekatan juga menampilkan Jambi, Pekanbaru, Palembang, serta sejumlah titik Jabodetabek pada kisaran tinggi—jangan disamakan angka per angka dengan ISPU.

Data Bandung/Surabaya spesifik per stasiun pada jam yang sama tidak seluruhnya tersedia dalam sumber yang diperiksa; gunakan portal ISPU/BMKG untuk pembaruan lokal.

Apa Itu ISPU?

ISPU adalah Indeks Standar Pencemar Udara Indonesia: angka tanpa satuan yang menggambarkan mutu udara ambien berdasarkan parameter pencemar dan dampaknya. Di Indonesia, rujukan kategori mengacu pada Permen LHK No. 14 Tahun 2020.

Kategori ISPU (Permen LHK 14/2020)

Nilai ISPUKategoriGambaran umum
0–50BaikTidak memberi efek berarti
51–100SedangMasih dapat diterima; kelompok sensitif perlu berhati-hati
101–200Tidak SehatBerbahaya bagi manusia, hewan, tumbuhan pada paparan tertentu
201–300Sangat Tidak SehatRisiko kesehatan meningkat, terutama kelompok sensitif
>300BerbahayaPerlu respons serius / batasi paparan

ISPU Tidak Sehat mulai berapa?

Mulai 101.

Contoh nilaiKategori
50Baik (batas atas)
100Sedang (batas atas)
150Tidak Sehat
200Tidak Sehat (batas atas)
250Sangat Tidak Sehat
300Sangat Tidak Sehat (batas atas)
>300Berbahaya

Apa Itu PM2.5?

PM2.5 adalah partikel berdiameter ≤2,5 mikrometer. Karena sangat kecil, partikel ini dapat masuk jauh ke saluran pernapasan. Konsentrasi dinyatakan dalam µg/m³, bukan sebagai ISPU.

BMKG memantau PM2.5 secara terpisah dengan kategori sendiri berdasarkan konsentrasi. Jangan mengonversi sembarangan µg/m³ menjadi ISPU tanpa tabel konversi resmi parameter tersebut.

Beda ISPU dan AQI

AspekISPU IndonesiaAQI (mis. US AQI / platform)
SistemIndonesia (KLH/BPLH)Bergantung negara/platform
MetodologiSesuai regulasi RIBisa berbeda
Bisa disamakan angka?Tidak selalu

Aplikasi pihak ketiga sering menampilkan AQI, bukan ISPU.

Mengapa Angka Antar-Aplikasi Beda?

  1. Lokasi sensor berbeda
  2. Waktu pembaruan berbeda
  3. ISPU vs AQI vs µg/m³
  4. Periode rata-rata (1 jam, 24 jam, dll.)
  5. Kalibrasi dan jenis sensor
  6. Agregat kota vs satu stasiun

Parameter yang Sering Membuat Udara Buruk

PM2.5, PM10, O₃, NO₂, SO₂, CO (dan HC pada sistem tertentu). Parameter dominan hari ini di banyak lokasi berpolusi biasanya terkait partikulat (PM2.5)—tetapi pastikan di portal stasiun, jangan diasumsikan selalu sama.

Mengapa Bisa Memburuk?

Faktor umum: emisi kendaraan/industri, pembakaran, debu, kondisi angin lemah, musim kemarau, karhutla, transport polutan.

Untuk hari ini: tingginya indeks di Kalimantan–Sumatera sering dikaitkan media dengan tekanan polusi dan konteks karhutla musim kemarau, tetapi penyebab pasti per lokasi perlu konfirmasi resmi (KLH, BMKG, pemda), bukan ditebak hanya dari satu angka ISPU.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Saat ISPU Tidak Sehat?

Masyarakat umum

  • Kurangi olahraga berat di luar
  • Perpendek waktu di luar ruangan jika memungkinkan
  • Pantau data resmi

Kelompok sensitif (anak, lansia, ibu hamil, penderita asma/jantung/paru)

  • Lebih membatasi paparan
  • Ikuti anjuran tenaga kesehatan jika ada keluhan

Masker: efektivitas terhadap PM2.5 bergantung jenis filtrasi dan kerapatan pemakaian; tidak semua masker sama. Ini bukan saran medis individual.

Olahraga luar: pertimbangkan pindah ke dalam ruangan atau turunkan intensitas saat kategori Tidak Sehat atau lebih buruk.

