BMKG sering menulis “Dasarian I”, “Dasarian II”, atau “Dasarian III” dalam analisis hujan, monitoring musim, dan publikasi klimatologi. Istilah itu menunjukkan pembagian waktu tetap dalam satu bulan, bukan “sepuluh hari sembarang” dari tanggal terbit informasi.
Ringkasan Arti Dasarian
| Istilah | Rentang tanggal |
|---|---|
| Dasarian I | 1–10 |
| Dasarian II | 11–20 |
| Dasarian III | 21–akhir bulan |
| Jumlah dasarian per bulan | 3 |
| Jumlah dasarian per tahun | 36 |
| Sering digunakan untuk | Analisis dan informasi klimatologi |
Catatan: Dasarian III tidak selalu 10 hari karena mengikuti jumlah hari dalam bulan.
Jawaban Singkat
Apa itu dasarian?
Pembagian satu bulan menjadi tiga periode untuk analisis klimatologi.
Dasarian 1 tanggal berapa? 1–10.
Dasarian 2 tanggal berapa? 11–20.
Dasarian 3 tanggal berapa? 21 sampai hari terakhir bulan.
Berapa dasarian dalam sebulan? Tiga.
Berapa dalam setahun? 36.
Apakah Dasarian III selalu 10 hari? Tidak.
Apa Itu Dasarian?
Menurut penjelasan stasiun klimatologi BMKG, dasarian adalah rentang waktu sekitar sepuluh hari. Satu bulan dibagi menjadi tiga dasarian:
- Dasarian I — tanggal 1 sampai 10
- Dasarian II — tanggal 11 sampai 20
- Dasarian III — tanggal 21 sampai akhir bulan
Contoh September 2026:
- Dasarian I September = 1–10 September
- Dasarian II September = 11–20 September
- Dasarian III September = 21–30 September
Dasarian 1 Tanggal Berapa?
Dasarian I = tanggal 1–10 setiap bulan. Panjangnya selalu 10 hari.
Dasarian 2 Tanggal Berapa?
Dasarian II = tanggal 11–20. Juga selalu 10 hari.
Dasarian 3 Tanggal Berapa?
Dasarian III dimulai tanggal 21 dan berakhir pada hari terakhir bulan tersebut.
| Jenis bulan | Dasarian I | Dasarian II | Dasarian III | Hari Dasarian III |
|---|---|---|---|---|
| 31 hari (Jan, Mar, Mei, Jul, Agu, Okt, Des) | 1–10 | 11–20 | 21–31 | 11 |
| 30 hari (Apr, Jun, Sep, Nov) | 1–10 | 11–20 | 21–30 | 10 |
| Februari biasa | 1–10 | 11–20 | 21–28 | 8 |
| Februari kabisat | 1–10 | 11–20 | 21–29 | 9 |
Kenapa Dasarian 3 Tidak Selalu 10 Hari?
Karena kalender memiliki bulan 28, 29, 30, atau 31 hari. Dasarian I dan II mengambil 20 hari pertama; sisa hari menjadi Dasarian III. Karena itu tidak benar jika dikatakan setiap dasarian selalu tepat 10 hari.
Kalender Dasarian Satu Tahun
| Bulan | Dasarian I | Dasarian II | Dasarian III |
|---|---|---|---|
| Januari | 1–10 | 11–20 | 21–31 |
| Februari | 1–10 | 11–20 | 21–28/29 |
| Maret | 1–10 | 11–20 | 21–31 |
| April | 1–10 | 11–20 | 21–30 |
| Mei | 1–10 | 11–20 | 21–31 |
| Juni | 1–10 | 11–20 | 21–30 |
| Juli | 1–10 | 11–20 | 21–31 |
| Agustus | 1–10 | 11–20 | 21–31 |
| September | 1–10 | 11–20 | 21–30 |
| Oktober | 1–10 | 11–20 | 21–31 |
| November | 1–10 | 11–20 | 21–30 |
| Desember | 1–10 | 11–20 | 21–31 |
Dalam setahun terdapat 36 dasarian. Seluruh hari dalam tahun tetap tercakup karena Dasarian III menyerap sisa hari kalender.
Apakah Dasarian Sama dengan “Setiap 10 Hari”?
Tidak. Dasarian punya batas kalender tetap (1–10, 11–20, 21–akhir). “10 hari ke depan” dari tanggal mana pun adalah periode bergulir yang berbeda.
Fungsi Dasarian bagi BMKG
Pembagian dasarian dipakai untuk:
- analisis dan prakiraan curah hujan
- sifat hujan
- monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH)
- penentuan dan prediksi awal musim hujan/kemarau
- monitoring perkembangan musim
Produk klimatologi dasarian bukan prakiraan cuaca harian “akan hujan tiap hari selama 10 hari”.
Curah Hujan Dasarian
Curah hujan adalah akumulasi air hujan dalam periode tertentu (biasanya dinyatakan dalam mm). Curah hujan dasarian = total hujan selama satu periode dasarian.
Satu mm berarti air setinggi 1 mm pada permukaan datar seluas 1 m² (setara 1 liter per m²), dengan asumsi tidak menguap, meresap, atau mengalir—sesuai penjelasan umum BMKG tentang satuan curah hujan.
