Istilah dasarian sering muncul di laporan BMKG tentang hujan, musim, dan monitoring iklim. Pada 25 Agustus 2026, kata “dasarian” juga tercatat di daftar tren pencarian Google Indonesia (sekitar 10 rb+ penelusuran, status aktif).
Dasarian adalah pembagian satu bulan menjadi tiga periode untuk analisis klimatologi. Secara umum:
- Dasarian I (1) = tanggal 1–10
- Dasarian II (2) = tanggal 11–20
- Dasarian III (3) = tanggal 21 sampai akhir bulan
Ini bukan prakiraan cuaca “hujan setiap hari selama 10 hari”, melainkan interval waktu dalam produk iklim BMKG.
Arti Dasarian Singkat
| Pertanyaan | Jawaban |
|---|---|
| Apa itu dasarian? | Periode ~10 harian dalam bulan; pembagian I, II, III |
| Dasarian I tanggal berapa? | 1–10 |
| Dasarian II tanggal berapa? | 11–20 |
| Dasarian III tanggal berapa? | 21–akhir bulan |
| Satu dasarian berapa hari? | I & II: 10 hari; III: 8–11 hari |
| Siapa memakai istilah ini? | BMKG (klimatologi) |
| Digunakan untuk apa? | Analisis hujan, musim, monitoring iklim |
Apa Itu Dasarian?
Menurut stasiun klimatologi BMKG, dasarian adalah rentang waktu sekitar sepuluh hari. Satu bulan dibagi menjadi tiga dasarian: I (1–10), II (11–20), dan III (21–akhir bulan).
Istilah berasal dari gabungan dasa (sepuluh) + harian, dan dipakai agar tidak tertukar dengan “dekade” (10 tahun) dalam bahasa Indonesia.
Apa Arti Dasarian Menurut BMKG?
BMKG memakai dasarian untuk menyajikan data dan prediksi iklim dalam resolusi lebih rinci daripada bulanan, tetapi lebih stabil daripada fluktuasi harian. Produk yang sering memakai periode ini antara lain analisis/prediksi curah hujan, sifat hujan, monitoring musim, dan Hari Tanpa Hujan (HTH).
Dasarian Berapa Hari?
| Periode | Rentang tanggal | Jumlah hari |
|---|---|---|
| Dasarian I | 1–10 | 10 |
| Dasarian II | 11–20 | 10 |
| Dasarian III | 21–akhir bulan | 8–11 (tergantung bulan) |
Dasarian III tidak selalu 10 hari karena mengikuti sisa hari kalender.
Dasarian 1 / Dasarian I
Tanggal 1–10.
Contoh: Dasarian I Agustus 2026 = 1–10 Agustus 2026.
Dasarian 2 / Dasarian II
Tanggal 11–20.
Contoh: Dasarian II Agustus 2026 = 11–20 Agustus 2026.
Dasarian 3 / Dasarian III
Tanggal 21 sampai hari terakhir bulan.
| Jenis bulan | Dasarian III | Jumlah hari |
|---|---|---|
| 31 hari (Jan, Mar, Mei, Jul, Agu, Okt, Des) | 21–31 | 11 |
| 30 hari (Apr, Jun, Sep, Nov) | 21–30 | 10 |
| Februari biasa | 21–28 | 8 |
| Februari kabisat | 21–29 | 9 |
Contoh: Agustus III = 21–31 Agustus; September III = 21–30 September; Februari III (tahun biasa) = 21–28 Februari.
Tabel Lengkap Dasarian I, II, III
| Dasarian | Penulisan lain | Tanggal | Penjelasan |
|---|---|---|---|
| I | Dasarian 1 | 1–10 | Awal bulan |
| II | Dasarian 2 | 11–20 | Pertengahan bulan |
| III | Dasarian 3 | 21–akhir bulan | Akhir bulan |
Mengapa BMKG Menggunakan Dasarian?
Interval dasarian membantu:
- analisis dan prediksi curah hujan
- sifat hujan (dibandingkan normal)
- monitoring musim (awal musim hujan/kemarau)
- monitoring HTH dan kekeringan
- perencanaan sektor yang bergantung pada pola hujan (misalnya pertanian dan air)
Curah Hujan per Dasarian
Angka mm/dasarian adalah akumulasi hujan selama periode tersebut, bukan hujan setiap hari. Contoh konseptual: 50 mm dalam satu dasarian bisa berarti beberapa hari hujan ringan/sedang, bukan 50 mm tiap hari.
Sifat Hujan
Sifat hujan membandingkan curah hujan aktual dengan normal klimatologis. Kategori yang sering dipakai BMKG:
- Atas Normal (AN): > 115% normal
- Normal (N): 85–115%
- Bawah Normal (BN): < 85%
Hubungan dengan Musim Hujan dan Kemarau
Penetapan awal musim memakai curah hujan per dasarian, bukan satu hari hujan. Secara umum (metodologi BMKG):
- Awal musim hujan: curah hujan satu dasarian ≥ 50 mm dan diikuti dasarian berikutnya sesuai kriteria
- Awal musim kemarau: curah hujan satu dasarian < 50 mm dan diikuti dasarian berikutnya
Awal musim dapat maju, sama, atau mundur dibanding normal.
