Monza vs Udinese pada pekan kedua Serie A 2026/27 dengan membawa misi meraih kemenangan perdana setelah mengalami kekalahan pada laga pembuka. Pertandingan ini menjadi kesempatan penting bagi tim Ivan Juric untuk mendapatkan tiga poin di kandang setelah sebelumnya takluk 1-4 dari Inter Milan.
Udinese datang dengan modal sedikit lebih positif karena berhasil menahan Como 1-1 pada pertandingan pertama. Hasil tersebut membuat pasukan Kosta Runjaic membawa pulang satu poin dan menunjukkan bahwa mereka memiliki fondasi permainan yang cukup kompetitif sejak awal musim.
Duel Monza vs Udinese dijadwalkan berlangsung di Stadio Brianteo atau U-Power Stadium pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Kick-off berlangsung pukul 18.30 waktu Italia atau 23.30 WIB.
Pertandingan ini juga menarik karena kedua klub memiliki karakter yang relatif berbeda. Monza sedang membangun kembali momentum setelah promosi ke Serie A, sedangkan Udinese sudah lebih berpengalaman menghadapi tekanan kompetisi kasta tertinggi Italia.
Jadwal Monza vs Udinese
Berikut informasi pertandingan yang perlu diketahui sebelum menyaksikan laga:
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Pertandingan | Monza vs Udinese |
| Kompetisi | Serie A Enilive 2026/27 |
| Matchday | Pekan ke-2 |
| Hari | Sabtu, 29 Agustus 2026 |
| Kick-off | 18.30 waktu Italia |
| Waktu Indonesia | 23.30 WIB |
| Stadion | Stadio Brianteo / U-Power Stadium |
| Pelatih Monza | Ivan Juric |
| Pelatih Udinese | Kosta Runjaic |
Lega Serie A telah menetapkan pertandingan ini pada Sabtu, 29 Agustus pukul 18.30 waktu setempat. Konfirmasi waktu tersebut juga tercantum dalam informasi resmi Monza dan Udinese mengenai jadwal lima pertandingan pertama musim 2026/27.
Bagi penonton Indonesia, perbedaan waktu Italia dan WIB membuat pertandingan dimulai pada Sabtu malam pukul 23.30 WIB.
Situasi Klasemen Setelah Pekan Pertama
Kedua tim belum memperoleh kemenangan pada pertandingan pembuka. Udinese berada di posisi ke-11 dengan satu poin, sedangkan Monza menempati posisi ke-19 setelah kalah dari Inter.
Posisi tersebut memang masih sangat awal karena baru satu pertandingan yang dimainkan. Namun, pertandingan kedua sudah memiliki arti penting karena kemenangan dapat membawa salah satu tim naik cukup jauh di klasemen.
Monza terutama membutuhkan respons cepat. Kekalahan telak dari Inter membuat pertandingan kandang melawan Udinese menjadi kesempatan untuk memperlihatkan bahwa mereka mampu bersaing di Serie A setelah kembali ke kasta tertinggi.
Udinese mempunyai situasi yang lebih tenang. Hasil imbang 1-1 melawan Como memberikan dasar positif bagi Runjaic untuk mempertahankan struktur permainan yang sudah bekerja dengan cukup baik.
Monza Membawa Modal dari Perjalanan Promosi
Monza kembali ke Serie A setelah melalui perjalanan panjang di Serie B 2025/26. Mereka menutup musim reguler di posisi ketiga dengan 76 poin, sebelum memastikan promosi melalui playoff.
Dalam playoff, Monza menunjukkan mentalitas yang kuat. Mereka bermain imbang 2-2 di markas Juve Stabia, menang 2-1 pada leg kedua, kemudian mengalahkan Catanzaro 2-0 di leg pertama final playoff.
Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa Monza memiliki pengalaman menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi. Faktor itu bisa menjadi modal penting ketika mereka harus menghadapi lawan-lawan yang lebih berpengalaman di Serie A.
Pada awal musim 2026/27, Monza juga memulai kompetisi resmi dengan hasil meyakinkan. Mereka mengalahkan Avellino 3-0 di Coppa Italia dan memperlihatkan permainan menyerang yang cukup efektif.
Namun, ujian sebenarnya datang ketika menghadapi Inter pada pekan pertama Serie A. Monza sempat menyamakan kedudukan melalui Gustavo Varela, tetapi akhirnya kalah 1-4 setelah Inter meningkatkan tekanan pada babak kedua.