Sifat Hujan vs Curah Hujan
| Aspek | Curah hujan | Sifat hujan |
|---|---|---|
| Yang diukur | Jumlah/akumulasi (mm) | Perbandingan terhadap normal |
| Dibandingkan normal? | Tidak wajib | Ya |
| Kategori umum BMKG | — | Atas Normal, Normal, Bawah Normal |
Menurut penjelasan BMKG, sifat hujan sering dikategorikan:
- Atas Normal (AN): > 115% dari normal
- Normal (N): 85–115% dari normal
- Bawah Normal (BN): < 85% dari normal
Normal biasanya merujuk rata-rata jangka panjang (misalnya 30 tahun).
Hari Tanpa Hujan (HTH)
HTH memantau berapa lama suatu lokasi tidak menerima hujan. Monitoring HTH sering diperbarui per dasarian atau tanggal tertentu. Kategori yang dipakai sejumlah stasiun klimatologi BMKG antara lain:
- Sangat pendek: 1–5 hari
- Pendek: 6–10 hari
- Menengah: 11–20 hari
- Panjang: 21–30 hari
- Sangat panjang: 31–60 hari
- Ekstrem / kekeringan ekstrem: > 60 hari
(Kategori operasional dapat mengikuti publikasi stasiun setempat.)
Hubungan Dasarian dengan Awal Musim
BMKG menentukan musim berdasarkan curah hujan per dasarian, bukan sekadar “tidak hujan 10 hari”.
Awal Musim Hujan (AMH) secara umum: curah hujan dalam satu dasarian ≥ 50 mm dan diikuti dua dasarian berikutnya (dengan ketentuan lanjutan pada metodologi resmi).
Awal Musim Kemarau (AMK): curah hujan dalam satu dasarian < 50 mm dan diikuti dua dasarian berikutnya.
Awal musim dapat maju, sama, atau mundur dibanding normal klimatologis. Jika tertulis “awal musim pada Dasarian II November”, artinya rentang 11–20 November, bukan satu tanggal pasti.
Cara Membaca “Dasarian II November”
| Tulisan BMKG | Artinya |
|---|---|
| Dasarian I Januari | 1–10 Januari |
| Dasarian II Januari | 11–20 Januari |
| Dasarian III Januari | 21–31 Januari |
| Dasarian III April | 21–30 April |
| Dasarian III Februari (tahun biasa) | 21–28 Februari |
| Dasarian III Februari (kabisat) | 21–29 Februari |
Dasarian vs Harian, Mingguan, Bulanan
| Periode | Rentang | Contoh penggunaan |
|---|---|---|
| Harian | 1 hari | Prakiraan cuaca harian |
| Mingguan / sepekan | ~7 hari | Potensi hujan sepekan |
| Dasarian | ~8–11 hari (tetap kalender) | Analisis hujan, musim, HTH |
| Bulanan | 1 bulan | Analisis/prakiraan bulanan |
Kesalahan Umum
- Menganggap semua dasarian selalu tepat 10 hari
- Menganggap Dasarian III selalu 21–30
- Menyamakan dasarian dengan minggu
- Mengira dasarian = 10 hari sejak tanggal berita
- Menyamakan info dasarian dengan prakiraan cuaca 10 harian
- Mengira “Dasarian II” berarti tanggal 2
- Mengira awal musim pada suatu dasarian terjadi tepat di tanggal pertama
- Mencampur curah hujan dengan sifat hujan
FAQ
Apa itu dasarian?
Pembagian bulan menjadi tiga periode untuk analisis klimatologi BMKG.
Satu dasarian berapa hari?
Dasarian I dan II: 10 hari. Dasarian III: 8–11 hari tergantung bulan.
Dasarian I/II/III tanggal berapa?
1–10; 11–20; 21–akhir bulan.
Berapa dasarian setahun?
36.
Apa fungsi dasarian bagi BMKG?
Monitoring dan analisis hujan, sifat hujan, HTH, serta penentuan/prakiraan musim.
Apakah dasarian sama dengan prakiraan cuaca 10 hari?
Tidak.
Di mana melihat informasi dasarian?
Portal dan publikasi klimatologi BMKG serta stasiun klimatologi daerah.
Penutup
Satu bulan memiliki tiga dasarian: 1–10, 11–20, dan 21 sampai akhir bulan. Dasarian III menyesuaikan jumlah hari kalender sehingga tidak selalu 10 hari.
Memahami istilah ini membantu membaca analisis hujan, monitoring kekeringan, dan prakiraan musim BMKG dengan lebih tepat. Untuk data operasional terbaru, selalu rujuk kanal resmi BMKG karena informasi klimatologi diperbarui sesuai periode pengamatan.
Sumber dan Referensi
- Stasiun Klimatologi BMKG (mis. Kalsel, Jatim) — definisi Dasarian I/II/III; normal hujan dasarian.
- BMKG / BBMKG dan stasiun klimatologi — kriteria awal musim hujan/kemarau berbasis curah hujan dasarian ≥/< 50 mm.
- Publikasi BMKG tentang sifat hujan — kategori AN / N / BN (115% / 85–115% / 85%).
- Monitoring HTH stasiun klimatologi BMKG — kategori durasi hari tanpa hujan.
Disclaimer
Artikel ini menjelaskan istilah dasarian dan sejumlah istilah klimatologi yang digunakan dalam publikasi BMKG. Definisi, metodologi, kategori, dan produk informasi BMKG dapat diperbarui. Untuk informasi cuaca dan iklim operasional terbaru, rujuk kanal resmi BMKG.