Zona Musim (ZOM)
ZOM adalah wilayah dengan pola musim yang relatif seragam. Batas ZOM tidak selalu sama dengan batas kabupaten/provinsi. Satu kabupaten bisa punya beberapa ZOM, dan sebaliknya.
Indeks Dasarian dan 36 Dasarian per Tahun
Dasarian I/II/III = posisi dalam bulan.
Indeks dasarian = urutan dasarian sepanjang tahun (secara umum 1 sampai 36).
12 bulan × 3 dasarian = 36 periode dasarian dalam satu tahun kalender. Panjang Dasarian III tetap menyesuaikan jumlah hari bulan.
Dasarian vs Minggu, Bulan, dan Prakiraan Cuaca
| Aspek | Dasarian | Minggu | Bulanan | Prakiraan cuaca harian |
|---|---|---|---|---|
| Durasi | ~8–11 hari (kalender tetap) | 7 hari | 1 bulan | 1 hari |
| Basis | 1–10 / 11–20 / 21–akhir | siklus 7 harian | Kalender bulan | Observasi/model harian |
| Fokus | Iklim, hujan kumulatif, musim | Kalender harian | Agregat bulanan | Cuaca besok/hari ini |
Dasarian bukan “prakiraan cuaca 10 hari” yang menentukan hujan setiap tanggal.
Cara Membaca “Agustus III” atau “September I”
| Tulisan | Arti |
|---|---|
| Agustus I / September I | 1–10 bulan tersebut |
| Agustus II / September II | 11–20 |
| Agustus III | 21–31 Agustus |
| September III | 21–30 September |
Prediksi curah hujan dasarian menggambarkan kecenderungan/akumulasi periode, bukan kepastian hujan di setiap hari.
Mengapa Istilah Ini Banyak Dicari?
Pada 25 Agustus 2026, “dasarian” muncul di daftar tren Google Indonesia. Peningkatan perhatian biasanya terkait seringnya istilah itu dipakai dalam laporan musim, hujan, atau monitoring iklim BMKG. Penyebab lonjakan pencarian spesifik tidak dapat dipastikan hanya dari frekuensi berita.
Kesalahan Umum
- Semua dasarian selalu tepat 10 hari → salah (III bisa 8–11)
- Dasarian III selalu 21–30 → salah (bulan 31 hari: 21–31)
- “Agustus III” = bulan ketiga → salah
- Dasarian I = minggu pertama → salah
- Prediksi dasarian = hujan tiap hari → salah
- mm/dasarian = hujan per hari → salah
- Satu hari hujan = musim hujan dimulai → salah
- Februari III sama dengan Agustus III → salah
- Dasarian I/II/III = indeks dasarian → berbeda
- ZOM = kabupaten → tidak selalu
Fakta vs Salah Kaprah
| Pernyataan | Status |
|---|---|
| Satu dasarian selalu 10 hari | Salah (kecuali I & II) |
| Dasarian I = 1–10 | Benar |
| Dasarian II = 11–20 | Benar |
| Dasarian III selalu 21–30 | Salah |
| Satu bulan = 3 dasarian | Benar |
| Satu tahun = 36 dasarian | Benar |
| Dasarian = minggu | Salah |
| Prediksi dasarian = hujan setiap hari | Salah |
Cara mengingat: I = awal (1–10), II = tengah (11–20), III = akhir (21–selesai).
FAQ
Apa itu dasarian?
Pembagian bulan menjadi tiga periode ~10 harian untuk analisis klimatologi BMKG.
Dasarian 1/2/3 tanggal berapa?
1–10; 11–20; 21–akhir bulan.
Mengapa Dasarian III tidak selalu 10 hari?
Karena mengikuti jumlah hari bulan (28/29/30/31).
Berapa dasarian setahun?
36.
Apakah dasarian sama dengan prakiraan cuaca 10 hari?
Tidak.
Apa hubungan dasarian dengan musim?
Awal musim ditentukan dari pola curah hujan per dasarian, bukan satu hari hujan.
Penutup
Dasarian I = 1–10, II = 11–20, III = 21 sampai akhir bulan. BMKG memakai interval ini untuk analisis dan prediksi iklim yang lebih rinci dari data bulanan. Untuk cuaca dan peringatan dini aktual, selalu rujuk kanal resmi BMKG.
Sumber dan Referensi
- Stasiun Klimatologi BMKG (mis. Kalsel, Jatim) — definisi Dasarian I/II/III.
- BBMKG / daftar istilah musim BMKG — dasarian, sifat hujan, awal musim.
- Google Trends Indonesia (25 Agu 2026) — “dasarian” di daftar tren.
- Wiktionary/KBBI (rujukan etimologi) — dasa + harian.
Disclaimer
Informasi prediksi hujan, perkembangan musim, dan kondisi iklim dapat diperbarui BMKG seiring data observasi terbaru. Untuk cuaca dan peringatan dini aktual, gunakan kanal resmi BMKG.