Performa Terbaru Monza
Jika pertandingan resmi terbaru dijadikan acuan, Monza menunjukkan tren yang cukup menarik.
| Pertandingan | Hasil |
|---|---|
| Inter vs Monza | Kalah 4-1 |
| Monza vs Avellino | Menang 3-0 |
| Catanzaro vs Monza | Menang 0-2 |
| Monza vs Juve Stabia | Menang 2-1 |
| Juve Stabia vs Monza | Imbang 2-2 |
Dua pertandingan awal musim memberikan gambaran bahwa lini depan Monza cukup produktif. Mereka mencetak tiga gol ketika menghadapi Avellino, kemudian mampu mencetak satu gol ke gawang Inter meskipun akhirnya kalah.
Masalah utama terlihat ketika lawan meningkatkan intensitas permainan. Inter berhasil mencetak tiga gol setelah turun minum, sehingga Juric perlu memperbaiki kemampuan tim dalam mempertahankan struktur selama 90 menit.
Udinese Datang dengan Pertahanan yang Lebih Stabil
Udinese menyelesaikan Serie A 2025/26 di peringkat ke-10 dengan 50 poin. Mereka mencatat 14 kemenangan, delapan hasil imbang, dan 16 kekalahan, dengan 45 gol memasukkan serta 48 gol kebobolan.
Catatan tersebut menunjukkan Udinese bukan tim yang selalu dominan dalam penguasaan bola, tetapi cukup mampu mengandalkan organisasi permainan dan serangan transisi.
Pada pertandingan terakhir musim lalu, Udinese memang kalah 0-1 dari Napoli. Sebelumnya mereka juga mengalami kekalahan 0-1 dari Cremonese, tetapi sempat meraih kemenangan 2-0 atas Cagliari dan 2-0 atas Torino.
Memasuki musim baru, Udinese bermain imbang 1-1 melawan Como. Hassane Kamara membawa mereka unggul pada menit ke-29 sebelum Anastasios Douvikas menyamakan kedudukan pada babak kedua.
Yang cukup penting, Udinese mampu menciptakan beberapa peluang setelah skor menjadi imbang. Mereka bahkan hampir kembali mencetak gol melalui peluang Vakoun Bayo dan sundulan Jacobo Ramon yang membentur mistar.
Lima Pertandingan Terbaru Udinese
Dalam rangkaian pertandingan kompetitif terbaru, performa Udinese dapat diringkas sebagai berikut:
| Pertandingan | Hasil |
|---|---|
| Udinese vs Como | Imbang 1-1 |
| Napoli vs Udinese | Kalah 1-0 |
| Udinese vs Cremonese | Kalah 0-1 |
| Cagliari vs Udinese | Menang 0-2 |
| Udinese vs Torino | Menang 2-0 |
Data musim lalu menunjukkan Udinese mampu menjaga clean sheet dalam kemenangan atas Torino dan Cagliari. Namun, mereka juga harus memperbaiki produktivitas karena dalam dua laga terakhir musim 2025/26 mereka gagal mencetak gol.
Laga pembuka musim baru memberikan sinyal lebih positif. Gol Kamara menunjukkan bahwa Udinese tetap mempunyai ancaman dari area yang tidak selalu bergantung pada striker utama.
Head to Head Monza vs Udinese
Rekor pertemuan kedua tim sangat berimbang.
Dalam tujuh pertemuan yang tercatat di semua kompetisi, Monza dan Udinese sama-sama mengoleksi dua kemenangan, sedangkan tiga pertandingan berakhir imbang. Kedua tim juga sama-sama mencetak 10 gol dalam rangkaian pertemuan tersebut.
Lima pertemuan terakhir menghasilkan:
| Tanggal | Pertandingan | Hasil |
|---|---|---|
| 11 Mei 2025 | Udinese vs Monza | 1-2 |
| 9 Desember 2024 | Monza vs Udinese | 1-2 |
| 3 Februari 2024 | Udinese vs Monza | 0-0 |
| 29 Oktober 2023 | Monza vs Udinese | 1-1 |
| 8 April 2023 | Udinese vs Monza | 2-2 |
Pertemuan terakhir di Serie A menjadi milik Monza setelah menang 2-1 di markas Udinese pada Mei 2025. Namun, Udinese sebelumnya menang 2-1 ketika bertandang ke markas Monza pada Desember 2024.
Artinya, faktor kandang belum memberikan keuntungan yang konsisten dalam duel ini. Dari tiga pertemuan Serie A sebelumnya di kandang Monza, Udinese belum terkalahkan, dengan dua kemenangan dan satu hasil imbang.
Kondisi Skuad dan Pemain yang Absen
Kondisi skuad menjadi salah satu faktor penting dalam prediksi Monza vs Udinese.