Cara Cek Kualitas Udara Resmi

  1. Portal ISPU KLH/BPLH — pilih lokasi/stasiun, baca ISPU, kategori, parameter, waktu data.
  2. BMKG — konsentrasi PM2.5 dan informasi terkait.
  3. Udara Jakarta (udara.jakarta.go.id) — peta stasiun DKI.
  4. Dinas Lingkungan Hidup daerah setempat.

Selalu lihat jam pembaruan.

FAQ

1. Bagaimana kualitas udara Indonesia hari ini?
Bervariasi. Pagi 24 Agustus 2026, beberapa wilayah Kalimantan–Sumatera sangat buruk hingga berbahaya; banyak daerah lain masih lebih baik.

2. Kota/wilayah mana ISPU-nya tidak sehat?
Antara lain agregat Kalteng, Jambi, Sumsel, Kalbar, Riau, Kaltim, DKI, Lampung, Banten pada data ±08.00 WIB—cek stasiun detail.

3. Bagaimana Jakarta hari ini?
Ada stasiun Tidak Sehat (contoh Kramatjati ISPU 142 pagi); titik lain bisa Baik/Sedang.

4. ISPU Tidak Sehat mulai berapa?
101.

5. ISPU 150 artinya apa?
Kategori Tidak Sehat.

6. ISPU 300 artinya apa?
Batas atas Sangat Tidak Sehat; di atasnya Berbahaya.

7. Apa beda ISPU dan AQI?
Sistem dan metodologi berbeda; angka tidak selalu setara.

8. Apa beda ISPU dan PM2.5?
ISPU = indeks; PM2.5 sering dalam µg/m³ (konsentrasi).

9. Apakah aman olahraga luar?
Saat Tidak Sehat atau lebih buruk, sebaiknya dikurangi/dipindah ke dalam.

10. Anak boleh bermain di luar?
Kelompok sensitif perlu lebih membatasi paparan; ikuti kondisi lokal dan anjuran kesehatan.

11. Mengapa aplikasi berbeda?
Sensor, waktu, dan jenis indeks berbeda.

12. Di mana cek resmi?
Portal ISPU KLH/BPLH, BMKG, Udara Jakarta, DLH daerah.

13. Apakah ada kategori Berbahaya hari ini?
Ya, pada agregat Kalteng dan Jambi pagi ini.

14. Apakah hujan pasti membersihkan udara?
Hujan dapat membantu menurunkan sebagian partikel, tetapi tidak selalu langsung “bersih” di semua lokasi.

15. Seberapa sering data diperbarui?
Umumnya per jam pada banyak stasiun; bergantung sistem.

Penutup

Pada Senin 24 Agustus 2026 pagi, perhatian utama tertuju pada wilayah dengan ISPU sangat tinggi di Kalimantan dan Sumatera, serta beberapa stasiun Tidak Sehat di Jakarta. Kondisi dapat berubah dalam hitungan jam.

Sebelum olahraga, perjalanan, atau aktivitas anak di luar, periksa kembali portal ISPU resmi, BMKG, atau peta stasiun daerah. Utamakan data bertanda waktu, bukan sekadar angka tanpa sumber.

Sumber dan Referensi

  1. Databoks Katadata — ringkasan ISPU KLHK 24 Agustus 2026 pukul 07.00–08.00 WIB (wilayah terbersih dan terburuk).
  2. Udara Jakarta (Pemprov DKI) — stasiun DKI, 24 Agustus 2026 06.30 WIB (ISPU & PM2.5 per lokasi).
  3. Permen LHK No. 14 Tahun 2020 — kategori ISPU.
  4. AQICN — AQI internasional (pembanding, bukan ISPU).
  5. BMKG — pemantauan PM2.5 dan informasi kualitas udara.

Disclaimer

Data kualitas udara berubah mengikuti emisi, cuaca, dan pembaruan stasiun. Angka dalam artikel adalah snapshot sumber yang diperiksa pada 24 Agustus 2026 pagi hingga sekitar 10.37 WIB. Untuk kondisi terkini, buka portal ISPU KLH/BPLH, BMKG, atau dinas lingkungan hidup setempat.

Disclaimer kesehatan

Informasi ini edukatif, bukan diagnosis atau saran medis pribadi. Penderita penyakit pernapasan, jantung, atau kondisi rentan lainnya hendaknya mengikuti anjuran tenaga kesehatan jika muncul keluhan saat kualitas udara memburuk.

Related Articles