Monza dipastikan kehilangan Matteo Pessina yang mengalami masalah lutut. Pessina diperkirakan baru dapat kembali sekitar Oktober 2026, sehingga lini tengah Monza harus menggunakan alternatif lain.
Patrick Ciurria juga masih diragukan karena kondisi fisiknya. Idrissa Touré menjadi pemain lain yang masuk daftar masalah kebugaran dengan perkiraan kembali pada awal September.
Di kubu Udinese, Christian Kabasele terkena skorsing untuk pertandingan ini. Matteo Palma juga masuk daftar cedera setelah mengalami masalah otot, sedangkan Alessandro Zanoli masih menjalani pemulihan dari cedera ligamen.
Nicolo Zaniolo juga menjadi pemain yang perlu dipantau. Ia mengalami masalah otot dan harus ditarik keluar pada menit-menit akhir pertandingan melawan Como.
Karena kondisi pemain masih bisa berubah menjelang kick-off, susunan pemain di bawah ini sebaiknya dianggap sebagai prediksi, bukan susunan resmi.
Prediksi Starting XI Monza
Ivan Juric diperkirakan tetap menggunakan formasi 3-4-2-1 yang menjadi dasar permainan Monza.
Prediksi susunan pemain:
Pizzignacco; Kouadio, Delli Carri, Carboni; Bakoune, Foe Ondoa, Mout, Birindelli; Colpani, Mangas; Varela.
Prediksi tersebut sejalan dengan proyeksi susunan pemain yang menempatkan Varela sebagai ujung serangan dengan Colpani dan Mangas berada di belakangnya.
Gustavo Varela layak mendapatkan perhatian setelah langsung mencetak gol pada debutnya di Serie A melawan Inter. Gol tersebut menunjukkan bahwa pemain asal Portugal itu dapat menjadi salah satu opsi penting Juric di lini depan.
Prediksi Starting XI Udinese
Kosta Runjaic juga berpotensi mempertahankan 3-4-2-1.
Prediksi susunan pemain:
Okoye; Abankwah, Solet, Ebosse; Vojvoda, Karlström, Piotrowski, Kamara; Zaniolo, Ekkelenkamp; Gueye.
Udinese menggunakan struktur 3-4-2-1 saat menghadapi Como dan formasi tersebut cukup efektif dalam mengontrol pertandingan. Kamara menjadi salah satu pemain penting setelah mencetak gol pembuka melalui kombinasi umpan Ekkelenkamp.
Jika Zaniolo tidak cukup fit, Runjaic memiliki beberapa opsi dari bangku cadangan. Situasi tersebut menjadi salah satu variabel yang dapat memengaruhi kualitas serangan Udinese.
Perbandingan Formasi dan Pendekatan Taktik
Pertemuan ini berpotensi menjadi duel antara dua tim dengan struktur dasar yang mirip.
Monza di bawah Juric cenderung menggunakan tiga bek untuk membangun struktur pertahanan, kemudian mengandalkan pemain sayap untuk memberikan lebar permainan. Dua pemain di belakang striker bertugas mencari ruang di antara lini tengah dan pertahanan lawan.
Udinese juga memakai 3-4-2-1. Dalam pertandingan melawan Como, mereka mampu membangun serangan melalui kombinasi Karlström, Piotrowski, Ekkelenkamp, dan Kamara.
Pertarungan di sektor tengah kemungkinan menjadi sangat menentukan. Tim yang mampu memenangkan duel second ball dan menjaga sirkulasi bola dari lini tengah berpeluang lebih besar mengendalikan tempo.
Monza juga harus berhati-hati terhadap transisi. Jika dua wing-back terlalu tinggi, Udinese dapat memanfaatkan ruang di belakang mereka melalui pergerakan pemain depan.
Duel Pemain Kunci: Gustavo Varela vs Oumar Solet
Gustavo Varela menjadi salah satu pemain yang patut diperhatikan setelah mencetak gol pada pertandingan pembuka melawan Inter. Kecepatan dan kemampuannya mencari ruang dapat menjadi ancaman bagi lini belakang Udinese.
Di sektor pertahanan, Oumar Solet memiliki peran penting untuk mengantisipasi pergerakan penyerang Monza. Solet merupakan bagian dari tiga bek Udinese ketika menghadapi Como dan memiliki tugas menjaga area tengah pertahanan.
Duel lainnya adalah antara pemain sayap Monza dengan wing-back Udinese. Jika salah satu tim mampu memenangkan duel di sisi lapangan, pola serangan dapat berubah cukup cepat.
Faktor yang Bisa Menentukan Hasil Pertandingan
Ada beberapa aspek yang berpotensi menjadi pembeda dalam pertandingan ini.
1. Respons Monza setelah kalah dari Inter
Kekalahan 1-4 membuat Monza membutuhkan reaksi. Bermain di kandang memberikan peluang bagi Juric untuk meminta tim tampil lebih agresif sejak menit awal.
2. Efektivitas transisi Udinese
Udinese memiliki karakter yang cukup cocok untuk memanfaatkan kesalahan lawan. Monza harus menjaga jarak antar lini agar tidak memberikan ruang terlalu besar ketika kehilangan bola.
3. Kondisi lini tengah
Absennya Pessina membuat Monza kehilangan salah satu pemain penting di lini tengah. Pengganti yang dipilih Juric harus mampu menjaga keseimbangan antara pressing dan distribusi bola.
4. Kebugaran Zaniolo
Zaniolo merupakan salah satu pemain kreatif Udinese. Jika kondisinya tidak memungkinkan untuk bermain penuh, kemampuan Runjaic dalam memaksimalkan pemain alternatif akan menjadi penting.
5. Bola mati
Kedua tim menggunakan tiga bek dan memiliki sejumlah pemain yang bisa memberikan ancaman dari situasi bola mati. Duel udara dapat menjadi salah satu cara untuk membuka pertahanan yang rapat.
Statistik yang Perlu Diperhatikan
Data musim 2025/26 menunjukkan Udinese mencetak 45 gol dan kebobolan 48 gol sepanjang 38 pertandingan Serie A. Mereka menyelesaikan musim dengan 50 poin dan peringkat ke-10.
Monza memiliki statistik berbeda karena bermain di Serie B musim lalu. Mereka mencetak 61 gol dan hanya kebobolan 32 kali dalam 38 pertandingan, mencatat 76 poin dan finis di posisi ketiga sebelum memenangkan playoff promosi.
Perbandingan ini tidak dapat digunakan secara langsung untuk menyimpulkan siapa yang lebih kuat karena kedua tim bermain di kompetisi berbeda. Namun, data tersebut menunjukkan Monza memiliki pertahanan yang cukup solid ketika berada di Serie B, sedangkan Udinese sudah teruji menghadapi level kompetisi Serie A.
Pada laga pembuka 2026/27, Udinese juga memperlihatkan organisasi permainan yang baik ketika menghadapi Como. Mereka mampu mencetak gol lebih dahulu dan bertahan dalam pertandingan yang berlangsung cukup kompetitif.
Prediksi Jalannya Pertandingan
Monza kemungkinan mencoba mengambil inisiatif sejak awal karena bermain di hadapan pendukung sendiri. Juric diperkirakan meminta pemain depan menekan build-up Udinese agar tim tamu kesulitan mengembangkan serangan dari belakang.
Udinese kemungkinan tidak terburu-buru membuka permainan. Struktur tiga bek dapat digunakan untuk menjaga kestabilan sebelum mereka mencoba mencari celah melalui Kamara, Ekkelenkamp, atau pemain di belakang striker.
Babak pertama berpotensi berlangsung ketat. Kedua tim memiliki formasi yang hampir serupa sehingga perebutan ruang di antara lini tengah dan pertahanan kemungkinan menjadi salah satu aspek paling penting.
Pada babak kedua, pertandingan bisa lebih terbuka. Monza memiliki kebutuhan untuk mencetak gol di kandang, sedangkan Udinese dapat memanfaatkan ruang yang muncul jika tuan rumah terlalu agresif.
Faktor kedalaman bangku cadangan juga dapat menentukan hasil akhir. Pergantian pemain pada 20-30 menit terakhir berpotensi mengubah keseimbangan pertandingan.
Prediksi Skor Monza vs Udinese
Berdasarkan performa terbaru, rekor pertemuan, kualitas permainan pada pekan pertama, kondisi skuad, serta keuntungan bermain di kandang, Monza diperkirakan memiliki peluang untuk mendapatkan hasil positif.
Namun, Udinese memiliki pengalaman lebih panjang di Serie A dan baru menunjukkan struktur permainan yang cukup solid saat menghadapi Como. Karena itu, pertandingan diperkirakan berjalan ketat dan selisih gol kemungkinan tidak besar.
Prediksi skor: Monza 1-1 Udinese
Hasil imbang menjadi skenario yang cukup masuk akal karena kedua tim sama-sama menggunakan formasi tiga bek dan memiliki kecenderungan menjaga struktur sebelum mengambil risiko lebih besar.
Prediksi ini merupakan analisis pra-pertandingan berdasarkan data statistik terbaru, performa kedua tim, kondisi pemain, rekor kandang dan tandang, head to head, serta faktor teknis lainnya.
FAQ Prediksi Monza vs Udinese
Kapan pertandingan Monza vs Udinese dimainkan?
Monza vs Udinese dimainkan pada Sabtu, 29 Agustus 2026 dalam lanjutan pekan kedua Serie A 2026/27. Pertandingan berlangsung di Stadio Brianteo atau U-Power Stadium.
Jam berapa Monza vs Udinese dimulai dalam waktu WIB?
Kick-off dijadwalkan pukul 18.30 waktu Italia. Bagi penonton Indonesia, pertandingan dimulai pada pukul 23.30 WIB.
Di stadion mana Monza vs Udinese dimainkan?
Pertandingan digelar di Stadio Brianteo, yang juga dikenal dengan nama komersial U-Power Stadium. Stadion tersebut merupakan kandang Monza.
Bagaimana posisi Monza dan Udinese di klasemen?
Setelah pekan pertama, Udinese berada di posisi ke-11 dengan satu poin, sedangkan Monza berada di posisi ke-19 tanpa poin. Klasemen tersebut masih sangat awal karena baru satu pertandingan dimainkan.
Bagaimana hasil pertandingan terakhir Monza?
Monza kalah 4-1 dari Inter pada pekan pertama Serie A. Sebelumnya, mereka mengalahkan Avellino 3-0 di Coppa Italia.
Bagaimana hasil pertandingan terakhir Udinese?
Udinese bermain imbang 1-1 melawan Como pada pertandingan pembuka Serie A 2026/27. Hassane Kamara mencetak gol untuk Udinese sebelum Como menyamakan kedudukan melalui Anastasios Douvikas.
Siapa pelatih Monza dan Udinese?
Monza ditangani Ivan Juric, sedangkan Udinese masih dilatih Kosta Runjaic. Juric ditunjuk sebagai pelatih Monza setelah klub tersebut kembali promosi ke Serie A.
Siapa pemain Monza yang perlu diperhatikan?
Gustavo Varela menjadi salah satu pemain yang layak diperhatikan setelah mencetak gol ketika Monza menghadapi Inter. Patrick Cutrone dan Andrea Colpani juga berpotensi memainkan peran penting dalam serangan Monza.
Siapa pemain Udinese yang berpotensi menjadi pembeda?
Hassane Kamara menjadi salah satu pemain yang sedang berada dalam sorotan setelah mencetak gol ketika menghadapi Como. Jurgen Ekkelenkamp juga penting karena memberikan assist untuk gol Kamara pada pertandingan tersebut.
Bagaimana rekor head to head Monza vs Udinese?
Dalam tujuh pertemuan yang tercatat di semua kompetisi, kedua tim sama-sama meraih dua kemenangan dan tiga pertandingan berakhir imbang. Jumlah gol kedua klub juga sama, yaitu masing-masing 10 gol.
Apakah Monza lebih diunggulkan karena bermain di kandang?
Keuntungan kandang memberikan Monza faktor positif, tetapi sejarah pertemuan menunjukkan Udinese cukup nyaman ketika menghadapi Monza. Karena itu, keunggulan kandang belum cukup untuk menjadikan Monza sebagai favorit mutlak.
Berapa prediksi skor Monza vs Udinese?
Prediksi skor pertandingan ini adalah Monza 1-1 Udinese. Pertandingan diperkirakan berlangsung ketat dengan kedua tim memiliki peluang untuk mencetak gol.
Kesimpulan
Monza vs Udinese menjadi salah satu pertandingan yang menarik pada pekan kedua Serie A 2026/27 karena kedua klub sama-sama mengejar kemenangan pertama di liga.
Monza memiliki keuntungan bermain di kandang dan membawa kepercayaan diri dari keberhasilan promosi serta kemenangan 3-0 atas Avellino di Coppa Italia. Namun, kekalahan 1-4 dari Inter menunjukkan masih ada pekerjaan rumah dalam menjaga konsistensi permainan selama 90 menit.
Udinese memiliki modal berupa pengalaman di Serie A dan hasil imbang 1-1 melawan Como. Struktur 3-4-2-1 yang digunakan Runjaic juga sudah memberikan hasil positif dalam pertandingan pertama.
Rekor head to head memperlihatkan duel kedua tim cenderung berimbang. Dari tujuh pertemuan, Monza dan Udinese sama-sama menang dua kali dengan tiga laga lainnya berakhir imbang.